Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan) Mahdayeni Mahdayeni; Muhammad Roihan Alhaddad; Ahmad Syukri Saleh
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v7i2.1125

Abstract

Keragaman dalam masyarakat majemuk merupakan sesuatu yang alami yang harus dipandang sebagai suatu fitrah. Hal tersebut dapat dianalogikan seperti halnya jari tangan manusia yang terdiri atas lima jari yang berbeda, akan tetapi kesemuanya memiliki fungsi dan maksud tersendiri, sehingga jika semuanya disatukan akan mampu mengerjakan tugas seberat apapun. Untuk menyadari hal tersebut, Bhinneka Tunggal Ika memiliki peran yang sangat penting. Pengembangan multikulturalisme mutlak harus dibentuk dan ditanamkan dalam suatu kehidupan masyarakat yang majemuk. Jika hal tersebut tidak ditanamkan dalam suatu masyarakat yang majemuk, agar kemajemukan tidak membawa pada perpecahan dan konflik. Indonesia sebagai bangsa yang multikultural harus mengembangkan wawasan multikultural tersebut dalam semua tatanan kehidupan yang bernafaskan nilai- nilaikebhinekaan. Membangun masyarakat multikultur Indonesia harus diawali dengan keyakinan bahwa dengan bersatu kita memiliki kekuatan yang lebih besar.
PENEMPATAN PEGAWAI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS Alhaddad, Muhammad Roihan; Saleh, Ahmad Syukri; US, Kasful Anwar
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1447

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pentingnya menempatkan pegawai pada sebuah lembaga pendidikan, secara jelas tujuan penempatan SDM ini adalah untuk menempatkan orang yang tepat dan jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga sumber daya manusia yang ada menjadi produktif. Penempatan yang tepat merupakan cara untuk mengoptimalkan kemampuan, keterampilan menuju prestasi kerja yang baik bagi pekerja itu sendiri. Sehingga dalam posisi jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang di harapkan. Kriteria-Kriteria yang harus dipenuhi dalam Penempatan pegawai dalam pelaksanaannya antara lain: pengetahuan, kemampuan dan sikap. Sedangkan Penempatan pegawai menurut ayat al-Qur’an dan Hadits meliputi: pengetahuan, kemampuan/ keahlian, tidak meminta jabatan (Hadits), kuat, satu kalangan/golongan, etos kerja tinggi, dan amanah.
Provisions Before Marriage to Make Indonesian Urban Muslim Families More Resilient: A al-Maslahah al-Mursalah Perspective Jalili, Ahmad; Saleh, Ahmad Syukri; Ramlah
Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Vol 10 No 2 (2023): Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan
Publisher : Hukum Keluarga Islam IAIN LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qadha.v10i2.6675

Abstract

The implementation of premarital provision has been regulated in Director General of Islamic Community Guidance Regulation No. DJ.II/542 of 2013. This study discusses the effectiveness of premarital provision as a family resilience effort based on the concept of al-maṣlaḥah al-mursalah, especially at the KUA of the Kepulauan Riau Province. This study uses qualitative research methods in the form of field research. The approach used is empirical and juridical. The sources of data in this study are divided into two categories, namely primary and secondary. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The results of this study show that the premarital training that took place at the KUA in the Kepulauan Riau Province has not been effective as an effort for family resilience. Based on al-maṣlaḥah al-mursalah, premarital provision is included in al-maṣlaḥah al-hajiyyah because it is not part of the pillars and conditions of marriage. Premarital training is actually very effective as an effort to maintain family resilience, because with premarital training, it makes perfection for the prospective bride and groom, namely to gain knowledge about marriage for the sake of creating a family sakinah, mawaddah, and warahmah.