Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Latihan Sit-up Terhadap Persentase Lemak Tubuh Walukow, Reynaldy A. S.; Rumampuk, Jimmy; Lintong, Fransiska
Jurnal Biomedik : JBM Vol 13, No 3 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.3.2021.31727

Abstract

Abstract: The human body consists of fat mass and fat-free mass. Most people assume that the higher the body mass index value, the higher the fat level is in a person's body. Sit-ups are movements that rely on the hips and buttocks with the knees raised and performed repeatedly. This study aims to determine whether sit-up exercise has effects on body fat percentage. This research was conducted in the form of a literature review, which is explaining and discussing the topic by taking the material from various literatures such as books, journals, papers and so on. The results of the research of Todingan et al and Meriawati  et al on the fat percentage with the sit-up method, a significant decrease in the body fat percentage was found. Whereas in a research conducted by Tendean et al on exercise with Zumba, there was a decrease in the fat percentage from 39.300% to 39.031%. Similar to what Santika did to subjects with jogging and walking exercises, there was a decrease in the fat percentage by 3.8% in jogging exercise and 0.6% in walking exercise. In conclusion, doing sit-ups besides building muscles in the abdomen, doing sit-ups can also reduce the diameter of fat in the abdomen.Key Words: sit-up training, body fat percentage.  Abstrak: Tubuh manusia terdiri dari massa lemak dan massa bebas lemak. Sebagian besar orang berasumsi semakin tinggi nilai indeks massa tubuh semakin banyak kadar lemak di dalam tubuh seseorang. Sit-up adalah gerakan yang bertumpu pada pinggul dan bokong dengan lutut yang diangkat ke arah atas dan dilakukan secara berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah memiliki pengaruh latihan sit-up terhadap persentase lemak tubuh. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk tinjauan pustaka yaitu memaparkan dan membahasnya dengan mengambil bahan dari berbagai kepustakaan seperti buku, jurnal, makalah dan sebagainya. Dari hasil penelitian todingan dkk dan meriawati dkk terhadap presentase lemak dengan metode sit-up, didapatkan penurunan presentase lemak tubuh yang cukup signifikan. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan tendean dkk pada latihan dengan zumba, terdapat penurunan presentase lemak dari 39,300% ke 39,031%. Sama hal dengan yang dilakukan santika pada subjek dengan latihan jogging dan berjalan, terdapat penurunan persentase lemak sebanyak 3,8% pada latihan jogging dan 0,6% pada latihan berjalan Sebagai simpulan, melakukan latihan sit-up selain membentuk otot pada bagian perut, melakukan sit-up juga dapat mengurangi diameter lemak pada bagian perut.Kata Kunci: latihan sit-up, persentase lemak tubuh
Perbedaan Pengaruh Terapi Audio Gelombang Alpha dan Gelombang Theta terhadap Daya Konsentrasi Otak pada Pemuda GMIM Tabita Sarongsong 1 Airmadidi 2 Kawengian, Jooh; Rumampuk, Jimmy; Lintong, Fransiska
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27848

Abstract

Abstract: This study was aimed to determine the differences in the effects of audio alpha and theta waves on brain concentration power among youths of GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II. This was a quantitative study with a cross-sectional design. Samples were 30 youths obtained by using the systematic sampling technique. The brain concentration power was measured by the results of solving modified mathematical problems. Data were analyzed by using descriptive analysis, the normality test of Kolmogrov-Smirov, the homogeneity test was sought by the Levene test, followed by t-test to obtain the difference in the effects of audio alpha and theta waves on the brain concentration power. The results showed the average test result, as follows: of alpha wave exposure was 8.80 while of theta wave exposure was 8.53. The t-test analysis showed a p-valued of 0.000 <0.05, this meant that there was a significant difference between the effects of audio alpha and theta waves on the brain concentration power. In conclusion, alpha and theta wave therapy could influence the brain concentration power among youths of GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II, however, theta wave was more effective than alpha wave.Keywords: audio wave therapy, brain concentration powerAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh audio gelombang alpha dan gelombang theta terhadap daya konsentrasi otak pada Pemuda GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling sistematis dengan jumlah sampel 30 orang. Daya konsentrasi otak diukur dengan hasil pengerjaan masalah matematika yang dimodifikasi. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas Kolmogrov-Smirnov, uji homogenitas Levene, dilanjutkan uji-t untuk mengetahui perbedaan pengaruh audio gelombang alpha dan gelombang theta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil ujian dengan paparan gelombang alpha sebesar 8,80 sedangkan hasil ujian dengan paparan gelombang theta sebesar 8,53. Hasil analisis uji-t menunjukkan nilai p=0,000 <0,05. Simpulan penelitian ini ialah terapi audio gelombang alpha dan theta dapat memengaruhi daya konsentrasi otak pada Pemuda GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II namun gelombang theta lebih berpengaruh daripada gelombang alpha.Kata kunci: terapi audio gelombang, daya konsentrasi otak 
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN REGULASI EMOSI PADA MAHASISWI SEMESTER V YANG MENGALAMI DISMENORE DI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Rumampuk, Jimmy; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25152

Abstract

Dysmenorrhea is pain before, during or after menstruation. One of the common physical symptoms that occur during the women menstruate is dysmenorrhea. In the menstrual period occur that encourage emotional changes. The most obvious emotional changes take place at beginning in release ovum. The women usually tend to be lazy, irritability and hypersensitivity. So that needed to coping mechanisms that every effort directed at managing stress, including efforts to resolve the problems. Purposethe relationship of coping mechanisms with emotion regulation in fifth levels studentdysmenorrhea that at Scientific Study Nursing at Medical Faculty of Sam Ratulangi University. Design Research use cross sectional analytical survey. Sampel using total sampling with 51 sampels.Result of StatisticChi Square test with a confidence level of 95% (α = 0.05) and obtained 0,000 p value <0.05. Conclusionresult of this research there is relationship of coping mechanisms with emotion regulation in fifth levels student that dysmenorrhea at Study Nursing at Medical Faculty of Sam Ratulangi University.Keyword : Coping Mechanisms, Emotion Regulation, DysmenorrheaDismenore merupakan nyeri sebelum, sewaktu atau sesudah haid. Salah satu gejala fisik yang umum terjadi selama wanita mengalami menstruasi adalah dismenore . Pada masa menstruasiterjadi perubahan-perubahan yang mendorong terjadinya perubahan emosional. Perubahan emosi yang paling nyata berlangsung diawal pelepasan sel telur. Biasanya wanita tersebut cenderung malas melakukan aktivitas, mudah marah dan hipersensitif. Sehingga diperlukan mekanisme koping yaitu tiap upaya yang diarahkan pada penatalaksanaan stress, termasuk upaya penyelesaian masalah yang sedang dialami.Tujuan Penelitian ini adalah diketahui hubungan mekanisme koping dengan regulasi emosi pada mahasiswi semester V yang mengalami dismenore di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Desain Penelitian ini menggunakan survey analitik cross sectional. Teknik pengambilan Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 51 orang. Hasil Uji Statistik Chi Squaredengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan mekanisme koping dengan regulasi emosi pada mahasiswi semester V yang mengalami dismenore di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.Kata Kunci : Mekanisme Koping, Regulasi Emosi, dan Dismenore
HUBUNGAN KETEPATAN TRIASE DENGAN RESPONSE TIME PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT TIPE C Rumampuk, Jimmy; Katuuk, Mario E.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25206

Abstract

Abstract : The most important thing when the nurse does triage is to do response time. A decrease in the triage scale assessment will extend the handling time that the patients should receive according to their clinical conditions so that it will risk reducing the patient safety rate and the quality of health services. The purpose of this study was to identify the relationship of the accuracy of triage with the response time of nurses in hospital type C Emergency Unit. Samples totaling 36 respondents were taken using total sampling technique. Method used observational analytic research design with a cross sectional approach. The result of study using fisher's exact test at a significance level of 95%, obtained a significant value p = 0.003 or smaller than 0.05 (0.003 <0.05). The conclusion of the results of this study indicate that there is a relationship between the accuracy of triage with the response time of nurses in the emergency room type C hospital.Keywords: Triage, Accuracy, Response Time, IGDAbstrak : Hal terpenting ketika perawat melakukan triase adalah melakukan response time. Penurunan penilaian skala triase akan memperpanjang waktu penanganan yang seharusnya di terima oleh pasien sesuai dengan kondisi klinisnya sehingga akan beresiko menurunkan angka keselamatan pasien dan kualitas dari layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan ketepatan triase dengan response time perawat di IGD rumah sakit tipe C. Sampel berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Desain Penelitian yang di gunakan adalah observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil Penelitian uji fisher’s exact test pada tingkat kemaknaan 95%, diperoleh nilai signifikan p = 0,003 atau lebih kecil dari 0,05 (0,003 <0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara ketepatan triase dengan response time perawat di IGD rumah sakit tipe C.Kata Kunci : Triase, Ketepatan, Response Time, IGD
Pengaruh Frekuensi Latihan Push-Up Terhadap Peningkatan Massa Otot Pectoralis Pada Mahasiswa Laki-Laki Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2023 Sumenda, Seven Steve Figel; Danes, Vennetia R.; Rumampuk, Jimmy F.
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i2.271

Abstract

Kesehatan fisik berperan penting dalam kehidupan manusia, dengan otot sebagai indikator utama kebugaran jasmani. Peningkatan massa otot melalui hipertrofi dapat meningkatkan kekuatan dan ketahanan fisik, sementara atrofi dapat mengurangi fungsi otot. Push-up merupakan latihan sederhana yang efektif dalam meningkatkan massa otot pectoralis tanpa memerlukan alat tambahan. Namun, frekuensi latihan yang optimal masih menjadi perdebatan, karena frekuensi yang terlalu rendah tidak memberikan stimulus cukup, sedangkan frekuensi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan overtraining. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi latihan push-up terhadap peningkatan massa otot pectoralis pada mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test serta kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa laki-laki yang dibagi ke dalam kelompok dengan frekuensi latihan push-up yang berbeda. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan untuk membandingkan perubahan massa otot sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan push-up terhadap peningkatan massa otot pectoralis. Nilai p yang diperoleh adalah p < 0,001 pada kelompok dengan frekuensi latihan ringan maupun sedang, menunjukkan peningkatan massa otot yang signifikan setelah latihan. Kesimpulannya, frekuensi latihan push-up yang optimal memiliki peran penting dalam meningkatkan massa otot pectoralis, sehingga dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kebugaran jasmani. 
Pengaruh Cold Water Immersion Terhadap Tingkat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) Pasca-Latihan Sepak Bola pada Siswa SMA Negeri 3 Manado Koapaha, Brigitha Dinda; Lintong, Fransiska; Danes, Vennetia R.; Rumampuk, Jimmy F.; Moningka, Maya E.W.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i12.32577

Abstract

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) merupakan keluhan nyeri otot yang muncul 24–72 jam setelah aktivitas fisik intens, khususnya pada latihan sepak bola yang melibatkan kontraksi eksentrik dan beban fisik tinggi. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), banyak atlet muda menjalani latihan intens tanpa pengetahuan memadai mengenai pemulihan, sehingga rentan mengalami nyeri otot berkepanjangan. Kondisi ini menunjukkan perlunya metode pemulihan yang efektif, salah satunya Cold Water Immersion (CWI). Mengetahui pengaruh CWI terhadap tingkat DOMS pasca latihan sepak bola pada siswa SMA Negeri 3 Manado. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group. Sebanyak 22 responden laki-laki usia 14–18 tahun dipilih melalui teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol (n=11) dan kelompok intervensi dengan CWI (n=11). Tingkat nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan McGill Pain Questionnaire (MPQ) pada tiga waktu pengukuran: pre-test, 24 jam pasca-latihan, dan 48 jam pasca-latihan. Data dianalisis secara deskriptif, diuji normalitas menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji homogenitas menggunakan Mauchly's Test of Sphericity, serta dianalisis menggunakan Friedman Test sebagai uji non-parametrik. Dilakukan pemeriksaan tingkat DOMS menggunakan VAS dan MPQ sebagai instrumen penelitian, yang dilihat dari hasil analisis data Friedman Test dengan nilai signifikansi < 0,001 (<0,05).  Terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi CWI terhadap tingkat DOMS pasca latihan sepak bola pada siswa SMA Negeri 3 Manado.
Hubungan Q-Angle Lutut Terhadap Keseimbangan Statis Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun 2024 Universitas Sam Ratulangi Dengan Indeks Massa Tubuh Overweight Hasiholan, Rudolf G.; Rumampuk, Jimmy F.; Lintong, Fransiska
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3747

Abstract

Kelebihan berat badan (overweight) dapat memengaruhi sistem muskuloskeletal, terutama ekstremitas bawah, dan berpotensi mengubah sudut Quadriceps angle (Q-Angle) serta menurunkan kemampuan keseimbangan statis tubuh. q-angle yang meningkat dapat menyebabkan ketidakseimbangan distribusi beban pada lutut, sehingga beresiko menimbulkan gangguan keseimbangan statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Q-Angle Lutut terhadap Keseimbangan Statis pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dengan Indeks Massa Tubuh Overweight. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunnakan teknik purposive sampling dengan total 40 sampel. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelomok IMT normal  dan IMT overweight. Pengukuran q-angle dilakukan menggunakan goniometer dan pengukuran keseimbangan statis menggunakan metode Standing Stork Test. Analisis data menggunakan software SPSS versi 31 meliputi Uji Independen T-Test, Mann-Whitney, dan Uji korelasi menggunakan Korelasi Pearson. Adanya perbedaan signifikan antara rerata Q-Angle lutut kanan dan kiri pada kelompok IMT Normal dan Overweight (p<0,001). Adanya perbedaan signifikan antara rerata keseimbangan statis kiri dan kanan pada kelompok IMT Normal dan Overweight (p<0,001). Uji korelasi pearson pada kelompok IMT Overweight menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara Q-Angle dan Keseimbangan Statis (r = -0,648 kanan; r = -0,611 kiri; p<0,005). Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara q-angle lutut dan keseimbangan statis pada mahasiswa dengan IMT Overweight. Hubungan negatif ini menandakan semakin besar sudut Q-Angle, maka semakin rendah kemampuan keseimbangan statis pada mahasiswa fakultas kedokteran tahun 2024 Universitas Sam Ratulangi.
Perbandingan Efektivitas White Noise dan Pink Noise Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Berdasarkan D2 Test of Attention Pada Mahasiswi Kedokteran Anjanisuari, Ni Made Dwi Ayu; Rumampuk, Jimmy F.; Moningka, Maya E.W.
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3748

Abstract

Latar Belakang: Konsentrasi belajar merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan akademik mahasiswi kedokteran yang sering menghadapi beban akademik tinggi, distraksi lingkungan dan media sosial. Adapun stimulus audio seperti white noise dan pink noise diketahui berpotensi meningkatkan fungsi kognitif, namun perbandingan efektivitas keduanya terhadap konsentrasi masih terbatas. Tujuan: Menganalisis perbandingan efektivitas paparan white noise dan pink noise terhadap tingkat konsentrasi belajar berdasarkan d2 Test of Attention pada mahasiswi kedokteran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan two group pretest-posttest comparative design. Sampel terdiri dari 50 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi angkatan 2023 yang dipilih melalui purposive sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok intervensi, sebelum diberikan intervensi subjek diberikan pre-test tanpa intervensi audio dan post-test masing-masing mendengarkan kelompok intervensi white noise atau pink noise dengan intensitas 55–60 dB selama 9 menit. Tingkat konsentrasi diukur menggunakan d2 Test of Attention dengan parameter Concentration Performance (CP). Analisis data dilakukan dengan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil: Uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi yang signifikan pada kedua kelompok setelah intervensi (p < 0,001). Hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan efektivitas antara white noise dan pink noise (p = 0,033), dengan rata-rata skor CP lebih tinggi pada kelompok white noise (181,04) dibandingkan kelompok pink noise (156,16). Kesimpulan: Terdapat perbandingan efektifitas antara white noise dan pink noise dalam mengukur konsentrasi belajar mahasiswi kedokteran, namun white noise terbukti lebih unggul dibandingkan pink noise.
Hubungan Energi Kinetik dan Potensial dalam Gerakan Lay Up pada Pemain Bola Basket DBL Manado Independent School Warouw, Jovando T.; Moningka, Maya E.W.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy F.
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3786

Abstract

Teknik lay up melibatkan lari, lompatan, dan pelepasan bola ke ring, membutuhkan koordinasi biomekanika yang optimal untuk mencapai akurasi dan efesiensi gerak. Aspek pada teknik lay up dari sudut pandang fisika diantaranya energi kinetik & energi potensial, yang bergantung pada kemampuan fisik atlet. Pada saat atlet berlari energi kinetik yang berperan pada saat berakselerasi menuju ring, dan energi potensial pada saat mencapai ketinggian optimal untuk mencetak poin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up pemain bola basket tim DBL Manado Independent School. Metode yang digunakan observasional analisis korelasi, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up atlet basket. Penelitian ini hanya mengobservasi dan menganalisis hubungan dari kedua energi tersebut yang akan direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan energi kinetik dan energi potensial pada 3 fase yang berbeda. Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan uji pearson. Terdapat hubungan antar energi kinetik dan energi potensial yang ditandakan dengan r = 0,524 dan ?  < 0,05. Terdapat hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up yang ditandakan dengan penurunan energi kinetik dan peningkatan energi potensial sampai ke titik puncak
Analisis Penurunan Torsi Fleksi Siku Sebagai Indikator Fatigue Selama Serial Dumbbell Bicep Curl Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Karel, Aurelio H.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Moningka, Maya E.W.; Rumampuk, Jimmy F.
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7284

Abstract

Kemampuan otot untuk menghasilkan gaya akan menurun akibat kontraksi berulang, yang dikenal dengan istilah muscle fatigue. Penurunan ini dapat diukur secara objektif dengan pengukuran torsi, yang secara biomekanik menunjukkan efektivitas gaya otot terhadap sumbu rotasi sendi. Torsi fleksi siku, yang dihasilkan oleh kontraksi otot Biceps brachii, menjadi indikator penting dalam menilai performa otot ekstremitas atas. Namun, penggunaan alat pengukur torsi berbasis elektromiografi (EMG) atau alat isokinetik sering dianggap mahal dan kurang praktis untuk penelitian berskala mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan biomekanika berbasis analisis sudut eksternal dengan software Kinovea untuk menghitung torsi fleksi siku selama gerakan dumbbell bicep curl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat penurunan torsi fleksi siku yang signifikan sebagai indikator muscle fatigue selama serangkaian gerakan dumbbell bicep curl pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain within-subject repeated measures yang melibatkan 20 mahasiswa laki-laki berusia 18-25 tahun. Gerakan tiga set dumbbell bicep curl direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan sudut torsi fleksi siku, kemudian dihitung torsi secara manual. Data antar set diuji dengan Repeated Measures Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan torsi fleksi siku yang signifikan antar set (p < 0,001), dengan uji post-hoc Bonferroni menunjukkan semua perbandingan set bermakna. RPE juga meningkat seiring bertambahnya set. Torsi fleksi siku menurun secara signifikan selama serial dumbbell bicep curl, sehingga dapat digunakan sebagai indikator objektif muscle fatigue.