Claim Missing Document
Check
Articles

Kesenjangan Rantai Pasok Kelapa Sawit di Lanskap Ketungau Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat Supriyanto Supriyanto; Agus Ruliyansyah; Muhammad Pramulya; Nur Arifin; Henny Sulistyowati
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i1.53361

Abstract

Oil palm supply chain gaps in the Ketungau landscape of Sintang district, West Kalimantan province. The development of oil palm plantations in Sintang Regency has been rapid in the last decade. Sintang Regency has declared to implement sustainable oil palm plantations while still considering environmental sustainability aspects. Management of the oil palm trading system to be effective and efficient is the main indicator of sustainable oil palm plantations. Gap analysis in the trading system is an important effort as a basis for making various policies. The Gap Analysis of Oil Palm Supply Chain in the Ketungau Landscape, Sintang Regency, West Kalimantan Province is aimed to identify the gaps that occur between levels of oil palm trading actors in the Ketungau Landscape, Sintang Regency. The analysis is carried out using a comparison method between the current reality and the perspectives expected by the stakeholders. The results of the analysis show that in the palm oil supply chain in the Ketungau Landscape, gaps still occur at every level of the supply chain. The gap between independent oil palm smallholders and the government is the lack of assistance programs and capacity building for smallholders and improving the quality of infrastructure. The gap between the government and companies is that the government's supervision of palm oil business actors is still not maximal. The gap between independent smallholders and companies is that there is still no understanding between the two parties, especially regarding the quality criteria for FFB. The results of this study indicate that independent oil palm farmers in the Ketungau Landscape still require policy intervention from the government and oil palm companies.
Peningkatan Performansi Benih Kacangan dengan Perlakuan Invigorasi agus ruliyansyah
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.373 KB) | DOI: 10.26418/plt.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media perlakuan invigorasi yang terbaik terhadap peningkatan performansi benih kedelai. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu pelaksanaan penelitian selama delapan minggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan yaitu: kontrol, abu gosok, serbuk gergaji, larutan KNO3 2% dan larutan NaCl 2%. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan invigorasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah. Invigorasi yang menggunakan serbuk gergaji merupakan perlakuan terbaik dari perlakuan lainnya dilihat dari kamampuan benih untuk memulihkan integritas membran sehingga dapat memulihkan atau mengurangi kebocoran sel ketika proses imbibisi berlangsung dan mengurangi perubahan metabolik selama perkecambahan. Perlakuan serbuk gergaji telah mampu menghasilkan rerata daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
PEMETAAN KERENTANAN KEBAKARAN LAHAN DI KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Agus Ruliyansyah; Muhammad Pramulya
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i1.53362

Abstract

Kebakaran lahan adalah masalah lingkungan yang menimbulkan banyak kerugian di bidang kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah membuat peta kerentanan kebakaran di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan sesuai Perka No. 2 BNPB Tahun 2012. Parameter penyusun bahaya kebakaran hutan dan lahan terdiri dari parameter jenis penutupan, iklim, dan jenis tanah. Setiap parameter diidentifikasi untuk mendapatkan kelas Parameter dan dinilai berdasarkan tingkat pengaruh/kepentingan masing-masing kelas menggunakan metode skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 kecamatan di Kabupaten Kubu Raya yang memiliki kerentanan kebakaran yang luas yaitu: Kecamatan Batu Ampar, Kubu, Sungai Raya dan Sungai Ambawang. Namun jika kerentanan kebakaran dipersentasekan per luasan masing-masing kecamatan, maka Kecamatan Rasau Jaya yang memiliki porsi yang paling tinggi yaitu 81%, diikuti oleh Kecamatan Sungai Ambawang, Sungai Kakap, dan Kubu.
Identifikasi Perubahan Luas Lahan Perkebunan Kelapa Di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Agus Ruliyansyah; Henny Sulistyowati
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i1.53359

Abstract

Identification of Coconut Plantation Area Changes In Sungai Kakap Sub-District Kubu Raya Regency, Land cover turnover and land use cannot be averted. Growth of the city and change in needs of facilities have caused the agricultural and plantation lands to undergo change in their functions. This reasearch aims to identify the change of coconut plantation land area in Sungai Kakap sub-district, Kubu Raya regency. The methods used in this research were surveys and landsat imagery interpretation of 2002 and 2017. The result shows that there were an increasement of coconut plantation area amounted to 6452,19 ha or about 403 ha per year from 2002 to 2017. The increasement of plantation area is due to the improvement of coconuts' selling price, thus encouraging farmers to manage and to expand the plantation area of coconut.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY AKIBAT KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN NPK PADA TANAH PMK Niko Wiranata; Warganda Warganda; Agus Ruliyansyah
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v12i2.60051

Abstract

Seedlings of oil palm in the main nursery take place from the age of 4 to 12 months of seedlings, in that period the oil palm seedlings already need additional nutrients in the growing media. Utilization of PMK soil as a growing medium is faced with low soil fertility, low levels of organic matter availability, and lack of nutrient content. The limited carrying capacity of PMK soil needs to be overcome by adding organic matter and nutrients to improve soil fertility of PMK as a growing medium for nurseries in the main oil palm nursery. This study aims to determine the effect and dose of the best combination of chicken manure and NPK fertilizer on PMK soil for the growth of oil palm seedlings at the main nursery stage. The study was conducted in Ngabang, West Kalimantan on January 17, 2022 to May 17, 2022. This study used a field experiment method with a completely randomized design (CRD) one factor, namely a combination of chicken manure and NPK fertilizer. The combinations in question are A= Chicken manure 0 % + 100 % NPK, B= Chicken manure 20 % + 80 % NPK, C= Chicken manure 40 % + 60 % NPK, D= Chicken manure 60 % + 40 % NPK, E= Chicken manure 80 % + 20 % NPK, F= Chicken manure 100 % + 0 % NPK. The variables observed in this study were plant dry weight (g), root volume (cm3), plant height (cm), stem diameter (cm), and number of leaves (strands). The growth response of oil palm seedlings in the main nursery on the 100 % NPK treatment was better than the 100 % chicken manure treatment on the variables of plant height, stem diameter and equally good on the variables of plant dry weight, root volume and number of leaves. Treatment of 100 % NPK resulted in the highest average plant dry weight, root volume, plant height, stem diameter and number of leaves compared to other treatments.
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA LAHAN SULFA MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Abdul Ghany, Muhammad Alfian; Nurjani, Nurjani; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.89404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal interaksi antara pupuk kandang sapi dan NPK untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman bawang daun di lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 kombinasi perlakuan pupuk kandang sapi (10, 15, 20 ton/ha) dan NPK (200, 350, 500 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata terhadap semua variabel tanaman, yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, berat per rumpun, volume akar, dan berat kering per rumpun. Kombinasi pupuk kandang sapi 10 ton/ha dan NPK 200 kg/ha merupakan kombinasi efektif dalam pertumbuhan dan hasil bawang daun.
RESPONS PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRENURSERY AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KULIT NANAS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Br. Ginting, Agnes Junita; Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85327

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas utama perkebunan. Prenursery merupakan tahap awal pembibitan kelapa sawit yang dimulai dari penyemaian kecambah sampai tanaman berusia 3 bulan. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam prenursery memiliki kendala kesuburan yang rendah baik dari segi fisik, biologi, dan kimia sehingga diperlukan penambahan kompos kulit nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resposns pertumbuhan kelapa sawit di prenursery akibat pemberian kompos kulit nanas serta mendapatkan dosis kompos kulit nanas yang terbaik bagi pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yaitu n1 (38 g/polybag atau setara 3% bahan organik), n2 (84 g/polybag atau setara 6% bahan organik), n3 (131 g/polybag atau setara 9% bahan organik), n4 (178 g/polybag atau setara 12% bahan organik), n5 (225 g/polybag atau setara 15% bahan organik) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 80 satuan percobaan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter bonggol (cm), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos kulit nanas memberikan respons yang baik terhadap jumlah daun kelapa sawit di prenursery. Pemberian kompos kulit nanas 225 g/polybag kompos kulit nanas atau setara 15% bahan organik merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK dan pemberian kompos kulit nanas 38 g/polybag atau setara 3% bahan organik merupakan dosis yang efesien untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK.
PENGARUH PUPUK HIJAU LIMBAH SAWI DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subekti, Bagus Cahyo; Susana, Rini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.88395

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman sayuran buah yang mempunyai peranan penting sebagai sumber nutrisi bagi manusia. Tanah podsolik merah kuning sebagai media tumbuh tomat dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya rendahnya bahan organik, strukturnya pejal, serta unsur hara yang rendah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning (PMK) dapat melalui perbaikan media tumbuh diantaranya dengan pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan konsentrasi terbaik serta untuk mengetahui interaksi dari pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah (PMK). Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari bulan Maret-Juni 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hijau limbah sawi (P) yang terdiri dari 3 taraf p1= 10 ton/ha, p2= 14 ton/ha, p3= 19 ton/ha, dan faktor kedua pupuk hayati (H) yang terdiri dari 2 taraf h1= tanpa pupuk hayati, h2= 10 ml/â„“ pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau limbah sawi dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah podsolik merah kuning. Pupuk hijau limbah sawi dosis 19 ton/ha dan pupuk hayati konsentrasi 10 ml/â„“, merupakan dosis dan konsentrasi terbaik variabel tinggi tanaman 4 MST, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN DAN BIOCHAR KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT Randawati, Randawati; Basuni, Basuni; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90997

Abstract

Kale (Brassica oleraceae var. sabellica) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki fisik mirip dengan brokoli dan kubis, tetapi memiliki perbedaan yaitu daun memanjang dan lebih bergelombang di bagian tepi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair limbah ikan dan dosis biochar kayu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan Jln. Sepakat 2 ujung, Pontianak tenggara, Kalimantan Barat berlangsung pada Juni "“ Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan polybag yang disusun dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor perlakuan pertama yaitu: perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah ikan (P) terdiri dari 4 taraf yaitu 50 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, 200 ml/l, kemudian faktor kedua yaitu: perlakuan pemberian biochar kayu (B) terdiri dari 3 taraf yaitu 4 ton/ha, 6 ton/ha, 8 ton/ha. Setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 144 unit sampel pengamatan dalam penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terdapat interaksi antara pemberian pupuk organik cair limbah ikan dan biochar kayu berpengaruh terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman kale. Pertumbuhan dan hasil tanaman kale terbaik adalah pada pemberian pupuk organik cair limbah ikan konsentrasi 100 ml/l dan biochar kayu 6 ton/ha dengan rerata berat segar tanaman 441,98 g dan berat kering tanaman 34,74 g.
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR AKSESI ARF-01 PADA BERBAGAI UMUR PANEN PADA TANAH PMK Pratiwi, Wiga; Ruliyansyah, Agus; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.92069

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan yang sudah dibudidayakan secara turun temurun oleh masyarakat di Indonesia. Ubi jalar dapat dibudidayakan di daerah tropis dan sub-tropis karena memiliki suhu cukup panas dan curah hujan yang relatif tinggi sehingga cocok untuk ditanami di Indonesia. Upaya peningkatan produktivitas memperhatikan umur panen terbaik dan media tanam. Tanah PMK memiliki potensi yang besar digunakan sebagai media tanam budidaya tanaman ubi jalar kerena sebaran luas tanah PMK di Kalimantan Barat mencapai 64,83% dari luas daerah Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar aksesi ARF-01 pada umur panen yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu umur panen. Umur panen terdiri dari 4 taraf perlakuan umur panen yaitu : 90 hari, 105 hari, 120 hari, dan 135 hari. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi panjang sulur utama, jumlah cabang, bobot segar bagian atas tanaman, bobot kering bagian atas tanaman, jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, panjang umbi, diameter umbi, kadar gula, kadar air dan kadar serat kasar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ubi jalar aksesi ARF-01 yang terbaik yaitu pada umur panen 90 hari dan hasil dari ubi jalar aksesi ARF-01 yang terbaik dari segi kualitas dan kuantitas yaitu pada umur panen 120 hari.
Co-Authors . Supriyanto Abdul Ghany, Muhammad Alfian Achmad Mulyadi Achmad Mulyadi Sirojul Munir Aksa, Sukma Adi Anardi, Rici ari krisnohadi Arifin, Nur Asnawati Asnawati Basuni, Basuni Br. Ginting, Agnes Junita Caroline Gracia Chandra Chandra Dini Anggorowati Dwi Zulfita Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Gemilang, Salase Kanz Gracia, Caroline GUSTI Z ANSHARI Hablul Bahri Hariman, Hariman Hazrani, Rini Henny Sulistyowati HENNY SULISTYOWATI Henny Sulistyowati Iman Suswanto Intan Permatasari Iwan Sasli JOKO, JANG Kartini Kartini Linda, Linda - Lusiana Yuli Silvitri M. Pramulya Mahmuda, Arrum Muhammad Kahar, Muhammad Muhammad Pramulya MUHAMMAD PRAMULYA MUHAMMAD PRAMULYA Muhammad Pramulya Muhammad Pramulya Muhammad Pramulya, Muhammad Niko Wiranata Noni Sari, Kristina NUR ARIFIN Nur Arifin Nur Arifin Nur Arifin, Nur Nurhidayati, Dayang Windy Nurjani Nurliza Nurliza Nurliza Nurliza odotian, angelo Pramulya, Muhammad Pratita Budi Utami Pratiwi, Wiga Putra Diangga Sinaga Putra, Herlangga Eka Rahmawati, Aulia Yumnaa Randa, Randa Randawati, Randawati Rina Wati Rini Hazriani rini hazriani Rini Susana Rita Kurnia Apindiati Rosi Filario samiran, ran samiran Sarbino Sarbino Sarbino, Sarbino SAWITRI, IBNI Siregar, Helda Esteria Octaviani Hosiana Siti Hadijah Siti Hadijah, Siti Hadijah Subekti, Bagus Cahyo Sudrajat, Muhammad Irawan Sulistyowati, Henny Supriyanto Supriyanto Surachman Surachman Tantri Palupi tomi, marianus Utami, Pratita Budi Warganda Warganda Wijaya, Melda Putri Lianti Andrian Yosefin Dinda Maljani Putri Zailani, Indra Wahyudi Zamaludin, Zamaludin