Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kosmologi Spasial Arsitektur Tradisional Suku Sasak Desa Adat Beleq Gumantar Lombok Utara Muhammad Agung Bahroni; Antariksa; Yusfan Adeputera Yusran
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8943

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan mengidentifikasi hubungan antara sistem kosmologi masyarakat Suku Sasak di Desa Adat Beleq Gumantar, Lombok Utara dengan organisasi spasial pada permukiman dan arsitektur tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dengan masyarakat dan tokoh adat, dokumentasi, serta pemetaan spasial. Data dianalisis dengan model interaktif, meliputi: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa organisasi spasial permukiman dan bangunan tradisional dibentuk berdasarkan sistem kosmologi masyarakat Sasak melalui hierarki ruang, orientasi pada Gunung Rinjani, zonasi sakral–profan, tata letak, serta besaran dan struktur spasial. Bale Mengina, Sambi, dan Berugak Sekenem merupakan nilai kosmologi dalam pembagian ruang vertikal dan horizontal, orientasi bangunan, serta penggunaan struktur dan material. Kosmologi spasial bukan sekadar landasan filosofis arsitektur, tetapi juga mekanisme pelestarian budaya, konservasi lingkungan, serta penguatan identitas masyarakat adat. Penelitian ini memperkaya kajian arsitektur vernakular lewat pendekatan integratif aspek sosial-budaya, sekaligus menjadi dasar pelestarian dan perencanaan ruang adat.
Systematic Literature Review (SLR): Keberlanjutan Arsitektur Tradisional dan Vernakular dalam Menghadapi Zaman pada Konteks Urban Rural Bunga Pasadena Ineru; Susilo Kusdiwanggo; Yusfan Adeputera Yusran
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.408

Abstract

Arsitektur vernakular tradisional merupakan ekspresi budaya yang menggambarkan interaksi manusia dengan lingkungan fisik dan sosialnya. Gaya arsitektur ini berkembang secara alami berdasarkan tradisi lokal, iklim, dan ketersediaan material setempat, serta mencerminkan solusi yang efisien dan berkelanjutan. Namun, perkembangan urbanisasi dan globalisasi memberi tekanan signifikan terhadap keberlangsungan arsitektur vernakular, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan yang menghasilkan interaksi antara kebudayaan modern dan tradisional berupa intervensi maupun asimilasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi pola adaptasi arsitektur vernakular dalam konteks transisi urban-rural dan dampaknya terhadap keberlanjutan budaya serta ekologis. Hasil dari penelitian ini ditemukan tren fokus dan metode yang banyak digunakan dalam penelitian terkait Arsitektur Tradisional dan Vernakular dalam konteks Urban-Rural dalam rentang sepuluh tahun terakhir yang berfokus pada pelestarian tradisi dan unsur tradisional dalam kawasan yang telah berkembang melalui metode kualitatif. Umumnya jenis penelitian bersifat deskriptif untuk mengungkap fenomena yang melatar belakangi perubahan suatu kawasan/objek arsitektur vernakular. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika perubahan antara kawasan urban dan rural serta menyajikan strategi yang efektif untuk mendukung kelestarian arsitektur vernakular di masa depan.