Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Identification of Candida albicans Fungi in the Urine of Pre-Menstrual Girls Aged 10-14 Years at SMPN 1 Ciamis Ruhimat, Undang; Gustari, Nailah Ghaissani Dwi; Pradani, Firda Yanuar
Mukhtabar Journal of Medical Laboratory Technology Vol 3 No 2 (2025): Mukhtabar: Journal of Medical Laboratory Technology (October 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/mjmlt.v3i2.931

Abstract

Background & Objectives: Candida albicans is an opportunistic commensal fungus that becomes pathogenic when there is an immune disorder or physiological change. The resulting infection, called candidiasis, is acute or subacute and can affect various organs. Poor personal hygiene is a predisposing factor, especially in genital infections. This study aims to determine the presence and prevalence of Candida albicans in the urine of premenstrual girls aged 10-14 years at SMPN 1 Ciamis. Method: This study used a descriptive cross-sectional design. Sampling was performed using purposive sampling, with a total of 23 samples collected. The samples were examined at the Parasitology Laboratory of STIKes Muhammadiyah Ciamis. Results: The results of the study of 23 samples found 3 samples (13%) positive for Candida albicans, 2 samples (9%) positive for Candida tropicalis, and 18 samples (78%) showed no fungal growth. Conclusion Based on the results of this study, poor personal hygiene can influence Candida albicans fungal infection, especially in premenstrual adolescent girls aged 10-14 years.
Faktor Budaya Dan Pengetahuan Sebagai Determinan Stigma Tuberkulosis Pada Keluarga Kontak Undang Ruhimat; Siti Rohimah; Dedi Supriadi; Eli Kurniasih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1467

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dan keluarga yang tinggal serumah dengan pasien merupakan kelompok penting dalam deteksi dini. Pada kelompok ini, stigma dapat muncul bersama keterbatasan pengetahuan dan pola pengambilan keputusan di dalam keluarga, sehingga memengaruhi keterbukaan serta kesiapan untuk menjalani pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, praktik, dan faktor budaya dengan stigma TB serta menentukan prediktor yang paling kuat pada keluarga kontak. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang melibatkan 331 keluarga kontak TB di Kabupaten Ciamis yang dipilih menggunakan proportional stratified random sampling berdasarkan wilayah kerja puskesmas. Data diperoleh melalui kuesioner pengetahuan, sikap, praktik, faktor budaya, dan stigma. Skor komposit dibentuk dengan Principal Component Analysis, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda pada IBM SPSS Statistics versi 21. Rerata skor pengetahuan adalah 8,07±6,61; sikap 3,78±0,65; praktik 2,64±0,85; faktor budaya 2,77±0,77; dan stigma 2,82±0,88. Faktor budaya memiliki hubungan positif paling kuat dengan stigma (β=0,429; p<0,001), sedangkan pengetahuan berhubungan negatif (β=-0,174; p=0,001). Sikap dan praktik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Model menjelaskan 23,8% variasi stigma (R²=0,238; p<0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa upaya mengurangi stigma pada keluarga kontak perlu melampaui edukasi individual dengan memasukkan komunikasi keluarga dan pendekatan komunitas yang peka terhadap norma sosial-budaya. Kata kunci: faktor budaya, keluarga kontak, pengetahuan, stigma, tuberkulosis