Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Blockchain Technology: A comprehensive review of technical characteristics, applications, and challenges I Wayan Pio Pratama; Ondi Asroni
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blockchain technology has gained significant attention in recent years due to its potential to transform a wide range of industries. This review aims to comprehensively analyze blockchain technology's technical characteristics, applications, challenges, and limitations as addressed in academic literature published between 2014 and 2021. A total of 50 articles were included in the review after being evaluated for relevance, quality, originality, clarity, and practical or theoretical implications. The results of the review indicate that research on blockchain has progressed significantly in the past decade, with a wide range of studies exploring its technical characteristics, potential applications, and challenges and limitations. Technical characteristics of blockchain include its decentralized nature, the use of cryptographic techniques, and its potential to improve efficiency and reduce the need for intermediaries. Potential applications of blockchain include finance, supply chain management, and healthcare. Challenges and limitations of blockchain include scalability, energy consumption, regulatory issues, and risks and uncertainties. The results suggest that while blockchain technology has the potential to transform industries, there is still much work to be done to address its challenges and ensure its responsible deployment.
Sistem Monitoring Multi Perangkat Jaringan Berbasis Simple Network Management Protocol (SNMP) dengan Notifikasi Telegram Ardani, Awin Hersa; Azhar, Raisul; Asroni, Ondi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7125

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan nirkabel menuntut sistem monitoring yang mampu memantau perangkat jaringan secara real-time dan terpusat. Monitoring manual berpotensi menimbulkan keterlambatan deteksi gangguan, berdampak pada penurunan kualitas layanan, dan meningkatnya risiko downtime operasional. Ketiadaan notifikasi otomatis mengharuskan administrator melakukan pengecekan berkala secara langsung, yang tidak efisien terutama saat administrator tidak berada di lokasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mensimulasikan prototipe Sistem Monitoring Multi Perangkat Jaringan Berbasis Simple Network Management Protocol (SNMP) dengan Notifikasi Telegram pada lingkungan jaringan virtual. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC), dibatasi pada tiga tahapan: Analysis, Design, dan Simulation Prototype. Sistem monitoring menggunakan aplikasi The Dude sebagai Network Management System (NMS) yang melakukan polling SNMP terhadap perangkat wireless access point virtual melalui router MikroTik. Jaringan dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen operasional (192.168.55.0/24) dan segmen monitoring (192.168.7.0/24). Notifikasi dirancang untuk dikirimkan secara otomatis kepada administrator melalui Telegram Bot menggunakan script MikroTik RouterOS. Simulasi dilakukan melalui tujuh skenario pengujian meliputi kondisi normal, gangguan konektivitas, pemutusan koneksi, pemulihan koneksi, monitoring periodik, visualisasi status, dan pengiriman notifikasi otomatis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa prototipe mampu mendeteksi perubahan status wireless access point secara akurat dengan tingkat keberhasilan 100% pada seluruh skenario. Notifikasi Telegram rata-rata terkirim dalam rentang 5 hingga 15 detik setelah perubahan status terdeteksi, menunjukkan peningkatan responsivitas yang signifikan dibandingkan metode monitoring manual.
Branding and Digital Promotion to Increase Kub Ziae's Competitiveness in the Sembalun Tourism Area Ondi Asroni; Angga Radlisa Samsudin; Dading Oktaviadi Resmiranta; Muhammad Innuddin; Naufal Hanif; Muhammad Tahir
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i4.2000

Abstract

KUB ZIAE Sembalun Bumbung is a souvenir center located on the main tourist route of Sembalun, offering products such as black garlic, organic red rice, Rinjani coffee, and dried beans. However, this business faces challenges including weak brand identity, low visibility, and the absence of digital presence. Limited digital literacy among managers also results in reliance on conventional promotion methods. This community service program aimed to enhance KUB ZIAE’s competitiveness through two key strategies: (1) strengthening offline visual identity with signboards, banners, and product labels; and (2) developing digital assets such as Google Business Profile, Instagram, and Facebook accounts, along with content creation training. A participatory approach was applied, including needs assessment, co-design, intensive training, and on-site mentoring. The results showed improved business visibility with the installation of signboards and banners, while new product labels increased consumer trust. On the digital side, the Google Business account successfully appeared in search results, Instagram posts reached hundreds of accounts, and members gained skills in creating and managing promotional content. Although challenges remain, such as limited digital literacy and internet connectivity, the intervention effectively enhanced visibility, expanded market reach, and strengthened KUB ZIAE’s image as a leading souvenir center in the Rinjani tourism area
Simulation Prototyping Network Bonding Multi-ISP Menggunakan OpenMPTCProuter Berbasis Multipath TCP Calvin Apriyanto; I Putu Hariyadi; Ondi Asroni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10970

Abstract

Ketersediaan koneksi internet yang stabil dengan bandwidth yang memadai merupakan kebutuhan penting dalam mendukung berbagai aktivitas komunikasi data, terutama pada lingkungan yang bergantung pada akses jaringan secara berkelanjutan. Penggunaan satu Internet Service Provider (ISP) sering kali menimbulkan keterbatasan bandwidth serta risiko terjadinya gangguan layanan yang dapat mengurangi kualitas dan ketersediaan koneksi internet. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan network bonding multi-ISP menggunakan OpenMPTCProuter berbasis Multipath TCP (MPTCP) sebagai solusi untuk meningkatkan performa dan keandalan jaringan. Metode penelitian yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis, perancangan, implementasi, simulasi, monitoring, dan pengujian sistem. Implementasi dilakukan pada lingkungan virtual menggunakan Proxmox Virtual Environment dengan dua skenario konfigurasi, yaitu 2 ISP dan 3 ISP. Evaluasi kinerja sistem dilakukan menggunakan parameter speedtest, distribusi trafik, failover, recovery, dan latency. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi 2 ISP menghasilkan rata-rata kecepatan download sebesar 24,24 Mbps, upload sebesar 82,98 Mbps, dan ping sebesar 48,33 ms. Sementara itu, konfigurasi 3 ISP menghasilkan rata-rata download sebesar 32,50 Mbps, upload sebesar 96,25 Mbps, dan ping sebesar 41 ms. Selain itu, mekanisme failover dan recovery mampu bekerja secara otomatis tanpa memutus koneksi pengguna, sedangkan distribusi trafik berhasil memanfaatkan seluruh jalur ISP yang aktif. Hasil penelitian membuktikan bahwa implementasi OpenMPTCProuter berbasis MPTCP efektif meningkatkan bandwidth, keandalan koneksi, serta ketersediaan layanan jaringan, dengan konfigurasi 3 ISP memberikan performa yang lebih baik dibandingkan konfigurasi 2 ISP dan layak diterapkan sebagai solusi jaringan multi-ISP.
Penerapan Web Application Firewall Berbasis Mod Security untuk Mengatasi Server Side Request Forgery (SSRF) Lalu Amirulloh Taufikurrahman; I Putu Hariyadi; Ondi Asroni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12015

Abstract

Keamanan aplikasi web menjadi aspek krusial di tengah meningkatnya ancaman siber, khususnya terhadap kerentanan logika bisnis seperti Server-Side Request Forgery (SSRF) dan Open Redirect. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Web Application Firewall (WAF) Mod Security dengan aturan OWASP Core Rule Set (CRS) dalam memitigasi kerentanan tersebut pada sebuah aplikasi web target. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang diintegrasikan dengan kerangka kerja Network Development Life Cycle (NDLC). Metodologi NDLC adalah kerangka kerja yang digunakan untuk merancang, membangun, dan mengelola infrastruktur jaringan atau keamanan secara terstruktur. Hasil pengujian tahap awal menunjukkan bahwa mode blocking dengan aturan standar efektif menggagalkan serangan dengan merespon status HTTP 403 Forbidden. Namun, konfigurasi standar ini memicu insiden False Positive, di mana permintaan valid yang memuat alamat IP internal pada fitur Check Stock turut terblokir, sehingga mengganggu ketersediaan layanan (availability). Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penyesuaian aturan (Rule Tuning) melalui mekanisme whitelisting berbasis Regular Expression (Regex) yang divalidasi secara ketat. Hasil verifikasi akhir menunjukkan bahwa implementasi aturan custom berhasil memulihkan akses untuk permintaan yang sah (HTTP 200 OK) sekaligus tetap memblokir upaya eksploitasi dan manipulasi parameter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Mod Security dengan kombinasi OWASP CRS dan Custom Rules mampu melindungi aplikasi pada server dari serangan SSRF secara efektif, menjaga fungsionalitas katalog tetap berjalan normal, serta memungkinkan administrator memantau lalu lintas data yang mencurigakan.
Implementation of Auto-Scaling and Load Balancing on Proxmox VE Using Python and REST API Naufal Hanif; Dading Oktaviadi Resmiranta; M. Khaerul Ihsan; Tanwir Tanwir; I Putu Hariyadi; Ondi Asroni
IJIES (International Journal of Innovation in Enterprise System) Vol 10 No 2 (2026): International Journal of Innovation in Enterprise System - Article in Press
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v10i02.10429

Abstract

Auto-scaling and load balancing are essential for maintaining web service availability and performance under fluctuating workloads. This research implements an automated auto-scaling and load balancing system on Proxmox Virtual Environment (Proxmox VE) leveraging Proxmox REST API through Python scripts. The system monitors web container CPU usage at 5-second intervals, triggering scale-out by cloning LXC containers when average CPU exceeds 75% and scale-in when it falls below 30%, while ensuring at least one container remains active. Testing on a laboratory topology consisting of 1 template container, 1 load balancer, and 4 backend containers (IP range: 192.168.100.251-192.168.100.254) demonstrates average provisioning time of 96.0 seconds (range: 85.5-117.7s) with breakdown: API Clone (82.4s), Network Config (0.0s), Container Start (6.8s), Content Customization (3.1s), and Load Balancer Update (3.6s). Comparative analysis between always-on (4 containers) and auto-scaling scenarios reveals 36.1% CPU savings (31.66 vs 49.57 CPU-hours), idle time reduction from 54.2% to 28.3%, and efficient resource utilization with the system operating predominantly on 1 container (85% uptime). This implementation proves that Proxmox API integration with Python-based automation provides a practical auto-scaling solution for private clouds without complex orchestration platforms like Kubernetes.
Evaluasi Tata Kelola Teknologi Informasi pada Bank PT BPR NTB Persero dengan Menggunakan COBIT 5 dan ISO/IEC 27001 Gina Mahligai Putri; Khairan Marzuki; Andi Sofyan Anas; Ondi Asroni; Wisnu Alfiansyah
Jurnal Sistem Komputer (SISKOM) Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/siskom.v6i3.1973

Abstract

The advancement of Information Technology (IT) has driven the use of cloud-based core banking systems as the primary infrastructure in banking operations. PT Bank BPR NTB Perseroda's reliance on this system necessitates IT governance that ensures service availability, system reliability, and information security. Observations and interviews reveal issues such as cloud service network disruptions, power supply interruptions, and potential cybersecurity threats impacting the timeliness of credit processes and customer transactions. This study aims to evaluate the effectiveness of IT governance using COBIT 5 and identify the implementation of information security controls based on ISO/IEC 27001:2022. The COBIT 5 domains utilized include EDM01, APO12, DSS01, and MEA03, while the ISO/IEC 27001:2022 controls encompass A.5.1, A.5.23, and A.5.30. A mixed methods approach was employed through interviews, observations, document studies, and questionnaires involving 32 respondents. Data analysis was conducted using the Process Assessment Model (PAM) of COBIT 5. The results indicate average capability levels ranging from 3.30 to 3.38, suggesting that governance processes have been implemented but that risk management and operational monitoring require enhancement. This study concludes that the integration of COBIT 5 and ISO/IEC 27001:2022 provides a comprehensive evaluation of governance and information security.