Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERBEDAAN PENGETAHUAN PERAWAT DAN BIDAN TENTANG KEGAWATAN NAFAS DAN TINDAKAN RESUSITASI PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Siti Asfuriyah; Amin Samiasih; Dera Alfiyanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.786 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan ibu dan bayi merupakan masalah nasional yang perlu mendapat prioritas utama karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada generasi mendatang. Pengetahuan perawat tentang resusitasi merupakan modal yang sangat penting untuk pelaksanaan tindakan resusitasi pada situasi kritis.Tujuan peneltian ini untuk perbedaan  pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal.Metode Penelitian: jenis penelitian deskriptif, desain deskriptif kuantitatif untuk menerangkan atau menggambarkan perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus. Proses penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 1-30 April 2014 di Rumah Sakit Islam Kendal dengan metode Purposivesampling dengan jumlah sampel 40 (20 responden kelompok perawat, dan 20 responden kelompok bidan). Hasil: Hasil peneltian menunjukkan sebagian besar responden perawat jenis kelamin perempuan (90,0%), pendidikan D3 keperawatan (90,0%), lama kerja 1-5 tahun (85,0%) dan seminar yang pernah diikuti perawat adalah tidak pernah (75,0%). Responden bidan seluruhnya perempuan (100,0%), pendidikan D3 kebidanan (100,0%), lama kerja 1-5 tahun(50,0%) dan 70% perawat tidak pernah mengikuti seminar. Ada perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal yaitu pengetahuan perawat tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah baik (55,0%), dan pengetahuan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah cukup (65,0%). Saran: Berdasarkan hasil tersebut perlu ditingkatkannya pengembangan pendidikan keperawatan dalam bidang materi pembelajaran tentang resusitasi pada neonatus yang mengalami gagal nafas.
PENINGKATAN KINERJA SUB RECIPIENT TB AISYIYAH MELALUI MANAJEMEN GAYA KEPEMIMPINAN DAN ETOS KERJA Tri hartiti; Amin Samiasih
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.451 KB)

Abstract

Manajemen dan Kepemimpinan yang baik diharapkan akan meningkatkan kinerja pegawaiseperti yang diharapkan. Faktor Manajemen kepemimpinan merupakan peran yang sangatpenting dalam memainkan keseluruhan upaya meningkatkan kinerja. Manajemen TB CareAisyiyah telah berhasil meraih Rating yang tertinggi A-1 yang dicapai pada tahun 2012, ratingtersebut diperoleh karena adanya ketepatan pelaporan kegiatan, ketepatan penyerapan anggaranper kuartal, dan pencapaian suspek TB. Hasil kinerja organisasi dan adanya etos kerjaditunjukkan dengan jumlah kader aktif, jumlah cakupan Suspek, perluasan wilayah kerja sertaangka kesembuhan dari pasien yang berobat yang melebihi target ngka kesembuhan di JawaTengah. Metode penelitian ini adalah mixed method dengan  desain kualitatif dan kuantitatif.Sampel yang digunakan sebanyak 103 orang  kader dengan teknik pengambilan concecutivesampling dan 18  orang  tim pengelola SR yang ada di wilayah Semarang, Demak, Kendal,Tegal, maupun Kebumen. Tim pengelola TB Care Aisyiyah jawa Tengah menerapkan fungsi manajemen yang paling baik adalah perencanaan, dan evaluasi, kurang dirasakan pada fungsipengorganisasian dan penggerakan. Gaya kepemimpinan yang dominant diterapkan olehpengelola program menurut responden terbanyak adalah gaya kepemimpinan task oriented32%,birokratik 24,3%,nurturant 24,3%, partisipatif 19,4%, etos kerja yang diterapkan olehpengelola program baik sebesar 69,9%, cukup 30,1% Kinerja yang telah diterapkan baik sebesar52,4%, dan cukup 47,6% hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerjanya didapatkanp= 0,126, hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja dengan p=0,333, hubungan antara etoskerja dengan kinerja dengan p= 0,001.fungsi manajemen sudah dilaksanakan meskipun tidakkeseluruhan baik, Gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan oleh pengelola programterbanyak adalah task oriented, etos kerjanya baik, kinerjanya baik. Ada hubungan antara etoskerja dengan kinerja, tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan etos kerja,dan tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja Kata kunci: Manajemen, , Etos, Kinerja,
Nurse’s Perspective in the Implementation of Family Centered Care in PICU NICU Mariyam, Mariyam; Utami, Minarti Dyan; Samiasih, Amin; Alfiyanti, Dera; Hidayati, Eni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.296 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1414

Abstract

Implementation of Family Centered Care (FCC)  in pediatric critical care has many obstacles and challenges, so the role of nurses as facilitators and enforcers of rules is difficult in implementing FCC. The purpose of this study was to determine the perspective of nurses in the application of FCC in the NICU PICU . The study was conducted in January-February 2022 in PICU NICU at Dr Kariadi Hospital Semarang with a quantitative descriptive design method and a consecutive sampling technique of 52 samples. The results showed that the nurse's perspective in the implementation of FCC in NICU PICU was 90.4% good. The element of sharing information with parents is 100% good, the element of hearing a parental voice is good 98%, the element of making decisions with parents is good 96%, the element of individual communication is good 94%, and the element of negotiating roles is good 63%. FCC in critical care children prioritizes partnerships between parents and health workers, where the role of parents can be negotiated in the implementation of FCC according to the clinical condition of the child and the characteristics of the parents. Nurses are expected to improve skills during resuscitation so that the implementation of FCC in the role negotiation elements can be carried out properly. Abstrak: Implementasi Family Centered  Care (FCC) dalam keperawatan kritis anak mempunyai banyak hambatan dan tantangan, sehingga peran perawat sebagai fasilitator dan penegak aturan kesulitan dalam pengimplementasian FCC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif perawat dalam penerapan FCC di PICU NICU. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2022 di PICU NICU RSUP Dr Kariadi Semarang dengan metode kuantitatif, desain deskriptif dan teknik consecutive sampling sebanyak 52 sampel. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perspektif perawat dalam penerapan FCC di PICU NICU adalah baik 90,4 %.  Elemen berbagi informasi dengan orang tua baik 100%, elemen mendengar keluhan dan menjawab pertanyaan orang tua baik 98%, elemen membuat keputusan dengan orang tua baik 96%, elemen komunikasi individual baik 94%, dan elemen negosiasi peran baik 63%. Family Centered  Care (FCC) dalam keperawatan anak  kritis mengedepankan kemitraan antara orang tua dan petugas kesehatan,  dimana peran orang tua dapat dinegosiasikan dalam pengimplementasian FCC sesuai dengan kondisi klinis anak dan karakteristik orang tua. Perawat diharapkan dapat meningkatkan keterampilan saat tindakan resusitasi sehingga pengimplementasian FCC pada elemen negosiasi peran dapat terlaksana dengan baik.
Pengaruh Terapi Afirmasi Positif Terhadap Quality Of Life Pasien Harga Diri Rendah Pada Skizofrenia Di Rsjd Dr. Arif Zainudin Surakarta Noviana Ayu Ardika; M. Fatkhul Mubin; Sri Rejeki; Vivi Yosafianti Pohan; Amin Samiasih
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang banyak terdapat dimasyarakat. Pasienskizofrenia memiliki konsep diri yang masih rendah, kualitas hidup dan tingkat stigma yang tinggidibandingkan dengan penyakit kronis yang lainnya. Tindakan terapi generalis dan terapi spesialismerupakan tindakan asuhan keperawatan yang dapat diberikan pada pasien dengan diagnose hargadiri rendah kronis pada skizofrenia. Salah satu terapi generalis yang akan digunakan adalah terapiafirmasi positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi afirmasi positifterhadap quality of life pada pasien harga diri rendah. Metode : Peneltian ini menggunakan QuasiExperimental Design dengan pendekatan Pretest-Posttest with Control Group. Penelitian ini dalampengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Jumlah populasi didapatkan 151dengan perhitungan rumus slovin didapatkan jumlah sampel 66 responden. Responden dibagimenjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil : Menunjukanbahwa kedua kelompok memiliki nilai sig (2-tailed) lebih kecil dari alpha (p) yaitu didapatkan hasilkelompok intervensi memiliki nilai p = 0.004 < 0,05 dan kelompok kontrol memiliki nilai p = 0,010 <0,05, artinya ada perubahan yang signifikan pada kualitas hidup pasien harga diri rendah sebelum(Pre Test) dan sesudah (Post Test) diberikan terapi baik pada kelompok intervensi yang diberikanterapi afirmasi positif maupun kelompok kontrol yang diberikan terapi SP (Standar Pelaksanaan)harga diri rendah. Kesimpulan : Peningkatan kualitas hidup pasien harga diri rendah padaskizofrenia yang diberikan terapi afirmasi positif dan yang diberikan SP harga diri rendah, masingmasingmengalamipeningkatandengannilaikoefisiensiyangpositif.Kata kunci : Terapi afirmasi positif, harga diri rendah, quality of life.
Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Dengan Terapi Foot Massage : Studi Kasus Anisatun Niswah; Yunie Armiyati; Amin Samiasih; Chanif Chanif
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi yang tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan berbagai komplikasi, sehingga perlu dilakukan pengendalian tekanan darah. Pengendalian tekanan darah penderita hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi antara lain dengan menggunakan terapi foot massage. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah penderita hipertensi setelah dilakukan foot massage. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proseskeperawatan. Subyek studi kasus adalah penderita hipertensi yang dipilih sesuai kriteria inklusi yaitu subyek yang memiliki hipertensi derajat 1 dan 2 dan mengonsumsi obat antihipertensi yang sama. Instrumen untuk mengukur penurunan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer aneroid, stetoskop dan lembar observasi. Foot massage pada kedua kaki di mulai dari telapak kaki sampai dengan bagian jari – jari kaki dilakukan selama  3 hari berturut-turut pada sore hari jam 14.00 WIB dengan durasi waktu 15 menit tiap sesi. Pemberian foot massage selama 3 hari mampu penurunan tekanan darahsistolik, diastolik dan mean arterial pressure (MAP) pada ketiga subyek studi dengan rerata penurunantekanan darah adalah 23,8 mmHg. Foot massage efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mandiri perawat yang aman dan efektif.   Kata kunci : Hipertensi, tekanan darah, foot massage
Community stigma on the health care providers during COVID-19 Pandemic Yanto, Arief; Faroby, Muhammad Athfal; Hartiti, Tri; Samiasih, Amin
South East Asia Nursing Research Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.3.2.2021.66-72

Abstract

Stigma can be an obstacle in efforts to prevent, treat and treat COVID- 19 patients. Negative stigma can cause psychological problems for health workers during the COVID-19 pandemic. Stigma is often associated with health problems including COVID-19 which is caused by fear and lack of knowledge. This study aims to determine the image of the community's stigma against health workers during the COVID-19 pandemic. This study used a quantitative descriptive research design with a survey approach using a questionnaire filled out via google form. Sampling was done through convenience sampling. The sample of this study was 138 respondents who met the inclusion criteria. Most of the respondents did not give stigma labelling 82.6%, did not give stigma stereotype 81.9%, did not give stigma separation 89.9% and did not give stigma discrimination 77.5% to health workers. The results showed that the community did not give stigma of labelling, stereotype, separation and discrimination to health workers during the COVID-19 pandemic. It is hoped that this research can be used as input to prevent the emergence of a negative stigma against health workers during a pandemic.
The effectiveness of garlic, black turmeric, and red betel vine solutions to maintain scalp hygiene (pediculicide efficacy test toward head lice) Samiasih, Amin; Dianingsih, Ayu; Ferdisa, Richa Jannet; Wati, Fitria; Hartiti, Tri; Ernawati, Ernawati; Yanto, Arief
South East Asia Nursing Research Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.2.4.2020.1-7

Abstract

Head lice (Pediculosis humanus capitis) is a parasite sticking on the scalp and in between the hair. It lives by laying its eggs on some strands of hair and sucking blood from the scalp, which results in itching, inflammation, restless sleep, and concentration degradation. Lice could also lower self-esteem. The infection may also lead to anaemia, which affects the learning pattern and cognitive function of children. However, the use of chemical insecticide may have a harmful effect. Therefore, this research tested three natural ingredients, namely garlic, black turmeric, and red betel vine, as the pediculicide. This research was aimed to find safe, natural ingredients to eliminate head lice while maintaining personal hygiene. It was an experimental research with Randomized Posttest Only Control Grup Design. This research's subject was 28 lice, which were grouped into seven treatments with four lice in each group. The seven treatments included the treatment by spraying garlic, black turmeric, and red betel vine solution. The concentration of those natural ingredients was determined at 8% and 16%. The control group was sprayed by using water. The finding showed the significance of black turmeric (p-value 0.000), garlic (p-value 0.000), and red betel vine (p-value 0.001) as the effective pediculicide. The effective concentration as pediculicide was a 16% solution.
Aplikasi Terapi Musik Lullaby untuk Stabilisasi Hemodinamika pada Bayi Berat Lahir Rendah Abidah, Laili; Alfiyanti, Dera; Samiasih, Amin
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13058

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) berisiko mengalami ketidakstabilan suhu(hipotermi), sindrom aspirasi, ketidakstabilan berat badan, hal ini disebabkan karena adanya ketidakstabilan status hemodinamika yang mempengaruhi sirkulasi keseluruh organ. Terapi nonfarmakologis yang mampu menstabilkan hemodinamik pada BBLR yaitu terapi musik lullaby. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi musik lullaby pada BBLR untuk menstabilkan hemodinamik di Rumah sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menerapkan beberapa jurnal mengenai terapi musik lullaby. Terapi musik lullaby adalah terapi mendengarkan musik pada bayi BBLR yang dapat meningkatkan relaksasi, mengurangi presepsi terhadap nyeri, dan memberikan stimulasi suara yang akan mempengaruhi fugsi fisiologi terutama bila bayi mendapatkan tindakan yang memberikan rasa nyeri, mendengarkan musik lullaby melalui speaker aktif selama 45 menit dengan durasi waktu 3 hari berturut – turut serta frekuensi desibel 60 – 70 dB. Hasil dari terapi musik lullaby didapatkan bahwa hari pertama sampai hari ketiga hemodinamika pada bayi mengalami kestabilan. Hemodinamika heart rate pada bayi 1 mengalami kenaikan yang signifikan.
Studi Kasus Penerapan Teknik Handgrip Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Marsela, Agstri Dwi; Samiasih, Amin
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i2.8099

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal dengan tekanan sistolik140mmHg dan tekanan darah diastolik  90 mmHg. Salah satu gejala yang dapat timbul dalam peningkatan tekanan darah berupa nyeri kepala. Aktivitas fisik latihan pembebanan seperti isometric handgrip dapat berpengaruh terhadap tekanan darah. Studi ini bertujuan menerapkan teknik handgrip exercise untuk penurunan tekanan darah pada asuhan keperawatan pasien hipertensi. Studi kasus ini mengguakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien hipertensi sejumlah 2 paisen yang didapatkan secara incidental. Intervensi yang diberikan berupa evidence based practice teknik handgrip exercise selama ±15 menit. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan sphygmomanometer, yang digunakan untuk mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah  penerapan teknik handgrip exercise. Studi kasus dalam penerapan ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut pada tanggal 17 Mei 2021 dan 12 July 2021 di kota Metro, provinsi Lampung. Pemberian teknik handgrip exercise selama 5 hari pada pasien menunjukan terdapat penurunan tekanan darah dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik pada kedua pasien yaitu 7,5 mmHg dan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik pada kedua pasien adalah 10 mmHg. Penerapan teknik handgrip exercise yang penulis lakukan, memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolic pada pasien hipertensi. Teknik handgrip exercise dapat digunakan sebagai salah satu penatalaksanaan non-farmakologi untuk pasien hipertensi.
Implementasi oral hygiene untuk meningkatkan nafsu makan pasien lansia dengan hematochezia melena di rumah sakit Wijdan, Syarafina Ata; Al Jihad, Much Nurkharistna; Samiasih, Amin; Yanto, Arief
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.16623

Abstract

Melena dan hematochezia merupakan gejala klinis yang disebabkan oleh pendarahan saluran pencernaan. Pendarahan ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti malnutrisi dan anemia. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan lansia pada pasien perdarahan saluran cerna hematochezia melena dengan masalah keperawatan defisit nutrisi, dengan keluhan utama nafsu makan berkurang dan BAB berdarah hitam. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen nutrisi meliputi identifikasi status nutrisi, oral hygiene, dan edukasi diet. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan tiga subjek klien lansia dengan kriteria inklusi pasien dirawat inap yang menderita Melena Hematochezia dengan indeks masa tubuh < 10% dari indeks masa tubuh ideal, skor Mini Nutrional Assesment (MNA) < 17, Hb <13.0 g/dL pasien lansia dengan masalah defisit nutrisi. Intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil studi kasus didapatkan implementasi manajemen nutrisi dengan mengidentifikasi status nutrisi terdapat peningkatan skor MNA dan Hb pada ketiga subjek, melakukan oral hygiene pada ketiga subjek setelah tiga hari tampak bersih area gigi dan mulut. Edukasi diet terdapat peningkatan  porsi makanan  nafsu makan dan pola makan pada ketiga subjek.  Implementasi  manajemen nutrisi dengan masalah keperawatan defisit nutrisi dapat menurunkan tingkat gangguan kebutuhan nutrisi pada lansia