Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Rektangular Bercelah Untuk Triple Band (900 Mhz, 1800 Mhz, Dan 2400 Mhz) Raja Patar Silitonga; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena merupakan perangkat yang sangat penting dalam bidang telekomunikasi wireless. Antena sendiri berfungsi sebagai pengirim dan penerima informasi, yaitu sebagai transformator gelombang elektromagnetik di udara. Pada dasarnya antena memiliki banyak jenis, dari yang sederhana sampai bentuk yang sangat komplek, dan setiap jenis antena tersebut memiliki perbedaan karakteristiknya masing-masing. Tiap karakteristik antena tersebut tidak hanya diciptakan untuk alat yang ringan dan fungsi tunggal tetapi juga harus memenuhi syarat mampu beroperasi pada triple band maupun multiband sehingga dapat beroperasi pada beberapa band yang cukup mencakup operasi yang dimungkinkan. Dalam tugas akhir ini, antena yang akan dirancang direalisasikan adalah antena mikrostrip yang memiliki bentuk rektangular dengan penambahan celah pada sisinya yang mampu bekerja pada frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, dan 2400 MHz. Dengan karakteristik triple band frekuensi ini, maka antena dapat digunakan untuk mendukung komunikasi GSM (Global System for Mobile Communication) dan WiFi (Wireless Fidelity). Proses perancangan dimulai dengan perhitungan secara matematis, kemudian disimulasikan dengan menggunakan software CST Studio Suite. Pabrikasi prototype dilakukan dengan proses photoetching. Dan terakhir dilakukan pengukuran antena. Hasil yang didapatkan dari perancangan dan realisasi antena mikrostrip rektangular dengan penambahan celah ini adalah bekerja pada frekuensi 900 MHz, 1800 Mhz yang kemudian bergeser menjadi 1869 MHz, dan 2400 MHz. Nilai VSWR yang didapatkan adalah 1.047 pada frekuensi 900 MHz, 1.442 pada frekuensi 1869 MHz, dan 1.052 pada frekuensi 2400 MHz . Kemudian pola radiasi yang didapatkan adalah omnidireksional. Kata kunci: Antena Mikrostrip, Slot, Rektangular, Triple Band
Perancangan Dan Simulasi Antena Horn Conical Pada Frekuensi C-Band Untuk Electronic Support Measures Afif Nichi Mulia; Tengku Ahmad Riza; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam kemajuan teknologi pada saat ini, banyak negara-negara yang berlomba untuk meningkatkan kemampuan dalam perang elektronika sebagai bagian dari sistem pertahanan modern. Perang elektronika merupakan suatu tindakan militer yang melibatkan penggunaan energi elektromagnetik yang diarahkan untuk mengendalikan, mengurangi atau menyerang spektrum elektomagnetik lawan, guna menjamin efektifitas penggunaan spektrum elektromagnetik sendiri. ESM secara umum merupakan sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik yang kemudian sinyal tersebut diproses dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi, kuat sinyal, dan parameter lainnya. Pada perancangan ESM ini dibutuhkan enam buah antenna horn conical yang mempunyai pola radiasi direksional dan polarisasi linear yang nantinya akan digunakan sebagai antena penerima dan hasilnya dikirim ke stasion ESM dan diproses, sehingga nantinya didapat lokasi, kuat sinyal serta parameter lainnya. Pada penelitian ini, akan dirancang sebuah antena horn conical yang bekerja pada frekuensi c-band yaitu 6 GHz dengan diameter cone 250 mm dan panjang cone sebesar 500 mm. Setelah dirancang dan direalisasikan, Antena horn conical memiliki karakteristik bandwidth yang lebar (wide band) dengan polaradiasi direksional yang bertujuan untuk mendukung fungsi ESM dalam menentukan lokasi dan posisi asal sinyal radar atau sinyal elektronis musuh lainnya.Karena kegunaan ESM sebagai radar detektor dengan sifat sebagai penerima (receiver) dibutuhkan VSWR dibawah 2. Antena horn conical dirancang menggunakan plat kuningan 0.4 mm yang dibentuk kerucut,serta pada waveguide dirancang menggunakan tipe WC 175 yang mengacu pada standar EIA (Electronic Industry Association) dengan menggunakan mode dominan TE 11 yang mana arah dari magnetiknya sejajar dengan arah propagasinya. Pada antena monopole-nya dipasang menggunakan matching impedance ¼ , agar matching impedansi antara antenna dengan konektor bernilai 50 Ω. Kata kunci : antena horn conical, circular waveguide, ESM
Perancangan Dan Realisasi Filter Hairpin Band-pass Chebyshev Orde-8 Untuk Synthetic Aperture Radar Donny Noviandi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah teknologi yang digunakan dalam sistem komunikasi satelit yang digunakan untuk remote sensing atau yang biasa disebut dengan pengindraan jarak jauh. Sistem SAR menggunakan Frekuensi 1,265-1,275 MHz. Penggunaan frekuensi ini mengacu kepada penilitian LAPAN dan refrensi dari ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dimana penggunaan L band dapat sampai kebentuk tanah permukaan bumi untuk orbit LEO (Low Earth Orbit). Pada kondisi ini banyak interferensi yang dialami oleh satelit SAR sendiri, untuk kondisi tersebut maka dalam Tugas Akhir ini dirancang band pass filter yang ditempatkan pada transmitter. Dengan bandwidth yang cukup sempit yaitu hanya 10 MHz maka dibutuhkan slope yang tajam untuk itu dipilih metode chebyshev yang memiliki selektifitas tinggi Hasil analisis perancangan dan realisasi filter hairpin ini panjang lengan, spasi antar resonator, lebar resonator, slide factor serta posisi pencatuan sangat berpengaruh pada hasil frekuensi kerja. Hasil yang didaptkan pada perancangan ini mendapatkan bandwith sebesar 16.6 MHz dari rentang frekuensi 1,2594 GHz – 1,276 GHz Kata kunci : Band pass filter, Hairpin, Bandwith
Simulasi Dan Analisis Performansi Datagram Congestion Control Protocol (Dccp) Untuk Layanan Video Streaming Pada Wlan Nuril Fitriyana; Heroe Wijayanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio-Frequency Identification (RFID) merupakan teknologi gelombang radio. Teknologi ini dapat mengidentifikasi tanpa membutuhkan kontak langsung. Penggunaan teknologi RFID ini dianggap lebih unggul dibandingkan dengan kode batang (barcode), karena pada kode batang terbataskan dengan jarak pandang dari reader-nya. Penggunaan RFID sudah banyak dilakukan perancangan untuk sistem rekam medis rumah sakit, sistem parkiran, sistem jalan tol, sistem presensi pegawai atau mahasiswa, dll. Ada dua komponen pada RFID yaitu antena reader RFID dan antena tag RFID. Antena yang dirancang pada tugas akhir ini adalah antena tag RFID pada frekuensi tengah 924 MHz, pada range frekuensi 923-925 MHz dengan gain ≥ 2 dBi dan bandwidth 2 MHz. Pada perancangan tugas akhir ini bertujuan membuat antena yang kecil dan praktis dalam penggunaannya, maka antena yang dirancang adalah antena mikrostrip dengan substrat yang digunakan adalah bahan alumina dengan ��� 9.8 dan ketebalan 0.7 mm, serta bentuk patch rectangular monopole spiral pada antena mikrostrip yang karakteristiknya seperti antena monopole tetapi dilakukan putaran. Dalam perancangan ini diperoleh antena RFID tag dengan ukuran 8×3 cm, VSWR pada frekuensi tengah 1.731, frekuensi kerja UHF pada 924 MHz, bandwidth 34.94 MHz, pola radiasi omnidirectional, gain 0.488 dB dan polarisasi elips. Kata kunci: antena mikrostrip, antena RFID, RFID tag
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Triple Proximity-fed Dengan Polarisasi Sirkular Untuk Inter-satellite Link (isl) Pada Satelit Mikro Fahmi Darmawan Wijayanto; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dikenal sebagai teknologi yang memiliki manfaat yang luas. Telkom University sedang mengembangkan teknologi remote sensing yang akan digunakan pada platform satelit mikro berfungsi untuk mendapatkan citra bumi. Misi pertama yaitu Remote Sensing Payload (RSPL) yang menggunakan teknologi kamera. Kemudian dikembangkan dengan sistem Synthetic Aperture Radar (SAR) yang menggunakan teknologi radar imaging. Dan misi selanjutnya adalah mengembangkan sistem Inter-Satellite Link (ISL), yaitu komunikasi data antar satelit untuk menunjang pengembangan sistem SAR Interferometry (InSAR). Dalam sistem ISL dibutuhkan sebuah media transmisi berupa antena. Antena yang dirancang harus memiliki karakteristik polarisasi sirkular untuk mengatasi efek rotasi faraday yang akan mengakibatkan polarization loss factor (PLF), karena disebabkan putaran ion yang ada di atmosfer. Dalam penelitian ini dirancang sebuah antena mikrostrip triple proximity-fed untuk menghasilkan polarisasi sirkular. Antena dirancang dan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu dan direalisasikan menggunakan bahan substrat FR-4 Epoxy dengan nilai (εr = 4,3 dan h=1,6 mm). Antena bekerja pada frekuensi S-Band (2,4 – 2,45 GHz) yang menghasilkan VSWR = 1,197, polarisasi sirkular (AR = 0,112 dB), gain = 5,314 dBi, pola radiasi unidireksional (HPBW ≥ 80°), dengan effective bandwidth ≈ 50,5 MHz, dan memiliki dimensi (54 × 50 x 16,4 mm). Kata Kunci: Inter-Satellite Link (ISL), Antena Mikrostrip, Satelit Mikro, Synthetic Aperture Radar (SAR), Triple Proximity-Fed, SAR Interferometry (InSAR).
Rancangan Dan Realisasi Antena Horn Conical Pada Frekuensi Ku-band 12-18 Ghz Untuk Electronic Support Measure Hanifah Husnul Chotimah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam era  perkembangan teknologi  seperti  saat  ini  Indonesia  memerlukan perangkat  elektronik  yang canggih yang dapat membantu sistem pertahanan keamanan Indonesia, dimana Indonesia memiliki beribu pulau dengan 2/3 bagiannya merupakan wilayah lautan. Untuk meningkatkan kemampuan  pertahanan dalam menjaga dan mengawasi wilayah Indonesia, Indonesia membutuhkan perangkat Electronic Support Measure (ESM). ESM ini sedang dikembangkan oleh LIPI untuk nantinya digunakan dalam sistem keamanan Indonesia. ESM secara umum merupakan sebuah peralatan   elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik, kemudian sinyal tersebut  diproses  dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi, kuat sinyal  dan  parameter  lainnya.  Salah  satu  subsistem penting  dalam ESM  adalah  subsistem antena  sebagai penerima sinyal gelombang elektromagnetik. Pada perancangan ESM ini dibutuhkan antena horn conical yang bekerja dalam frekuensi Ku-Band (12GHz sampai 18GHz). Antena horn conical dibutuhkan pada ESM karena antena horn conical memiliki gain yang relatif besar sehingga daya terima sinyal gelombang elektromagnetik lebih sensitif dan akurat terharap sinyal musuh. Antena horn conical dirancang di frekuensi Ku-Band (12 GHz sampai 18 GHz) dengan  dimensi diameter cone 116.66 mm dan panjang cone 200 mm. Dari hasil perealisasian antena pada tugas akhir ini menunjukkan pada frekuensi 12GHz menunjukkan nilai impedansi 51.81+j0.488Ω dan VSWR 1.076, pada frekuensi 15GHz menunjukkan nilai impedansi 43.81-j5.10Ω dan VSWR 1.216, dan pada frekuensi 18GHz menunjukkan nilai impedansi 42.92-j1.97Ω. Dengan nilai gain antena sebesar 12dB, memiliki pola radiasi unidireksional, memiliki polarisasi berbentuk sirkular Kata Kunci - Antena Horn Conical, Ku-Band, ESM.
Rancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Log Periodik Pada Frekuensi C-band Untuk Electronic Support Measure Aryo Prihawi Septano; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia penerbangan di Indonesia saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan akibat marak terjadi kecelakaan dan hal tersebut mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan di Indonesia sedikit demi sedikit. Salah satu cara meningkatkan kembali rasa aman dan percaya masyarakat adalah dengan ikut berinovasi dalam kemajuan teknologi. Permasalahan yang menjadi perhatian lebih dalam pembuatan tugas akhir kali ini adalah kurangnya pencegahan yang dilakukan. Untuk membantu menurunkan angka kecelakaan moda transportasi terbang, salah satu caranya adalah dengan menggunakan sebuah perangkat elektronik bernama Electronic Support Measure (ESM). ESM secara umum adalah peralatan elektronik yang berfungsi menerima sinyal gelombang elektromagnetik untuk selanjutnya diproses dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi dan parameter lainnya. Dalam hal ini ESM akan mengidentifikasi pesawat – pesawat yang terbang dalam ruang lingkup ESM itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan antena sebagai penerima sinyal dan dapat bekerja pada rentang frekuensi Ultra Wideband (UWB) 2 – 18 Ghz. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah antenna mikrostrip log periodic untuk frekuensi kerja pada rentang C-Band yaitu 4 – 8 Ghz. Antena dilengkapi dengan pola radiasi direksional untuk mendukung fungsi dari ESM sebagai penentu lokasi pesawat dan memiliki gain ≥ 6 dB. Antena mikrostrip log periodik dirancang menggunakan bahan yang bernama FR4 dengan teknik pencatuan proximity coupling karena membutuhkan bandwidth lebar dan memiliki VSWR < 2 karena sifat antena sebagai penerima (receiver).Kata Kunci: Electronic Support Measure, antenna mikrostrip log periodik, ultra wideband, proximity coupling
Antena Microstrip Fractal – Bowtie 2-18 Ghz Untuk Electronic Support Measure Imam Ichwani; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era perkembangan teknologi seperti saat ini Indonesia memerlukan perangkat elektronik yang canggih yang dapat membantu pertahanan sistem keamanan Indonesia, dimana 2/3 wilayah Indonesia merupakan lautan yang perlu pengamanan ekstra. Oleh karena itu untuk meningkatkan keamanan dalam menjaga dan mengawasi wilayah Indonesia, dibutuhkan sistem yang dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Electronic Support Measure (ESM). ESM ini sedang dikembangkan oleh LIPI untuk nantinya digunakan dalam sistem keamanan Indonesia. ESM secara umum merupakan sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik, kemudian sinyal tersebut diproses dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi, kuat sinyal dan parameter lainnya. Salah satu subsistem penting dalam ESM adalah subsistem antena sebagai penerima sinyal gelombang elektromagnetik. Pada penelitian tugas akhir ini akan dirancang antena mikrostrip fractal-bowtie yang bekerja pada frekuensi Ultra Wideband yaitu 2-18 GHz untuk memenuhi kebutuhan Electronic Support Measure (ESM). Maka pada Tugas Akhir ini akan dirancang antena mikrostrip pada software Ansoft HFSS 15.0 yang nantinya akan direalisasikan. Namun untuk mengatasi kekurangan pada antena microstrip yaitu berupa bandwidth yang kecil, kombinasi dilakukan pada proses perancangan dibagian patch yang berbentuk bowtie dengan fraktal sierpinski gasket, saluran transmisi, dan groundplane partial agar antena memiliki bandwith yang lebih lebar dan membuat antena bekerja pada frekuensi Ultra Wideband yaitu 2 - 18 GHz. Kata Kunci : Antena Microsrip Fractal-bowtie, Ultra Wideband, ESM.
Perancangan Dan Realisasi Band Pass Filter Berbasis Mikrostrip Menggunakan Metode Square Open Loop Resonator Pada Frekuensi 1710 - 1785 Mhz Untuk Teknologi Long Term Evolution (lte) Aldef Hardzi Fadzlullah; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filter merupakan salah satu perangkat transmisi terpenting dalam teknologi telekomunikasi yang berfungsi untuk melewatkan frekuensi tertentu (passband) maupun menolak atau meredam frekuensi yang tidak diinginkan (stopband). Pada tugas akhir ini telah direalisasikan bandpass filter dengan menggunakan metode square loop resonator berbasis mikrostrip dengan bahan FR-4 epoxy. Metode ini dipilih karena melebihi kelebihan yaitu mudah dalam perancangan, memiliki selektivitas yang tinggi dalam menolak frekuensi yang tidak diinginkan (stopband). Bandpass filter ini bekerja pada frekuensi 1710-1785 MHz. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai dari beberapa parameter diantaranya : frekuensi tengah 1737.5 MHz, bandwidth 90.2 MHz, return loss -17.734 dB dan insertion loss -5.773 dB. Kata kunci : Bandpass filter, square loop resonator, FR-4 epoxy
Perancangan Dan Realisasi Multiband Fractal Planar Inverted F Antenna (f-pifa) Mimo 2 X 2 Untuk Handset Aplikasi Gsm, Umts, Lte Dan Wifi Rendy Anugerah; Levy Olivia Nur; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi seluler yang sedang digunakan dan berkembang di Indonesia adalah Wi-Fi (Wireless Fidelity), 3G/UMTS (Universal Mobile Telecommunications System), 3,5G/HSPA (High-Speed Packet Access), dan 4G/LTE (Long Term Evolution). Pada Tugas Akhir ini telah direalisasikan antena Fractal PIFA dengan susunan MIMO 2x2 yang dikombinasikan dengan slot pada ground plane berbentuk strip dengan bahan tembaga dan teknik pencatuan probe koaksial sehingga antena bekerja pada masing-masing frekuensi GSM, UMTS, LTE, dan Wi-Fi. Pada frekuensi 1795 MHz yang dihasilkan nilai VSWR 1,5094 dan nilai gain 4,05dB. Pada frekuensi 1965 MHz yang dihasilkan nilai VSWR 1,6638 dan nilai gain 4.01dB. Pada frekuensi 2185 MHz yang dihasilkan nilai VSWR 1,3825 dan nilai gain 4,17dB. Pada frekuensi 2445 MHz yang dihasilkan nilai VSWR 1,7343 dan nilai gain 4,24dB. Pada frekuensi 5775 MHz yang dihasilkan nilai VSWR 1,4756 dan nilai gain 5,25dB. pola radiasi omnidireksional, polarisasi linier, coefficient correlation terendah < 0.00018342 dan tertinggi < 0.14693, dan diversity gain tertinggi pada nilai 9.9991dB dan terendah pada nilai 9.3885dB. Kata kunci: Fraktal, MIMO, PIFA.
Co-Authors Achmad Ali Muayyadi Aditya Putra Aviantoro Afif Nichi Mulia Agil Setiawan Aidil Fitriadi Aldef Hardzi Fadzlullah Aldino Priyatna Ali Muayyadi Andy Sastrawinata Andzaz Zilfa Millatisilmi Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Arfianto Fahmi Arif Pratama Arif Rahman Harahap Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano As’ad Muhammad Nashrullah Bambang Setia Nugroho Bayu Heri Prabowo Bilqisthi Mulyadi Budi Prasetya Budi Syihabuddin Dharu Arseno Dimas Adhitama Donny Noviandi Fahmi Darmawan Wijayanto Fajar Siddiq Fauzia Kurnia Hadist Ficky Nurli Anova Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hamka Ikhlasul Amal NZ Hanifah Husnul Chotimah Heri Sulistiyo Heroe Wijanto Heroe Wijayanto Imam Ichwani Imam Muaffiq Indri Handayani Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Levy Olivia Nur Lutfi Jamil Setiawan Marsahala Situmorang Mas Sarwoko Suraatmadja Miftahul Ridho Mokhammad Fairizal Rakhman Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Miftakhus Sahid Nuril Fitriyana Pradika Erta Ardanta Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raditya Aprilyan Taviyasa Rafelly Jhon Rahmat Ardiansyah Rahmat Sopian Raja Patar Silitonga Remon Riyanto Rendy Anugerah Reza Pratama Rizky Maulana Putra Romario Johanes Impola Tamba Ryo Wisman Fransiscus Gultom Sitia Gamawati Erta Lestari Sugito Sugito Sumartono Sumartono Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Tengku A Riza Tengku Ahmad Riza Wahyu Yanuar Arifin Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yosefariko Yosefariko Yudha Tarigan Zillya Fatimah Zulfi Zulfi