Claim Missing Document
Check
Articles

COMMUNICATION IDENTITY WITHIN THE CASUAL FASHION ENTREPRENEUR COMMUNITY IN WEST JAVA AS A FORM OF PERSONAL BRANDING Zane Rose Alfirda Kharomi Handoyo; Indra Novianto Adibayu Pamungkas
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.3745

Abstract

This study aims to identify and analyze the communication identity formed within the casual fashion entrepreneur community in West Java and its contribution to building personal branding. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing in-depth interviews with casual fashion entrepreneurs who are part of local creative communities. The primary theory used is the Communication Theory of Identity (CTI) by Michael Hecht, alongside the concept of personal branding from David Aaker, which encompasses five dimensions of individual brand character. The results show that the four layers of CTI (personal, enacted, relational, and communal) emerge simultaneously and intertwine in the entrepreneurs' communication processes. The findings also indicate that authenticity, consistency, emotional engagement, and community collaboration are the key strengths in forming a credible and impactful self-image. Through the exploration of each identity layer, this study confirms that communication is a central element in the formation of personal branding. Personal identity is manifested through a relaxed yet professional demeanor; enacted identity is evident in warm interactions and openness; relational identity is formed by maintaining personal character while adapting to social relationships; and communal identity is demonstrated through collaboration, product representation, and active participation in the community. These findings expand the understanding that personal identity is not only formed individually but also collectively through consistent communication practices within the business community. This study enriches the literature on communication identity in the context of the creative industry and provides a foundation for developing community-based personal branding strategies.
Identitas Komunikasi pada Komunitas Pengusaha Fashion Casual di Jawa Barat sebagai Personal Branding Zane Rose Alfirda Kharomi Handoyo; Indra Novianto Adibayu Pamungkas
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.6179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis identitas komunikasi yang terbentuk dalam komunitas pengusaha fashion Casual di Jawa Barat serta kontribusinya dalam membangun personal branding. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada pengusaha fashion Casual yang tergabung dalam komunitas-komunitas kreatif lokal. Teori utama yang digunakan adalah Communication Theory of Identity (CTI) oleh Michael Hecht, serta konsep personal branding dari David Aaker yang mencakup lima dimensi karakter merek individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat layer dalam teori CTI (personal, enacted, relational, dan communal) muncul secara simultan dan saling berkelindan dalam proses komunikasi para pengusaha. Temuan juga menunjukkan bahwa keaslian, konsistensi, keterlibatan emosional, serta kolaborasi komunitas menjadi kekuatan utama dalam membentuk citra diri yang kredibel dan berdampak. Melalui eksplorasi setiap lapisan identitas, penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi merupakan elemen utama dalam membentuk personal branding. Temuan ini memperluas pemahaman bahwa identitas personal tidak hanya dibentuk secara individual, tetapi juga secara kolektif melalui praktik komunikasi yang konsisten di dalam komunitas bisnis. Penelitian ini memperkaya literatur tentang identitas komunikasi dalam konteks industri kreatif dan memberikan landasan untuk pengembangan strategi personal branding berbasis komunitas.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN MEDIA SOSIAL BERBASIS TEKNOLOGI AI Ali, Dini Salmiyah Fitrah; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i3.10547

Abstract

Transformasi digital menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi teknologi komunikasi guna menjaga keunggulan kompetitif melalui produksi konten yang cepat, relevan, dan bervolume tinggi. Namun, kendala keterampilan teknis dan pemahaman dalam memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) masih menjadi hambatan utama. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Universitas Telkom bertujuan meningkatkan keterampilan digital UMKM melalui pelatihan copywriting dan penggunaan alat AI, khususnya Gemini AI. Metode pelaksanaan kegiatan ini berbasis workshop terintegrasi yang mencakup presentasi konsep, aktivitas praktis (simulasi pembuatan prompt), serta diskusi dan refleksi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa meskipun terdapat kendala teknis seperti kesalahan penulisan (typo) dan keterbatasan pemahaman fitur dasar pada peserta senior, antusiasme peserta tetap tinggi. Melalui pendekatan konsep "Masalah, Solusi, Tindakan" dalam pembuatan prompt, peserta mampu menghasilkan draf teks kreatif yang lebih personal untuk media sosial. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kepercayaan diri dan pengetahuan teknis pelaku UMKM, yang menjadi kunci utama dalam memperkuat citra merek dan daya saing di pasar digital yang semakin kompetitif.   
Identitas Komunikasi Aiesec Future Leaders Sebagai Upaya Pengembangan Kemampuan Kepemimpinan Putri, Zalecha Arum; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kepemimpinan merupakan proses krusial dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yangadaptif dan berintegritas. Proses ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup penguatanketerampilan intelektual, sosial, dan moral. Mahasiswa memerlukan program pengembangan diri yang terarah, dengansistem pembinaan yang konsisten serta lingkungan yang mendukung dan bebas dari unsur negatif. Salah satu indikatorutama dalam menilai kualitas lingkungan tersebut adalah identitas komunikasi, yaitu cara individu dan kelompokberinteraksi, membentuk makna, serta memperkuat nilai bersama. Penelitian ini menganalisis peran identitaskomunikasi dalam program AIESEC Future Leaders terhadap pengembangan kepemimpinan mahasiswa,menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori identitas komunikasi Michael Hecht dan bantuan perangkat lunakNVivo Pro 12 untuk analisis data. Hasil menunjukkan bahwa identitas komunikasi terbentuk melalui interaksi verbaldan tindakan nyata yang merefleksikan nilai teknis, sosial, dan praktis dalam program. Nilai-nilai tersebutdiinternalisasi melalui pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan, menciptakan ruang tumbuh yang positif danmendorong mahasiswa menjadi pemimpin berkarakter, visioner, dan kolaboratif.Kata Kunci: Identitas Komunikasi, Kepemimpinan, Nilai
Identitas Komunikasi Orang Tua Generasi Z Dalam Keputusan Pemilihan Pendidikan Pra Sekolah Di Bandung Adjiputri, Angelique Larasati Wahyu; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas orang tua Generasi Z berperan dalam proses pengambilan keputusan pendidikan bagi anak mereka.Hal ini dikarenakan perkembangan zaman ternyata turut mendorong perubahan nilai dan pola komunikasi orang tuadalam mengambil keputusan pendidikan anak, khususnya pada jenjang prasekolah. Yang menjadi menarik tentu sajaberkaitan dengan bagaimana fenomena keputusan pemilihan pendidikan prasekolah ini jika dilihat pada kerangkakajian Ilmu Komunikasi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas komunikasi orang tuaGenerasi Z dalam pengambilan keputusan pendidikan prasekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan melakukan wawancara mendalam pada orang tua Generasi Z. Analisis data dilakukan secara tematikmenggunakan bantuan perangkat lunak Nvivo 12 dan menggunakan teori Communication Theory of Identity (CTI)yang dikemukakan oleh Michael Hecth sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitaskomunikasi orang tua Generasi Z terbentuk melalui empat lapisan identitas, yaitu personal, enactment, relational, dancommunal. Masing-masing lapisan memperlihatkan bagaimana nilai pribadi, praktik komunikasi, relasi sosial, sertanorma komunitas membentuk keputusan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa proseskomunikasi dan identitas orang tua Generasi Z bersifat kontekstual dan kolektif, serta mencerminkan adaptasi terhadapdinamika zaman dan kebutuhan anak.Kata Kunci: Identitas komunikasi; Generasi Z; pendidikan prasekolah; Communication Theory of Identity (CTI)
IDENTITAS KOMUNIKASI PADA REMAJA GENERASI Z DALAM PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI AKULTURASI BUDAYA DIGITAL Prayogo, Daniel Joudi; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap pembentukan identitas komunikasi remaja Generasi Z melalui penggunaan bahasa Inggris dimedia sosial menjadi penting di tengah derasnya arus budaya digital global. Generasi Z merupakan kelompok usiayang sangat aktif di ruang digital dan memiliki eksposur tinggi terhadap budaya global. Dalam konteks tersebut,bahasa Inggris digunakan tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol ekspresi diri danketerhubungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalamterhadap 30 informan kunci dari kalangan remaja pengguna aktif bahasa Inggris di media sosial, serta melibatkan duainforman pendukung dan satu informan ahli. Analisis data dilakukan menggunakan teori Communication Theory ofIdentity yang mencakup empat lapisan identitas: personal, enactment, relational dan communal (Hecht, 1993). Hasilmenunjukkan bahwa penggunaan bahasa Inggris berkontribusi dalam membentuk identitas digital remaja, baik darisisi ekspresi diri, pengakuan sosial, maupun integrasi dalam komunitas digital global.Kata Kunci: Identitas Komunikasi; Generasi Z; Bahasa Inggris; Media Sosial; Budaya Digital
Identitas Komunikasi Pelaku UMKM Bidang Fashion dalam Penggunaan Live Shopping Tiktok sebagai Inovasi Komunikasi Pemasaran Muryati, Rida; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini berfokus pada identitas komunikasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang fashiondalam memanfaatkan live shopping TikTok sebagai inovasi komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana identitas komunikasi pelaku UMKM fashion terbentuk melalui aktivitas live shopping.Penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 pelaku UMKM fashion di JawaBarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas komunikasi para pelaku tercermin dari keterbukaan terhadapinovasi, adaptasi digital, kepekaan sosial, serta kolaborasi dalam komunitas. Live shopping TikTok menjadi saranastrategis untuk membangun citra usaha, menjalin interaksi dengan audiens, serta membentuk identitas kolektif di eradigital. Penguatan kapasitas individu dan dukungan komunitas menjadi kunci agar UMKM tetap relevan dan memilikidaya saing dalam ekosistem digital yang terus berkembang.Kata Kunci: Identitas Komunikasi, UMKM, Fashion, Live Shopping TikTok, Pemasaran Digital
Identitas Komunikasi Pelaku Usaha Mikro Bidang Usaha Bakery Di Jawa Barat Nadzifa, Cahyani; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya persaingan di industri makanan, yang mendorong pelaku usaha untuktidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga pentingnya identitas komunikasi. Melalui pendekatankualitatif dengan paradigma interpretif, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif dan teori CommunicationTheory of Identity (CTI) oleh Michael Hecht sebagai landasan teori utama. Teori ini menganalisis identitas dalamempat lapisan yaitu personal, enactment, relational, dan communal layer. Penelitian ini dilakukan denganpendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam untuk menggali informasi oleh pelaku usaha. Datadikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 30 pelaku usaha mikro bakery di Jawa Barat serta duainforman pendukung dan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha telah menyadaripentingnya membentuk identitas usaha melalui media sosial dan visual branding, meskipun belum seluruhnyamengaplikasikannya.Kata Kunci: Identitas komunikasi, pelaku usaha mikro, bakery, media digital,UMKM, Communication Theoryof Identity (CTI)
Identitas Komunikasi Pelaku Usaha Mikro Bidang Fashion Muslim di Jawa Barat Shahla, Nazwa Khaira; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana identitas komunikasi terbentuk pada pelaku usaha mikro bidangfashion muslim di Jawa Barat. Identitas komunikasi tersebut dianalisis menggunakan Communication Theory ofIdentity yang dikembangkan oleh Michael Hecht dan colleagues pada tahun 1980. Teori ini membagi identitas kedalam empat lapisan yaitu personal layer, enactment layer, relational layer, dan communal layer. Fenomena yangterjadi menunjukkan bahwa identitas komunikasi pelaku usaha mikro fashion muslim di Jawa Barat dibentuk olehberbagai faktor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif melalui teknikwawancara terstruktur kepada 30 pelaku usaha mikro di Jawa Barat, serta didukung oleh satu informan ahli dan satuinforman pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada personal layer terdapat identitas customer-orienteddengan berfokus pada pelanggan melalui penerapan prinsip, nilai, dan keyakinan pribadi. Di enactment layer, terlihatsikap friendly yang mengutamakan keramahan. Pada relational layer, pelaku usaha memiliki identitas solutionoriented dalam memelihara hubungan. Terakhir, pada communal layer, terdapat identitas inspirational dengan adanyakehadiran komunitas serta nilai budaya Jawa Barat.Kata Kunci: Identitas Komunikasi, UMKM, Pelaku Usaha Mikro, Fashion Muslim, Jawa Barat
STRATEGI MENINGKATKAN KETERLIBATAN PELANGGAN MELALUI LIVE SHOPPING TIKTOK UNTUK MENJANGKAU AUDIENS GENERASI DIGITAL BAGI PELAKU USAHA MIKRO KOTA BANDUNG Dini Salmiyah Fithrah Ali; Indra Novianto Adibayu Pamungkas; Rizcca Haqu; Kastaman Kastaman
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7087

Abstract

Pelaku usaha mikro saat ini menghadapi tantangan untuk menjangkau dan mempertahankan pelanggan generasi digital yang semakin kritis dan cepat berubah. Di era kecepatan informasi dan hiburan sangat penting, live shopping menjadi strategi inovatif yang menarik minat khalayak dan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran live shopping TikTok dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan dan menjangkau audiens generasi digital bagi pelaku usaha mikro. Penelitian ini menyoroti bagaimana TikTok sebagai platform media sosial telah menjadi basis yang kuat bagi live shopping. Pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan live shopping TikTok untuk berinteraksi secara langsung dengan calon pelanggan, menyajikan produk secara real-time, dan menawarkan promosi khusus. Presentasi yang kreatif, interaktif, dan konten yang disesuaikan dengan selera audiens, live shopping TikTok dapat memperkuat ikatan emosional dengan merek, meningkatkan kepercayaan, dan memotivasi pembelian impulsif. Pelaku usaha mikro perlu memahami profil audiens generasi digital dan mengembangkan strategi pemasaran yang relevan.