Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : Edu Geography

Pemanfaatan Fenomena Geologi Kawasan Guci Sebagai Sumber Belajar Outdoor Study Materi Pokok Litosfer Kelas X SMA Negeri 1 Bojong Kabupaten Tegal Tahun 2018/2019 Mahati, Retno Salaras; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v8i1.39325

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran outdoor study dan hasil belajar kognitif, afektif serta psikomotorik siswa dengan memanfaatkan Fenomena Geologi di Kawasan Obyek Wisata Guci sebagai Sumber Belajar dalam Kegiatan Outdoor Study pada Materi Pokok Litosfer Kelas X SMA N 1 Bojong Tahun 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini Kelas X IPS 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes, observasi, angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Uji N-gain dan Deskriptif Persentase (DP). Hasil nilai Kognitif dengan nilai rata-rata posttest 84. Hasil Uji N-gain diperoleh hasil sebesar 0,55% maka dapat dikategorikan peningkatan hasil belajar kognitifnya sedang. Untuk nilai afektif tergolong pada kriteria sangat baik yaitu sebesar 82.65 %. Dan nilai psikomotorik siswa sebesar 83.05 % dengan kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran outdoor study dengan memanfaatkan fenomena geologi kawasan Objek Wisata Guci dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN DI DESA GENTING KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG Wulansari, Ainun Hinggis Nur; Tjahjono, Heri; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are (1) to know the environmental care behavior, and (2) to analyze the influenceof society education level. The variable of this research is level of education and environmental care. Techniqueof collecting data is used questioners. Data analysis technique used descriptive percentage and simple regressionanalysis. There are 3 parts of variable that is to measure the environmental care behavior for the society such asthe using of water, the using of energy and waste management. The society education level was categorized poorthat was level of graduation for elementary school which is 31, 60%. The research result showed that (1) basedon the results of calculations using frequency analysis, the environmental care behavior of the community in thisstudy included the caring criteria with a percentage of 48,98%. (2) there was an influence society education levelfor the environmental care behavior based on spearman rank correlation calculation that is there is a significantrelationship between the level of education on environmental care behavior because the result of the sig. (2-tailed)is 0,000<0,05. Environmental care behavior of society was different because of education level was still low andalso the motivation of society to join socialization and training is given by government and related agencies werelow. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perilaku peduli lingkungan masyarakat, dan (2)menganalisis pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap perilaku peduli lingkungan.Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan dan perilaku peduli lingkungan. Teknikpengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptifpersentase dan analisis regresi sederhana. Terdapat 3 sub variabel untuk mengukur perilaku pedulilingkungan masyarakat, yaitu penggunaan air, penggunaan energi dan pengelolaan sampah. Tingkatpendidikan masyarakat dalam penelitian ini menunjukkan masih tergolong rendah, yaitu denganlulusan tingkat pendidikan sekolah dasar dengan persentase 59,25%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1) berdasarkan hasil perhitungan menggunakan analisis frekuensi, perilaku pedulilingkungan masyarakat dalam penelitian ini termasuk kriteria peduli dengan jumlah persentasesebesar 52,04% (2) pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap perilaku peduli lingkunganberdasarkan perhitungan korelasi rank spearman yaitu terdapat hubungan yang signifikan antaratingkat pendidikan terhadap perilaku peduli lingkungan karena nilai sig. (2-tailed) adalah0,000<0,05. Perilaku peduli lingkungan masyarakat yang berbeda-beda dikarenakan tingkatpendidikan masih rendah serta kurangnya motivasi masyarakat dalam mengikuti sosialisasi maupunpelatihan yang diberikan oleh pemerintah maupun dari instansi yang terkait.
Tingkat Literasi Ekologi Masyarakat Desa Asinan Terhadap Konservasi Kawasan Rawa Pening Werdhiningsih, Chlorella; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 9 No 1 (2021): Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research purposes are :1) determine the level of ecological literacy of the Asinan Village community towards the conservation of the Rawa Pening area. 2) Knowing the efforts made by the Asinan Village community for conservation actions in the Rawa Pening area. The type of research used is a quantitative method, carried out in Asinan Village, Bawen District, Semarang Regency with a total sample of 94 families scattered in each hamlet, Krajan Hamlet, Baan Hamlet, Sumurup Hamlet and Mangkelang Hamlet. Data collection techniques such as,observation, documentation, interviews, tests and questionnaires / questionnaires. The relationship between thelevel of ecological literacy and the conservation efforts of the Asinan Village community was calculated using the Descriptive Percentage (DP) analysis method and the Spearman Rank correlation analysis. The results showedthat the average percentage of the ecological literacy variable was 22.12% with the high category. Meanwhile, the average percentage of the conservation effort variable was 32.77% with the high category. From these twovariables, it can be seen that there is a significant relationship with a significance value of 0.045 <0.05. The direction of the relationship between variables valued at 0.205 is unidirectional. So it can be concluded that there is a significant and unidirectional relationship between ecological literacy and conservation efforts. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui tingkat literasi ekologi masyarakat Desa Asinan terhadapkonservasi kawasan Rawa Pening. 2) Mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat Desa Asinan untuk tindakan konservasi kawasan Rawa Pening. Jenis penelitian yang digunakan adalahkuantitatif, dilaksanakan di Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang dengan total sampel 94 KK yang tersebar disetiap dusun, Dusun Krajan, Dusun Baan, Dusun Sumurup dan Dusun Mangkelang. Teknik pengumpulan data berupa, observasi, dokumentasi, wawancara, tes dan angket/kuesioner. Hubungan antara tingkat literasi ekologi dengan upaya konservasi masyarakat Desa Asinan dihitung dengan menggunakan metode analisis Deskriptif Persentase (DP) dan analisiskorelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukankan untuk rata – rata persentase variabel Literasi ekologi adalah 22,12% dengan kategori tinggi. Sedangkan untuk rata – rata persentase variabel upaya konservasi adalah 32,77% dengan kategori tinggi. Dari dua variabel tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang berarti dengan nilai signifikansi sebesar 0,045 < 0,05. Arah hubungan antar variabel senilai 0,205 bersifat searah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan searah antara literasi ekologi dengan upaya konservasi.
Konservasi Mata Air Gending Melalui Peran Serta Masyarakat dalam Melestaraikan Kearifan Lokal Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Lestari, Nur Puji; Sriyanto, Sriyanto; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 9 No 2 (2021): Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goalof this research was to find out of the determine comunity activitities in springconservation, comunity participation inspring conservation and localwisdom in spring conservation.Design in this research used qualitative research.Technique of collecting data used interviews,observation, and documentation.Analysis of the data used descriptive qualitative. Data validity techniques used were triangulation.Result of this research showed that water springs condition was not affected by season. Comunity activities in conservation effort can be seen from the protection and preservation of springs, water quality managenent and pollution control.Comunity participation in spring water conservation Gending can be seen from comunity participation in the preparation, of monitoring and information delivery, funding plan.Local wisdom of Sukorejo community in Gending spring conservation is manifested in norms and customs, of the padusan tradition, the kungkum tradition, the recommended norms as wellas the prohibitions and community trust in Gending springs.Thislocal wisdom makes the people of Sukorejo appreciate the natural surroundings more so that,they do not dare to damage the environment of the Gending springs.The community realizes that theexistence of clear springs is a tremendous blessing thatmust bemaintained and preserved ao that thecommunity’s water needs can still be fulfilled Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan masyarakat dalam konservasi mata air, peran serta masyarakat dalam konservasi mata air, dan kearifan lokal masyarakat dalam konservasi mata air. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi mata air Gending tidak dipengaruhi oleh musim. Kegiatan masyarakat dalam upaya konservasi terlihat dari kegiatan perlindungan dan pelestarian mata air, pengawetan air, pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran. Peran serta masyarakat dalam konservasi mata air Gending terlihat dari peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana, pendanaan, pengawasan dan penyampaian informasi atau laporan. Kearifan lokal masyarakat Sukorejo dalam konservasi mata air Gending terwujud dalam norma dan adat istiadat yang berupa tradisi padusan, suronan, norma larangan, anjuran dan kepercayaan masyarakat terkait mata air Gending. Kearifan lokal tersebut membuat masyarakat Sukorejo lebih menghargai alam sekitar sehingga tidak berani untuk melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan mata air Gending. Masyarakat menyadari bahwa keberadaan mata air Gending merupakan berkah luar biasa yang harus disyukuri dan dilestarikan supaya kebutuhan air masyarakat tetap bisa terpenuhi.
Analisis Tingkat Kepuasan Wisatawan di Ekowisata Hutan Mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang Lailiiyah, Nur; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 9 No 2 (2021): Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Edu Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research are 1. To know the condition of mangrove forest ecotourism in Desa Pasarbanggi Rembang, 2. To know the level of satisfaction of tourists who visit the ecotourism of mangrove forest in Desa Pasarbanggi Rembang. The method of research is mix method including descriptive analysis and mean arithmetic. The data collection technique of qualitative research is used technical triangulation (observation, interviews, and documentation), while the quantitative used a questionnaire on 100 samples and the sampling technique was used accidental sampling. The analytical method was used descriptive qualitative and calculating the arithmetic mean. The results showed that: 1. The condition of mangrove forest ecotourism in Pasarbanggi based on dimensions (1). Service of staff, (2) tangibles, (3) environmental education, (4) sanitation and hygiene, and (5) natural resources and content are good, but there are still deficiencies, 2.The level of tourist satisfaction in mangrove forest ecotourism is based on 5 dimensions those classified into the quite satisfied category, namely the mean 2.86; 3,1; 3.33; 2.96; and 3.04. Tujuan penelitian ini yaitu 1. Mengetahui kondisi ekowisata hutan mangrove Desa Pasarbanggi Rembang, 2. Mengetahui tingkat kepuasan wisatawan yang berkunjung ke ekowisa hutan mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan yaitu mix method meliputi analisis deskriptif dan mean aritmatika. Teknik pengambilan data penelitian kualitatif yaitu menggunakan triangulasi teknik (observasi, wawancara, dan dokumetasi), sedangkan teknik pengambilan data penelitian kuantitatif yaitu menggunakan kuesioner pada 100 sampel serta teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitataif dan penghitungan mean aritmatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Kondisi ekowisata hutan mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang berdasarkan dimensi (1). Service of staf, (2) tangibles, (3) environmental education, (4) sanitation and hygiene, serta (5) natural resources and content adalah baik, namun masih terdapat kekurangan, 2. Tingkat kepuasan wisatawan di ekowisata hutan mangrove berdasarkan 5 dimensi tersebut terklasifikasikan dalam kategori cukup puas yaitu mean 2,86; 3,1; 3,33; 2,96; dan 3,04.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL DIGITAL PADA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016 Pranoto, Edi; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Suroso, Suroso
Edu Geography Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran berbasis visual digital sebagai media pembelajaran geografi di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IPS kelas XI tahun ajaran 2014/2015 sejumlah 141 siswa. Sampel pada penelitian diambil sebanyak 25% dari jumlah populasi siswa IPS kelas XI tahun ajaran 2014/2015. Variabel penelitian ini adalah efektivitas penggunaan media berbasis visual digital. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu menggunakan metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai skor rata-rata efektivitas penggunaan media visual digital dari keseluruhan sampel sebesar 24,85 yang termasuk dalam kriteria tinggi dari empat kriteria sangat tinggi, tinggi, rendah, sangat rendah yang telah di tetapkan. kesimpulan, Penggunaan media visual digital memiliki kriteria tinggi dan efektiv di gunakan dalam pembelajaran geografi. This study aims to determine the effectiveness of the use of digital visual media based learning as a medium of learning in high school geography ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG. The population in this study were all students of class XI IPS school year 2014/2015 a number of 141 students. Samples taken as many as 25% of the total population of students of class XI IPS academic year 2014/2015. The variables of this study was the effectiveness of the use of visual-based digital media. Data retrieval techniques in use that observation methods. The analysis technique used is the analysis of deskripstif. The results showed that the average score of the effectiveness of the use of digital visual media from the overall sample of 24.85 which was included in the high criteria of the criteria that has been set. In conclusion, the use of digital visual media have high criteria and equally effective in use in teaching geography.
PARTISIPASI PETANI KENTANG DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DATARAN TINGGI DIENG (Studi Kasus di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo) Saputro, Eko Adi; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Sriyanto, Sriyanto
Edu Geography Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pariwisata sebelum pengembangan pariwisata, mengetahui kondisi pariwisata sesudah pengembangan pariwisata dan mengetahui partisipasi petani kentang dalam pengembangan pariwisata. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kentang yang ada di Desa Sembungan dengan jumlah 652 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan perhitungan rumus Solvin dapat diambil sampel dengan jumlah 87 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, studi literatur, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebelum pengembangan pariwisata pengelola wisata terkendala dengan pendanaan serta masih kurangnya dukungan dari masyarakat maupun pemerintah. Setelah pengembangan pariwisata fasilitas tersedia dengan baik, serta mulai ada dukungan dari masyarakat maupun keterlibatan pemerintah maupun swasta. Partisipasi petani kentang dalam pengambilan keputusan pengembangan pariwisata masuk kedalam kriteria sedang dengan skor 64,59%, dalam pelaksanaan masuk kedalam kriteria sedang yaitu 66,14%, kemudian dalam pemantauan dan evaluasi 49,17% masuk kedalam kriteria rendah, dan dalam pemanfaatan masuk kedalam kriteria tinggi dengan skor 81,37%. This research aimed to analyze tourism condition before tourism development, knowing the tourism condition after the development and the participation of potatoe farmers in tourism development. Population in this research was the entire potatoe farmers existed in Sembungan field with total 652 people. Sampling technique used was Purposive Sampling, by using Solvin formula could be taken by 87 people. The data collecting technique used field observation, literary studies, interview, questionnaires, and documentation. The data analysis used was percentage descriptive. The result of this research known that before tourism development, the tourism organizer constraint by funding by funding and the lack of support from people and government. After tourism development the tourism facility was available, moreover support from people and government or private appeared. Potatoe farmers participation was about 64,59%, in implementation included in medium criterion was 66,14%, then in observation and evaluation 49,17% included in low criterion, and the profit included in high criterion was about 81,37%.
Pemanfaatan Laboratorium Alam Geologi Karang Sambung Dalam Kegiatan Outdoor Study Materi Pokok Litosfer Kelas X Sma Negeri 1 Karangsambung Tahun Ajaran 2016/2017 P, Putri Inmas; Arifien, Moch.; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 5 No 3 (2017): Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find : (1) the implementation of learning by utilizing Natural Laboratory Karangsambung in outdoor study activities materials litosphere Class X SMA N 1 Karangsambung period of 2016/2017, and (2) cognitive, affective and psychomotor student learning results by utilizing Natural Laboratory Karangsambung in outdoor study activities materials litosphere Class X SMA N 1 Karangsambung 2016/2017. Method of this research pre-eksperimen post test design. Implementation of learning that includes student activities learning, teacher activity learning, and completeness of learning tools. The results showed that the student activity learning reached 83.9% so that entered the criteria very well. Teacher activity in learning reaches 90.2% so it is included the criteria very well. Meanwhile, for the completeness of the learning tool Syllabus reached 94.4%, Lesson Plant reached 97.4% and 89.7% so that include the criteria very well. Then the results of cognitive learning completeness reached 85%, affective learning reaches 82.9% to well criteria is very good and psychomotor achievement reachs 69.3% to good criteria. It can be concluded that learning by utilizing the Natural Geology Laboratory Karangsambung as a source of learning material Litosphere very positive impact in learning Geography Class X Senior High School 1 State of Karangsambung year 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan Laboratorium Alam Karangsambung dalam kegiatan outdoor study materi pokok litosfer Kelas X SMA N 1 Karangsambung Tahun Ajaran 2016/2017, dan (2) hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa dengan memanfaatan Laboratorium Alam Karangsambung dalam kegiatan outdoor study materi pokok litosfer Kelas X SMA N 1 Karangsambung Tahun Ajaran 2016/2017. Metode dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimen post test design. Pelaksanaan pembelajaran disini yaitu meliputi aktivitas siswa dalam pembelajaran, aktivitas guru dalam pembelajaran, dan kelengkapan perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran mencapai 83,9% sehingga masuk dalam kriteria sangat baik. Aktivitas guru dalam pembelajaran mencapai 90,2% sehingga masuk dalam kriteria sangat baik. Sedangkan, untuk kelengkapan perangkat pembelajaran Silabus mencapai 94,4%, RPP mencapai 97,4% dan 89,7% sehingga masuk dalam kriteria sangat baik. Kemudian hasil belajar kognitif ketuntasan mencapai 85%, hasil belajar afektif mencapai 82,9% sehingga masuk dalam kriteria dangat baik dan hasil belajar psikomotorik mencapai 69,3% masuk dalam kriteria baik. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan Laboratorium Alam Geologi Karangsambung sebagai sumber belajar materi Litosfer sangat memberikan dampak positif dalam pembelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 1 Karangsambung Tahun 2016/2017.
Pendidikan Mitigasi Bencana Tsunami dengan Menggunakan Media Pembelajaran Buku Saku Pada Masyarakat Pesisir Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen Putri, Nurrahim Adhadina Eka; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Sriyanto, Sriyanto
Edu Geography Vol 6 No 1 (2018): Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karanggadung Village is one of the villages located in the southern coastal area of Petanahan Subdistrict which has the potential of tsunami disaster and there are houses that directly adjacent to the sea. Utilization of BNPB pocket book in educational process that involves the community can be used as an alternative learning media that can support the learning process. The objectives of this research are (1) To know the level of community knowledge about tsunami disaster mitigation, (2) to know the community response to the use of BNPB pocket book as a learning media in tsunami disaster mitigation education, and (3) to know the effectiveness of using BNPB pocket book as learning media in community. Research location in Karanggadung Village, Petanahan District with sample of 60 people. Methods of data collection are: observation method, test method, questionnaire method and documentation. The results of this study indicate that the level of community knowledge about tsunami disaster mitigation is 47% (pre disaster), 26% (during disaster), and 29% (post disaster). The response of pocket book usage is 73% and the effectiveness of usage of pocket book media is 0.2231 which fall into low category. It can be concluded that the level of community knowledge about tsunami disaster mitigation is still low and the learning media used in tsunami disaster mitigation education has not been effective in supporting learning. Desa Karanggadung merupakan salah satu desa yang berada di wilayah pesisir selatan Kecamatan Petanahan yang mempunyai potensi bencana tsunami. Pemanfaatan buku saku BNPB dalam proses pendidikan yang melibatkan masyarakat dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang mampu mendukung proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu (1)Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi bencana tsunami, (2)Mengetahui respon masyarakat terhadap penggunaan buku saku BNPB sebagai media pembelajaran dalam pendidikan mitigasi bencana tsunami, dan (3)Mengetahui efektivitas penggunaan buku saku BNPB sebagai media pembelajaran di masyarakat. Lokasi penelitian di Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan dengan sampel masyarakat yang berjumlah 60 orang. Metode pengumpulan data berupa: metode observasi,metode tes, metode angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi bencana tsunami sebesar 47% (pra bencana),26% (saat terjadi bencana), dan 29%(pasca bencana). Respon penggunaan buku saku sebesar 73% dan efektivitas penggunaan media buku saku sebesar 0,2231 yang masuk dalam kategori rendah. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi bencana tsunami masih rendah dan media pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan mitigasi bencana tsunami belum efektif dalam mendukung pembelajaran.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Pendapatan Bersih Orang Tua terhadap Usia Pernikahan di Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Tahun 2018 Sari, Ruhaniah Atma; Sunarko, Sunarko; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 6 No 3 (2018): Vol 6 (3) 2018
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research are (1) to know the influence of education level to child marriage, (2) toknow the influence of net income level of parent to marriage age, (3) to determine the effect ofeducation level, and the level of net income of parents, to the age of marriage in the village MuktiharjoKidul, Pedurungan District, Semarang City.This type of research is a correlation research withdata collection techniques using questionnaires, interviews, and documentation. Data analysistechnique used is multiple regression analysis. The number of respondents as many as 64 people, allmembers of the population in the village muktiharjo kidul in use as respondents. Based on the resultsof research, the last education parents in the village muktiharjo kidul low, and the net income ofparents is also low. While the average age of marriage is a marriage age of less than 18 years is calledchild marriage. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadapusia pernikahan, (2) mengetahui pengaruh tingkat pendapatan bersih orang tua terhadapusia pernikahan, (3) mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatanbersih orang tua, terhadap usia pernikahan di kelurahan Muktiharjo Kidul, KecamatanPedurungan, Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi denganteknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Jumlah respondensebanyak 64 orang, seluruh anggota populasi di kelurahan muktiharjo kidul di gunakansebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian, pendidikan terakhir orang tua di desamuktiharjo kidul rendah, dan pendapatan bersih orang tua juga rendah. Sedangkan rataratausia pernikahan adalah usia pernikahan kurang dari 18 tahun disebut pernikahananak-anak.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abda Abda Achmad Zurohman, Achmad Ahmad Yazidun Nafi, Ahmad Yazidun Aji, Halim Sukma Ananto Aji, Ananto Andi Irwan Benardi, Andi Irwan Andin Irsadi Anik Rahmawati, Anik Apik Budi Santoso Aprianto, Widhi Kurniawan Arifien, Moch Ariyani Indrayati Bintang Wicaksana, Muhammad Guruh Cahyo Budi Utomo Dewi Liesnoor Setyowati Djoko Widodo Dwi Jatmiko, Dwi Eko Adi Saputro Erni Suharini Etty Soesilowati Eva Banowati Fajri, Zulfikar Ardiansyah Fithri, Aulia Syafira Hairumini, Hairumini Handayani, Windari Kurnia Heri Tjahjono Heristama, Andika Rizqy Irnawati, Isnaini Rahmatia Irnawati, Isnaini Rahmatia Juhadi Juhadi Karamina, Sharfina Kusuma, Muhammad Brilliant Cahya Laelia Nurpratiwiningsih, Laelia Lailiiyah, Nur Luh Putu Ratna Sundari Mahati, Retno Salaras Moch. Arifien, Moch. Mochammad Imron Awalludin Mukhlis Iskandar, Mukhlis Natalia Pitricia, Natalia Nayan, Nasir Nora Idiawati Novi Ike Susantl, Novi Ike Nuansa Chandra Lintang, Nuansa Chandra Nur Faidah, Rini Tri Anjani Nur Puji Lestari, Nur Puji P, Putri Inmas P, Putri Inmas Pradika Adi Wijayanto Pramawidya, Leksahawa Pramawidya, Leksahawa Prasetyo, Selamet Dwi Puji Hardati Putri, Nurrahim Adhadina Eka Putri, Nurrahim Adhadina Eka Ratna Dwi Setyowati, Ratna Dwi Rizkyanto, Irfan Rusdarti - Saptono Putro Sari, Ruhaniah Atma Sari, Ruhaniah Atma Satya Budi Nugraha Satyanta Parman Sektyambodo, Bagus Mulia Setyono, Bagus Sidiq , Wahid Akhsin Budi Nur Sinta Selvi Windrianingsih, Sinta Selvi Siska, Sunia Elanda Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyono Sriyono Sunarko Sunarko Suroso Suroso Sutardji Sutardji Suwito Eko Pramono Thriwaty Arsal Tri Marhaeni Pudji Astuti Trida Ridho Fariz Vina Nurul Husna Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wahyu Setyaningsih Wawan Setiawan Werdhiningsih, Chlorella Wiluyana, Ageng Ihsani Winarni, Erin Dian Wulansari, Ainun Hinggis Nur