Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Mimo Bowtie 4x4 Pada Frekuensi 1,8 Ghz Untuk Aplikasi Lte Rafelly Jhon; Achmad Ali Muayyadi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan teknologi telekomunikasi di Indonesia, membuat pemerintah dan operator bekerjasama dalam mewujudkan jaringan LTE yang direalisasikan mulai tahun 2014. Di Indonesia yang umumnya menggunakan teknologi GSM, jaringan LTE juga diimplementasikan pada frekuensi 1,8 GHz. Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas sistem komunikasi LTE digunakan teknologi MIMO. Teknologi MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan sistem komunikasi dengan menggunakan multi antena baik disisi transmitter maupun receiver. Dengan teknologi MIMO, empat antena mikrostrip akan direalisasikan supaya dihasilkan data rate yang lebih tinggi. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip MIMO Bowtie 4x4 untuk aplikasi pada teknologi LTE pada frekuensi 1,88 GHz dengan gain ≥ 3 dBi dan bandwith ≥ 50 MHz. Dari hasil pengukuran, didapatkan bandwidth yang memenuhi syarat VSWR < 1,6. Bandwith ≥ 70 MHz pada semua antena. Gain pada antena pertama 3,62 dBi, pada antena kedua 3,67 dBi, pada antena ketiga 3,60 dBi, dan pada antena keempat 3,50 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan ketika simulasi dan pengukuran adalah bidireksional. Polarisasi yang dihasilkan ketika simulasi dan pengukuran adalah elips. Berdasarkan frekuensi, bandwidth, gain, dan dimensi antena yang dihasilkan, makan antena ini dapat digunakan sebagai antena mini BTS pada teknologi LTE Kata kunci : Antena Mikrostrip Bowtie, MIMO, LTE
Design And Realization Cloverleaf Antenna And Helix Antenna For Fpv (First Person View) Antenna In Quadcopter Agil Setiawan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan gambar video melalui udara memiliki banyak manfaat, misalnya membantu melakukan pemetaan ataupun monitoring pada suatu lokasi. Namun, sering kali pengambilan gambar video dari udara membutuhkan biaya sangat besar karena harus menggunakan jasa seperti penggunaan helikopter. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan wahana seperti quadcopter yang memiliki biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan penggunaan helikopter. Tapi, permasalahannya adalah sering kali kinerja pengambilan gambar video dari quadcopter tidak maksimal dikarenakan jarak yang hanya mencapai kemampuan minimal dari transceiver video. Pada penelitian ini diimplementasikan penggunaan antena cloverleaf yang dipasang pada transmitter video pada quadcopter serta antena helix yang dipasang pada receiver video quadcopter yang berada pada ground station dengan frekuensi 5,8 GHz yang digunakan sebagai alat bantu untuk memaksimalkan pengambilan gambar video dari udara atau yang biasa dikenal dalam istilah dunia aeromodelling yaitu First Person View (FPV). Hasil dari penelitian ini  menunjukkan pola  radiasi dari antena  cloverleaf dan antena  helix dengan mode normal memiliki pola radiasi omnidireksional dengan nilai VSWR pada antena cloverleaf sebesar 1,433 sedangkan nilai VSWR pada antena helix sebesar 1,389. Kemudian dari segi pengukuran jarak didapatkan hasil sejauh 500 m dengan ketinggian 40 m. Dari hasil tersebut, maka antena cloverleaf dan antena helix cocok untuk digunakan pada quadcopter karena selain memiliki bobot yang ringan serta dapat memaksimalkan jarak pengiriman dan penerimaan video. Kata kunci: antena cloverleaf, antena helix, transmitter, receiver, quadcopter, ground station, FPV
Perancangan Dan Realsasi Antena Ultra-wideband 800-2400 Mhz Untuk Aplikasi Kognitif Radio Putra Kurniawan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperluan masyarakat akan komunikasi nirkabel atau wireless belakangan ini semakin meningkat dan sudah seperti kebutuhan utama. Dengan adanya sarana telekomunikasi yang handal dan murah membuat masyarakat menjadi lebih mudah untuk melakukan komunikasi. Karena itu, informasi yang dapat di transmisikan mulai berubah dari komunikasi suara menuju data dan multimedia. Namun ketersediaan spektrum frekuensi berbanding terbalik dengan kebutuhan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi akan sarana telekomunikasi nirkabel, maka bandwidth yang dibutuhkan semakin besar. Tetapi, sebagian besar spektrum frekuensi sudah dialokasikan pengguna tertentu, atau layanan tertentu. Masih jarang tersedianya jenis antena yang mampu mendukung teknologi cognitive radio dikarenakan Bandwidth yang kecil. Dalam tugas akhir ini, dengan menggunakan simulator elektromagnetik, akan dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip UWB dengan coplanar waveguide untuk aplikasi Radio Cognitive yang dapat digunakan pada frekuensi 800-2400 MHz. Hasil dari perancangan dan realisasi antena yang bekerja dari frekuensi 800-2400 MHz dengan pola radiasi omnidirectional; gain ≥ 3dBi ; impedansi input = 50 Ω ; dan VSWR ≤ 2.0. Kata kunci : cognitive radio, antenna microstrip, antennaUWB with coplanar waveguide.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Bentuk E Modifikasi Dengan Elemen Parasit Untuk Radio Altimeter Pada Frekuensi 4.2 – 4.4 Ghz Sitia Gamawati Erta Lestari; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio altimeter adalah sebuah perangkat yang sangat penting dalam dunia penerbangan. Pada umumnya, radio altimeter penerbangan memiliki antena pengirim dan penerima yang terpisah. Antena yang dibutuhkan untuk digunakan pada sistem radio altimeter adalah antena yang mampu menghasilkan pola radiasi unidireksional dengan bandwidth yang lebar. Antena mikrostrip dipilih karena kelebihannya yaitu memiliki masa ringan dan mudah untuk dipabrikasi. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan antena mikrostrip untuk aplikasi radio altimeter. Perancangan dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak CST Studio Suite untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan melalui simulasi. Antena yang dirancang untuk mampu bekerja pada frekuensi 4.3 GHz, dengan return loss < -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz, gain ≥ 9.25 dBi, pola radiasi unidireksional, dan polarisasi linier. Substrat yang digunakan adalah Rogers RT5880 yang memiliki permitivitas relatif (ℰr) sebesar 2.2 dan ketebalan sebesar 1,57 mm. Antena hasil realisasi perancangan pada tugas akhir ini memiliki return loss sebesar -15.121 dB, VSWR sebesar 1.425, bandwidth 185.188 MHz, dan gain sebesar 9.276 dBi. Antena mikrostrip parasitik ini menghasilkan pola radiasi unidireksional dan polarisasi linier vertikal. Kata kunci : radio altimeter, antena mikrostrip, elemen parasit
Perancangan Dan Realisasi Antena Mimo 4x4 Mikrostrip Patch Persegi Panjang 5,2 Ghz Untuk Wifi 802.11N Angga Budiawan Adipurnama; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan transfer data cepat dan dalam jumlah yang banyak pada pengguna Wifi mendorong munculnya teknologi dan standar baru. IEEE telah merilis standar 802.11n, dengan perubahan dari standar sebelumnya adalah datarate lebih tinggi, bandwidth lebih lebar dan mendukung teknologi MIMO. Tantangan dari penggunaan teknik MIMO ini pada terminal pengguna adalah bagaimana mendesain multiple antena yang antarantenanya memiliki nilai mutual coupling kecil namun tidak membuat dimensi antena keseluruhan menjadi terlalu besar. Jurnal ini membahas perancangan antena mikrostrip 4x4 MIMO untuk Wifi yang bekerja di frekuensi 5,180-5,220 GHz. Desain dan simulasi dilakukan pada software CST Studio Suite 2014. Setelah hasil simulasi sesuai spesifikai, kemudian dibuat prototypenya dan dilakukan pengukuran secara langsung. Antena yang direalisasikan memiliki dimensi 49,475 mm x 49,475 mm, dapat bekerja pada frekuensi 5,180-5,220 GHz. Keempat antena memiliki VSWR ≤ 1,5 dan mutual coupling ≤ -20 dB. Bandwidth antena 1 hingga 4 berturut-turut 92 MHz, 96 MHz, 68 MHz, dan 83 MHz. Gain yang dihasilkan antena 1 hingga 4 berturut-turut 3,306 dBi, 3,428 dBi, 3,38 dBi, dan 3,315 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan unidirectional dengan polarisasi elips. Kata kunci : antena MIMO, Wifi, rectangular pacth
Antena Mikrostrip Bentuk-g Monopole Pita-ganda Untuk Lte 1,8 Dan 2,1 Ghz Irfan Ridho Fikri; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu aplikasi antena mikrostrip adalah untuk mendukung sistem komunikasi nirkabel LTE, karena frekuensi operasi sistem tersebut dialokasikan cukup tinggi, sehingga dapat dibuat antena mikrostrip dengan dimensi yang memadai untuk penerapannya Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan, simulasi dan realisasi antena dengan memodifikasi antena monopole berbentuk G yang akan menghasilkan dual frekuensi untuk diaplikasikan pada LTE. Dalam tugas akhir yang berjudul “Antena mikrostrip bentuk-G monopole pita-ganda untuk LTE 1,8 dan 2,1 GHz” perancangan antena menggunakan catuan mikrostrip linefeed dan dilakukan analisis dengan CST Studio Suite dengan spesifikasi return loss ≤ -10 db, VSWR ≤ 2, bandwidth 60 MHz dan 70 MHz, gain ≤ 3 dBi, pola radiasi omnidireksional dan polarisasi linier. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4. Antena yang dihasilkan mempunyai polarisasi linier dengan pola radiasi omnidireksional yang bekerja pada frekuensi 1,8 dan 2,1 GHz. Dengan bandwidth pada frekuensi 1,8 GHz sebesar 121,3 MHz dan pada frekuensi 2,1 GHz sebesar 312,5 GHz. Gain yang dihasilkan pada perancangan antena bentuk G ini pada frekuensi 1,8 GHz adalah sebesar 0,9521 dB sedangkan pada frekuensi 2,1 GHz gain yang dihasilkan sebesar 1,325 dB. Kata kunci: Antena, Mikrostrip, Monopole, Compact G Shape, LTE (Long Term Evolution) Abstract One of the applications the antenna mikrostrip is to support LTE wireless communication system, because the system operation frequency allocated is quite high, so that the antenna can be made mikrostrip with adequate dimensions to its application. This research has been done on the design, simulation and realization of antenna by modifying the antenna-shaped monopole G which will generate a dual frequency for applied on LTE. In the final project, with the title "dual band G-shaped monopole microstrip antenna for LTE 1.8 GHz and 2.1 GHz" antenna design using microstrip supply linefeed and done analysis with CST Studio Suite with specifications return loss ≤ -10 db, VSWR ≤ 2, bandwidth 60 MHz and 70 MHz, gain ≤ 3 dBi, omnidireksional radiatio pattern and linear polarization. The materials used for the substrate is FR-4. The resulting antenna has a linear polarization with omnidireksional radiation pattern that works on a frequency of 1.8 and 2.1 GHz frequency bandwidth. with 1.8 GHz of 121,3 MHz and on the frequency of 2.1 GHz amounted to 312,5 GHz. the resulting Gain on design of antenna shapes the G at the frequency of 1.8 GHz is 0.9521 dB while the 2.1 GHz frequency generated gains of 1.325 dB Keywords: Antenna, Microstrip,Monopole,Compact G Shape, LTE
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Mimo Bowtie Pada Frekuensi 2.3 Ghz Untuk Aplikasi Lte Halomoan Togatorop; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi telekomunikasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi LTE, teknologi ini menawarkan kualitas komunikasi yang lebih baik dari teknologi-teknologi sebelumnya. Salah satu perangkat yang dibutuhkan pada teknologi tersebut adalah antena. Teknik MIMO adalah teknik antena yang dapat memperbaiki kualitas performansi dan kapasitas dari sistem LTE. Sistem ini menggunakan multiantena baik di sisi transmitter maupun di sisi receiver. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan antenna Mikrostrip MIMO Bowtie untuk LTE pada frekuensi tengah 2,3 GHz, pada range frekuensi 2,2647 GHz - 2,3336 GHz dengan pencapaian gain ≥ 2 dBi dan bandwidth mencapai 60 MHz. Dari hasil simulasi dengan menggunakan software CST, didapatkan bandwidth yang sudah memenuhi syarat VSWR ≤ 1,5 dan Gain sekitar 1.02 dBi. Pada hasil pengukuran antena didapatkan hasil VSWR ≤ 1,5 dengan bandwidth 60 MHz pada antena pertama, 60 MHz pada antena kedua, dan Gain sekitar 1,02 dB pada antena pertama, 1,02 dB pada antena kedua. Pola radiasi berbentuk bidireksional didapat ketika simulasi dan pengukuran. Polarisasi yang didapatkan adalah linier. Dari perancangan frekuensi, Bandwidth dan Gain ini, maka antena ini dapat digunakan sebagai Antena indoor pada teknologi LTE. Kata Kunci: Antena, Mikrostrip MIMO Bowtie,LTE,VSWR
Perancangan Dan Realisasi Rectenna Pada Frekuensi Wifi Untuk Elektomagnetic Harvesting ( Panen Gelombang Elektromagnetik ) Sus Sulianti Natalia Aritonang; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi tidak akan dapat dimusnakan oleh siapa pun akan tetapi dapat dirubah bentuknya dalam energi yang satu ke energi yang lainnya.hal ini lah yang menyebabkan manusia mau berusaha untuk dapat mencari energi yang baru agar dapat di gunakan dan memanfaatkan energi yang terbuang atau berhamburan terbuang dengan sia-sia agar menjadi bermanfaat bagi manusia. Getaran pada suatu benda dapat menyimpan potensi energi yang dapat di bangkitkan dan dapat juga digunakan sebagai energi alternatif. Penelitian ini membahas tentang perancangan dan pembuatan rectenna (rectifier antenna) sebagai pengubah daya elektromagnetik menjadi output DC yang bekerja pada frekuensi WIFI. Pemanenan energi ini merupakan salah satu alternatif konversi energi, di mana melalui proses ini dapat menghasilkan daya listrik yang dapat digunakan pada perangkat yang membutuhkan daya yang kecil. Dalam proses perancangan dan pembuatan rectenna ini dilakukan simulasi dengan menggunakan software NI Multisim untuk mengetahui kinerja dan daya yang dihasilkan dari rectifier. Rangkaian rectifier yang digunakan dalam rectenna ini adalah Voltage Doubler tiga stage. Pada rangkaian rectifier ini menggunakan enam buah diode schottky tipe BAT17. Pada tugas akhir ini, nilai VSWR, return loss dan impedansi bergerser pada frekuensi 2,470 GHz – 2,521 GHz. VSWR pada frekuensi 2.47 GHz setelah pengukuran sebesar 1.889, frekuensi 2,492 GHz sebesar 1,453 dan pada frekuensi 2,521 GHz sebesar 1,908 dan hasil gain pada frekuensi 2,4 GHz sebesar 3,32 dBi. Pada pengujian rectenna voltage doubler tiga stage saat pengukuran nilai tegangan pada jarak lima puluh cm meter lebih besar dibandingkan dengan jarak satu meter. Semakin dekat jarak yang ditentukan semakin besar tegangan yang didapatkan dan semakin besar frekuensi yang dittentukan maka semakin kecil tegangan yang didapatkan. Kata kunci : rectenna, rectifier, antenna, panen energi, dioda schottky Abstract Energy will not be destroyed by anyone but can be changed the shape of in one energy to other energy. This is the reason why people want to be looking for a new energy to be used and take advantages of energy is wasted or strew to be useful for people. Vibration of an object can save the potential energy that can be raised up and also can be used as an alternative energy.This research discuss about design and manufacture of rectenna (rectifier antenna) as a modifiers of electromagnetic power become DC Output working on WIFI frequency. Harvesting is one of energy conversy alternative, by this process can generate electrical power can use on device that need a little power. In the process of rectenna design the simulation do by using NI Multisim software to find out the performance and the power results from the rectenna. A series of rectifier that used in this Voltage Doubler 3 stage. In this series of the rectifier using six schottky diode with BAT 17 type. In this final project, the value of VSWR, return loss and impedance move to the frequency of 2,470 GHz – 2,521 GHz. VSWR at frequency 2.47 GHz after the measurement amount to 1889, the frequency of 2,492 amount to 1,453 and on the frequency of 2,521 amount to 1,908. The gain at frequency of 2.4 GHz amount to 3,32 dBi, in testing of rectenna and the series of rectifier voltage doubler 3 stage when the measurement value of the voltage on the rectifier is higher than antenna of rectifier and the closer distance is determine that it is the larger voltage obtained. Kata kunci : rectenna, rectifier, antenna, energy harvesting, dioda schottky
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Sirkular Susunan Linier S-band Untuk Radar Kapal Aidil Fitriadi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indones ia memiliki luas perairan dua kali lipat dari luas kepulauannya. Kayanya s umber daya laut Indones ia membuat kapal-kapal as ing dengan leluas a memas uki wilayah perairan Indones ia. Karena keterbatas an panca indera manus ia, diperlukan teknologi untuk mendeteks i keberadaan kapal -kapal as ing ters ebut. Teknologi ini dinamakan RADAR (Radio Detection and Ranging ). Alat ini dapat mendeteks i keberadaan s uatu objek yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik pada jarak tertentu melebihi indra penglihatan manus ia. Radar ini bekerja pada S -Band, bagus untuk cuaca hujan dan berkabut. Salah s atu komponen penting pada RADAR yaitu antena. Antena berfungs i untuk mengirim dan menerima s inyal. Pada Tugas Akhir ini perancangan dibantu dengan s imulator CST 2014 untuk s imulas i antena mikrostrip dengan bentuk patch s irkular menggunakan teknik pencatuan mikrostrip line yang memiliki 8 elemen yang dibuat s ecara bers us un. Setelah dilakukan perancangan lalu antena direalis as ikan dan diukur. Has il pengukuran parameter-parameter antena menunjukkan bahwa pada frekuens i 3 GHz, memiliki VSWR s ebes ar 1,035 dengan return loss -35,254 dB, impedans i 48,455 Ω - j711,027 mΩ , gain 11.975 dB dan bandwidth 166 MHz pada perpotongan VSWR 1,5 . Kata kunci : Radar, Antena Mikros trip, Sirkular.
Desain Dan Realisasi Mikrostrip Hybrid Coupler 90º Frekuensi 2300 Mhz Time Division Duplex (tdd) Untuk Aplikasi 4g Lte Ryo Wisman Fransiscus Gultom; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan komunikasi bergerak semakin mengalami peningkatan dalam dunia teknologi yang ada saat ini, dan kini telah hadir teknologi terbaru yaitu Long Term Evolution (LTE). Dengan teknik duplex jenis Frequency Division Duplex (FDD), dirancanglah duplexer yang mampu melakukan proses pengiriman dan penerimaan dalam satu waktu dengan frekuensi yang berbeda antara uplink dan downlink. Pada penelitian ini penulis mencoba merancang dan merealisasikan sebuah mikrostrip hybrid coupler 900. Dimana salah satu tujuan jangka panjang dari penelitian ini yaitu penulis bisa memasarkan alat ini kepada para operator seluler. Tugas akhir ini dimulai dengan menghitung dimensi coupler sesuai rumus yang ada. Dimensi hasil perhitungan akan digunakan pada proses simulasi. Modifikasi dimensi coupler digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang optimum dalam simulasi, kemudian dimensi optimum tersebut digunakan dalam proses pabrikasi. Hybrid Coupler yang dirancang menggunakan metode Hybrid Coupler 90º, yaitu Coupler yang memiliki kopling -3 dB serta beda fasa 90º pada keluarannya. Dengan frekuensi resonan berada pada 2300 MHz. Pada tugas akhir ini, secara keseluruhan hasil simulasi dan pengukuran sudah sesuai dengan spesifikasi awal.Semoga ada kelanjutan dari penelitian ini, sehingga ada perkembangan yang lebih baik dari penelitian ini. Kata Kunci : Coupler, Uplink, Downlink dan Hybrid
Co-Authors Achmad Ali Muayyadi Aditya Putra Aviantoro Afif Nichi Mulia Agil Setiawan Aidil Fitriadi Aldef Hardzi Fadzlullah Aldino Priyatna Ali Muayyadi Andy Sastrawinata Andzaz Zilfa Millatisilmi Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Arfianto Fahmi Arif Pratama Arif Rahman Harahap Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano As’ad Muhammad Nashrullah Bambang Setia Nugroho Bayu Heri Prabowo Bilqisthi Mulyadi Budi Prasetya Budi Syihabuddin Dharu Arseno Dimas Adhitama Donny Noviandi Fahmi Darmawan Wijayanto Fajar Siddiq Fauzia Kurnia Hadist Ficky Nurli Anova Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hamka Ikhlasul Amal NZ Hanifah Husnul Chotimah Heri Sulistiyo Heroe Wijanto Heroe Wijayanto Imam Ichwani Imam Muaffiq Indri Handayani Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Levy Olivia Nur Lutfi Jamil Setiawan Marsahala Situmorang Mas Sarwoko Suraatmadja Miftahul Ridho Mokhammad Fairizal Rakhman Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Miftakhus Sahid Nuril Fitriyana Pradika Erta Ardanta Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raditya Aprilyan Taviyasa Rafelly Jhon Rahmat Ardiansyah Rahmat Sopian Raja Patar Silitonga Remon Riyanto Rendy Anugerah Reza Pratama Rizky Maulana Putra Romario Johanes Impola Tamba Ryo Wisman Fransiscus Gultom Sitia Gamawati Erta Lestari Sugito Sugito Sumartono Sumartono Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Tengku A Riza Tengku Ahmad Riza Wahyu Yanuar Arifin Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yosefariko Yosefariko Yudha Tarigan Zillya Fatimah Zulfi Zulfi