Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Bestari

OTONOMI DAERAH SEBAGAI WUJUD DEMOKRASI DAN UPAYA MENCEGAH DISINTEGRASI BANGSA Saiman, Saiman
Jurnal Bestari No 27 (1998)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3418.534 KB)

Abstract

Dalam upaya mencegah terjadinya disintegrasi bangsa, kiranya sudah saatnya pemerintah pusat melaksanakan perluasan otonomi daerah dengan sebenar-benarnya tanpa alasan apa pun. Pemerintah daerah dengan sendirinya diberi kebebasan untuk menentukan kebijakan dan melaksanakan pembangunan daerah tanpa adanya rasa curiga dan khawatir terhadap pemerintah daerah.
TANTANGAN BUDAYA NASIONAL DI ERA GLOBALISASI Saiman, Saiman
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.48 KB)

Abstract

<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-no-proof:yes;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Cultures are potential element which is able to support national strength in a nation. Thus, they have to be managed so that they will give maximal benefits for both the people and the state. In this globalization era, state must anticipate the world actions especially on increasing science and technology. Furthermore, sometimes globalization brings negative impact. Thus, a nation should preserve its own culture. Moreover, internet is one of science and technology product which is its usage can badly affect the youth. It is because they are still hunger of information, trying to search their lives meaning and identities. Besides, they are also still going after aspirations for their future. Therefore, both the state and local government joining with another various level of institutions should protect national cultures in order not to be claimed by another country.
NEO-SOSIALISME: ANTARA IDEOLOGI DAN REALITA MASYARAKAT SOSIAL Saiman, Saiman
Jurnal Bestari No 30 (2000)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2327.532 KB)

Abstract

Sosialisme berkembang menjadi dua varian; yang pertama, sosialisme Radikal memandang perubahan sosial hanya dapat dicapai melalui revolusi, sementara sosialisme Demokratis memandang  bahwa perubahan sosial dapat dilakukan melalui reformasi sosial, dimana parlemen merupakan alat perjuangan kebijakan publik untuk memperjuangkan kesejahteraan sosial masyarakat, tetapi varian yang kedua pun masih banyak hal yang perlu dikerjakan sebelum tujuan-tujuan mendasar dari sosialisme menjadi kenyataan. Oleh karena itu negara-negara dunia ketiga berupaya memperbaiki permasalahan ketimpangan ekonomi melalui perbaikan pada sistem kekuasaan dan pemerintahan negara dengan bercermin pada perjalanan negara-negara maju yang lebih dulu mengadopsi ideologi kapitalisme/liberalisme, sosialisme radikal ataupun sosialisme demokratis.