Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penerapan Terapi Masase Kaki Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Lansia Dengan Rheumatoid Arthritis Putri, Indah Leviana; Samiasih, Amin
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.11015

Abstract

Lanjut usia atau lansia merupakan tahap akhir dari proses kehidupan yang disertai dengan berkurangnya kapasitas tubuh untuk bereaksi terhadap tekanan lingkungan. Rheumatoid arthritis atau lebih dikenal dengan rematik merupakan salah satu masalah yang diakibatkan oleh penuaan. Terapi masase kaki dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi nyeri rheumatoid arthritis karena di daerah kaki banyak terdapat saraf-saraf yang terhubung ke organ dalam. Tujuan terapi masase kaki untuk mengurangi tingkat nyeri pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Proses asuhan keperawatan dilakukan dalam pengelolaan klien nyeri sendi, meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tekhnik purposive sampling di wilayah Desa Donorejo, Kabupaten Demak. Subyek studi kasus ini sejumlah 6 orang. Subyek studi kasus dikelola selama 3 hari dengan frekuensi pemberian terapi sebanyak 1 kali sehari selama 20 menit. Penerapan ini menggunakan instrument skala nyeri yaitu Numeric Rating Scale (NRS) dan pengukuran dilakukan pre-post terapi. Hasil studi menunjukkan bahwa ada perubahan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan terapi masase kaki pada 3 subyek studi kasus kelompok intervensi. Simpulan terapi masase kaki dapat menurunkan skala nyeri sendi pada penderita rheumatoid arthritis.
Pengaruh terapi back massage terhadap kualitas tidur anak selama hospitalisasi Linda Kurniawati; Dera Alfiyanti; Amin Samiasih; Maryam
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.51

Abstract

Pendahuluan: Hospitalisasi merupakan suatu kondisi dimana anak diharuskan untuk dirawat di rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Dampak adanya hospitalisasi menjadi lingkungan baru bagi anak. Kualitas tidur merupakan suatu kepuasan tidur seseorang yang memperlihatkan perasaan Lelah, gelisah, lesu, sering menguap dan mengantuk. Tidur ditandai dengan adanya keadaan rileks. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi back massage terhadap kualitas tidur anak selama hospitalisasi. Metode: Quasi Eksperiment dengan pendekatan One Group Pre and Post Test Design. Populasi mencakup seluruh anak yang mengalami gangguan tidur di ruang ayyub 3 Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Sampel yang diambil adalah anak umur 1-3 tahun yang dirawat di ruang ayyub 3 dengan jumlah 36 Responden. Instrumen menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Terdapat 19 item yang dikelompokkan menjadi 7 komponen, Skor total akhir Jika skor ≤ 5 (kualitas tidur yang baik) dan, Jika > 5 kualitas tidur yang buruk. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: ada pengaruh terapi back massage terhadap kualitas tidur anak selama hospitalisasi dengan nilai p value 0.000 (<0,05). Kesimpulan: Terapi back massage dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur anak selama hospitalisasi.
Pengaruh terapi bermain papertoys terhadap perkembangan motorik halus dan kognitif pada tunagrahita Rina Puji Lestari; Dera Alfiyanti; Amin Samiasih; Maryam
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.52

Abstract

Latar Belakang: Papertoys merupakan sebuah pendekatan terapeutik yang melibatkan penggunaan kertas untuk membuat berbagai bentuk objek tiga dimensi, papertoys dapat dimodifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan individu anak, seperti ukuran yang lebih besar untuk anak dengan keterbatasan motorik halus atau desain sederhana untuk anak dengan gangguan kognitif. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi bermain papertoys terhadap perkembangan motorik halus dan kognitif pada tunagrahita. Metode: quasi eksperimental dengan pendekatan one grup pretest posttest design. Pengambilan data dilakukan di SLB Widya Bakti Semarang, sampel berjumlah 42 responden dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dalam penelitian ini menggunakan terapi bermain papertoys. Instrumen berupa kuesioner perkembangan motorik halus dan kognitif dengan analisis data menggunakan wilcoxon test. Hasil: adanya pengaruh terapi bermain papertoys dengan p-value 0,000 (<0,05) maka Ho ditolak bermain intervensi ini efektif untuk memengaruhi perkembangan motorik halus dan kognitif. Kesimpulan: terapi bermain papertoys dapat membantu menstimulsi motorik halus dan kognitif dengan pemberian latihan keterampilan dengan baik dan sebagai salah satu role model pada pendekatan anak tunagrahita.  
Efektivitas pendidikan seks melalui website terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penyimpangan seksual remaja Wiwik Ratnasari; Dera Alfiyanti; Amin Samiasih; Maryam
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.53

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia, edukasi seksual yang efektif dan sesuai masih menjadi isu yang sensitif dan tabu. Akibat kurangnya edukasi seksual yang tepat, remaja dapat terpapar risiko perilaku seksual menyimpang yang dapat berakibat pada masalah kesehatan seksual dan reproduksi. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi seksual dengan media website terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penyimpangan seksual remaja. Metode: Quasy experimental one group pre and post test . Jumlah responden yang digunakan adalah 171 siswa – siswi kelas 1 SMA Islam Sudirman Ambarawa. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Mann Whitney. Hasil: Pada pengetahuan pencegahan penyimpangan seksual sesudah dan sebalum terdapat peningkatan yang signifikan pada responden yang berpengetahuan baik yaitu 5 kali lipat dari 13 orang menjadi 61 orang (35.7%).  Pada perilaku pencegahan penyimpangan seksual tidak terdapat pengaruh dimana 55.6 % responden memiliki perilaku yang sangat baik. Hasil analsis bivariat mann whitney  menunjukan nilai  p value <0.001 pada pengetahuan dan hasil p value 0.729 pada perilaku. Kesimpulan: Pendidikan seks berbasis website memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan tentang upaya pencegahan penyimpangan seksual remaja. Namun, pendidikan seks tidak berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja. Peraturan dan kebijakan sekolah diperlukan untuk mencegah pelecehan seksual melalui pendidikan seksual online.
Bibliometric Analysis Commind Relax Support on Anxiety Among Pre Operative Patients Setiaprabhawa, Farenzi Budi; Pranata, Satriya; Samiasih, Amin
Babali Nursing Research Vol. 4 No. 3 (2023): July
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.43268

Abstract

Background: Intervention in the management of anxiety is an approach that is currently being developed by researchers in various countries. This research needs the latest information and trends for future research topics related to cognitive behavior therapy interventions, mindfulness, relax, and support for anxiety in preoperative patients. Purpose: The purpose of this study was to determine the mapping of network visualization, overlay visualization, and density visualization using the VOSviewer application on the topic of the influence of cognitive behavior therapy, mindfulness, relax, and support (commind relax support) on the anxiety of preoperative patients. Methods: Data analysis used bibliometrics in this study. Search data using the web via http://app.dimensions.ai. Journals or data are limited from 2017-2023, which focus on the fields of health sciences, nursing, clinical sciences, public health, and types of publications are articles. The data is analyzed to become a bibliometric map using VOSviewer. Results: The results of data identification through dimensions.ai contained 24,099 data recorded, by sorting based on the type of article and type of document the results found were 645 articles. The peak of publications on cognitive behavior therapy, mindfulness, relax, and support for preoperative anxiety occurred in 2020 and the lowest was in 2023. Research on cognitive behavior therapy, mindfulness, relax, and support for preoperative anxiety is not only carried out in the health sector , medicine, nursing, and psychology but are found in other fields as well. Conclusion: The topic of preoperative anxiety management interventions is a topic that needs to be further developed in various countries, especially in developing countries. Suggestions for other researchers, choose a topic that is included in low visualization to find research updates.
Pengaruh Psikoedukasi terhadap Ekspresi Emosi Keluarga pada Pasien Skizofrenia dalam Konteks Budaya Bugis Makassar: A Systematic Review Muliani; Mohammad Fatkhul Mubin; Amin Samiasih; Ernawati; Siti Aisah; Nur Anna
Journal of Islamic Nursing Vol 11 No 1 (2026): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v11i1.64625

Abstract

Schizophrenia represents a significant global mental health challenge, with relapse rates ranging from 50% to 92%, wherein high expressed emotion within families has consistently emerged as a robust predictor of relapse across diverse cultural contexts. This systematic review synthesised existing evidence on the effectiveness of family psychoeducation in reducing negative expressed emotion amongst families caring for individuals with schizophrenia, with particular attention to cultural considerations within the Indonesian context and potential relevance to Bugis Makassar cultural values. A systematic literature search was conducted across multiple databases for publications from January 2018 to December 2025, following PRISMA guidelines. Eight quasi experimental studies from Indonesia met inclusion criteria, involving 17 to 40 families per study. All investigations demonstrated consistent positive outcomes, with psychoeducation programmes significantly reducing critical attitudes, emotional tension, caregiver anxiety, and stress levels compared with standard care. Interventions incorporating interactive methods such as group discussions or home visits showed more robust improvements in emotional regulation and family support. However, a critical gap exists regarding empirical research within specific cultural contexts such as Bugis Makassar. Theoretical alignment between psychoeducation principles and Bugis Makassar cultural values of sipakatau, sipakalebbi, and sipakainge suggests considerable promise for culturally adapted interventions. Future research should prioritise rigorous studies examining culturally grounded psychoeducation within Bugis Makassar communities to establish an evidence base for culturally appropriate mental health care delivery.
Hubungan Emotional Eating dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Obesitas di Madrasah Ibtidaiyah   Nashrul Fajar Semarang Putri, Annisa Risqi Amaliya; Samiasih, Amin; Anggraheny, Hema Dewi
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.6897

Abstract

Childhood obesity is a growing health problem and is influenced by various factors, including eating behavior and physical activity. Emotional eating can encourage food consumption in response to emotional conditions, while physical activity plays a role in energy expenditure. This study aims to analyze the relationship between emotional eating and physical activity with obesity in students at Madrasah Ibtidaiyah Nashrul Fajar Semarang. This study used a quantitative method with an observational analytic design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 40 sixth-grade students selected using a purposive sampling technique. Emotional eating data were measured using the Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ), while physical activity was measured using the Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C). The results showed that 55% of respondents were obese, 57.5% showed no tendency to emotional eating, and 47.5% had low physical activity. The Spearman correlation test showed a significant positive relationship between emotional eating and obesity (p=0.018; r=0.371), with a low to moderate strength of the relationship. Meanwhile, physical activity was not significantly associated with obesity (p=0.229; r=-0.195), although it showed a weak negative relationship. Thus, emotional eating is associated with obesity, while physical activity did not show a significant association among the respondents in this study.