Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Tingkat Dekomposisi Bahan Organik Pada Substrat Dasar Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di Desa Patas Bagian Timur, Buleleng, Bali Yuli Andriani Situngkir; Alfi Hermawati Waskita Sari; Ima Yudha Perwira
Current Trends in Aquatic Science Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.019 KB)

Abstract

Budidaya udang vannamei secara intensif memberikan konsekuensi peningkatan bahan organik yang diakibatkan oleh sisa pakan dan kotoran udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dekomposisi bahan organik substrat dasar tambak udang vannamei intensif yang ada di Desa Patas Bagian Timur Buleleng. Sampel substrat dasar tambak diambil dari 8 petak tambak yang ada di Desa Patas Bagian Timur Buleleng. Sampel tersebut kemudian dianalisa kandungan C-organik, nitrogen total dan jumlah total bakterinya. Kandungan C-organik dianalisa dengan menggunakan metode Walkley and Black, kandungan nitrogen total dianalisa menggunakan metode Indophenol dan jumlah total bakteri dianalisa dengan menggunakan metode Total Plate Count. Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa rata-rata C-organik, nitrogen total dan jumlah total bakteri masing-masing sebesar 29,4%, 1,6%, dan 5,8×105 CFU/ml. Dari hasil tersebut diketahui nilai rasio C/N sebesar 20,33 dengan kata lain tingkat dekomposisi pada substrat dasar tambak dalam kondisi seimbang. Analisa korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara rasio C/N dengan jumlah total bakteri (R2=0,7237). Kondisi kualitas air berada dalam kondisi yang optimal sesuai dengan baku mutu kualitas air menurut PERMEN-KP RI Nomor 75 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pembesaran Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei).
Kualitas Air, Kelimpahan Mikroba Dan Laju Pertumbuhan Udang Vannamei (Littopenaeus vannamei) Pada Tahap Pembesaran Menggunakan Sistem RAS dan Konvensional Putu Bagaskara; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Alfi Hermawati Waskita Sari
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2022.v22.i02.p03

Abstract

Vannamei shrimp (Littopenaeus vannamei) known as white shrimp is widely cultivated in Indonesia because it has high economic value. Conventional cultivation of vannamei shrimp is often represented by poor sewage treatment, where aquaculture waste is discharged directly causing a decrease in water quality in the environment. This study used 2 different cultivation systems, namely RAS (Recirculating Aquaculture System) and conventional systems (flow-through system). The research located at BPIUUK Karangasem, Bali. Water quality monitoring in each tank was carried out including ammonia, nitrite, TSS (Total Suspended Solid), and the abundance of microbes. Measurement of weight and length starts from the age of 30 days of shrimp with further checks every 7 days. A sampling of water quality, as well as measurements of weight and length, were carried out by random sampling method in each rearing tank. Based on the research data, the quality of aquaculture water using RAS and conventional system were not significantly different. The data on the abundance of microbes obtained in cultivation using RAS and conventional were also not significantly different, where RAS reaching 2.0 x 105 cfu/mL, while in conventional system was obtained 2.1 x 105 cfu/mL of total bacteria count. The growth rate with the average value of ADG (Average Daily Growth) in RAS is 0.88 g slightly higher compared to it is 0.80 g in conventional system. This study concluded that cultivation using RAS and conventional by flow-through system were not significantly different in terms of water quality, microbial abundance, and shrimp growth rate.
Struktur komunitas gastropoda pada sistem irigasi tradisional (Subak) Sembung, Denpasar Utara Ni Luh Wayan Hanny Prabandari; Ni Luh Watiniasih; Alfi Hermawati Waskita Sari
Jurnal Biologi Udayana Vol 26 No 2 (2022): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2022.v26.i02.p05

Abstract

Sawah merupakan salah ekosistem lahan basah buatan. Kawasan Subak Sembung merupakan salah satu areal persawahan sekaligus areal ekowisata di Kota Denpasar. Keberadaan gastropoda cukup banyak ditemui pada kawasan persawahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda di kawasan Subak Sembung serta mengetahui faktor abiotik habitat gastropoda di kawasan Subak Sembung. Pengambilan data dilakukan di tiga stasiun pada bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 dengan metode transek. Garis transek dibentangkan secara horizontal paralel dengan aliran irigasi. Lima kuadran berukuran 1x1 m2 diletakkan berselang-seling sepanjang garis transek dan data jumlah individu dan spesies diambil dari masing-masing kuadran. Secara keseluruhan, sebanyak 7 spesies ditemukan, dengan indeks keanekaragaman sedang dengan rentang nilai 1,34-1,40. Indeks keseragaman ketiga stasiun didapatkan > 0,6, dengan indeks dominansi mendekati 0 atau spesies tersebar merata dan tidak ada dominansi. Parameter abiotik berupa suhu dengan nilai 26,7oC-27,4oC, pH dengan nilai 7,5-8, C organik 2,52%-3,03%, substrat berlumpur pada seluruh stasiun, nitrat 0,35mg/L-0,45mg/L, fosfat 0,35mg/L-0,39mg/L.
Tingkat Dekomposisi Bahan Organik pada Sedimen di Tukad Daya Desa Bungkulan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Dresti Ngurah Dwi Saputra; Ima Yudha Perwira; Alfi Hermawati Waskita Sari
Current Trends in Aquatic Science Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study were to know decomposition rate in the sediment, the ratio of C/N, and the supporting parameters (Ammonia, Nitrate and pH) in the sediment in Daya River. Sediment samples were taken from 6 points in Daya River by purposive sampling. Sediment samples were analyzed for organic carbon, total nitrogen, total bacterial number, ammonia, nitrate, and pH. The results showed that organic carbon content in the sediment was 27.96%, total nitrogen content was 1.12%, and total bacterial number was 7.1 x105 CFU/ml. Based on this result, the C/N ratio is around 28.71 indicating balance condition of decomposition. The average value of ammonia, nitrate and pH were: were 1.21 mg/L, 0.92 mg/L, 7.39, respectively. The supporting parameters in Daya River are pH and Nitrate in the sediment in Tukad Daya in optimal conditions to support the decomposition of organic matter in Daya River. Ammonia in the sediment in Daya River exceeds the optimal limit for living organisms during the decomposition process of organic matter.
Perbandingan Kandungan Logam Berat pada Sedimen di Kawasan Hutan Mangrove Perancak dan Tahura Ngurah Rai Yosua Febriyanto; Ima Yudha Perwira; Alfi Hermawati Waskita Sari
Current Trends in Aquatic Science Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems which is greatly influenced by human activities around it. The Perancak mangrove forest area has unique characteristics with the condition of its water bodies being influenced by the tides of the Bali Strait. In addition, the Tahura Ngurah Rai mangrove forest area is a mangrove area located in the city center where there are many human activities that can produce household waste, industrial waste and so on. This study aims to determine the heavy metal content of mangrove sediments and the comparison of heavy metal content of mangrove sediments. The method used in this research is descriptive method. Meanwhile, the data collection process was carried out using purposive sampling method. Samples were measured using the spectrophotometric method with the IPC tool. The results of heavy metal measurements in Perancak Mangrove sediments for Pb ranged from 30.3 mg/L and in Tahura Ngurah Rai Mangrove sediments for Pb ranged from 59,9 mg/L. While the heavy metal content of Cd not detecded. Then the heavy metal measurements in Perancak Mangrove sediments for Hg ranges from 11 mg/L and in Tahura Ngurah Rai Mangrove sediments for Pb ranged from 22,1 mg/L . The heavy metal content in the Perancak Mangrove sediment is lower than the heavy metal content in the Ngurah Rai Mangrove sediment.
Peringatan Dini Keberadaan Arsen (As) pada Air dan Sedimen di Hilir Sungai Tukad Badung, Bali Alfi Hermawati Waskita Sari; I Wayan Darya Kartika
Journal of Marine and Aquatic Sciences Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jmas.2022.v08.i02.p04

Abstract

Tukad Badung is a large river in Bali that crosses Denpasar City which is densely populated and has a variety of activities: household activities, agriculture, animal husbandry, hotels, hospitals and industry. These various activities result in the entry of various heavy metals into the river water, including Arsenic (As), which eventually settles in the sediment. Arsenic has high toxicity and is included in Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs). Information related to the presence of Arsenic in waters and sediment is very necessary to prevent its negative impact on ecosystems and human health. This research method is descriptive. Arsenic was 0.769 mg/L at point I, was not detected at points II and III, while at point IV Arsenic was measured at 0.081 mg/L. Arsenic (As) at point I and IV exceeded the threshold set based on PP number 82 of 2001 concerning Water Quality Management and Water Pollution Control, because it measured > 0.05 mg/L. The content of Arsenic (As) in downstream river sediment Tukad Badung, taken at point IV, measured 22.895 mg/kg; this value has also exceeded the threshold.
Kandungan Nutrien (Nitrat dan Fosfat) di Sungai Seruai, Sumatera Utara Bryan Baginta Gurusinga; Ima Yudha Perwira; Alfi Hermawati Waskitasari
Current Trends in Aquatic Science Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seruai River is a river located in the administrative area of ??Deli Serdang Regency, North Sumatra. The Seruai River has the potential to influence the increase in nutrient content in the watershed, because there are many interactions between land and water that cause changes in nutrient content in the Seruai River. The study was carried out during July 2021. The analysis used a descriptive method and used Indonesian Government Regulation Number 22 of 2021 as a comparison of water quality. Determination of sample points using purposive sampling method. The water parameters measured in this study were nitrate, phosphate, DO, pH, temperature and TDS. Based on the results of the study showed that there was an increase in the content of nitrate and phosphate content from upstream to downstream. The nitrate content from upstream to downstream ranged from 5.5 mg/L to 16.9 mg/L, while the phosphate content from upstream to downstream ranged from 0.2 mg/L to 1.8 mg/L. The rate of increase in nitrate upstream to the middle is 0.026 mg/L.km while the middle to downstream is 0.123 mg/L.km. The rate of increase in phosphate from upstream to midstream is 0.005 mg/L.km while the middle to downstream is 0.010 mg/L.km. The highest nitrate and phosphate content was in the sampling week 04/07/2021 while the lowest nitrate content was in the 25/07/2021 week and the lowest phosphate was in the sampling week 18/07/2021.
PELATIHAN IMPLEMENTASI SANITASI DAN HIGIENE PADA PROSES PENGOLAHAN IKAN ASAP KENJERAN Pramono, Heru; Andriyono, Sapto; Wisudyawati, Dita; Sari, Alfi Hermawati Waskita; Hasan, Veryl; Hidayati, Nuning Vita
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.3.1.20-29

Abstract

Penerapan higiene dan sanitasi merupakan aspek penting dalam keamanan pangan, termasuk pada pengolahan ikan asap. Kesadaran para pengolah ikan asap akan pentingnya keamanan pangan serta tata cara penerapan higiene dan sanitasi sangat diperlukan. Artikel ini melaporkan proses sosialisasi penerapan higiene dan sanitasi pada pengolahan ikan asap di Kenjeran, Surabaya, Indonesia. Metode pelaksanaan program dimulai dengan brainstorming dengan aparat pemerintah setempat, dilanjutkan dengan pelatihan internasional oleh pembicara Malaysia dan Indonesia, praktik penggunaan peralatan keselamatan, kelas memasak, dan expo. Dari diskusi awal terlihat jelas bahwa masyarakat memahami pentingnya penerapan higiene dan sanitasi, namun masih membutuhkan informasi mengenai peningkatan ukuran pasar (market size). Selama pelatihan internasional, pembicara dari Malaysia dan Indonesia membahas korelasi pemasaran online dan higiene dan sanitasi serta strategi memasak alternatif yang kemudian diimplementasikan pada expo. Produk siap santap (RTE) yang dihasilkan oleh masyarakat potensial untuk dipasarkan lebih lanjut melalui pendekatan online, namun aspek pengemasan dan pemasaran masih perlu dikaji lebih lanjut. Dari penelitian ini, penerapan higiene dan sanitasi di fasilitas pengolahan ikan asap mungkin efektif jika dipadukan dengan cara memasak dan pemasaran alternatif.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH UNTUK PENGOBATAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN SIDAT Anguilla bicolor DITINJAU DARI PERUBAHAN HEMATOLOGI Endang Wulandari Suryaningtyas; Alfi Hermawati Waskita Sari
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.65

Abstract

Ikan sidat (Anguilla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia berskala intemasional dan merupakan komoditas ekonomi tinggi karena mempunyai kandungan protein tinggi sehingga menjadi daya tarik bagi para konsumen. Pasokan benih sidat masih tergantung pada hasil penangkapan di alam, sehingga terjadi ke­ terbatasan dalam kontinuitas. Kondisi tersebut diperparah dengan infeksi bakteri patogen, khususnya aeromonas hydrophila yang menyebabkan angka kematian tinggi pada budidaya sidat. Upaya untuk mencegah dan me­ nanggulangi serangan bakteri A. hydrophila pada kegiatan budidaya ikan sidat dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang aman dan ramah lingkungan seperti bawang putih, yang mengandung zat aktif allicin dan minyak atsiri yang dapat membunuh bakteri merugikan. Pada penelitian ini digunakan ekstrak bawang putih sebagai pengobatan infeksi bakteri aeromonas hydrophila dengan dosis yang berbeda, yaitu Perlakuan 1 sebesar 15 mg/ml, Perlakuan 2 sebesar 25 mg/ml dan Perlakuan 3 sebesar 35 mg/ml dengan cara disuntikkan pada intramuskuler. Ikan yang terinfeksi patogen akan terjadi perubahan pada darahnya, melalui pemeriksaan hematologi dapat dijadikan salah satu cara untuk membantu diagnosa penyakit dan mengetahui proses penyembuhan pada ikan secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hematologi ikan sidat yang terinfeksi bakteri aeromonas hydrophila, yaitu terjadi penurunan jumlah eritrosit, penurunan kadar hemoglobin, peningkatan jumlah leukosit dan peningkatan kadar hematokrit. Perubahan hematologi menunjukkan terjadin­ ya perubahan fisiologis ikan. Berdasarkan hasil uji F (Anova) membuktikan bahwa pengobatan menggunakan ekstrak bawang putih dengan dosis 15 mg/ml, 25 mg/ml dan 35 mg/ml berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap jumlah leukosit, eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit ikan sidat (p<O,05). Namun perlakuan ekstrak bawang putih sebesar 15 mg/ml, 25 mg/ml, 3S mg/ml berbeda secara nyata dengan kontrol positif dan kontrol negatif dalam mempengaruhi jumlah leukosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit.
Pelatihan Pemetaan Partisipatif Ekosistem Mangroves di Desa Martajasah Kabupaten Bangkalan Rachman, Herlambang Aulia; Sari, Alfi Hermawati Waskita; Hidayah, Zainul; Wardhani, Maulinna Kusumo; Hidayati, Nurul; Ahnaf, Hariadi; Indri, Ristrianas
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 10, No 2: Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v10i2.27506

Abstract

The impact of climate change on coastal ecosystems has been a widely discussed topic in recent decades. The coastal ecosystem that is quite essential is mangroves. Community-based mangrove ecosystem management has actually been carried out in several places, but it is still not optimal. One of the obstacles is that the community cannot understand the spatial or spatial context of the mangrove ecosystem area. Therefore, we tried to carry out community service activities on Participatory Mapping of the mangrove ecosystem based on the local community in Martajasah Village, Bangkalan. The results of this activity are several zones or areas of the mangrove ecosystem determined by the community itself. Some of these zones include cultivation, conservation, and tourism zones. Each zone has its own role and function for the community. It is hoped that the results of this activity can be realized into a book on sustainable mangrove ecosystem management in Martajasah Village, Bangkalan Regency.