Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDIA INFORMASI

OPTIMALISASI FORMULASI BROWN RICE NOODLE DENGAN APLIKASI PROGRAM LINIER Sholichin, Sholichin; Effendi, Muhammad Supli; Ikrawan, Yusep
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.702 KB)

Abstract

Mi merupakan produk yang popular karena disukai dan cara penyajiannya mudah dan cepat, namun bahan baku berupa gandum masih harus impor, sehingga perlu upaya substitusi bahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalkan formulasi Brown Rice Noodle dengan aplikasi program linier. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 5 faktor formulasi yaitu F1 (tepung brown rice 44,9% dan tapioka 0%), F2 (tepung brown rice 42,1% dan tapioka 2,8%), F3 (tepung brown rice 39,3% dan tapioka 5,6%), F4 (tepung brown rice 36,5% dan tapioka 8,4%), dan F5 (tepung brown rice 33,7% dan tapioka 11,2%). Hasil penelitian berdasarkan uji fisik brown rice noodle diketahui bahwa F5 memiliki karakteristik adonan yang paling mudah dibentuk menjadi mi, dan memiliki karakteristik mi kering yang paling baik dari segi bentuk maupun tekstur. Selain itu, F5 memiliki daya serap air tertinggi (138,5%) dan cooking loss(17,3%). Hasil uji organoleptik brown rice noodle secara keseluruhan, produk terbaik adalah F5 (nilai rerata 3,975). Adapun hasil uji kimia brown rice noodle diperoleh bahwa semua formula telah memenuhi standar mutu I mi kering dengan kadar protein minimal 11% dan kadar air maksimal 8%, kecuali F2 memiliki kadar air sedikit lebih tinggi (8,26%).
OPTIMALISASI FORMULASI BROWN RICE NOODLE DENGAN APLIKASI PROGRAM LINIER Sholichin Sholichin; Muhammad Supli Effendi; Yusep Ikrawan
Media Informasi Vol 14, No 2 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v14i2.217

Abstract

Mi merupakan produk yang popular karena disukai dan cara penyajiannya mudah dan cepat, namun bahan baku berupa gandum masih harus impor, sehingga perlu upaya substitusi bahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalkan formulasi Brown Rice Noodle dengan aplikasi program linier. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 5 faktor formulasi yaitu F1 (tepung brown rice 44,9% dan tapioka 0%), F2 (tepung brown rice 42,1% dan tapioka 2,8%), F3 (tepung brown rice 39,3% dan tapioka 5,6%), F4 (tepung brown rice 36,5% dan tapioka 8,4%), dan F5 (tepung brown rice 33,7% dan tapioka 11,2%). Hasil penelitian berdasarkan uji fisik brown rice noodle diketahui bahwa F5 memiliki karakteristik adonan yang paling mudah dibentuk menjadi mi, dan memiliki karakteristik mi kering yang paling baik dari segi bentuk maupun tekstur. Selain itu, F5 memiliki daya serap air tertinggi (138,5%) dan cooking loss(17,3%). Hasil uji organoleptik brown rice noodle secara keseluruhan, produk terbaik adalah F5 (nilai rerata 3,975). Adapun hasil uji kimia brown rice noodle diperoleh bahwa semua formula telah memenuhi standar mutu I mi kering dengan kadar protein minimal 11% dan kadar air maksimal 8%, kecuali F2 memiliki kadar air sedikit lebih tinggi (8,26%).
PERBANDINGAN METODE STUDENT-CENTERED LEARNING DENGAN TEACHER-CENTERED LEARNING DALAM PENDIDIKAN GIZI Sholichin Sholichin; Dewi Vimala
Media Informasi Vol 17, No 2 (2021): Media Informasi Volume 17 No 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i2.609

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis efektifitas pendidikan gizi antara metode Student-Centered Learning (teknik Discovery Learning) dibandingkan metode Teacher-Centered Learning (teknik ceramah dan tanya jawab). Penelitian menggunakan True Experimental Design dengan jenis Control Group Pre-Test and Post-Test. Populasi adalah siswa kelas XI. Subjek ditentukan berdasarkan uji homogenitas hasil pre-test dan dikelompokkan menjadi kelompok perlakuan (29 subjek) dan kelompok kontrol (27 subjek). Kriteria inklusi yaitu subjek mengerjakan pre test, mengikuti pendidikan gizi, dan mengerjakan post-test. Data pengetahuan gizi diperoleh dari hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan gizi memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan skor pengetahuan gizi pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Rerata pengetahuan gizi pre dan post pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan rerata dari 69,11 + 10,54 menjadi 80,3 + 12,75 dan terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,001) berdasarkan uji Paired T-Test. Sedangkan  rerata pengetahuan gizi pre dan post pada kelompok kontrol mengalami peningkatan rerata dari 69,40 + 11,66 menjadi 82,44 + 9,35 dan terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,001) berdasarkan uji Paired T-Test. Namun, peningkatan rerata pengetahuan gizi antara kelompok perlakuan (10,92 + 11,41) dengan kelompok kontrol (13,04 + 11,54) tidak ada perbedaan yang signifikan (p = 0,650) berdasarkan uji Mann-Whitney Test.