Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Integrasi Nilai Kearifan Lokal Nggusu Waru dalam Kepemimpinan Akademik: Studi Analisis Deskriptif pada Dosen di Bima, Nusa Tenggara Barat Syarifuddin Syarifuddin; Syihabuddin Syihabuddin; Mahardhika Zifana; Khusnul Khatimah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3877

Abstract

Kepemimpinan di perguruan tinggi tidak hanya menuntut kompetensi manajerial dan akademik, tetapi juga integritas moral yang kuat. Di Bima, NTB, terdapat falsafah kepemimpinan lokal Nggusu Waru yang relevan untuk diinternalisasi oleh dosen di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat implementasi nilai-nilai Nggusu Waru dalam diri dosen di Bima. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 32 responden dosen dari berbagai institusi di Bima. Instrumen mengukur 8 dimensi Nggusu Waru yaitu Dou Ma Dei Ro Paja Ilmu, Dou Ma Dahu Di Ruma, Dou Ma Taho Ruku Ro Rawi, Dou Ma Taho Londo Ro Mai, Dou Ma Dodo Tando Tambari Kontu, Dou Ma Mbeca Wombo, Dou Ma Sabua Nggahi Labo Rawi, dan Dou Ma Disa Kai Ma Poda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Nggusu Waru dalam diri dosen berada pada kategori Sangat Tinggi (ST) dengan rata-rata 4,47. Dimensi skor tertinggi adalah Dou Ma Sabua Nggahi Labo Rawi dengan 4,69, sedangkan dimensi terendah adalah Dou Ma Dei Ro Paja Ilmu dengan 4,17 yang berada pada kategori Tinggi (T). Temuan ini mengindikasikan bahwa profil dosen di Bima memiliki basis integritas dan etika yang sangat kokoh, namun memerlukan penguatan strategis dalam produktivitas publikasi ilmiah sebagai manifestasi nilai keilmuan.
Relasi Bahasa dan Kekuasaan dalam Surat Panggilan Penyidik terhadap Saksi Anak; Kajian Semantik Pragmatik Made Dewi Candraningsih; Dadang Sudana; Mahardhika Zifana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa dalam surat panggilan penyidik kepada anak sebagai saksi/korban untuk mengungkap fungsi performatifnya dalam membangun kewajiban hukum dan relasi kuasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dalam kerangka linguistik forensik dengan menganalisis secara semantik (leksikal, gramatikal, proposisional) dan pragmatik (tindak tutur, implikatur, presuposisi). Hasil penelitian menunjukkan secara semantik surat panggilan membangun medan makna kewajiban–pelanggaran–sanksi melalui pilihan leksikal deontik, struktur gramatikal direktif yang bersifat impersonal, serta proposisi normatif yang mengaitkan ketidakpatuhan dengan konsekuensi pidana. Secara pragmatik, dokumen tersebut merealisasikan tindak tutur direktif–deklaratif, menghasilkan implikatur koersif berupa ancaman sanksi, dan memuat presuposisi bahwa penerima memiliki kompetensi hukum setara dengan orang dewasa. Temuan ini mengungkap adanya ketidaksesuian antara konstruksi bahasa dalam surat panggilan dengan prinsip child-friendly justice yang menekankan kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan dari tekanan. Studi ini berkontribusi pada pengembangan linguistik forensik sekaligus memberikan dasar normatif bagi perancangan bahasa dokumen hukum yang lebih manusiawi dan berkeadilan bagi anak.
Melihat Perspektif Eksistensialisme dalam Surat Bunuh Diri Mely Rizki Suryanita; Syihabuddin Syihabuddin; Mahardhika Zifana
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i1.3898

Abstract

Akhir-akhir ini fenomena bunuh diri sering terjadi di masyarakat kotemporer. Hal tersebut seolah-olah dijadikan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah. Mereka melakukannya dengan cara dan latar belakang yang berbeda-beda. Kasus bunuh diri menjadi fakta bahwa persoalan yang dihadapi seseorang cukup kompleks. Kasus bunuh diri yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah kasus bunuh diri yang dilakukan seorang ibu dan dua orang anaknya di Bandung. Penelitian ini bertujuan menjelaskan fenomena bunuh diri seorang ibu dan dua orang anaknya di Bandung melalui pendekatan analisis wacana kritis dan filsafat eksistensial untuk mengetahui penyebab bunuh diri berdasarkan surat bunuh diri yang ditinggalkan. Dengan demikian, pendekatan filsafat dan bahasa membuka ruang pemahaman yang lebih mendalam terhadap penderitaan manusia melalui surat bunuh diri yang tinggalkan. Selain itu, merefleksikan moral tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan kemanusiaan dalam menghadapi krisis eksistensial pada masyarakat kontemporer.
Gerakan Bijak Berbahasa: Strategi Peningkatan Kesadaran Berbahasa Untuk Mencegah Perundungan dan Kekerasan Verbal di Lingkungan Sekolah Kurniawan, Eri; Muniroh, R. Dian Dia-an; Sudana, Dadang; Gunawan, Wawan; Dallyono, Ruswan; Zifana, Mahardhika
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1398

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbahasa di kalangan guru dan siswa, dalam rangka mendukung kebijakan nasional tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Fokus kegiatan ini adalah penyelenggaran pelatihan sebagai bagian dari Gerakan Bijak Berbahasa dalam upaya preventif perundungan dan kekerasan verbal di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tergolong mendesak, mengingat meningkatnya insiden yang terkait dengan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dan berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan verbal yang berkembang menjadi perundungan, kekerasan fisik dan seksual. Pelatihan Gerakan Bijak Berbahasa ini dilaksanakan dengan dua moda: luring di Balai Guru Penggerak Bali dan daring melalui aplikasi Zoom, yang melibatkan para guru penggerak pengajar bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama di Provinsi Bali. Pelatihan berlangsung secara lancar sesuai dengan rencana dan diapresiasi secara positif oleh para guru. Guru berhasil membuat media visual kampanye berupa poster gerakan bijak berbahasa yang dapat dipasang atau disebarluaskan di lingkungan sekolah mereka. Guru yang ditunjuk sebagai duta gerakan bijak berbahasa juga berhasil melaksanakan kampanye mandiri dengan fokus pada anti perundungan yang disiarkan langsung di media sosial. Gerakan bijak berbahasa ini perlu dikembangkan dan disosialisasikan ke para pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan kesadaraan kolektif membangun lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis.
Pedagogical Care Ethics: Analysis of Mental Models in Caregiving Role Transformation Through Character Dialogues in the Film 1 Kakak 7 Ponakan Lushinta, Istiqomah Putri; Syihabbudin, Syihabbudin; Zifana, Mahardhika
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i3.1292

Abstract

This research analyzes the dynamics of care relationships and caregiving burden in extended families as represented in the film 1 Kakak 7 Ponakan directed by Yandy Laurens. The 129 minute film tells the story of Moko, an architecture student who must become the sole caregiver for his seven nieces and nephews after his sister and brother in law pass away, abandoning his dream of pursuing a master's degree at Columbia University. This study employs Cognitive Discourse Analysis (Van Dijk) integrated with care ethics (Gilligan, Noddings, Tronto) and pedagogical philosophy (Freire, Biesta) to explore mental models shaping caregiving discourse. Findings reveal three key aspects: (1) transformation from natural caring to ethical caring involving moral conflicts between personal aspirations and family responsibilities; (2) tension between justice ethics emphasizing fair distribution of responsibilities and care ethics prioritizing relationships and contextual responsiveness; (3) construction of caregiving mental models as obligatory pedagogy learned through direct experience and critical reflection. Laurens' slow-burn directorial approach presents emotional complexity through expressive close-ups and visual compositions reflecting family dynamics. This research contributes to integrating three analytical frameworks and provides practical implications for family caregiver support policies in Indonesia, including formal recognition of informal caregiving burden, culturally sensitive intervention programs, and moral education integrating care values.
How does the government create 8% growth? A critical transitivity analysis of economic rhetoric in Indonesia Wida Mulyanti; Adi Hidayat; Mahardhika Zifana
Englisia: Journal of Language, Education, and Humanities Vol. 13 No. 2 (2026): Englisia: Journal of Language, Education, and Humanities
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study employs Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) framework, integrated with Halliday's transitivity system from Systemic Functional Linguistics (SFL), to examine the economic discourse produced by Indonesia's Minister of Finance. The analytical method operationalizes Fairclough's three-dimensional model—textual analysis, discourse practice, and sociocultural practice—through the systematic application of the SFL transitivity system as its principal grammatical tool. At the textual level, transitivity analysis maps the ideational function of language by classifying 768 clauses into six process types: material (31.0%), relational (27.1%), mental (19.1%), verbal (8.7%), existential (2.3%), and behavioral (2.0%), with the remainder comprising minor and elliptical clauses. An in-depth analysis of the three dominant process types reveals distinct ideological functions. Material processes construct the state as the primary economic actor capable of generating growth through deliberate intervention. Relational processes naturalize economic challenges as objective conditions necessitating state response, rather than as outcomes of contestable policy decisions. Mental processes assert epistemic authority while simultaneously constructing a form of epistemic nationalism that challenges the legitimacy of international financial institutions. By fully integrating Fairclough's three-dimensional framework with focused transitivity analysis, this study demonstrates how economic discourse during Indonesia's governmental transition encodes a developmental state ideology, naturalizes active state intervention, and asserts postcolonial epistemic sovereignty. The findings advance CDA methodology by providing a replicable model for the integrated linguistic analysis of economic policy discourse in transitional political contexts.