Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

A Double-Edged Sword of Humour: Students’ Perspectives on Teachers’ Use of Humour in EFL Classroom Rianita, Dian; Sari, Fara Merian; Yandra, Alexsander
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 5 No. 3 (2023): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/reila.v5i3.16415

Abstract

Humour has varied functions in teaching and learning English as a Foreign Language (EFL), particularly in enhancing classroom instruction. This study investigates EFL students' perspectives on their lecturers' use of humour, focusing on students from private universities. The study employed a mixed-method approach, gathering data through questionnaires from 122 students and conducting in-depth interviews with 5 students. This diverse sample included learners aged 18 to 45 years, offering insights into a broad age range. Findings indicate that humour in the EFL classroom positively influences students' learning experiences. It contributes to a relaxed learning atmosphere, fosters closer connections between students and lecturers, and enhances engagement with the material. However, it's crucial that the humour aligns with the adult status of the students, indicating a need for sensitivity and appropriateness. The study underscores humour's dual role in EFL education, akin to a double-edged sword with both positive and negative impacts. From the perspective of private university students, appropriate humour is key to effective learning, particularly for adult learners. The findings suggest that while humour can be a powerful pedagogical tool, it must be employed judiciously, considering the varied age and backgrounds of the learners. The implications extend to the broader context of EFL education in higher learning, highlighting the importance of lecturer-student dynamics and the careful integration of humour in educational settings.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MENGEMBANGKAN HASIL PERKEBUNAN DI DESA MAREDAN BARAT KECAMATAN TUALANG KABUPATEN SIAK Sari, Fara Merian; Zulkifli, Afni; Arfi, Ridho Ramadhan
Insanta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): INSANTA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, Volume 3 Nomor 2, April 2025
Publisher : LPP ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/insanta.v3i2.53

Abstract

Fokus kegiatan melaksanakan ‘Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Untuk Mengembangkan hasil perkebunan Di Desa Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak'. Tujuannya mengintegrasikan potensi kuliner berbahan produk lokal mendukung konsep green economy, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat , khususnya kelompok perempuan. Mitra adalah para Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tergabung dalam Kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Maredan Barat. Permasalahan mitra adalah (a) kurangnya pengetahuan dan sarana untuk mengembangkan produk (b) belum terbentuknya organisasi perempuan yang khusus mengembangkan kuliner berbahan baku hasil perkebunan. Tujuan kegiatan untuk (a) memberikan penyuluhan dan sarana untuk mengembangkan produk olahan hasil perkebunan; (b) memberikan pendampingan untuk membentuk organisasi perempuan untuk pengembangan kuliner. Metode dan langkah solusi bagi mitra melalui (a) pemberian iptek berupa penyuluhan dan alat pengolah buah ; (b) pendampingan untuk membentuk organisasi perempuan penggiat kuliner. Target capaian kegiatan (a) mitra memiliki pengetahuan dan memiliki peralatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi kuliner berbahan mangrove; (b) meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mitra dengan membentuk organisasi perempuan penggiat kuliner . Dari kegiatan pengabdian ini diharapkan kalangan masyarakat tidak produktif menjadi lebih produktif. Dengan terbentuknya organisasi perempuan penggiat kuliner , dan adanya bantuan sarana pengolah buah mangrove, diharapkan mitra akan semakin berdaya. Pemanfaatan buah mangrove untuk kuliner selain bisa berkontribusi pada ekonomi, juga bermanfaat untuk menjaga kualitas ekologi. Ini juga berkaitan untuk mendukung wisata terintegrasi dan berkelanjutan yang dicita- citakan di Desa Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak
KOLABORASI LINTAS SEKTOR DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS: STUDI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI KOTA PEKANBARU Saputra, Trio; Sulaiman Zuhdi; Fara Merian Sari; Wasiah Sufi; Eka
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sebagai aktor yang berkewajiban melakukan penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat melakukan perannya sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan aktor lain. Oleh karena itu, terdapat penggunaan konsep tata kelola kolaborasi atau collaborative governance. Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi antar stakeholder dalam menanggulangi HIV/AIDS di Kota Pekanbaru yang ditinjau berdasarkan starting condition, facilitative leadership, institutional design, collaborative process. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan teknik analisa datanya adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam pengumpulan data, yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil dari keempat indikator Collaborative Governance menurut Ansell & Gash masih ada yang belum sepenuhnya baik.Dari penelitian ini dapat disimpulkan, berdasarkan keempat indikator Collaborative Governance menurut Ansell & Gash masih terdapat masalah dalam sifat masyarakat yang menjauhi dan memberi diskriminasi para penderita HIV/AIDS membuat orang takut untuk melakukan tes HIV karena tidak mau mendapatkan diskriminasi dari kalangan masyarakat. Kemudian masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan cara pencegahan penyakit HIV/AIDS
Merubah Budaya Pelayanan Publik: Adopsi dari Sistem Informasi Manajemen Perizinan Mobile Elektronik (Simolek) Sari, Fara Merian; Yandra, Alexsander
Sosial Budaya Vol 20, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i2.26715

Abstract

This research examines the adoption of SIMOLEK in changing the culture of public services. Licensing and non-licensing services at the Investment and One-Stop Integrated Service Office of Pekanbaru City use the SIMOLEK application as a medium to facilitate service access. However, problems arise when the infrastructure in the application is not supportive, such as wifi errors or unstable data networks in cards that have implications for the processing process slowing down. Finally, people who are processing their business licenses still have to come to the Pekanbaru City Investment and One-Stop Integrated Service Office. By coming to the location, the government's readiness to change the culture of public services looks mature in planning but mental in implementation.  The method used in this research is through descriptive analysis which seeks to describe existing data from various sources and relate it to social phenomena and trace all the facts related to the problem of this title.The theory used in this research is Rogers' theory. The results show that the adoption of SIMOLEK has not been optimally implemented in changing the service culture but SIMOLEK is believed to be able to change the service culture from conventional face-to-face to online service processes
The Government's Role in Controlling Street Vendors in the Green Open Space Area of Pekanbaru City Sufi, Wasiah; Fara Merian Sari
Jurnal Niara Vol. 16 No. 3 (2024): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i3.16688

Abstract

Upaya meningkatkan kualitas kehidupan lingkungan dalam kota dan menciptakan lingkungan bersih dan sehat dibentuklah ruang terbuka hijau. (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Pemerintah dalam penertiban Pedagang Kaki Lima di Kawasan Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca Mayang dan Ruang Terbuka Hijau Tunjuk Ajar Kota Pekanbaru.. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan Konsep Teori Jones (dalam Mahsun, 2006:8) menyebutkankan bahwa organisasi sektor publik terdiri dari tiga peran penting yakni: Perencanaan Kebijakan (Regulatory Role), Pelaksanaan Kebijakan (Enabling Role), dan Pengawasan Kebijakan (Direct Role). Peran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru dalam penertiban Pedagang Kaki Lima di Kawasan Ruang Terbuka Hijau sudah dilaksanakan dengan baik, namun pelaksanaan penertiban di nilai belum tegas. Hal itu perlu dilakukan evaluasi untuk melihat bagaimana penertiban yang dilakukan sesuai dengan fungsi dan tugasnya.
Nilai-Nilai Budaya Melayu Riau pada Kebijakan Mitigasi Perubahan Iklim Zulkifli, Afni; Sari, Fara Merian; Prihati, Prihati; Rianita, Dian
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.335

Abstract

AbstractThe serious global problem facing mankind today is climate change which requires adaptation and mitigation efforts. The purpose of this study was to determine the values contained in the Riau Malay Teaching Guide in relation to climate change mitigation policies. This study uses a qualitative method with an analytical approach to popular culture documents recorded by Tenas Effendy, Tunjuk Ajar Melayu (TAM) which has been designated as an intangible cultural heritage (WBTB) of Indonesia, with other main data sources observation and interviews with relevant sources. The writing uses a post-critical ethnographic approach, which has the principle of elevating the emic perspective of local culture in the midst of ethical goals and perspectives, namely climate change mitigation policies. Found various values in TAM that are relevant to the implementation of climate change mitigation policies, especially in forest and land fire control activities; the value of local wisdom in Malay teaching and learning is very universal; and there are obstacles because TAM is not a binding formal policy. This research contributes to anthropology in relation to administrative science. Especially finding the novelty of the role of local wisdom in the process and implementation of public policies for climate change mitigation.Keywords:  Riau Malay Culture, Tunjuk Ajar Melayu, Climate Change Policy AbstrakPerubahan iklim menjadi permasalahan global yang serius dihadapi umat manusia yang memerlukan upaya adaptasi dan mitigasi. Kajian ini guna mengetahui kandungan nilai dalam Tunjuk Ajar Melayu Riau dalam kaitannya dengan kebijakan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen budaya popular catatan Tenas Effendy, yakni Tunjuk Ajar Melayu (TAM) yang telah ditetapkan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia, dengan sumber data utama lainnya observasi dan wawancara dengan narasumber yang relevan. Adapun penulisan menggunakan pendekatan etnografi post kritis dalam hal ini kajian terhadap kebijakan mitigasi perubahan iklim. Ditemukan berbagai nilai-nilai dalam TAM yang relevan dengan implementasi kebijakan mitigasi perubahan iklim khususnya pada kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan; nilai kearifan lokal dalam tunjuk ajar Melayu bersifat sangat universal; dan terdapat hambatan karena TAM bukan kebijakan formal yang mengikat. Penelitian ini berkontribusi terhadap antropologi dalam kaitannya dengan ilmu administrasi. Terutama menemukan kebaruan peran kearifan lokal pada proses dan implementasi kebijakan publik untuk mitigasi perubahan iklim.Kata Kunci: Budaya Melayu Riau, Tunjuk Ajar Melayu, Kebijakan Perubahan Iklim