Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PINANG DI DESA SUNGAI BELIDAK KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Zamaludin, Zamaludin; Hazriani, Rini; Ruliyansyah, Agus; Krisnohadi, Ari; Pramulya, Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3955

Abstract

The research was conducted in Sungai Belidak Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, Chemistry and Soil Fertility Laboratory and Physics and Soil Conservation Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. Soil types found in the research location consist of 3 types, namely Histic Sulfaquents with the order Entisols, Typic Haplohemists with the order Histosols and Typic Sulfaquents with the order Entisols. This study aims to determine the land suitability class and limiting factors for areca nut plant development as well as management recommendations according to land characteristics. The actual suitability of areca nut plants in SPT 1 and SPT 3 shows the unsuitable class (N) by having a limiting factor on sulfidic hazards (xs), while in SPT 2 shows a marginal suitable class (S3) by having limiting factors on oxygen availability (oa), rooting media (rc), available nutrients (na) and flood hazards (fh). Keywords: Soil Survey, Land Suitability, Areca Nut INTISARI            Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Belidak, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Jenis tanah yang terdapat di lokasi penelitian terdiri dari 3 jenis yaitu Histic Sulfaquents dengan ordo Entisols, Typic Haplohemists dengan ordo Histosols dan Typic Sulfaquents dengan ordo Entisols. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas pengembangan tanaman pinang serta rekomendasi pengelolaan sesuai dengan karakteristik lahan. Kesesuaian aktual tanaman pinang pada SPT 1 dan SPT 3 menunjukkan kelas tidak sesuai (N) dengan memiliki faktor pembatas pada bahaya sulfidik (xs), sedangkan pada SPT 2 menunjukkan kelas sesuai marginal (S3) dengan memiliki faktor pembatas pada ketersediaan oksigen (oa), media perakaran (rc), hara tersedia (na) dan bahaya banjir (fh). Kata kunci : Survei Tanah, Kesesuaian Lahan, Pinang.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR PADA TANAH PMK Wati, Rina; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92122

Abstract

Tanaman ubi jalar sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Selain fungsinya sebagai pengganti bahan makanan pokok, ubi jalar memiliki prospek yang cukup bagus sebagai komoditas pertanian unggulan. Membudidayakan ubi jalar dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menjadi sumber pendapatan bagi petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 04 Oktober 2024 sampai 02 Januari 2025. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang ayam (A) dan pupuk NPK (P). Faktor pupuk kandang ayam yaitu a1 = 0,37 kg/tanaman, a2 = 0,75 kg/tanaman, a3 = 1,12 kg/tanaman. Faktor pupuk NPK yaitu p1 = 7,5 gram/tanaman, p2 = 11,2 gram/tanaman, p3 = 15 gram/tanaman. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi: jumlah cabang (cabang), panjang sulur (cm), jumlah umbi per tanaman (umbi), berat umbi per tanaman (g), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang ayam dan NPK pada semua parameter. Pemberian NPK memberikan pengaruh nyata terhadap parameter panjang sulur dan diameter umbi. Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton/ha dan dosis NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil ubi jalar.
EFEKTIVITAS JAKABA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH ALUVIAL Nurhidayati, Dayang Windy; Ruliyansyah, Agus; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91514

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman sayuran yang berpotensi dikembangkan secara intensif dan komersial. Bawang daun digunakan untuk bahan penyedap rasa dan bahan campuran pada beberapa jenis makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial dan mendapatkan dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di halaman asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2 Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 2 bulan 22 hari. Penelitian ini menggunakan polybag dengan Rancangan Split Plot RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk organik jakaba (J) sebagai petak utama (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu tidak diberi jakaba dan diberi jakaba. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) sebagai anak petak (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 200 kg/ha, 300 kg/ha, 400 kg/ha, sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 72 tanaman sampel. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jakaba tidak efektif terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Tidak terdapat dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial.
Pengaruh Dosis Limbah Padat Decanter Kelapa Sawit (Solid) dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar pada Tanah Podsolik Merah Kuning Anardi, Rici; Ruliyansyah, Agus; Arifin, Nur
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i2.94088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah kelapa sawit solid dan NPK yangterbaik untuk pertumbuhan dan hasil ubi jalar. Pelaksanaan penelitian yaitu pada tanggal 14 September 2024 - 14 Januari 2025 di lahan percobaan yang terletak di Jalan Danau Sentarum,Komplek Fajar Kencana, Kelurahan Sei Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah FaktorialRancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis limbah padat decanter kelapa sawit (solid) (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 = 30 ton/ha setara 1.000 gram/polibag, A2 = 40 ton/ha setara 1.300 gram/polibag, A3 = 50 ton/ha setara 1.600 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, B1 = 100 kg/ha setara 3 gram/polibag, B2 = 200 kg/ha setara 6 gram/polibag, B3 = 300 kg/ha setara 10 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga total unit sampel ada 81 tanaman. Kombinasi setiap perlakuan terdiri dari : A1B1, A1B2, A1B3, A2B1, A2B2, A2B3, A3B1, A3B2, A3B3. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi berat segar tanaman bagian atas, berat kering tanaman bagian atas, diameter umbi, jumlah umbi, Panjang umbi, bobot umbi, dan bobot per umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis limbah solid 50 ton/ha memberikan perbedaan nyata terhadap diameter umbi dan bobot per umbi dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lebih rendah. Interaksi perlakuan 50 ton/ha dan 100 kg/ha dosis limbah solid dan npk berbeda nyata terhadap variabel bobot per umbi, sedangkan perlakuan lainnya tidak berbeda nyata.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PORANG TERHADAP BEBERAPA DOSIS KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Permatasari, Intan; Palupi, Tantri; Ruliyansyah, Agus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit porang serta mendapatkan dosis terbaik kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit porang di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan dan Laboratorium Agroklimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dari bulan Oktober - Januari. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k0=0%, k1=10%, k2=20%, k3=30%, k4=40% TKKS/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah waktu muncul tunas (WMT), tinggi tanaman (TT), waktu muncul khatak (WMK), jumlah khatak (JK) dan jumlah batang (JB). Kesimpulan hasil penelitian adalah kompos TKKS berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit porang dan dosis kompos TKKS 20%/polybag lebih optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan waktu muncul khatak tanaman porang di tanah aluvial.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS PINANG DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad; Sarbino, Sarbino
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4189

Abstract

Areca palm plants in Kubu Raya Regency have the advantage of being an export commodity. The aim of this research is to develop a strategy by identifying key factors in the development of areca nut commodities in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The research method was carried out using a survey method. Data collection method using FGD. The analysis method uses SWOT. The research results show that the potential for areca nut development is strong, supported by the availability of suitable land. farmer motivation, available labor and superior varieties. There is a large opportunity for development supported by it as an export commodity, availability of parent/seed plantations and local government supportKeywords; betel nut; export commodities; SWOT; strategyINTISARITanaman pinang di Kabupaten Kubu Raya mempunyai keunggulan sebagai komoditas ekspor. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi dengan mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam usaha pengembangan komoditas pinang di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey. Metode pengumpulan data dengan FGD. Metode analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pengembangan pinang kuat didukung oleh ketersediaan lahan, lahan yang sesuai. motivasi petani, tenaga kerja yg tersedia dan varietas yang unggul. Peluang pengembangannya besar didiukung sebagai komoditas eksport, tersedia kebun induk/benih dan dukungan pemerintah daerahKata kunci; pinang; komoditas eksport; SWOT; strategi
KERAGAAN KEBUN DAN KARAKTERISTIK PETANI PINANG DI KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2425

Abstract

Biji pinang merupakan bahan baku penting dalam bidang industri dan farmasi. Saat ini pinang sudah menjadi salah satu komoditas ekspor dari sub sektor perkebunan, sehingga merupakan alternatif yang sangat sesuai untuk diversifikasi komoditas perkebunan di Kalimantan Barat. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang sudah mulai mengembangkan tanaman pinang, akan tetapi produksinya masih tergolong rendah. Keterbatasan akses terhadap informasi tentang teknologi, pasar, maupun informasi penting lainnya menjadi penghambat kemajuan petani, oleh karena itu diperlukan banyak upaya untuk membantu petani pinang dalam menghadapi permasalahannya. Upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah pengadaan basis data kebun agar pemerintah dapat membuat kebijakan dan tindakan yang ditujukan untuk memberdayakan kebun pinang di Kabupaten Kubu Raya, dan meningkatkan kesejahteraan petaninya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang keragaan kebun dan karakteristik petani pinang di Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua petani pinang (86,7%) di lokasi penelitian menanam pinang secara polikultur, dan belum menjalankan usahataninya sesuai dengan “good agricultural pratice” sehingga produktivitas pinang yang diusahakan masih tergolong rendah secara kuantitas maupun kualitas. Pemasaran biji pinang kering juga belum efisien. Peran pemerintah dan lembaga terkait diperlukan untuk memberikan pelatihan, bimbingan, pendampingan, dan informasi pasar pada petani pinang di Kabupaten Kubu Raya.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI SECARA HIDROPONIK SUBSTRAT Zailani, Indra Wahyudi; Rianto, Fadjar; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74305

Abstract

Tanaman sawi dipahami memiliki harga ekonomi yang tinggi mengingat sayuran ini merupakan satu diantara komoditas ekspor utama Indonesia. Namun hingga saat ini, produksi sawi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri.Sistem hidroponik substrat merupakan metode budidaya tanaman di mana akar tanaman tumbuh pada media porus selain tanah yang dialiri larutan nutrisi sehingga mengharuskan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup. Ada beberapa jenis media tanam yang digunakan dalam sistem hidroponik substrat antara lain arang sekam, cocopeat (serbuk serabut kelapa), serbuk gergaji kayu, dan ampas tebu. Media tumbuh yang benar harus memenuhi persyaratan antara lain tidak cepat melapuk, tidak menjadi asal mula penyakit, menciptakan aerasi yang baik, mampu menyimpan air dan zat hara secara baik, mudah didapat dalam jumlah yang diinginkan dan harganya relatif murah seperti arang sekam, cocopeat, serbuk kayu, dan arang sekam. Keberhasilan penelitian ini berdasarkan sifat porus dan aerasi pada media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh media pada sistem hidroponik substrat pertumbuhan dan hasil sawi caisim. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Jl. Sepakat 2 Gang Racana Untan Pontianak Kalimantan Barat dan berlangsung pada tanggal 6 September "“ 9 Oktober 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan media floating, Cocopeat, Ampas Tebu, Arang Sekam, dan Serbuk Kayu. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan diperoleh 75 tanaman. Variabel pengamatan yang di periksa dalam penelitian ini, yaitu: jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Selain variabel di atas juga dilakukan pengamatan terhadap perihal lingkungan yang meliputi: pH tanah, suhu udara ( °C), kelembaban udara (%) dan curah hujan (mm). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pengaruh berbagai jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun serta berat segar tanaman. Maka diperoleh bahwa media tanam arang sekam dalam penelitian ini yang paling terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi
PENGARUH PEMBERIAN KITOSAN TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI (Capsicuum annuum L.) Hariman, Hariman; Suswanto, Iman; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.96598

Abstract

This study aims to test the effectiveness of chitosan compounds in controlling anthracnose disease (Colletotrichum capsici) on large chili plants (Red pepperL.). The study was conducted in September 2022-January 2023 for 4 months at Jl. Purnajaya 1, Siantan Hilir District, Kota. The study used a Completely Randomized Design with 6 levels of treatment doses, namely 0.05% chitosan, 0.10% chitosan, 0.15% chitosan, 0.20% chitosan, a negative control without treatment, and a positive control in the form of propineb 70% 2 g/l. The variables observed were disease incidence and disease severity after application of various treatment concentration levels. Data analysis used analysis of variance in the Minitab v.19 program. The results showed that the treatment of chitosan compounds on the development of anthracnose disease in the field test had no significant effect on the variables of disease incidence, disease severity, AUDPC calculations and regression. It is suspected that the absence of the effect of chitosan compounds in suppressing the development of anthracnose disease is due to the concentration given being too low so that the chitosan compound does not work effectively in protecting chili fruit
Air Terjun Empare: Kondisi Fisik dan Non-fisik sebagai Penyangga Kegiatan Wisata Gracia, Caroline; Ruliyansyah, Agus; Utami, Pratita Budi
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.93302

Abstract

Kalimantan Barat memiliki banyak wilayah perairan yang keindahan alamnya masih terjaga salah satunya adalah Air Terjun Empare. Air Terjun Empare merupakan sumber mata air alami yang menyuplai kebutuhan air warga Bungkang. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi aspek bifisik Air Terjun Empare sebagai dasar pengembangan ekowisata berkelanjutan dan strategi konservasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran parameter fisik, dan identifikasi flora-fauna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air terjun empare memiliki karakteristik biofisik yang unik, dengan ketinggian 50m, air yang jernih dan kualitas air yang masih dalam batas baku mutu. Keanekaragaman hayati asli kalimantan yang teridentifikasi sebanyak 5 spesies tumbuhan seperti bunga bangkai (Amorphophallus hewittii), jahe spiral (Costus barbatus), Buce (Bucepalandra sp.), kantong semar (Nepenthes sp.), dan pohon ulin (Eusideroxylon zwageri). Selain itu, juga terdapat 5 spesies tumbuhan asli kalimantan yaitu burung rangkong (Buceros rhinoceros), kubung (Galeopterus variegatus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), labi-labi (Amyda cartilaginea), dan landak (Hystrix brachyura). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa air terjun empare memiliki inventaris aspek biofisik baik dan bernilai. Kata Kunci: Air Terjun, Aspek Biofisik, Ekowisata