Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SENTIMEN ULASAN APLIKASI WATTPAD DI GOOGLE PLAY STORE DENGAN METODE RANDOM FOREST Safira Nur Adhan; Gusti Ngurah Adhi Wibawa; Dian Christien Arisona; Irma Yahya; Ruslan Ruslan
AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 2 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komputer FMIPA-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/anoatik.v2i1.32

Abstract

Wattpad is an application and online community site that allows users to write or read informational content in the literary sphere with various genres or categories such as short stories, classics, action, adventure, romance, fantasy, humor, spiritual, mystery, horror, poetry, science fiction, historical fiction, teen fiction, general fiction, fan fiction, and non-fiction. By December 2023, 90 million users spent more than 23 billion minutes accessing the app each month. This study aims to provide an overview of user sentiment while classifying it as negative or positive sentiment text using Random Forest and Random Forest methods optimized with the SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) on Wattpad App user reviews that experience class imbalance. The results showed that out of 9.975 data collection results, only 8.743 data could be used with a percentage of positive sentiment of 64,2% (5.616) and 35,8% (3.127) negative sentiment. The Random Forest method without SMOTE optimization tends to be superior in predicting unbalanced sentiment classification, this can be seen from the accuracy value which reaches 84,05%, precision 84,71%, recall 91,60%, F1-Score 88,02%, FPR 8,40%, and AUC value 0,9166 are categorized as excellent classification. SMOTE Random Forest modeling is able to improve the ability to classify the minority class, negative sentiment, as can be seen from the increase in precision value from 84,71 % to 86,70% (1,99%). Unfortunately, this class balancing resulted in a decrease in the performance of accuracy, recall, f1-score and AUC values. In addition, based on the feature importance values, the most influential features in both models are the word attributes "kecewa", "bagus", and "baik".
FILSAFAT ISLAM: KEJAYAAN DAN KONFLIK DENGAN ORTODOKSI Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 1 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v1i2.43

Abstract

Dinamika sejarah filsafat Islam pernah mengalami kejayaan sekaligus menghadapi masalah pertentangan yang membuatnya tidak bisa berkembang secara pesat disebabkan penolakan dari kaum ortodoksi Islam. Era Ibnu Sina merupakan era kejayaan filsafat Islam dimana gagasan dan konsep pemikiran filosofisnya menjadi rujukan masyarakat pada zamannya. Berbeda dengan Sang Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali. Berdasarkan proses pencarian yang dilakukannya, ia menemukan bahwa kebenaran atau Islam yang orisinal itu ada pada konsep dan pemikiran yang ortodoks (murni). Konsep sang pembela Islam tidak berjalan mulus, karena Ibnu Rusyd yang merupakan salah satu tokoh penting dunia Muslim yang sering melontarkan kritikannya terhadap pemikiran Islam ortodoksi yang diwakili oleh Imam al-Ghazali. Bahkan al-Ghazali sering dituduh sebagai penyebab kejumudan dalam dunia Islam.
PROBLEMATIKA KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DALAM ERA PLURALITAS AGAMA Ruslan Ruslan; Hendra Hendra
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 1 (2019): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v3i1.246

Abstract

Kurikulum pendidikan Islam memegang peran penting dalam mengajarkan orang yang beragama untuk menghargai orang yang menganut agama lain atau tidak mengajarkan untuk mengklaim agama tertentu sebagai pemilik kebenaran absolut. Dengan demikian, klaim minna dan minhum dengan sendirinya tidak akan terwariskan kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Kurikulum pendidikan Islam, dalam hal ini materi PAI baik pada sekolah, madrasah maupun pesantren, hendaknya mencerminkan nilai-nilai pluralitas, sehingga konflik yang terjadi di berbagai belahan Indonesia, tidak menyudutkan peran pendidikan agama Islam.