Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Alamtana

Penguatan Literasi Religius di TPQ Nurul Iman Jorong Habibbudin, Habibbudin; Setiawan, Diki; Permana, Baiq Andriska Candra; Tussoliha, Auliya; Hanapi, Deni; Jodi, Diki Setiawan; Hendri, Hendri; Nasulaini, Mohmmad Erwin; Nurjannah, Nurjannah; Hafani, Rizda; Yuliana, Rosa; Ardiyansyah, Wahyu; Ilham, Zoyaldi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2318

Abstract

Abstract: Memperkuat literasi agama merupakan inisiatif strategis yang signifikan yang bertujuan untuk menumbuhkan generasi yang dicirikan oleh prinsip-prinsip Islam dan diperkaya dengan pemahaman agama yang mendalam, yang penting dalam lanskap masyarakat yang beragam saat ini. Upaya penelitian khusus ini dirancang dengan cermat untuk menyelidiki program khusus yang didedikasikan untuk peningkatan literasi agama yang dilaksanakan di TPQ Nurul Iman, yang terletak di dalam batas-batas geografis Jorong di Desa Lepak. Pendekatan metodologis yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data yang komprehensif yang mencakup tetapi tidak terbatas pada pengamatan sistematis, wawancara mendalam, dan dokumentasi menyeluruh dari materi yang relevan. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa TPQ Nurul Iman telah melembagakan beragam program pendidikan terorganisir, yang mencakup tidak hanya instruksi membaca dan menghafal Qur'an tetapi juga eksplorasi nilai-nilai dasar Islam, di samping praktik kebiasaan perilaku agama seperti doa komunal, keterlibatan dalam kegiatan ibadah jemaat, dan berbagai ritual keagamaan lainnya. Selain itu, penting untuk dicatat bahwa partisipasi aktif orang tua dan komunitas yang lebih luas memainkan peran penting dalam memfasilitasi dan memperkuat keberhasilan keseluruhan program pendidikan yang bersangkutan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan tertentu, terutama kekurangan dalam fasilitas pengajaran dan ketersediaan sumber daya, yang menimbulkan hambatan signifikan terhadap efektivitas program. Terlepas dari tantangan tersebut, TPQ Nurul Iman telah berhasil memantapkan dirinya sebagai pusat pendidikan agama yang sangat penting dan efektif untuk melayani anak-anak Desa Lepak. Pada akhirnya, peningkatan literasi agama melalui inisiatif semacam itu diantisipasi untuk berkontribusi pada perkembangan generasi yang tidak hanya memiliki ketajaman intelektual tetapi juga unggul dalam dimensi moral dan spiritual.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Lepak Kecamatan Sakra Timur Naily, Siti Hafizah; Habibuddin, Habibuddin; Permana, Baiq Andriska Candra; Maulidiani, Maulidiani; Maodila, Fika; Wardian, Muh. Hafizul; Mulyana, Nunik; Safitri, Muliana; Zulkarnain, Muammad; Suryani, Erlin; Sa'bani, Ahmad Awin; Hadi, M. Arham; Hariadi, Agus
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2320

Abstract

Abstract: Stunting merupakan masalah kesehatan utama yang memiliki dampak negatif pada tumbuh kembang anak, terutama di daerah pedesaan hal ini di sebabkan keterbatasan akses pangan bergizi. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting di Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, kader kesehatan, dan pemangku kepentingan lokal. Adapun tahapan dalam penelitian ini adalah, tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Melalui tahapan tersebut, didapatkan hasil bahwa metode Participatory Action Research ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Dalam proses pelaksanaannya masyarakat aktif mengikuti setiap kegiatan, seperti kegiatan penyuluhan tentang pentingnya gizi yang seimbang, pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran yang bergizi, serta pemantauan perkembangan balita dengan tetap mengikuti program posyandu. Namun, terdapat beberapa kendala yang masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya dan akses pangan yang masih tidak merata.