Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Strategi Pengembangan Industri Kreatif Lintas Sektoral di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Murdianto, Murdianto; Jamianto, Jamianto; Prasasti, Bagio; Sumarsono, Cokro Wibowo; Fikriawan, Suad; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Mintyastuti, Dyah Sri
CAKRAWALA Vol 16, No 2: Desember 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v16i2.465

Abstract

Riset ini bertujuan mengetahui bagaimana pengembangan nilai rantai kegiatan produksi, strategi kemitraan, dan prosedur pengembangan industri kreatif kriya kulit lintas sektor di Ponorogo.Metode penelitian menggunakan riset pengembangan yang dilaksanakan di wilayah Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri kreatif diawali dari penyediaan bahan baku berkualitas dengan harga kompetitif. Peningkatan mekanisme modern pemotongan hewan, penyamakan modern, pembinaan tenaga profesional melalui pelatihan vokasional dan pengembangan program studi kriya kulit pada Sekolah Menengah Kejuruan. Pengembangan model kemitraan dengan pelibatanfour helix of innovation didasarkan pada kesadaran bersama dan ko-operasi (cooperation). Pengembangan kemitraan industri kreatif dibangun berdasar pada isu dan problem yang berkembang di Ponorogo. Pengembangan manual prosedur meliputi, prosedur penyiapan bahan baku, produksi, dan pemasaran baik yang bersifat online maupun offline.
Inovasi Sosial untuk Peningkatan Layanan Publik Melalui Teknologi Digital di Kecamatan Sawoo Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Jamianto, Jamianto; Napitupulu, Pesta Asni W; Mintyastuti, Dyah Sri
CAKRAWALA Vol 17, No 2: Desember 2023
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v17i2.559

Abstract

Riset ini bertujuan mendalami inovasi sosial, faktor pendukung dan penghambat, dan model pengembangan inovasi sosial program desa digital untuk transformasi digital layanan publik di Kecamatan Sawoo Ponorogo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam. Teknik interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penentuan kesimpulan. Hasil menunjukkan inovasi layanan publik berbasis teknologi informasi dilatarbelakangi masalah topografi, dan kebijakan pemerintah pusat. Membutuhkan inovasi sosial (orkestrasi sosial) yang melibatkan antar pemangku kepentingan, yakni: 1) Agen aktif (Camat&Kepala Desa) sebagai pencetus, pengembangan, dan sosialisasi; 2) Agen validasi (Pemerintah Kecamatan) untuk coordinate dan institutionalize; 3) Agen pendukung PT Razen sebagai supplier program, Dinas Kominfo sebagai penyedia akses internet dan pengembang aplikasi, Kemendagri dan Dinas Pendukcapil sebagai pemberi wewenang pembukaan dan penyediaan akses data kependudukan. Faktor pendukung adanya kesadaran kolektif, dan pendanaan desa. Faktor penghambat belum ada jaminan sustainibilitas program, SDM dan infrastruktur jaringan internet. Model pengembangan, yakni: Pertama, membangun ekosistem inovasi untuk pengembangan transformasi: 1) layanan manual to digital; 2) manajemen; 3) model layanan; 4) struktur. Peran dan fungsi ekosistem digital meliputi: Knowledge Team, Business Team, dan Service Team. Kedua, transformasi digital sebagai bentuk rekaya sosial (social engineering), perubahan praktik dan perilaku sosial dalam status socially legitimed yang tidak bersifat parsial-isolatif, tetapi adanya umpan balik positif. Pada tingkat rekayasa sosial berada pada level apropriasi ditandai adanya perubahan pola pikir, perubahan perilaku dan dan perubahan budaya.
Ṭāhā ‘Abd al-Raḥmān’s Philosophical Contribution to Theorize Ethical Maqāṣid Rohmanu, Abid; Rofiah, Khusniati
Al-Ahkam Vol 33, No 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ahkam.2023.33.2.17527

Abstract

The ethical values of maqāṣid have been buried by the ḥarfiyyah-linguistic approach (ta’līlī-bayānī). The ethical paradigm of maqāṣid must be constructed to balance the ta’līlī-bayānī approach. This paper examines the philosophy of Ṭāhā ‘Abd al-Raḥmān in theorizing ethical maqāṣid. This paper focuses on two aspects. First, how does ‘Abd al-Raḥmān theorize the ethical maqāṣid? Second, how does ‘Abd al-Raḥmān conceptualize the relationship between Islamic law and ethics? This article is a literary research referring to some important books of ‘Abd al-Raḥmān. Using a moral philosophy approach, the writer concludes: first, ‘Abd al-Raḥmān’s ethical theorization of maqāṣid is a synthesis between ethics and uṣūl al-fiqh. This synthesis outlines the new pillars of maqāṣid. ‘Abd al-Raḥmān theoretically shifted legal reasoning from al-ta’līl al-sababī (attribute causality) to al-ta’līl al-ghā'i (maṣlaḥah causality). According to him, the only rationalization of Islamic law is maṣlaḥah, that is khuluq (ethics). Based on that premise, ‘Abd al-Raḥmān asserts that moderation is the accommodation of legal and ethical aspects of Islamic law. This paper recommends the importance of a moral philosophy approach to Islamic law. This approach is an effort to ground the maqāṣid in many legal cases loaded with morality.
Islamic Epistemology of Kuntowijoyo in Sharia Economic Development Arsyadani, Achmad Arfinanto; Rohmanu, Abid
Journal of Sharia Economic Law Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jshel.v2i2.6461

Abstract

This paper examines the integration of Kuntowijoyo's Islamic epistemology in the development of sharia economics. Kuntowijoyo emphasizes the importance of integrating empirical knowledge and revelation, outlining an Islamic scientific paradigm based on Islam, Indonesian identity, and modernity. In the context of sharia economics, principles such as tauhid, sharia, and ethics are implemented to create justice and welfare. This research employs a qualitative approach with literature analysis to explore the concept of prophetic social sciences and its application to issues in sharia economics, including riba, gharar, and profit-sharing mechanisms like mudharabah and musyarakah. The findings indicate that Kuntowijoyo's epistemological integration can provide guidance for a more comprehensive and responsive development of sharia economics that addresses the needs of society
Kritik Nalar Al-Jabiri dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Ekonomi Syariah Modern: Perspektif Trilogi Epistemologi untuk Kemajuan Islam Fadhil Wafa; Abid Rohmanu
Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 3 No. 1 (2025): Februari: Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jupiekes.v3i1.2014

Abstract

Modern Islamic philosopher and commentator Muhammad Abid Al-Jabiri helped advance the study of Quranic interpretation today. His critical thinking of Arabic reason made him famous among academics. Abid Al Jabiri's "revivalism" spirit motivated his criticism. In this case, the concept is related to the revival of Islam and efforts to change society. Abid Al Jabiri considered the current Islamic revival to be unsuccessful or even considered a failure. Based on this, Abid Al Jabiri wrote the next trilogy. This trilogy begins with his concern about the modern Arab discourse that cannot solve the problem of Islamic revival. The inaccuracy of Arabs in handling traditions (turats) is a factor that causes the Islamic revival to fail. Based on the perception of differences, the dialectic of understanding of contemporary Arab backwardness versus the dialectic of modern Western progress, the urgency of the Islamic revival does not depend on the orientation of development or its facts. According to al-Jabiri, formulating "the revival of Islamic civilization" is not easy, even unable to achieve progress, either in scientific planning or proportional utopian vision. After that, Al-Jabiri focused on turats (Islamic traditions), studying them and understanding them objectively to gain new insights. The main goal of Al-Jabiri's thinking on the whole turats is to realize socially transformative knowledge while maintaining the sustainability of the Islamic civilization revival program. This article examines Al-Jabiri's rational critique through the perspective of the bayani, irfani, and burhani epistemological trilogy and its implications for the development of modern Islamic economics. The main focus of this study is how the concept of rational critique can be applied to support the progress of Islam, especially in the context of Islamic economic theory and practice. This study highlights the relevance of Al-Jabiri's approach in formulating a more critical and progressive framework for Islamic economic thinking, while also responding to the challenges of modernization. This article also analyzes the contribution of the epistemological trilogy to strengthening Islamic financial practices in a global context. The research findings show that this integrative approach is not only relevant to the development of Islamic economics but also offers a solid foundation for innovation in facing the dynamics of the modern economy.
KESIAPAN, KOMPLEKSITAS DAN HARAPAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH: PERSPEKTIF MAHASISWA IAIN PONOROGO Rohmanu, Abid; Muafiah, Evi Muafiah; Hakim, Arif Rahman; Damayanti, Vivi V. W.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2020): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v11i2.7019

Abstract

Kebijakan penerapan pembelajaran jarak jauh (pembelajaran daring) yang diterapkan di IAIN Ponorogo memunculkan berbagai kompleksitas dan ambiguitas yang membutuhkan respon cepat dan tepat. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dilakukan survei pada 124 mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Pascasarjana IAIN Ponorogo. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana praktik pembelajaran daring di IAIN Ponorogo berjalan, faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran daring, dan bagaimana praktik pembelajaran masa pandemi bisa direfleksikan untuk penguatan pembelajaran daring di masa selanjutnya pasca pandemi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengalaman civitas akademika (dosen-mahasiswa) masa awal pandemi di IAIN Ponorogo masih dikurung oleh problem teknis (akses jaringan dan platform e-learning) dan belum masuk ke persoalan yang lebih substantif dalam pembelajaran daring (misalnya kurikulum pembelajaran daring) yang lebih bisa menggaransi interaksi pembelajaran yang bersifat produktif. Perlu adanya adaptasi teknologi dan informasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan baik pada masa pandemi maupun pasca pandemi bisa lebih efektif dan bermakna.
Islamic Epistemology of Kuntowijoyo in Sharia Economic Development Arsyadani, Achmad Arfinanto; Rohmanu, Abid
Journal of Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jshel.v2i2.6461

Abstract

This paper examines the integration of Kuntowijoyo's Islamic epistemology in the development of sharia economics. Kuntowijoyo emphasizes the importance of integrating empirical knowledge and revelation, outlining an Islamic scientific paradigm based on Islam, Indonesian identity, and modernity. In the context of sharia economics, principles such as tauhid, sharia, and ethics are implemented to create justice and welfare. This research employs a qualitative approach with literature analysis to explore the concept of prophetic social sciences and its application to issues in sharia economics, including riba, gharar, and profit-sharing mechanisms like mudharabah and musyarakah. The findings indicate that Kuntowijoyo's epistemological integration can provide guidance for a more comprehensive and responsive development of sharia economics that addresses the needs of society
Strategi Pengembangan Industri Kreatif Lintas Sektoral di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Murdianto, Murdianto; Jamianto, Jamianto; Prasasti, Bagio; Sumarsono, Cokro Wibowo; Fikriawan, Suad; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Mintyastuti, Dyah Sri
Cakrawala Vol. 16 No. 2: Desember 2022
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v16i2.465

Abstract

Riset ini bertujuan mengetahui bagaimana pengembangan nilai rantai kegiatan produksi, strategi kemitraan, dan prosedur pengembangan industri kreatif kriya kulit lintas sektor di Ponorogo.Metode penelitian menggunakan riset pengembangan yang dilaksanakan di wilayah Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri kreatif diawali dari penyediaan bahan baku berkualitas dengan harga kompetitif. Peningkatan mekanisme modern pemotongan hewan, penyamakan modern, pembinaan tenaga profesional melalui pelatihan vokasional dan pengembangan program studi kriya kulit pada Sekolah Menengah Kejuruan. Pengembangan model kemitraan dengan pelibatanfour helix of innovation didasarkan pada kesadaran bersama dan ko-operasi (cooperation). Pengembangan kemitraan industri kreatif dibangun berdasar pada isu dan problem yang berkembang di Ponorogo. Pengembangan manual prosedur meliputi, prosedur penyiapan bahan baku, produksi, dan pemasaran baik yang bersifat online maupun offline.
Inovasi Sosial untuk Peningkatan Layanan Publik Melalui Teknologi Digital di Kecamatan Sawoo Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Jamianto, Jamianto; Napitupulu, Pesta Asni W; Mintyastuti, Dyah Sri
Cakrawala Vol. 17 No. 2: Desember 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v17i2.559

Abstract

Riset ini bertujuan mendalami inovasi sosial, faktor pendukung dan penghambat, dan model pengembangan inovasi sosial program desa digital untuk transformasi digital layanan publik di Kecamatan Sawoo Ponorogo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam. Teknik interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penentuan kesimpulan. Hasil menunjukkan inovasi layanan publik berbasis teknologi informasi dilatarbelakangi masalah topografi, dan kebijakan pemerintah pusat. Membutuhkan inovasi sosial (orkestrasi sosial) yang melibatkan antar pemangku kepentingan, yakni: 1) Agen aktif (Camat&Kepala Desa) sebagai pencetus, pengembangan, dan sosialisasi; 2) Agen validasi (Pemerintah Kecamatan) untuk coordinate dan institutionalize; 3) Agen pendukung PT Razen sebagai supplier program, Dinas Kominfo sebagai penyedia akses internet dan pengembang aplikasi, Kemendagri dan Dinas Pendukcapil sebagai pemberi wewenang pembukaan dan penyediaan akses data kependudukan. Faktor pendukung adanya kesadaran kolektif, dan pendanaan desa. Faktor penghambat belum ada jaminan sustainibilitas program, SDM dan infrastruktur jaringan internet. Model pengembangan, yakni: Pertama, membangun ekosistem inovasi untuk pengembangan transformasi: 1) layanan manual to digital; 2) manajemen; 3) model layanan; 4) struktur. Peran dan fungsi ekosistem digital meliputi: Knowledge Team, Business Team, dan Service Team. Kedua, transformasi digital sebagai bentuk rekaya sosial (social engineering), perubahan praktik dan perilaku sosial dalam status socially legitimed yang tidak bersifat parsial-isolatif, tetapi adanya umpan balik positif. Pada tingkat rekayasa sosial berada pada level apropriasi ditandai adanya perubahan pola pikir, perubahan perilaku dan dan perubahan budaya.
Konstruksi Sosial Pernikahan Jarak Jauh (Long Distance Marriage) Masyarakat Desa Jenangan Yuliantika, Nias; Rohmanu, Abid
MAHAKIM Journal of Islamic Family Law Vol 9 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mahakim.v9i1.627

Abstract

This study aims to understand the social construction of long-distance marriage (LDM) in Jenangan Village using the social construction theory of Peter L. Berger and Thomas Luckmann, this research was conducted with a qualitative approach, through interviews and documentation as data collection methods. The results show that the social construction of long-distance marriage goes through three stages: externalization, objectivation, and internalization. Long-distance marriage (LDM) in Jenangan Village is socially constructed as a valid and accepted choice, with the main focus on fulfilling the family's economic needs. The people of Jenangan Village recognize that LDM is a reality that requires high commitment and patience. Externalizing actions, such as choosing LDM to meet economic needs, has become an objectively accepted norm in the community. Although challenges such as limited communication and lack of togetherness are part of the reality, this social norm is internalized by individuals who live it as part of the way to achieve economic goals and realize their dreams.