Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KARAKTERISASI VISUAL BATAS DUA FASA PADA SISTEM FENOL-AIR SEBAGAI STUDI AWAL PEMISAHAN LIMBAH FENOLIK Zuffa Anisa; Meilisa Rusdiana Surya Efendi
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i2.4217

Abstract

Fenol merupakan polutan prioritas yang berbahaya dan sulit diuraikan secara alami, sehingga diperlukan metode pemisahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan memetakan miscibility gap sistem fenol–air melalui pendekatan visual sederhana berbasis transisi kejernihan dan kekeruhan. Campuran fenol dan air dengan variasi rasio diuji dengan pemanasan hingga suhu homogenisasi (T1) dan pendinginan hingga munculnya kekeruhan kembali (T2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi kejernihan terjadi pada suhu rata-rata 30-31°C di hampir seluruh komposisi, mengindikasikan keberadaan daerah dua fasa yang luas dan kestabilan suhu transisi. Hal ini menegaskan bahwa pemisahan fasa pada sistem fenol-air tidak hanya ditentukan oleh komposisi, tetapi juga sangat sensitif terhadap perubahan suhu kecil. Dengan demikian, temperatur ini dapat dijadikan acuan sebagai sebagai suhu operasi optimal atau suhu kritis batas ketercampuran fenol dari air secara praktis menggunakan metode transisi fasa. Metode visual eksperimental memberikan gambaran awal yang informatif dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan maupun perancangan proses pemisahan skala laboratorium.
Penguatan Kemandirian dan Daya Saing Petani Cabai melalui Pendekatan Hygienic Design & Digital Bussiness untuk Pengelolaan Pascapanen Ardana Putri Farahdiansari; Meilisa Rusdiana Surya Effendi; Rizky Stighfarrinata
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21304

Abstract

Background: Kabupaten Tuban, Jawa Timur, merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit di Indonesia. Namun, potensi ini kerap terhambat oleh fluktuasi harga akibat pola produksi musiman. Saat panen melimpah harga turun drastis, sedangkan saat pasokan terbatas harga melonjak tinggi, sehingga pendapatan petani menjadi tidak stabil. Panjangnya rantai distribusi turut memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif dalam pengelolaan hasil panen cabai rawit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan perekonomian petani melalui penerapan teknologi pengolahan yang efisien. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra, yakni Poktan Sari Tani, dalam setiap tahap kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan hasil panen cabai rawit. Hasil: Kegiatan pendampingan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam mengolah cabai rawit menggunakan Teknologi Tepat Guna DrySter Eco House, dari 10% menjadi 82% melalui praktik langsung. Kesimpulan: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah cabai menjadi cabai kering dan bubuk menggunakan teknologi DrySter Eco House serta pemasaran digital berbasis e-commerce. Produk yang dihasilkan juga lebih higienis, tahan lama, dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan cabai segar.
IMPROVING STUDENTS’ CHEMICAL LITERACY SKILLS THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING MODELS ON STOICHIOMETRY TOPICS Ade Trisnawati; Adinda Amelia Permatasari; Meilisa Rusdiana Surya Efendi
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ujced.v15n1.p38-45

Abstract

The purpose of this study was to determine students’ chemical literacy skills after being taught stoichiometry using a problem-based learning model. The Research design is a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study was 13 new students of Chemical Engineering at PGRI Madiun University in the 2025/2026 academic year. Data collection used a context-based chemical literacy test carried out before and after PBL learning. Based on the Research, the pretest results showed that 100% of students had low chemical literacy, while the posttest results showed that 74% had low chemical literacy and 16% had moderate chemical literacy. Then, the analysis of students' chemical literacy levels from their pretest answers showed the highest percentage at the Scientific Illiteracy Level (72%) and the posttest results showed the most significant percentage at the Functional Scientific Literacy Level (32%). The implementation of PBL to improve students’ chemical literacy skills should consider several factors, such as the lecturer’s support for learning, the selection of material topics, information on students’ misconceptions in stoichiometry, and alignment between the activity design and targeted literacy indicators.
Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Urin Sapi Sebagai Alternatif Pupuk Kimia Nayla Farikha Zahra; Nanik Fadilaton Nafisa; Dilla Yesita Sari; Meilisa Rusdiana Surya Efendi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13720

Abstract

Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus oleh petani di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro berpotensi menurunkan kesuburan tanah dan meningkatkan biaya produksi pertanian, sementara urin sapi yang dihasilkan dari populasi ternak yang besar di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Permasalahan tersebut mendorong dilaksanakannya program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis urin sapi bagi kelompok tani. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 30 peserta, terdiri atas 10 ketua dan 20 anggota kelompok tani se-Desa Tondomulo, dalam memproduksi POC secara mandiri sebagai alternatif substitusi sebagian pupuk kimia. Metode yang digunakan meliputi persiapan, penyuluhan, praktik pembuatan POC, evaluasi, tindak lanjut, dan pengukuran keberhasilan program, dengan menghadirkan pemateri dari Wilayah Kerja Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Wilker PTPH) Bojonegoro. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kandungan hara urin sapi dan tahapan pembuatan POC, kehadiran dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan, penguasaan keterampilan praktik pembuatan POC oleh sebagian besar peserta, serta komitmen peserta untuk menerapkan POC pada lahan masing-masing. Peserta menunjukkan respons positif terhadap materi dan praktik yang diberikan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan POC berbasis urin sapi berpotensi menjadi alternatif solusi yang mendukung efisiensi biaya produksi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Tabur Pupuk Berbasis PVC pada Kelompok Tani Desa Tondomulo Anisa Dian Lestari; Reva Putri Sugianti; Muhammad Choirul Azis; Meilisa Rusdiana Surya Efendi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 7 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i7.7060

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya tanaman yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas hasil pertanian. Namun, petani di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro masih melakukan penaburan pupuk secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar serta menghasilkan sebaran pupuk yang kurang merata. Permasalahan tersebut mendorong dilaksanakannya program pengabdian kepada masyarakat melalui pembuatan dan pelatihan penggunaan alat tabur pupuk berbasis teknologi tepat guna. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan inovasi sederhana yang dapat mendukung efisiensi proses pemupukan. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan, perancangan alat, pembuatan alat, pelatihan dan demonstrasi penggunaan, serta monitoring dan evaluasi melalui observasi, praktik, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami fungsi, manfaat, dan cara penggunaan alat, serta mampu merakit, mengoperasikan, dan melakukan perawatan dasar alat tabur pupuk secara mandiri. Selain itu, alat dinilai mudah digunakan, membantu pemerataan sebaran pupuk, serta mengurangi beban kerja petani dibandingkan metode manual. Dengan demikian, alat tabur pupuk berbasis teknologi tepat guna berpotensi menjadi alternatif solusi yang mendukung efisiensi proses pemupukan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.