Claim Missing Document
Check
Articles

Antena Dual Band Microstrip Compact G-shaped Monopole Untuk Aplikasi Wifi 2,4 Dan 5,5 Ghz. Andy Sastrawinata; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena microstrip adalah salah satu perangkat yang mampu mendukung komunikasi nirkabel yang saat ini sedang berkembang pesat. Antena microstrip yang dibutuhkan pada saat ini tidak hanya harus memiliki kehandalan, namun juga diperlukan agar dapat bekerja pada dual frekuensi dalam satu perangkat. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan, simulasi, dan realisasi antena dengan memodifikasi antena monopole berbentuk huruf G yang akan menghasilkan dual frekuensi untuk di aplikasikan pada WLAN. Menurut IEEE 802.11 frekuensi WIFI bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dan 5.5 GHz. Antena Compact G-shaped menggunakan metode modifikasi antenna monopole dengan ukuran yang telah di perhitungkan sehingga menghasilkan patch berbentuk huruf G yang menghasilkan dual frekuensi. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan suatu antenna yang dapat bekerja pada dual frekuensi yaitu di 2.4 GHz dan 5.5 GHz. Antena menggunakan catuan microstrip linefeed dan dilakukan analisis dengan CST Studio Suite dengan target spesifikasi yang diinginkan berupa hasil Return loss < -10db, VSWR <2, bandwidth 150 MHz, gain >3 dBi, pola radiasi unidireksional dan polarisasi elips. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4 dengan permitivitas relatif 4.4 dan ketebalan 1.6 mm. Hasil perancangan yang telah dilakukan menunjukan bahwa Antena yang terealisasi bekerja pada frekuensi tengah 2,4 GHz dan 5,5 GHz yang menghasilkan VSWR 1,451 untuk frekuensi 2.4 GHz dan VSWR 1,243 untuk 5,5 GHz, polarisasi elips, gain 3,578 dB untuk 2.4 GHz dan 5.458 dB untuk 5,5 GHz , pola radiasi unidirectional, return loss -14.785 dB untuk 2,4 GHz dan -19,272 dB untuk 5,5 GHz, dan effective bandwidth 266,4 MHz untuk 2,4 GHz dan 771,8 MHz untuk 5.5 GHz, dan impedansi 39.98 ohm untuk 2.4 GHz dan 49.90 untuk 5.5 GHz. Kata Kunci : antena monopole, WIFI, return loss, pola radiasi, gain antena
Filter Band-pass Hairpin Dengan Defected Ground Structure Untuk Synthetic Aperture Radar 1.27 Ghz Dimas Adhitama; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthetic Aperture Radar yang lebih dikenal dengan SAR adalah suatu teknologi penginderaan jarak jauh (remote sensing) langsung pada permukaan bumi. Agar mendapatkan hasil penginderaan yang baik, maka dibutuhkan sebuah filter. Filter yang dibutuhkan adalah Band-pass filter agar dapat melewatkan frekuensi yang diinginkan dan memotong frekuensi yang tidak diharapkan. Spektrum elektromagnetik yang terbatas dan harus di bagi, digunakan oleh filter untuk membatasi dan memilih sinyal gelombang mikro RF dengan spectral terbatas. Filter memiliki banyak jenis dan salah satunya adalah band pass filter yang meloloskan frekuensi cut off atas dan cut off bawah. Penelitian ini melakukan peningkatan performansi dari filter dengan memodifikasi membetuk Hairpin line dengan penambahan Defected Ground Structure agar dapat memiliki nilai insertion loss mendekati nilai 0 pada frekuensi tengah 1.27 GHz. Bahan yang digunakan dalam filter ini adalah FR-4 Epoxy yang memiliki konstanta dielektrik sebesar 4.3. Hasil pengukuran dari filter yang direalisasikan berada pada frekuensi 1231 MH. Nilai return loss sebesar -17.619 dB dan nilai insertion loss sebesar -5.499 dengan bandwidth filter sebesar 65 MHz. Nilai dari frekuensi stopband bawah filter terletak pada frekuensi 1120 MHz sebesar -22.678 dB, dan nilai frekuensi stopband atas filter 1360 MHz sebesar –49.904 MHz.Kata Kunci: Band Pass Filter DGS Hairpin, Insertion Los, Synthetic Aperture Radar
Bandpass Filter Hairpin Line Dengan Dumbbell Defected Ground Structure Pada Receiver Enodeb Untuk Lte Fdd 1.8 Ghz Muhammad Fadhil Maulana; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan salah satu sistem seluler versi mutakhir saat ini yang bekerja pada band 3 (1800 MHz), yaitu LTE FDD pada 1710-1785 MHz untuk uplink dan 1805-1880 MHz untuk downlink, sesuai rekomendasi 3GPP.Untuk meloloskan sinyal pada frekuensi tersebut diperlukan perangkat bandpass filter. Pada penelitian ini, suatu bandpass filter dirancang, direalisasikan, dan dievaluasi untuk meloloskan frekuensi uplink pada band 3 untuk eNodeB LTE. Filter ini memerlukan slope yang tajam untuk memperkecil terjadinya interferensi pada frekuensi yang berdekatan. Filter dirancang menggunakan metode mikrostrip hairpin line dengan penambahan Dumbbell Defected Ground Structure dan menggunakan respon frekuensi Chebyshev dengan ripple 0.01 dB. Dimensi filter yang dihasilkan adalah sebesar 80.43 mm × 48.34 mm dengan menggunakan jenis substrat Duroid RT-5880 (εr = 2.2) dan mempunyai bandwidth sebesar 75 MHz. Pengukuran filter pada frekuensi tengah (1.7475 GHz) menghasilkan nilai insertion loss sebesar -2.027 dB, return loss sebesar -18.944 dB, VSWR sebesar 1.255, dan impedansi resonator sebesar 57.006 – 5.026j Ω. Kemudian pada frekuensi 1.8 GHz menghasilkan nilai stopband rejection sebesar -9.8994 dB. Kata Kunci: Bandpass filter, hairpin line, Dumbbell Defected Ground Structure, Chebyshev-2, eNodeB LTE
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Fractal-bowtie Frekuensi Dual Band (900 Mhz & 1800 Mhz) Pada Wireless Communication Ishak Garlie Delano Girsang; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan semakin bertumbuhnya kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi, maka teknologi untuk berkomunikasi pun yang dulunya masih menggunakan telepon kabel biasa juga mengalami perkembangan yang begitu pesat juga. Wireless communication merupakan salah satu sistem komunikasi yang paling mampu untuk memenuhi kebutuhan manusia sekarang ini karena wireless communication memungkinkan kita untuk bisa berkomunikasi tanpa harus dibatasi oleh jarak yang ada. Maka, pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip fractal-bowtie yang bekerja pada frekuensi dual band yaitu pada frekuensi 900MHz dan 1800MHz sehingga bisa mendukung untuk komunikasi wireless pada GSM. Pembuatan antena terlebih dahulu dilakukan perhitungan secara matematis lalu disimulasikan di software CST dan setelah di dapat spesifikasi yang tepat maka antena akan dirancang, kemudian setelah antena selesai dirancang akan dilakukan pengukuran secara langsung kepada antena tersebut. Kesimpulannya pada tugas akhir ini didapatkan antena dengan penggunaan substrat FR-4 epoxy yang mampu bekerja di dua frekuensi yaitu 900 MHz dan 1800 MHz . Dengan return loss -10 dB , pola radiasi omnidirectional, dan bandwith yang lebih besar yaitu 40 MHz pada frekuensi 900 MHz dan 100 MHz pada frekuensi 1800 MHz dengan ukuran dimensi antena 6 cm x 10 cm. Kata kunci : Antena mikrostrip,bowtie,fractal,GSM.
Perancangan Dan Implementasi Rectifier Antena Dengan Menggunakan Teknik Voltage Multiplier Untuk Frekuensi Uhf Aditya Putra Aviantoro; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energy harvesting atau pemanenan energi merupakan proses dimana energi berasal dari sumber eksternal seperti surya atau matahari, panas, gelombang radio frekuensi (RF), dan gelombang elektromagnetik lain yang memancarkan sinyal. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk memanen energi adalah berupa rectifier yang diintegrasikan dengan antena. Antena digunakan sebagai penangkap gelombang elektromagnetik dari ruang bebas, sedangkan rectifier atau penyearah gelombang yang digunakan sebagai converter sinyal listrik AC yang telah diterima oleh antena menjadi sinyal listrik DC. Pada Tugas Akhir ini dirancang rangkaian penyearah voltage multiplier yang digunakan untuk mengubah energi RF dengan frekuensi TV UHF yaitu 470-806 MHz dan mengkonversikannya menjadi daya DC, yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi alternatif dari sumber daya yang belum di manfaatkan. Penelitian ini terfokus dalam mendesain, fabrikasi, dan pengukuran rangkaian penyearah sebagai calon yang akan diintegrasikan selanjutnya kedalam sistem Rectenna. Dari hasil pengujian dan pengukuran yang diperoleh menunjukan bahwa rangkaian rectifier dapat mengubah sinyal AC yang diterima pada sumber tersebut menjadi tegangan listrik DC. Pada pengujian rangkaian rectifier, rangkaian mampu mengeluarkan tegangan DC sebesar 0,4 V pada level daya -30 dbm, 0,493 pada level daya -20 dbm, dan 1,2 V pada level daya 0 dbm. Sementara itu data yang diperoleh pada pengukuran tegangan output signal rectifier menggunakan antena jenis Quad yang terbesar mencapai 2,777 V saat diukur dengan jarak 500 m dari relay station. Kata kunci: Energy Harvesting, Rectifier, Voltage multiplier
Antena Mikrostrip E-ganda Dengan Celah T-ganda Untuk Multi-pita 2.4-3.4-5.8 Ghz Hamdan Mubarokah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan antenna mikrostrip sebagai salah satu komponen pendukung komunikasi nirkabel merupakan salah satu solusi dalam pemenuhan desain antenna yang memiliki berbagai keunggulan. Salah satu keunggulannya adalah mikrostrip memiliki patch yang dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Double E-Shaped merupakan salah satu bentuk modifikasi patch untuk antenna mikrostrip dengan beberapa variasi elemen yang membuat antenna ini memungkinkan untuk bekerja pada beberapa frekuensi berbeda. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antenna microstrip modifikasi patch Double E-Shaped yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz, 3.4 GHz, dan 5.8 GHz dalam satu perangkat antena. Perancangan dilakukan dengan menggunakan tambahan slot pada patch antenna serta menggunakan pencatuan microstrip line feed. Lalu dilakukan analisis dengan menggunakan software CST Studio Suite untuk mendapatkan hasil berupa Return Loss < -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz untuk 2.4 GHz dan 3.4 GHz, 125 MHz untuk 5.8 GHz, gain > 3 dBi, pola radiasi unidireksional dan polarisasi jenis linier. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4 epoxy dengan permitivitas relatif 4.4 dan ketebalan 1.6 mm. Hasil pengukuran menghasilkan Return Loss di masing-masing frekuensi kerja sebesar -11.72, -11.792, dan -21.33 dengan nilai VSWR 1.774, 1.683, 1.157. Impedansi yang didapatkan 43.28 ohm, 34.112 ohm, 43.082 ohm. Gain sebesar 3.47 dB, 3.51 dB, dan 3.53 dB, bandwidth 64.2 MHz, 67.52 MHz, dan 100.08 MHz, pola radiasi unidirectional dan polarisasi elips. Kata Kunci : Double E-Shaped, mikrostrip, multiband
Antena Susunan Log Periodik Dipole Cetak Untuk Esm S-band Heri Sulistiyo; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki wilayah yang sangat besar, maka diperlukan suatu sistem yang dapat menjaga kedaulatannya. Electronic Support Measure (ESM) merupakan salah satu bagian dari Electronic Warfare yang memiliki kemampuan untuk melacak posisi suatu perangkat pengirim gelombang elektromagnetik. Untuk mendukung kinerja dari sistem ESM tersebut dibutuhkan antena yang berfungsi sebagai komponen penerima gelombang elektromagnetik sebelum di proses oleh system signal processing. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan perancangan antena susunan log periodik dipole cetak untuk ESM s-band. Pada perancangan antena dilakukan metode optimasi fractal Koch yang dicetak pada PCB dengan Substrate FR4 Eproxy (𝜺𝒓 = 𝟒, 𝟔) yang memiliki tebal Substrate 1,6 mm dan konduktor sebagai bahan patch peradiasi menggunakan copper (𝝈 = 𝟓, 𝟖 𝒙 𝟏𝟎𝟕 ) yang memiliki tebal sebesar 0,035 mm. Dengan menggunakan metode optimasi geometri fraktal Koch antenna yang dirancang mendapatkan dimensi sebesar 62,6542x107,293244 mm. Hasil pengukuran menunjukkan antena yang dirancang memiliki frekuensi bawah 2 GHz yang dengan nilai VSWR sebesar 1,87 serta nilai return loss sebesar -10,34 dB dan frekuensi atas sebesar 4 GHz yang memiliki nilai VSWR sebesar 1,80 serta nilai return loss sebesar -10,87 dB. Serta gain antena sebesar 7.68 dBi, dengan pola radiasi directional yang memiliki mainlobe menuju ke satu sisi antena, serta polarisasi elips dengan nilai |AR| sebesar 6.745 dB. Kata kunci: ESM, log periodik, S-band, Fractal koch
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Diamond Pada Frekuensi 500-3000 Mhz Untuk Aplikasi Radar Penembus Dinding Raditya Aprilyan Taviyasa; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi khususnya teknologi radar memiliki peranan penting di berbagai sarana diantaranya sipil, militer, kesehatan, transportasi dan lain-lain. Salah satu komponen penting dari aplikasi radar penembus dinding adalah antena. Antena radar penembus dinding harus memiliki bandwidth yang sangat lebar (Ultra-Wideband UWB) untuk menghasilkan kemampuan penetrasi dinding yang baik. Pada tugas akhir ini telah dirancang antena mikrostrip menggunakan patch diamond. Proses perancangan patch diamond menggunakan bahan FR-4 Epoxy dengan nilai (ɛr = 4.3 dan h = 1,6 mm). Penggunaan patch diamond memiliki keunggulan seperti perancangan dimensi yang simpel serta mudah untuk mendapatkan bandwidth yang lebar. Hasil simulasi antena mikrostrip patch diamond memiliki bandwidth sebesar 2110 MHz pada rentang 890-3000 MHz. Sedangkan hasil realisasi memiliki bandwidth sebesar 2010 MHz pada rentang 990-3000 MHz. Hasil beberapa parameter antena lainnya pada simulasi dan realisasi memiliki nilai return loss ≤ -10 dB, VSWR ≤ 2, gain ≥ 3dBi, impedansi ± 50 Ω, polarisasi linier dan pola radiasi omnidirectional.Kata kunci : TWR, UWB, antena mikrostrip, patch diamond, FR-4 Epoxy
Perancangan Dan Realisasi Rectenna Mikrostrip Rectangular Patch Array Pada Frekuensi 470 Mhz - 2400 Mhz Sebagai Energi Penggerak Jam Wahyu Yanuar Arifin; Zulfi Zulfi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini dilakukan proses perancangan dan realisasi Rectenna. Antena yang realisasikan adalah antena array mikrostrip. Antena ini ditujukan untuk menyerap gelombang pancar pada rentang frekuensi tertentu pada 470 MHz - 2400 MHz. Frekuensi kerja berdasarkan pengukuran yaitu 900 MHz dan 1800 MHz dengan gain > 3 dBi pada VSWR < 2. Rectifier yang digunakan dalam penelitian ini rectifier yang menggunakan dioda Schottky tipe BAT17 yang rentang kerjanya pada frekuensi UHF (300 MHz - 3000 MHz). Hasil pengukuran menunjukkan nilai tegangan tertinggi dari rangkaian rectenna ini mencapai 1,358 Volt pada jarak 30 cm dari antena horn sebagai pemancar GSM di ruang chamber. Sedangkan pada ruang terbuka, didapatkan tegangan rata-rata 200 mVolt. Rectenna masih belum bisa menggerakkan jam yang memiliki spesifikasi tegangan DC 1,5 Volt. Kata kunci : Rectenna, Rectifier, Antena, Dioda Schottky
Antena Mikrostrip Mimo 4x4 Bowtie 2,4 Ghz Untuk Aplikasi Wifi 802.11n Fauzia Kurnia Hadist; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Local Area Network (WLAN) adalah suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio untuk bertukar informasi sebagai media tansmisi. IEEE 802.11x menjadi standar untuk komunikasi WLAN. IEEE telah merilis standar 802.11n dengan menawarkan peningkatan data rate hingga 500 Mbps, bandwidth selebar 40 MHz, keunggulan reabilitas, serta didukung oleh teknologi MIMO. Teknologi MIMO adalah penggunaan multi antena baik disisi transmitter maupun receiver untuk mengatasi multipath fading. Selain itu penggunaan teknologi MIMO juga memiliki daya tembus penghalang yang baik, serta menjangkau daerah yang lebih luas jika bekerja pada frekuensi 2,4GHz. Tugas akhir ini membahas perancangan dan realisasi antena mikrostrip MIMO Bowtie 4×4 untuk aplikasi teknologi WiFi yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Antena mikrostrip memiliki bentuk yang mudah untuk diimplementasikan di Access Point. Patch Bowtie dipilih agar dapat memberikan bandwidth yang lebar, serta disusun menjasi MIMO agar mengatasi multipath fading. Pada hasil fabrikasi, antena mikrostrip MIMO Bowtie 4×4 ini memiliki hasil fabrikasi dengan nilai VSWR ≤ 1,32 , gain ≥ 2,89 dBi, Return loss ≤ -17,394 dB, nilai mutual coupling ≤ -28,369 dB, serta memiliki polarisasi sirkular dan pola radiasi omnidireksional.Kata Kunci: Antena Mikrostrip Bowtie, MIMO, WIFI
Co-Authors Achmad Ali Muayyadi Aditya Putra Aviantoro Afif Nichi Mulia Agil Setiawan Aidil Fitriadi Aldef Hardzi Fadzlullah Aldino Priyatna Ali Muayyadi Andy Sastrawinata Andzaz Zilfa Millatisilmi Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Arfianto Fahmi Arif Pratama Arif Rahman Harahap Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano As’ad Muhammad Nashrullah Bambang Setia Nugroho Bayu Heri Prabowo Bilqisthi Mulyadi Budi Prasetya Budi Syihabuddin Dharu Arseno Dimas Adhitama Donny Noviandi Fahmi Darmawan Wijayanto Fajar Siddiq Fauzia Kurnia Hadist Ficky Nurli Anova Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hamka Ikhlasul Amal NZ Hanifah Husnul Chotimah Heri Sulistiyo Heroe Wijanto Heroe Wijayanto Imam Ichwani Imam Muaffiq Indri Handayani Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Levy Olivia Nur Lutfi Jamil Setiawan Marsahala Situmorang Mas Sarwoko Suraatmadja Miftahul Ridho Mokhammad Fairizal Rakhman Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Miftakhus Sahid Nuril Fitriyana Pradika Erta Ardanta Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raditya Aprilyan Taviyasa Rafelly Jhon Rahmat Ardiansyah Rahmat Sopian Raja Patar Silitonga Remon Riyanto Rendy Anugerah Reza Pratama Rizky Maulana Putra Romario Johanes Impola Tamba Ryo Wisman Fransiscus Gultom Sitia Gamawati Erta Lestari Sugito Sugito Sumartono Sumartono Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Tengku A Riza Tengku Ahmad Riza Wahyu Yanuar Arifin Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yosefariko Yosefariko Yudha Tarigan Zillya Fatimah Zulfi Zulfi