Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : agriTECH

Mikroenkapsulasi Fikosianin dalam Maltodekstrin-Alginat: Formulasi dan Karakterisasi Retno Ayu Kurniasih; Lukita Purnamayati; Ulfah Amalia; Eko Nurcahya Dewi
agriTECH Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.824 KB) | DOI: 10.22146/agritech.16752

Abstract

Fikosianin merupakan sumber pewarna biru alami yang dapat diekstrak dari Spirulina sp. Karakteristik dari fikosianin adalah tidak stabil oleh cahaya, suhu, dan pH selama proses pengolahan dan penyimpanan. Metode mikroenkapsulasi dapat digunakan untuk melindungi fikosianin dari pengaruh eksternal di mana jenis dan konsentrasi enkapsulan yang digunakan dapat mempengaruhi karakteristik mikrokapsul fikosianin yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik dan karakterisasi mikrokapsul fikosianin dari Spirulina sp. dengan maltodekstrin dan alginat sebagai enkapsulan. Mikrokapsul diproduksi dengan lima perbedaan konsentrasi alginat dalam maltodekstrin, yaitu 0 %; 0,2 %; 0,4 %; 0,6 %; dan 0,8 % (b/b). Total enkapsulan yang digunakan adalah 10 % dari larutan mikropartikel fikosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi alginat dapat meningkatkan kadar fikosianin, kadar air, efisiensi enkapsulasi, bulk density, intensitas warna biru, dan ukuran partikel serta dapat memperbaiki morfologi mikrokapsul yang dihasilkan. Mikrokapsul fikosianin dengan konsentrasi alginat 0,6 % dan maltodekstrin 9,4 % memiliki kadar fikosianin, efisiensi enkapsulasi, dan intensitas warna biru paling tinggi.
Pengaruh Nanokalsium terhadap Kekuatan Gel Kamaboko Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Indah Kurnia Dewi; Ima Wijayanti; Retno Ayu Kurniasih
agriTECH Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.936 KB) | DOI: 10.22146/agritech.47257

Abstract

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan ikan konsumsi dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Peningkatan produksi ikan mujair terus meningkat pada industri fillet dan olahan produk sehingga berdampak pada melimpahnya hasil samping, salah satunya tulang. Kandungan kalsium tulang ikan sebanyak 36% yang berpotensi dimanfaatkan menjadi nanokalsium. Salah satu pemanfaatan nanokalsium di bidang pangan yaitu dengan melakukan penambahan nanokalsium untuk memperbaiki kekuatan gel kamaboko. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan nanokalsium dengan konsentrasi yang berbeda terhadap karakteristik fisik kamaboko dan konsentrasi terbaiknya. Kamaboko diproduksi dengan menambahkan surimi ikan mujair dengan nanokalsium tulang ikan mujair pada konsentrasi  0%, 0,5%, 1% dan 1,5% (b/b). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan nanokalsium dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kekuatan gel, expressible moisture content, kadar kalsium, dan uji lipat kamaboko. Konsentrasi nanokalsium 1% efektif dapat meningkatkan kekuatan gel 49,32.% dan uji lipat 34,69 %, menurunkan nilai expressible moisture content 61,73%, serta memperbaiki kenampakan morfologi gel menjadi padat tidak berongga, tetapi tidak mempengaruhi kadar kalsium kamaboko.