Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Effect of Demonstration in Preparing a Nutritious Food Menu on Nutrition Consumption Patterns of Pregnant Women Dewi Sri Sumardilah; Mindo Lupiana; Aprina Aprina
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.006 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.602

Abstract

Stunting in children has started since before birthing due to poor nutritional conditions of the mother during pregnancy. The nutrients that pregnant women need to maintain the health of their fetuses are protein, folic acid, calcium, vitamin A, vitamin D, and iron. The practice of consuming nutritious food is strongly influenced by the level of knowledge and behavior towards food. Lack of knowledge about nutrition can cause pregnant women to be unable to design and arrange nutritious meals that must be consumed. This research design is a quasi-experimental approach with a nonrandomized pretest-posttest control group design approach. The illustrations used are 50 pregnant women and will be divided into one control group and one treatment group. As the independent variable is the practice of compiling a nutritious meal menu, the dependent variable is the pattern of consuming nutrients, and the confounding variable is the age of the pregnant woman, the level of learning of the pregnant woman, the level of family income, and the gestational age. The information analysis used an independent t-test and a dependent t-test. The results of the research show that there is an increase in the average consumption of protein, Fe, folic acid, and zinc after being given treatment in the form of the practice of compiling a nutritious menu for pregnant women. After that, there is a significant comparison between the average nutritional consumption before and after being given leaflets and the practice of compiling menus. Next, there is a significant comparison between the average consumption of protein and zinc between the two groups and there is no significant comparison between the average consumption of Fe and Folic acid in both groups. The advice given is to increase knowledge, behavior, and expertise about nutritious food for pregnant women. So that demonstration procedures or practices need to collaborate with other counselling methods and to increase family income for pregnant women, it is necessary to raise family businesses carried out by pregnant women through the efforts to increase prosperous family income Program.Abstrak: Stunting pada anak telah diawali semenjak saat sebelum kelahiran yang diakibatkan sebab kondisi gizi ibu yang kurang baik sepanjang kehamilan. Zat gizi yang sangat diperlukan ibu hamil buat melindungi kesehatan janinnya merupakan protein, asam folat, kalsium, vit A, vit D, serta zat besi. Konsumsi santapan bergizi sangat dipengaruhi oleh tingkatan pengetahuan serta perilakunya terhadap santapan. Pengetahuan yang kurang tentang gizi dapat menimbulkan ibu hamil tidak sanggup merancang serta menyusun santapan bergizi yang wajib dikonsumsinya. Rancangan riset ini merupakan quasi experiment dengan pendekatan nonrandomized pretest posttest control group design. Ilustrasi yang digunakan berjumlah 50 orang ibu hamil serta hendak dipecah jadi 1 kelompok kontrol serta 1 kelompok perlakuan. Variable independen merupakan praktek menyusun menu santapan bergizi, variable dependen merupakan pola mengkonsumsi zat gizi, serta variable pengganggu merupakan usia ibu hamil, tingkatan pembelajaran ibu hamil, tingkatan pemasukan keluarga, serta umur kehamilan. Analisa informasi memakai uji independen t test serta dependent t test. Hasil riset menampilkan terdapat kenaikan rata- rata mengkonsumsi protein, Fe, asam folat, serta zinc sehabis diberikan perlakuan berbentuk praktek menyusun menu bergizi ibu hamil. Setelah itu terdapat perbandingan yang bermakna antara rata- rata mengkonsumsi gizi saat sebelum dengan setelah diberikan leaflet serta praktek menyusun menu. Berikutnya terdapat perbandingan yang bermakna antara rata- rata mengkonsumsi protein serta zinc antara kedua kelompok serta tidak terdapat perbandingan bermakna antara rata- rata mengkonsumsi Fe serta Asam folat pada kedua kelompok Saran yang diberikan merupakan buat tingkatkan pengetahuan, perilaku, serta keahlian tentang santapan bergizi ibu hamil hingga tata cara demonstrasi ataupun praktek perlu dikolaborasikan dengan tata cara penyuluhan yang lain, serta buat tingkatkan pemasukan keluarga ibu hamil butuh dibesarkan usaha keluarga yang dilakukan oleh ibu hamil lewat program UPPKS (Usaha Kenaikan Pemasukan Keluarga Sejahtera)
Pendampingan Home Care “Pasca Operasi Seksio Caesarea” di Praktik Mandiri Perawat Kota Bandar Lampung Purwati Purwati; Aprina Aprina; Titi Astuti; Anita Anita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27729

Abstract

ABSTRAK Pelayanan Home Care merupakan salah satu bentuk pelayanan keperawatan yang dapat memenuhi kebutuhan ibu pasca operasi seksio caesarea melalui pemberian asuhan secara langsung di rumah. Pengembangan pelayanan tersebut sekaligus menjadi peluang kewirausahaan bagi perawat dalam mengembangkan praktik mandiri yang profesional, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam memberikan pelayanan Home Care pasca operasi seksio caesarea. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan peserta dalam memberikan pelayanan Home Care pasca operasi seksio caesarea serta mengembangkan kemampuan kewirausahaan berbasis praktik mandiri perawat. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan kepada 10 peserta yang meliputi pemberian materi, diskusi, demonstrasi, praktik keterampilan, serta implementasi pelayanan Home Care secara langsung pada pasien pasca operasi seksio caesarea di rumah. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen 30 soal, sedangkan keterampilan dievaluasi melalui praktik dan pendampingan langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai pre-test berada pada rentang 18–27, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 27–30. Seluruh peserta mengalami peningkatan nilai setelah pelatihan dan beberapa peserta mencapai nilai sempurna. Tiga peserta dengan hasil terbaik, yaitu R1, R2, dan R3, memperoleh reward sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian dan partisipasi selama kegiatan. Implementasi pelayanan secara langsung menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan keterampilan pelayanan Home Care pasca operasi seksio caesarea dengan pendampingan. Pelatihan dan kewirausahaan pelayanan Home Care pasca operasi seksio caesarea berbasis praktik mandiri perawat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta memberikan pengalaman praktis dalam mengembangkan pelayanan keperawatan berbasis rumah. Kegiatan ini berpotensi mendukung pengembangan praktik mandiri perawat yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Home Care, Seksio Caesarea, Praktik Mandiri Perawat, Kewirausahaan, Pelatihan.  ABSTRACT Home Care services  are a form of nursing services that can meet the needs of mothers after cesarean section through direct care at home. The development of these services is also an entrepreneurial opportunity for nurses in developing professional independent practices, so it is necessary to increase the knowledge and skills of nurses in providing Home Care services  after cesarean section. This activity aims to improve the knowledge, skills, and readiness of participants in providing Home Care services after cesarean section as well as developing entrepreneurial skills based on nurses' independent practices. Research The activity was carried out through training and mentoring to 10 participants which included providing materials, discussions, demonstrations, skill practices, and the implementation of Home Care services  directly to patients after cesarean section surgery at home. Knowledge evaluation was carried out using pre-test and post-test with a 30-question instrument, while skills were evaluated through practice and direct mentoring. The results of the evaluation showed an increase in the participants' knowledge after participating in the training. The pre-test score  was in the range of 18–27, while the post-test score  increased to 27–30. All participants experienced an increase in scores after the training and some participants achieved perfect scores. The three participants with the best results, namely R1, R2, and R3, received rewards as a form of appreciation for their achievements and participation during the activity. The implementation of direct services showed that participants were able to apply Home Care service skills  after cesarean section with assistance. Conclusion: Training and entrepreneurship of postoperative home care services based on  nurses' independent practice can improve participants' knowledge and skills and provide practical experience in developing home-based nursing services. This activity has the potential to support the development of professional, innovative, and sustainable nursing independent practices. Keywords: Home Care, Caesarean Section, Nurse Independent Practice, Entrepreneurship, Training.