Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Konsep Jiwa dalam Islam dan Tantangan Kesehatan Mental Modern: Pendekatan Komparatif Filosofis-Sufistik: The Concept of the Soul in Islam and Modern Mental Health Challenges: A Comparative Philosophical-Sufistic Approach Azwar, Azwar; Muh. Amri; Nurman Said
LITERA: Jurnal Ilmiah Mutidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to comprehensively examine the concept of the soul in Islamic thought through comparative, critical, and analytical approaches. The research focuses on four main objectives: (1) to explain the fundamental concept of the soul based on primary Islamic sources (the Qur’an and Hadith), (2) to compare the perspectives of prominent Islamic thinkers such as Ibn Sina, al-Ghazali, and Ibn ‘Arabi, (3) to analyze the differences between Islamic and Western approaches to understanding the soul, and (4) to offer a critique and propose a reconstruction of the concept of the soul relevant to contemporary contexts. This research employs a qualitative-descriptive method with a library research approach and content analysis techniques of classical and modern works. The findings reveal that the Islamic concept of the soul encompasses integrated spiritual, moral, and psychological dimensions, in contrast to the Western approach, which tends to be secular and materialistic. Furthermore, there are methodological differences among the philosophical, Sufi, and theological approaches in Islam, each offering a unique contribution to the understanding of the soul. The study concludes that reconstructing the Islamic concept of the soul requires integrating classical intellectual traditions with modern-day needs, particularly in addressing spiritual crises and mental health issues. Thus, the Islamic perspective on the soul offers a holistic alternative for character development and spiritual formation in human life.
The Significance of al-Ghazālī and His Works for Indonesian Muslims: A Preliminary Study Said, Nurman
Studia Islamika Vol. 3 No. 3 (1996): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v3i3.799

Abstract

Abu Hamid Muhammad al-Ghazali (1058-1111) was a unique figure in the intellectual history of Islam. In this article will be reviewed several factors that made al-Ghazali had a fascination for the Indonesian Islamic community. The author reveals that the appeal of al-Ghazali's thought is its success in integrating the formal religious teachings with internal spiritual appreciation.DOI: 10.15408/sdi.v3i3.799
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM HUMANISTIK DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING DI MTsN 1 BOMBANA Akmal, Agus; Said, Nurman; Mustami, Muhammad Khalifah
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 3 (2018): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i3.6543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis humanistik dengan pendekatan active learning di MTs Negeri 1 Bombana; 2) mengetahui hasil pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis humanistik dengan pendekatan active learning di MTs Negeri 1 Bombana, 3) mengetahui kendala yang dihadap oleh siswa dan guru pada pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis humanistik dengan pendekatan pembelajaran aktif (active learning) di MTs Negeri 1 Bombana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: pendekatan konstruktivisme, pendekatan saintifik, pendekatan realistik, dan pendekatan pedagogis. Adapun sumber data penelitian ini adalah: Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, dewan guru, dan peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu: reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pembelajaran PAI humanistik dengan pendekatan active learning, harus melalui tiga tahapan yakni: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi, beberapa upaya yang yang harus dilakukan yakni melengkapi berbagai buku referensi atau buku penunjang pembelajaran, guru diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan workshop atau pelatihan, paling tidak sesering mungkin bertukar pikiran dengan guru terkait pembelajaran PAI humanistik dengan pendetan active learning. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Pembelajaran PAI humanistik dengan pendekatan active learning, perlu dikembangkan terutama terkait implementasi pola pembelajaran PAI yang humanis; 2) Metode Pembelajaran PAI dengan pendekatan active learning harus lebih variatif agar siswa tidak merasa merima pelajaran dengan metode yang monoton. 3) Hasil pembelajaran PAI humanistik dengan pendekatan active learning, harus terpenuhi tiga ranah pendidikan yakni: ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. 4) Partisipasi orang tua pada kegiatan proses pembelajaran hendaknya sejalan dengan program pembelajaran yang diterapkan di sekolah terutama dalam pembelajaran PAI agar program pembelajaran tercapai sesuai yang diinginkan.
PEMBARUAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD BASIUNI IMRAN (1906-1976 M) Nasrullah, Nasrullah; Sewang, Ahmad M; Syamsudduha, Syamsudduha; Said, Nurman
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.7056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembaruan pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Basiuni Imran tahun 1906 sampai 1976. Tahun 1906 adalah tahun ia mulai mengajar di sekolah Sultaniyah. Tahun 1909 ia melanjutkan pendidikan ke Mesir dengan tujuan al-Azhar. Pada saat itulah ia mengenal pembaruan pemikiran pendidikan Islam Muhammad Rasyid Rida. Tahun 1913 ia pulang ke Sambas dan dilantik menjadi Maharaja Imam. Tahun 1916 menjadi guru di Madrasah al-Sultaniyah. Tahun 1918 ditunjuk menjadi pengawas pada sekolah yang sama. Tahun 1936 mendirikan sekolah Tarbiyatul Islam. Tahun 1963 mendirikan sekolah Kulliyatul Muballighin. Penelitian ini menggunakan metode s}ejarah dengan pendekatan sosiologi, antropologi, prosopografi dan sejarah intelektual. Teori yang digunakan adalah teori pembaruan dan perubahan sosial. Penelitian ini juga menggunakan dua kajian yaitu pustaka dan lapangan. Kajian pustaka untuk melacak pemikiran pembaruan melalui karya-karyanya yang banyak. Sementara kajian lapangan melihat praktek pembaruan yang dilakukan Muhammad Basiuni Imran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 1906 Muhammad Basiuni Imran memotivasi para siswa akan pentingnya pendidikan. Pendidikan bagi Muhammad Basiuni Imran adalah kunci utama untuk meraih kemajuan. Tahun 1916 ketika ia diangkat menjadi guru pada Madrasah al-Sultaniyah, ia berhasil  mengintegrasikan kurikulum agama dan umum secara bertahap dan perlahan dan berlanjut pada sekolah Tarbiyatul Islam tahun 1936. Pada sekolah yang kedua yaitu sekolah Tarbiyatul Islam ia juga berhasil mengenalkan sekaligus menerapkan ko-edukasi dan manajemen sekolah berbasis administrasi. Upaya yang dilakukannya tersebut melawan arus.
HAKIKAT MATERI AKIDAH PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KURIKULUM SEKOLAH DASAR KELAS V Kodina, Elce Yohana; Rama, Bahaking; Getteng, Abd. Rahman; Said, Nurman
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7399

Abstract

Tulisan akan mengelaborasi tentang hakikat materi akidah perspektif Pendidikan Agama Islam dalam kurikulum Sekolah Dasar kelas V. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat library murni. Penelitian ini termasuk dalam kategori qualitative research dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah materi kurikulum Pendidikan Agama Islam, baik berupa tulisan (buku) maupun berupa lainnya (manuskrip, jurnal, makalah dan website) baik yang dikutip secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogis dan psikologis. Data yang telah terkumpul diolah dengan memilah-milah ke dalam suatu konsep tertentu atau kategori dan atau tema tertentu. Kemudian hasil reduksi data di organisir ke dalam suatu bentuk tertentu, diklasifikasi, dirumuskan, dianalisis semuat data yang terkumpul, sehingga terbentuk rumusan konseptual secara utuh dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, agama Nasrani (Kristen) dan Islam memiliki akar kenabian yang sama, yakni bersumber pada nabi Ibra>him. Kedua agama ini disebut sebagai agama Ibrahim. Secara konseptual agama Kristen dan Islam memiliki beberapa perbedaan, namun secara teologis kedua agama ini memiliki ciri khas yang sama yakni agama monotheis dan inti ajarannya mengajarkan kebaikan untuk meraih keselamatan dalam pengertian yang luas. Akidah adalah ajaran agama tentang keyakinan atau kepercayaan kepada Tuhan. Semua agama samawi mengajarkan tentang akidah sebagai dasar dan prinsip ketauhidan, sehingga sejak dini materi akidah diajarkan kepada peserta didik.
ESTABILISHING HARMONY BETWEEN RELIGIONS BY THE RELIGIOUS HARMONY FORUM IN PAPUA THE LAND OF PEACE MAQASID SYARI’AH PERSPECTIVE Amirullah, Amirullah; Salenda, Kasjim; Said, Nurman; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i1.12805

Abstract

This writing tells about the endeavor of FKUB, or the Religious Harmony Forum in the city of Jayapura in estabilishing harmony between religions in Jayapura-Papua The Land of Peace in Maqasid Syari’ah perpective. This is an analytical descriptive research aimed to explain explicitly about the existence of FKUB in estabilishing the religious harmony according to the Maqasid Syari’ah point of view. The result shows that the effort of FKUB in Jayapura led to five points of priority measurement applied to maintain the harmony between religions. Those are as follows: a) preserving religions in Dharuriyyat (basic needs) level in the effort of estabilishing harmony of religious groups through dialogue in one’s group to be persuasive; b) preserving spirit (Hifz) is a basic need (dharuriyyat). Otherwise, people would fail to present seminars, dialogue, and contain people aspirations; c) preserving intelligence (Hifz al-‘Aql) is obviously fundamental to create harmony; d) preserving successors in daruriyyat level. It is also fundamental for better upcominng future; e) educating relgious figure how to maximally maintin prosperity.
STRUCTURAL DAKWAH STRATEGY OF THE LOCAL GOVERNMENT OF SAMBAS POST CONFLICT OF SAMBAS ETHNICITY IN WEST KALIMANTAN Irawan, Deni; Amin, Muliati; Ali, Baharuddin; Said, Nurman
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i1.14312

Abstract

This writing specifically ellaborates the structural dakwah strategy of the Sambas Local Government post conflict. This is a qualitative-based research with sociological and communication approach. The data source of this research comes from the Ministry of Religions, Local Government, Religious Harmony Forum (FKUB), Indonesian Council of Ullemas (MUI) Sambas Regency, Sambas Muslim Forum TQN, religious and public figures in Sambas. Also, people who presumably  can give information related to this topic. All data is collected through observation, interviews, and documentation. Data is analyzed through 4 stages of processess; data reduction, data presentation, data verification and conclusion. Fact-check process is using triangulation, reference books, and applying member check. The result of this research shows that the structural dakwah strategy, in which the local government FKUB, and MUI are in charge of, is performing the strategy throughout several religious prorgram. It is aligned with the regent of Sambas vision that has been determined in RPJMD 2016-2021 (the government masterplan). For example,  building the life quality of religious community, providing hajj service facilites, providing religious consultancy, empowering houses of Quran in the districts, conducting preach during Ramadan, reciting on Magrib (dusk time), and visiting people’s house programme. There are also another program such as young preachers recruitment, non-civil servant consultant, and empowering people and religious teachers to preserve the community post conflict in the places where the social religious problems threaten the community.
SOCIAL RELATIONSHIPS IN CONGREGATIONAL PRAYERS TOWARD SOCIAL LIFE IN MAKASSAR CITY DURING COVID-19 PANDEMIC Sumardin, Andi; Sultan, Lomba; Said, Nurman; Ridwan, M Saleh
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.23984

Abstract

This paper elaborates the social relationships in congregational prayers toward the social life in Makassar City during Covid 19 pandemic. The study used qualitative method and took place in Makassar City, South Sulawesi Province. The researchers applied phenomenological, normative, and anthropological approaches and used in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation for data collection. The research instrument was interview guide and observation guide. After the data was collected, it was analyzed through three stages; data reduction, data presentation, and data verification/ conclusions drawing. The data triangulation involved credibility, dependability, confirmability, and transparency criteria. The results show that the role of congregational prayers on social problems in Makassar city during the Covid-19 pandemic is to educate the public directly to face the pandemic, encourage more self-reflection in interpreting the pandemic, and take wisdom from the situation.