Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Metalurgi serbuk magnesium untuk aplikasi scaffold tulang mampu terdegradasi Sulis Dri Handono; Mafruddin Mafruddin; Tri Cahyo Wahyudi; Ardian Prayoga; Ilyas Shodikin; Arif Ardiyansah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 11 No 2 (2022): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v11i2.2368

Abstract

Healing of bones damaged by accidents or other factors can be done by creating artificial bone structures or bone scaffolds that can initiate the growth of bone tissue and help support bones so they can function. The process of making bone scaffold can be done by powder metallurgy sintering process with magnesium material. The purpose of this study was to determine the effect of variations in sintering temperature and compaction pressure in the magnesium powder metallurgical sintering process on the compressive strength and microstructure applied to degradable bone scaffolds. The research method used is experimental method by making and testing powder metallurgical magnesium material. The powder metallurgy process was carried out with various sintering temperatures of 350°C, 400°C and 450°C and variations of compaction pressure, namely 231 MPa, 309 MPa and 386 MPa. The results showed that variations in sintering temperature and compaction pressure affected the compressive strength and microstructure. The sintering temperature of 450°C and compaction pressure of 386 MPa resulted in the lowest pore percentage rate of 15.14% and the highest compressive strength of 80.26 MPa.
Analisis Dinamika Fluida Terhadap Kinerja Turbin Cross-flow Akibat Perubahan Profil Sudu dan Debit Air pada Head Rendah mafruddin mafruddin; Sulis Dri Handono; Dwi Irawan; Adi Cahyono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 15 No 1 (2026): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v15i1.4627

Abstract

Kinerja yang optimal dalam berbagai kondisi kerja menjadikan turbin Cross-flow sebagai pilihan turbin impuls terbaik berdasarkan putaran, torsi dan daya turbin. Dimanika aliran didalam turbin berkaitan dengan kinerja turbin, dinama profil sudu memiliki peran penting dalam pemanfaatan momentum fluida, distribusi aliran dan ekstraksi energi air menjadi energi mekanik turbin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan profil sudu dan debit air terhadap karakter aliran didalam turbin dan dampaknya terhadap kinerja turbin. Penelitian eksperimental dilakukan dengan spesifikasi turbin yaitu diameter dalam runner 100 mm, diameter luar runner 150 mm, tebal nosel 30 mm, jumlah sudu 18 dan jari-jari sudu runner 24.4 mm. Pengujian turbin dilakukan dengan variasi profil sudu dan debit air pada head rendah yaitu 0.82 m. Hasil penelitian disimpulkan bahwa profil sudu dan debit air memiliki dampak yang signifikan terhadap karakter aliran dan kinerja turbin Cross-flow. Profil sudu yang optimal menghasilkan aliran yang terdistribusi seragam, ekstraksi energi yang efektif sehingga meningkatkan kinerja turbin. Debit air yang semakin besar meningkatkan volume dan kecepatan air sehingga memaksimalkan momentum dan meningkatkan kinerja turbin.   Kinerja turbin terbaik diperoleh dengan sudu profil A pada debit air 120 LPM.
Pengujian Eksperimental Keausan Bahan Alumunium, Tembaga dan Baja Karbon Menggunakan Uji Keausan Skala Laboratorium Type Pin On Disc Aswar Aswar; Simon Parekke; Harjuma Harjuma; Bambang Surono; Sulis Dri Handono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14 No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4677

Abstract

Keausan menentukan kinerja dan umur pakai komponen mekanik. Studi ini mengevaluasi ketahanan aus aluminium, tembaga, mild steel, alloy steel, dan stainless steel menggunakan tribometer Pin-on-Disc skala laboratorium pada gesekan kering. Spesimen silinder (Ø10mm×30 mm) diuji pada kecepatan 290 rpm, lintasan 150 m, dengan dua variasi beban yaitu 3,5 N dan 4,0 N. Laju keausan spesifik dihitung dari perubahan massa dan beban, disertai observasi makroskopik pola keausan. Hasil menunjukkan perbedaan nyata antar material: stainless steel terbaik dengan laju keausan terendah 1,1×10⁻5 cm³/N·m dan pola abrasi ringan. Mild steel dan alloy steel menunjukkan stabilitas terhadap peningkatan beban dengan respon keausan rendah, masing-masing 3,9% dan 5,0%. Aluminium memiliki laju keausan tertinggi dan respons hingga 19,9%, dengan indikasi delaminasi serta akumulasi serpih aus. Korelasi antara data kuantitatif dan morfologi permukaan menegaskan bahwa kombinasi kekerasan tinggi, keuletan memadai, dan stabilitas lapisan oksida merupakan penentu utama ketahanan aus.