Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Pendapatan Bersih Orang Tua terhadap Usia Pernikahan di Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Tahun 2018 Sari, Ruhaniah Atma; Sunarko, Sunarko; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 6 No 3 (2018): Vol 6 (3) 2018
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research are (1) to know the influence of education level to child marriage, (2) toknow the influence of net income level of parent to marriage age, (3) to determine the effect ofeducation level, and the level of net income of parents, to the age of marriage in the village MuktiharjoKidul, Pedurungan District, Semarang City.This type of research is a correlation research withdata collection techniques using questionnaires, interviews, and documentation. Data analysistechnique used is multiple regression analysis. The number of respondents as many as 64 people, allmembers of the population in the village muktiharjo kidul in use as respondents. Based on the resultsof research, the last education parents in the village muktiharjo kidul low, and the net income ofparents is also low. While the average age of marriage is a marriage age of less than 18 years is calledchild marriage. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadapusia pernikahan, (2) mengetahui pengaruh tingkat pendapatan bersih orang tua terhadapusia pernikahan, (3) mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatanbersih orang tua, terhadap usia pernikahan di kelurahan Muktiharjo Kidul, KecamatanPedurungan, Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi denganteknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Jumlah respondensebanyak 64 orang, seluruh anggota populasi di kelurahan muktiharjo kidul di gunakansebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian, pendidikan terakhir orang tua di desamuktiharjo kidul rendah, dan pendapatan bersih orang tua juga rendah. Sedangkan rataratausia pernikahan adalah usia pernikahan kurang dari 18 tahun disebut pernikahananak-anak.
Efektivas Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBl) dengan Problem Based Learning (PBL) pada Materi Interpretasi Citra Irnawati, Isnaini Rahmatia; Sanjoto, Tjaturahono Budi; Sriyono, Sriyono
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30133

Abstract

Geography in Senior High School 1 Temanggung using lecture learning models affect to not optimal student learning outcomes esspecially to the applied matter like images interpretation. This research aims to (1) Determine the implementation of Project Based Learning and Problem Based Learning on the images interpretation matter, (2) Determine the difference efectivity of Project Based Learning and Problem Based Learning, (3) Determine classical completeness of student learning outcomes. This research used Purposive Sampling techique then determine of 64 student of X social class 2 and X social class 3 Temanggung Senior High School 1 to be sample. This research used descriptive percentage and independent sample t-test method. This research shows (1) Both of learning models implementation are suitable to the learning plan that made before, (2) Project Based Learning is more effective than Problem Based Learning according to effectiveness learning indicator , (3) Classical completeness only can reached by class that using Project Based Learning (84%), and can’t reached by class that using Problem Based Learning (78%). Pembelajaran geografi di SMA Negeri 1 Temanggung menggunakan model pembelajaran ceramah sehingga berpengaruh pada hasil belajar peserta didik yang kurang optimal terutama pada materi yang bersifat terapan seperti materi interpretasi citra. Tujuan penelitian (1) Mengetahui implementasi model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning pada materi interpretasi citra (2) Mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning (3) Mengetahui ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling sehingga ditentukan sampel sejumlah 64 siswa kelas X IPS 2 dan X IPS 3 SMA N 1 Temanggung. Metode penelitian menggunakan deskriptif persentase dan analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukan (1) Implementasi model pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat sebelumnya, (2) Model Project Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan Problem Based Learning berdasarkan indikator efektivitas pembelajaran, (3) Ketuntasan Klasikal dapat dicapai oleh kelas dengan model Project Based Learning (84%), namun tidak dapat dicapai oleh kelas yang menggunakan model Problem Based Learning (78%).
Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Persepsi Masyarakat Mengenai Pembangunan Kawasan Industri Candi Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang Pramawidya, Leksahawa; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30147

Abstract

This destination research examines the level of education for community funders of the Kawasan Industri Candi (KIC) in Bambankerep Sub-District, Ngaliyan District, Semarang City. In the Buffering concept , one of the most affected and closest locations is in RW1, Bambankerep Village of distance 75m and is the focus of research. The sample used was taken 15% of the population of RW1 320KK, and produced a sample of 48KK. The method of data collection in the study was conducted in three ways, namely questionnaires, interviews, and documentation. While the method of data analysis uses descriptive analysis and linear regression. Based on the results of research, There is a significant influence between the level of education and the public perception of KIC development, which is 33.7%. While the average perception of the level of education with public perceptions of KIC development of 74.12% .which is quite good. The community strongly supports development because they have positive but negative impacts on the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat pendidikan terhadap persepsi masyarakat mengenai pembangunan Kawasan Industri Candi (KIC) di Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Dalam konsep Buffering, salah satu tempat yang paling terdampak dan paling dekat dengan lokasi industri adalah di RW1 Kelurahan Bambankerep dengan jarak 75m dan menjadi titik fokus penelitian. Sampel yang digunakan diambil 15% dari populasi jumlah RW1 320KK, dan menghasilkan sampel sebanyak 48KK. Metode pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan tiga cara yaitu kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan regresi linear. Berdasarkan hasil penelitian, Terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pendidikan dengan persepsi masyarakat terhadap pembangunan KIC, yaitu sebesar 33,7%. rata-rata persepsi tingkat pendidikan dengan persepsi masyarakat terhadap pembangunan KIC sebesar 74,12% termasuk dalam kriteria cukup baik. Masyarakat sangat mendukung pembangunan ini karena dianggap memiliki kontribusi positif tetapi juga terdapat dampak negatif terhadap lingkungan.
Efektivitas Sosialisasi untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Kepala Rumah Tangga dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Desa Kertosari Banjarnegara 2017 Nur Faidah, Rini Tri Anjani; Indrayati, Ariyani; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 7 No 3 (2019): Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i3.33568

Abstract

This study aimed to: 1. To Know the level head of household preparedness in facing landslide natural disasters in Kertosari Village Kalibening District Banjarnegara Regency in 2017. 2. Find out the effectiveness of socialization for improving head of household preparedness in facing landslides Kertosari Village Kalibening District Banjarnegara Regency in 2017. The method of data collection was in the form of questionnaire, observation, and documentation. The technique of data analysis used one-shot case study design and analysis descriptive percentage. The result of this research showed that the level of preparedness on the indicator of knowledge and attitudes, family policies for preparedness, household emergency plan and disaster warning system for household preparedness, indicator of resource mobilization in the household was in high criteria score 607 from the maximum score 704. The effectiveness of preparedness socialization in Kertosari Village was included in the very effective category because it reached 82%. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui tingkat kesiapsiagaan kepala rumah tangga dalam menghadapi bencana alam tanah longsor di Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara tahun 2017. 2. Mengetahui efektivitas sosialisasi untuk peningkatan kesiapsiagaan kepala rumah tangga dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjanegara tahun 2017. Metode pengumpulan data berupa kuesioner/angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesipsiagaan pada indikator pengetahuan dan sikap, kebijakan keluarga untuk kesiapsiagaan, rencana tanggap darurat rumah tangga dan sistem peringatan bencana untuk, mobilisasi sumberdaya dalam rumah tangga memiliki kriteria tinggi dengan skor 607 dari skor maksimal 704. Efektifitas sosialisasi kesiapsiagaan di Desa Kertosari termasuk dalam kategori sangat efektif karena mencapai 82%.
Pemanfaatan Fenomena Geologi Kawasan Guci Sebagai Sumber Belajar Outdoor Study Materi Pokok Litosfer Kelas X SMA Negeri 1 Bojong Kabupaten Tegal Tahun 2018/2019 Mahati, Retno Salaras; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v8i1.39325

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran outdoor study dan hasil belajar kognitif, afektif serta psikomotorik siswa dengan memanfaatkan Fenomena Geologi di Kawasan Obyek Wisata Guci sebagai Sumber Belajar dalam Kegiatan Outdoor Study pada Materi Pokok Litosfer Kelas X SMA N 1 Bojong Tahun 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini Kelas X IPS 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes, observasi, angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Uji N-gain dan Deskriptif Persentase (DP). Hasil nilai Kognitif dengan nilai rata-rata posttest 84. Hasil Uji N-gain diperoleh hasil sebesar 0,55% maka dapat dikategorikan peningkatan hasil belajar kognitifnya sedang. Untuk nilai afektif tergolong pada kriteria sangat baik yaitu sebesar 82.65 %. Dan nilai psikomotorik siswa sebesar 83.05 % dengan kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran outdoor study dengan memanfaatkan fenomena geologi kawasan Objek Wisata Guci dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN DI DESA GENTING KECAMATAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG Wulansari, Ainun Hinggis Nur; Tjahjono, Heri; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are (1) to know the environmental care behavior, and (2) to analyze the influenceof society education level. The variable of this research is level of education and environmental care. Techniqueof collecting data is used questioners. Data analysis technique used descriptive percentage and simple regressionanalysis. There are 3 parts of variable that is to measure the environmental care behavior for the society such asthe using of water, the using of energy and waste management. The society education level was categorized poorthat was level of graduation for elementary school which is 31, 60%. The research result showed that (1) basedon the results of calculations using frequency analysis, the environmental care behavior of the community in thisstudy included the caring criteria with a percentage of 48,98%. (2) there was an influence society education levelfor the environmental care behavior based on spearman rank correlation calculation that is there is a significantrelationship between the level of education on environmental care behavior because the result of the sig. (2-tailed)is 0,000<0,05. Environmental care behavior of society was different because of education level was still low andalso the motivation of society to join socialization and training is given by government and related agencies werelow. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perilaku peduli lingkungan masyarakat, dan (2)menganalisis pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap perilaku peduli lingkungan.Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan dan perilaku peduli lingkungan. Teknikpengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptifpersentase dan analisis regresi sederhana. Terdapat 3 sub variabel untuk mengukur perilaku pedulilingkungan masyarakat, yaitu penggunaan air, penggunaan energi dan pengelolaan sampah. Tingkatpendidikan masyarakat dalam penelitian ini menunjukkan masih tergolong rendah, yaitu denganlulusan tingkat pendidikan sekolah dasar dengan persentase 59,25%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1) berdasarkan hasil perhitungan menggunakan analisis frekuensi, perilaku pedulilingkungan masyarakat dalam penelitian ini termasuk kriteria peduli dengan jumlah persentasesebesar 52,04% (2) pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap perilaku peduli lingkunganberdasarkan perhitungan korelasi rank spearman yaitu terdapat hubungan yang signifikan antaratingkat pendidikan terhadap perilaku peduli lingkungan karena nilai sig. (2-tailed) adalah0,000<0,05. Perilaku peduli lingkungan masyarakat yang berbeda-beda dikarenakan tingkatpendidikan masih rendah serta kurangnya motivasi masyarakat dalam mengikuti sosialisasi maupunpelatihan yang diberikan oleh pemerintah maupun dari instansi yang terkait.
Tingkat Literasi Ekologi Masyarakat Desa Asinan Terhadap Konservasi Kawasan Rawa Pening Werdhiningsih, Chlorella; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 9 No 1 (2021): Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research purposes are :1) determine the level of ecological literacy of the Asinan Village community towards the conservation of the Rawa Pening area. 2) Knowing the efforts made by the Asinan Village community for conservation actions in the Rawa Pening area. The type of research used is a quantitative method, carried out in Asinan Village, Bawen District, Semarang Regency with a total sample of 94 families scattered in each hamlet, Krajan Hamlet, Baan Hamlet, Sumurup Hamlet and Mangkelang Hamlet. Data collection techniques such as,observation, documentation, interviews, tests and questionnaires / questionnaires. The relationship between thelevel of ecological literacy and the conservation efforts of the Asinan Village community was calculated using the Descriptive Percentage (DP) analysis method and the Spearman Rank correlation analysis. The results showedthat the average percentage of the ecological literacy variable was 22.12% with the high category. Meanwhile, the average percentage of the conservation effort variable was 32.77% with the high category. From these twovariables, it can be seen that there is a significant relationship with a significance value of 0.045 <0.05. The direction of the relationship between variables valued at 0.205 is unidirectional. So it can be concluded that there is a significant and unidirectional relationship between ecological literacy and conservation efforts. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui tingkat literasi ekologi masyarakat Desa Asinan terhadapkonservasi kawasan Rawa Pening. 2) Mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat Desa Asinan untuk tindakan konservasi kawasan Rawa Pening. Jenis penelitian yang digunakan adalahkuantitatif, dilaksanakan di Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang dengan total sampel 94 KK yang tersebar disetiap dusun, Dusun Krajan, Dusun Baan, Dusun Sumurup dan Dusun Mangkelang. Teknik pengumpulan data berupa, observasi, dokumentasi, wawancara, tes dan angket/kuesioner. Hubungan antara tingkat literasi ekologi dengan upaya konservasi masyarakat Desa Asinan dihitung dengan menggunakan metode analisis Deskriptif Persentase (DP) dan analisiskorelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukankan untuk rata – rata persentase variabel Literasi ekologi adalah 22,12% dengan kategori tinggi. Sedangkan untuk rata – rata persentase variabel upaya konservasi adalah 32,77% dengan kategori tinggi. Dari dua variabel tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang berarti dengan nilai signifikansi sebesar 0,045 < 0,05. Arah hubungan antar variabel senilai 0,205 bersifat searah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan searah antara literasi ekologi dengan upaya konservasi.
Konservasi Mata Air Gending Melalui Peran Serta Masyarakat dalam Melestaraikan Kearifan Lokal Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Lestari, Nur Puji; Sriyanto, Sriyanto; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 9 No 2 (2021): Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goalof this research was to find out of the determine comunity activitities in springconservation, comunity participation inspring conservation and localwisdom in spring conservation.Design in this research used qualitative research.Technique of collecting data used interviews,observation, and documentation.Analysis of the data used descriptive qualitative. Data validity techniques used were triangulation.Result of this research showed that water springs condition was not affected by season. Comunity activities in conservation effort can be seen from the protection and preservation of springs, water quality managenent and pollution control.Comunity participation in spring water conservation Gending can be seen from comunity participation in the preparation, of monitoring and information delivery, funding plan.Local wisdom of Sukorejo community in Gending spring conservation is manifested in norms and customs, of the padusan tradition, the kungkum tradition, the recommended norms as wellas the prohibitions and community trust in Gending springs.Thislocal wisdom makes the people of Sukorejo appreciate the natural surroundings more so that,they do not dare to damage the environment of the Gending springs.The community realizes that theexistence of clear springs is a tremendous blessing thatmust bemaintained and preserved ao that thecommunity’s water needs can still be fulfilled Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan masyarakat dalam konservasi mata air, peran serta masyarakat dalam konservasi mata air, dan kearifan lokal masyarakat dalam konservasi mata air. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi mata air Gending tidak dipengaruhi oleh musim. Kegiatan masyarakat dalam upaya konservasi terlihat dari kegiatan perlindungan dan pelestarian mata air, pengawetan air, pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran. Peran serta masyarakat dalam konservasi mata air Gending terlihat dari peran serta masyarakat dalam penyusunan rencana, pendanaan, pengawasan dan penyampaian informasi atau laporan. Kearifan lokal masyarakat Sukorejo dalam konservasi mata air Gending terwujud dalam norma dan adat istiadat yang berupa tradisi padusan, suronan, norma larangan, anjuran dan kepercayaan masyarakat terkait mata air Gending. Kearifan lokal tersebut membuat masyarakat Sukorejo lebih menghargai alam sekitar sehingga tidak berani untuk melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan mata air Gending. Masyarakat menyadari bahwa keberadaan mata air Gending merupakan berkah luar biasa yang harus disyukuri dan dilestarikan supaya kebutuhan air masyarakat tetap bisa terpenuhi.
Analisis Tingkat Kepuasan Wisatawan di Ekowisata Hutan Mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang Lailiiyah, Nur; Sanjoto, Tjaturahono Budi
Edu Geography Vol 9 No 2 (2021): Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research are 1. To know the condition of mangrove forest ecotourism in Desa Pasarbanggi Rembang, 2. To know the level of satisfaction of tourists who visit the ecotourism of mangrove forest in Desa Pasarbanggi Rembang. The method of research is mix method including descriptive analysis and mean arithmetic. The data collection technique of qualitative research is used technical triangulation (observation, interviews, and documentation), while the quantitative used a questionnaire on 100 samples and the sampling technique was used accidental sampling. The analytical method was used descriptive qualitative and calculating the arithmetic mean. The results showed that: 1. The condition of mangrove forest ecotourism in Pasarbanggi based on dimensions (1). Service of staff, (2) tangibles, (3) environmental education, (4) sanitation and hygiene, and (5) natural resources and content are good, but there are still deficiencies, 2.The level of tourist satisfaction in mangrove forest ecotourism is based on 5 dimensions those classified into the quite satisfied category, namely the mean 2.86; 3,1; 3.33; 2.96; and 3.04. Tujuan penelitian ini yaitu 1. Mengetahui kondisi ekowisata hutan mangrove Desa Pasarbanggi Rembang, 2. Mengetahui tingkat kepuasan wisatawan yang berkunjung ke ekowisa hutan mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan yaitu mix method meliputi analisis deskriptif dan mean aritmatika. Teknik pengambilan data penelitian kualitatif yaitu menggunakan triangulasi teknik (observasi, wawancara, dan dokumetasi), sedangkan teknik pengambilan data penelitian kuantitatif yaitu menggunakan kuesioner pada 100 sampel serta teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitataif dan penghitungan mean aritmatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Kondisi ekowisata hutan mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang berdasarkan dimensi (1). Service of staf, (2) tangibles, (3) environmental education, (4) sanitation and hygiene, serta (5) natural resources and content adalah baik, namun masih terdapat kekurangan, 2. Tingkat kepuasan wisatawan di ekowisata hutan mangrove berdasarkan 5 dimensi tersebut terklasifikasikan dalam kategori cukup puas yaitu mean 2,86; 3,1; 3,33; 2,96; dan 3,04.
KEARIFAN LOKAL RUMAH TRADISIONAL ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA UNTUK MITIGASI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI Hairumini, Hairumini; Setyowati, Dewi Liesnoor; Sanjoto, Tjaturahono Budi
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 5 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v5i1.13098

Abstract

Aceh rentan terhadap bencana diperlukan pengetahuan sejak dini berkenaan dengan mitigasi bencana yang tertanam pada masyarakat.Masyarakat Aceh sendiri sebenarnya telah memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang jika dikaji dan dimaknai telah mengajarkan masyarakat untuk siap dalam menghadapi bencana dengan warisan budaya rumah tradisional Aceh yang disebut Rumoh Aceh.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis nilai-nilai kearifan lokal rumah tradisional Aceh untuk mitigasi bencana gempa dan tsunami, dan menganalisis persepsi masyarakat dalam mempertahankan (pengetahuan, sikap dan perilaku) kearifan lokal rumah tradisional Aceh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwarumoh Aceh memiliki nilai-nilai kearifan lokal untuk mitigasi bencana gempa dan tsunami.nilai-nilai kearifan lokal tersebut ada pada komponen bentuk bangunandan upacara adatrumoh Aceh. Pengetahuan, sikap dan perilaku kearifan lokal rumoh Aceh mengajarkan masyarakat beradaptasi, peduli warisan budaya, dan membentuk sistem kekeluargaan sosial.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Zurohman, Achmad Ahmad Yazidun Nafi, Ahmad Yazidun Aji, Halim Sukma Ananto Aji, Ananto Andi Irwan Benardi, Andi Irwan Andin Irsadi Anik Rahmawati, Anik Apik Budi Santoso Aprianto, Widhi Kurniawan Arifien, Moch Ariyani Indrayati Bintang Wicaksana, Muhammad Guruh Cahyo Budi Utomo Dewi Liesnoor Setyowati Dwi Jatmiko, Dwi Eko Adi Saputro Erni Suharini Etty Soesilowati Eva Banowati Fajri, Zulfikar Ardiansyah Fithri, Aulia Syafira Hairumini, Hairumini Handayani, Windari Kurnia Heri Tjahjono Heristama, Andika Rizqy Irnawati, Isnaini Rahmatia Irnawati, Isnaini Rahmatia Juhadi Juhadi Karamina, Sharfina Kusuma, Muhammad Brilliant Cahya Lailiiyah, Nur Luh Putu Ratna Sundari Mahati, Retno Salaras Moch. Arifien, Moch. Mochammad Imron Awalludin Mukhlis Iskandar, Mukhlis Natalia Pitricia, Natalia Nora Idiawati Novi Ike Susantl, Novi Ike Nuansa Chandra Lintang, Nuansa Chandra Nur Faidah, Rini Tri Anjani Nur Puji Lestari, Nur Puji P, Putri Inmas P, Putri Inmas Pradika Adi Wijayanto Pramawidya, Leksahawa Pramawidya, Leksahawa Prasetyo, Selamet Dwi Puji Hardati Putri, Nurrahim Adhadina Eka Putri, Nurrahim Adhadina Eka Ratna Dwi Setyowati, Ratna Dwi Rizkyanto, Irfan Saptono Putro Sari, Ruhaniah Atma Sari, Ruhaniah Atma Satya Budi Nugraha Satyanta Parman Sektyambodo, Bagus Mulia Setyono, Bagus Sidiq , Wahid Akhsin Budi Nur Sinta Selvi Windrianingsih, Sinta Selvi Siska, Sunia Elanda Sriyanto Sriyanto Sriyono Sriyono Sunarko Sunarko Suroso Suroso Sutardji Sutardji Suwito Eko Pramono Thriwaty Arsal Tri Marhaeni Pudji Astuti Vina Nurul Husna Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wahyu Setyaningsih Wawan Setiawan Werdhiningsih, Chlorella Wiluyana, Ageng Ihsani Winarni, Erin Dian Wulansari, Ainun Hinggis Nur