Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Untuk Melihat Gambaran Model Mental Peserta Didik Pada Materi Asam Basa Devi, Novi Arnita; Azra, Fajriah
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/epk.v4i3.345

Abstract

Model mental merupakan representasi mental pribadi peserta didik terhadap suatu ide atau konsep. Model mental mewakili ide-ide dalam pikiran individu yang digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan suatu fenomena. Model mental peserta didik sangat penting untuk diketahui oleh guru karena dapat mengetahui tingkat pemahaman, kesulitan, dan miskonsepsi yang dialami peserta didik. Model mental peserta didik dapat diketahui dengan memberikan suatu tes diagnostik. Oleh karena, itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Instrumen Tes Diagnostik Four-Tier Untuk Melihat Gambaran Model Mental Peserta Didik Pada Materi Asam Basa yang memenuhi kriteria instrumen tes yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Treagust (1988). Berdasarkan hasil validasi terhadap lima orang validator, instrumen tes diagnostik dinyatakan valid dari segi konten dan konstruk dengan nilai rata-rata 0,84. Berdasarkan hasil uji coba terhadap peserta didik, didapatkan nilai relibilitas instrumen tes diagnostik pada tingkat pertama (first-tier) dan tingkat ketiga (third-tier) adalah sebesar 0,84 dan 0,83 dengan kategori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indtrumen tes diagnostik yang dikembangkan sudah valid dan sudah memiliki kriteria instrumen tes yang baik.
Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Four-tier untuk Mengidentifikasi Model Mental Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga Halizah, Wardah; Azra, Fajriah
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 4 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/epk.v4i4.353

Abstract

Tes diagnostik model mental dapat menggali dan mengidentifikasi model mental peserta didik. Tes diagnostik model mental bertujuan dalam mengukur kemampuan peserta didik untuk menjelaskan data, memprediksi dan menjelaskan fenomena kimia secara makroskopik dengan melibatkan penalaran pada level submikroskopik menggunakan bahasa simbolik kimia, maka pemberian tes diagnostik model mental diharapkan dapat mengukur pemahaman peserta didik mengenai konsep kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrument Test Diagnostic Four-tier yang baik untuk mengidentifikasi model mental peserta didik pada materi larutan penyangga yang memenuhi kriteria yang baik dari segi validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, dan daya beda soal. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Langkah pengembangan Test Diagnostic Four-tier pada materi larutan penyangga ini bersumber pada penelitian pengembangan tes diagnostik yang telah dilakukan oleh Treagust (1988). Berdasarkan hasil analisis validitas konstruk dan konten didapatkan bahwa nilai rata-rata validitas (V) sebesar 0,844 dengan kategori valid. Hasil analisis reliabilitas pada first-tier dan third-tier didapatkan sebesar 0,88 dan 0,89 dengan kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis indeks kesukaran dan daya beda soal juga, instrument tes diagnostik four-tier ini sudah memenuhi kriteria yang baik dan layak digunakan.
MODELING THE RELATIONSHIP BETWEEN NET ATOMIC CHARGE AND THE ACTIVITY OF 4-HYDRAZINYL-6-PHENYLPYRIMIDINE-5 CARBONITRILE DERIVATIVES AS ANTI-BREAST CANCER AGENTS Putri, Fitria Eka; Azra, Fajriah
Walisongo Journal of Chemistry Vol. 8 No. 1 (2025): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v8i1.23867

Abstract

A quantitative structure-activity relationship (QSAR) analysis was conducted on 15 derivatives of 4-hydrazinyl-6-phenylpyrimidine-5-carbonitrile to investigate the relationship between atomic charge and anti-breast cancer activity (MCF-7 cell line) based on experimental log IC₅₀ values. Descriptor data were obtained through AM1 semi-empirical quantum mechanical calculations using HyperChem. A multiple linear regression model with the backward elimination method was employed to establish the quantitative relationship between net atomic charge and log IC₅₀, yielding the following QSAR model: log IC₅₀ = -415.573 − 224.759(qC2) + 175.860(qC5) + 1307.672(qC6) + 1251.123(qC8) + 1142.590(qC9) − 3606.800(qC10) + 3.840(qC13); with n = 15, R = 0.899, R² = 0.808, Fₒ/Fₜ = 1.002, and PRESS = 0.043. The results indicate a statistically significant correlation between atomic charge and biological activity.
EFEKTIVITAS MEDIA PERMAINAN TIC-TAC-CHEM PADA MATERI HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X FASE E SMA/MA Azzahra, Siti; Azra, Fajriah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6680

Abstract

This research was motivated by the availability of the Tic-Tac-Chem game-based learning media on the topic of Basic Laws of Chemistry, which has been proven to be valid and practical but has not yet been tested for its effectiveness on students' learning outcomes. The aim of this study was to determine the level of effectiveness of using the Tic-Tac-Chem game-based media on the Basic Laws of Chemistry topic toward the learning outcomes of Grade X Phase E students in SMA/MA. This research is a Pre-Experimental study with a One-Group Pretest-Posttest Design. The population of the study was all students of class X.E at SMAN 14 Padang. The sample was selected using a Purposive Sampling technique, resulting in class X.E 5 as the research subjects. The research instrument used was a learning outcome test in the form of pretest and posttest objective questions with five answer choices, totaling 15 items. The data from the students' pretest and posttest scores were normally distributed. Based on the paired t-test with a significance level of ? = 0.05, the result showed tcount = 28.764 > ttable = 1.696. This indicates a significant improvement in learning outcomes. The N-Gain test showed a score of 0.714, which falls into the high category. Therefore, it can be concluded that the Tic-Tac-Chem game-based learning media on the topic of Basic Laws of Chemistry is effective in improving the learning outcomes of Grade X Phase E students at SMAN 14 Padang. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tersedianya media permainan Tic-Tac-Chem pada materi Hukum-Hukum Dasar Kimia yang telah valid dan praktis namun belum diuji keefektivannya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan tingkat efektivitas penggunaan media permainan Tic-Tac-Chem pada materi Hukum-Hukum Dasar Kimia terhadap hasil belajar siswa kelas X Fase E SMA/MA. Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental dengan rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.E SMAN 14 Padang. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling sehingga didapatkan kelas X.E 5 sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan memberikan pretest dan posttest berupa tes objektif dengan 5 pilihan jawaban sebanyak  15 butir soal. Data peningkatan hasil pretest dan posttest siswa berdistribusi normal. Berdasarkan uji-t berpasangan dengan taraf ? = 0,05, diperoleh thitung 28,764 > ttabel 1,696. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar. Pada uji N-Gain berdasarkan pencapaian hasil belajar siswa menunjukkan nilai 0,714 dengan kategori tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa media permainan Tic-Tac-Chem pada materi Hukum-Hukum Dasar Kimia efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Fase E SMAN 14 Padang.
Student’s Mental Model using Four-Tier Diagnostic Test on Acid-Base Rahmadani, Suci; Azra, Fajriah
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Chemistry Education, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2025.7.1.24160

Abstract

The purpose of this study was to describe the mental model of students on the acid-base material class XI phase F. The type of research used is descriptive research with a quantitative approach. The research population consisted of students in class XI Phase F, and the research sample comprised 31 students from XI F9 at SMAN 2 Payakumbuh, using a purposive sampling technique. The data collection technique was conducted in two stages: the test stage and the interview stage. This test stage utilises a four-tier diagnostic test instrument, employing three levels of chemical representation. Then, the interview stage is conducted to gather data and confirm the results of the diagnostic tests that have been performed. The findings of this study detected that students have varied mental models. There are 41.1% have a mental model of synthesis-partial understanding B; 19.6% synthesis-partial understanding A; 15% initial model; 12.5% scientific model, and 11.8% synthesis-misconception. This is supported by the presentation agreement of the interview result with the diagnostic test.
Extraction of Morinda Citrifolia Leaves Essential Oils as EGFR Inhibitor in Non-Small Cells Lung Cancer: In Silico Approach ramadhan, muhammad_arvito; Azra, Fajriah; Ma'ruf, Hanif Sabawi; Syafriadi, Riko
Indonesian Journal of Chemical Science Vol. 14 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Chemical Science
Publisher : Prodi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v14i2.19687

Abstract

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit kanker dengan penderita terbanyak di dunia maupun di Indoneisa. 85% dari penyebab kanker paru-paru merupakan non-small-cell lung cancer (NSCLC) dengan mutasi gen paling banyak ditemukan pada EGFR. Ekstrak essential oils dari Morinda citrifolia telah berhasil menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru A549 dengan IC50 40 μg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kandiidat obat dari essential oils Morinda citrifolia sebagai inhibitor EGFR menggunakan pendekatan in silico melalui perangkat lunak MOE. Skrining fisikokimia dan farmakokinetika juga telah dilakukan dengan menggunakan Lipinski rule of five dan ADMET. Hasil molecular docking menunjukan 9-H-Pyridol [3, 4-b]indole dan cubenol sebagai ligan terbaik dengan masing-masing RMSD 0.790 Å dan 0.778 Å dengan masing masing nilai energi ikatan -5.992 dan -5.325 kcal.mol-1. Interaksi ligan dengan residu asam amino menujukan 9-H-Pyridol [3, 4-b]indole terdapat ikatan hidrogen pada tiga residu asam amino, yaitu Arg812, Tyr867, dan Arg865. Sementara pada cubenol memiiliki interaksi ikatan hidrofobik. Data ADMET dan Lipinski telah dicantumkan pada artikel ini untuk memberi gambaran bagaimana reaksi senyawa ligan pada tubuh.
Kajian Literatur: Model Mental dan Cara Identifikasinya Putri Jelita, Nabilah; Azra, Fajriah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model mental memiliki peranan utama dalam pengembangan konseptual dan penalaran ilmu sains. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi model mental untuk memperoleh informasi terkait pemahaman setiap peserta didik, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam merancang suatu strategi pembelajaran yang lebih baik. Namun di Indonesia, penelitian di bidang model mental masih jarang dilakukan karena beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya referensi terkait cara untuk mengidentifikasinya. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan informasi terkait cara yang efektif digunakan untuk mengidentifikasi model mental peserta didik yaitu dengan menggunakan instrumen tes diagnostik model mental. Hasil penelitian memberikan beberapa tes diagnostik yang dapat digunakan yaitu Prediksi Observasi Eksplanasi (POE), Interview About Event (IAE), dan Tes Diagnostik Multi-tier (TDM).
Penggunaan Tes Diagnostik Four-Tier Untuk Diagnosa Model Mental Siswa Pada Konsep Kesetimbangan Heterogen Di SMAN 3 Padang Pidiana, Dhea; Azra, Fajriah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model mental merupakan konsep-konsep dalam pikiran siswa yang mewakili ide-ide yang digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model mental peserta didik pada konsep kesetimbangan heterogen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif atau mengkaji situasi apa adanya dengan melibatkan 30 siswa kelas XI SMAN 3 Padang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes diagnostik four-tier berdasarkan multiple representasi kimia kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan kategori model mental peserta didik pada konsep kesetimbangan heterogen yaitu Synthesis-Partial Understanding B sebesar 43.33%, Synthesis-Misconception sebesar 33.33%, Initial Model sebesar 23.33%, sedangkan kategori Scientific Model dan Synthesis-Partial Understanding A tidak di miliki oleh peserta didik pada konsep kesetimbangan kimia. Peserta didik masih belum mampu menghubungkan ketiga level representasi kimia.
Development of Four-tier Diagnostic Test Instrument to Identify Students' Mental Models on Salt Hydrolysis Materials Maulidiana, Cindy Vikem; Azra, Fajriah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Four-Tier Untuk Mengidentifikasi Model Mental Peserta Didik pada Materi Hidrolisis Garam. Model mental merupakan konsep pemikiran yang mewakili ide-ide digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan suatu fenomena. Model mental penting untuk diketahui agar guru dapat mengetahui tingkat pemahaman, kesulitan dan miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik. Instrumen tes diagnostik merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui model mental peserta didik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik four-tier untuk mengetahui model mental peserta didik pada materi hidrolisis garam. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Treagust. Berdasarkan hasil analisis validitas logis diperoleh bahwa nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0.87 kategori valid. Berdasarkan hasil uji coba soal diperoleh bahwa hasil analisis validitas empiris pada first-tier dan third-tier terdapat beberapa soal tergolong valid dengan jumlah 18 soal dan 16 soal berturut-turut.  Nilai reliabilitas pada first-tier dan third-tier sebesar 0,78 dan 0,75 berturut-turut dengan kategori tinggi DOI: 10.23960/jppk.v12.i3.2023.10
WORKSHOP PEMANFAATAN AI UNTUK PENGEMBANGAN E-LKPD PADA PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DI SMAN 1 PADANG SAGO: PKM Faizah Qurrata Aini; Fitri Amelia; Dwi Finna Syolendra; Nofri Yuhelman; Fauzana Gazali; Minda Azhar; Fajriah Azra; Yerimadesi; Andromeda; Miftahul Khair; Zonalia Fitriza; Suryelita; Viona Maharani; Achie Keylla; Munifa Mahdiah; Melati Wahyuni; Rifka Andani; Ayu Wulandari; Ulfa Autafia
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4764

Abstract

Kemajuan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan membuka peluang besar bagi guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif, seperti Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (e-LKPD) yang interaktif, adaptif, dan personal. Namun, pemanfaatan AI masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman, minimnya pelatihan, serta dukungan infrastruktur yang belum optimal. Workshop pemanfaatan AI di SMAN 1 Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, diselenggarakan sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam pengembangan bahan ajar berbasis deep learning. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis AI, penyusunan modul ajar deep learning, serta pengembangan e-LKPD interaktif menggunakan Liveworksheet. Guru dibekali pemahaman etika penggunaan AI serta pemanfaatan platform seperti ChatGPT, Microsoft Word, dan Gamma.ai. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan persepsi guru terhadap AI cenderung positif, meskipun terdapat penurunan pada kategori “sangat setuju” akibat kesadaran terhadap kompleksitas teknis, khususnya pada guru senior. Luaran kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis AI serta menghasilkan bahan ajar digital yang lebih interaktif, sekaligus mendukung penguatan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dan pencapaian IKU perguruan tinggi.