Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

2. IDENTIFIKASI JAMUR ANTAGONIS DAN POTENSINYA SEBAGAI AGEN PENGENDALIAN HAYATI JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA JAMBU METE I Made Sudantha
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.235 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat jamur antagonis yang berpotensi sebagai agen pengendalian hayati jamur akar putih (JAP) pada tanaman jambu mete. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dan eksperimental. Metode eksploratif meliputi isolasi jamur antagonis, pemurnian isolat dan identifikasi isolat, sedangkan metode eksperimental meliputi uji pertumbuhan isolat, uji antagonisme isolat dengan JAP secara oposisi langsung dan uap biakan antagonis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ditemukan 13 isolat jamur antagonis yaitu Penicillium citrinum, P. purpurogenum, Aspergillus niger, A. japonicus, A. versicolor, A. flavus, A. parasiticus, Gliocladium virens, G. viride, Trichoderma viride, T. hamatum, T. koningii dan T. harzianum. Dari 13 isolat jamur antagonis hanya jamur T. harzianum yang paling mampu menghambat pertumbuhan miselium JAP, kemudian diikuti oleh T. koningii, T. viride, dan T. hamatum. Penghambatan pertumbuhan ini dilakukan melalui kompetisi ruang pertumbuhan, lisis hifa JAP dan antibiotik yang dikeluarkan oleh Trichoderma. ABSTRACT The research aim was to obtain isolates of antagonistic fungi which are potential as biological control agents of white roots fungus on cashew plant. The research using was explorative and experimental methods. Isolation of antagonistic fungi, isolate purification and identification were covered in explorative methods. While experimental method covered examination of the growth of antagonistic fungi al isolates, antagonism examination with white root sungus through direct opposition and steam of antagonists culture. The result showed that 13 isolates of antagonistic fungi were found namely Penicillium citrinum, P. purpurogenum, Aspergillus niger, A. japonicus, A. versicolor, A. flavus, A. parasiticus, Gliocladium virens, G. viride, Trichoderma viride, T. hamatum, T. koningii and T. harzianum. Of the 13 antagonistic fungi isolates, only T. harzianum was the most capable of inhibiting growth of JAP mycelium, then followed by T. koningii, T. viride, and T. hamatum. Inhibition mechanism of JAP mycelium growth was competition of growth space, lysis of JAP hyphae, and antibiotics exerted by Trichoderma.
5. RESPON TANAMAN TOMAT TERHADAP BERBAGAI DOSIS KOMPOS JERAMI PADI DAN PEMBERIAN BIOAKTIVATOR JAMUR Trichoderma Harzianum Ni Ketut Sridanti; I Made Sudantha
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.695 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos jerami padi yang dicampur dengan bioaktivator {bahan aktif (b.a.) jamur T. harzianum} yang dapat merangsang pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan percobaan rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 10 perlakuan yang diulang tiga kali, yaitu: 0 g, 30 g, 90 g, 150 g dan 210 g kompos/tanaman tanpa dicampur dengan bioaktivator; 0 g, 30 g, 90 g, 150 g dan 210 g kompos/tanaman dicampur dengan bioaktivator. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian dan uji BNJ pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemberian kompos jerami padi yang dicampur dengan bioaktovator (b.a. jamur T. harzianum) dapat memperbaiki kondisi pertumbuhan tanaman tomat yang ditandai dengan tinggi tanaman, berat berangkasan, jumlah buah dan berat buah yang lebih baik. Dosis yang diperlukan agar dapat merangsang pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan memberikan hasil tomat yang lebih tinggi adalah 150 dan 210 g/tanaman (setara dengan 5 dan 7 ton/ha) yang dicampur dengan bioaktivator. ABSTRACT The objective of this research was to determine the doses of rice straw compost mixed with bioactivator on improving growth and yield of tomato plant. The experiment was conducted in green house based on a Completely Randomized Design with 10 treatments each being replicated three times, i.e. 0 g, 30 g, 90 g, 150 g and 210 g per plant without mixed bioactivator and 0 g, 30 g, 90 g, 150 g and continued with 210 g per plant mixed with bioactivator. The data was analyzed using analysis of variance and Honestly Significant Difference in 5 % significant level. The result of this research showed that utilization of rice straw compost mixed with bioactivator (active ingredient the fungus T. harzianum) improved plant height, biomass straw weight, number of fruit and weight of fruit per plant. Doses require to improve plant growth and yield of tomato are 150 and 210 per plant (equivalent to 5 and 7 ton/ha) mixed with bioactivator.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERIPIK BONGGOL PISANG UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI RUMAHAN DI DESA AIK BUKAQ I Made Sudantha; Nurmala Dewi; Aliza Tinur Awwali
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.486 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v2i1.94

Abstract

Aik Bukaq merupakan salah satu desa yang memiliki sumber daya alam yang melimpah,mulai dari hasil pertanian sampai ke perikanan. Akan tetapi, kemampuan masyarakat dalam meemanfaatkan sumber daya alam nya masih kurang serta alat dan surat perijinan yang masih belum memadai. Tujuan program ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan produk olahan keripik bonggol pisang di Desa Aik Bukaq. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pemberdayaan dan penyuluhan. Pengumpulan dan analisis data adalah dengan kajian pustaka dan metode observasi. Hasil yang dicapai dalam program ini adalah pengolahan keripik bonggol pisang dapat dikatakan layak dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan didukung dengan adanya surat ijin usaha perdagangan serta pembaharuan kemasan.Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, Keripik, Bonggol Pisang
PRODUKSI DAN PENERAPAN TEKNOLOGI HAYATI (BIOKOMPOS, BIOAKTIVATOR DAN BIBIT UNGGUL BAWANG MERAH) PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH I Made Sudantha; Ruth Stella Petrunella Thei; Irfan Jayadi
Jurnal Abdi Insani Vol 5 No 2 (2018): Jurnala Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan IbM ini adalah petani dapat membuat secara mandiri bioaktivator dan biokompos dengan teknologi fermentasi menggunakan jamur saprofit T. harzianum isolat SAPRO-07 dan endofit T. koningii isolat ENDO-02. Selain itu petani dapat mengaplikasikan bioaktivator dan biokompos yang telah dibuat untuk tanaman bawang merah menggunakan bibit unggul. Metode kegiatan yang digunakan dalam program IbM dilaksanakan dengan metode pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang dilanjutkan dengan kerja praktek di lapang dan kaji tindak partisipatif aktif (partisipatory action research) sejak persiapan hingga evaluasi. Pemberian materi menggunakan metode penyuluhan melalui ceramah dan diskusi yang dilakukan di Kelompok Tani “Senteluk II” dan “Aiq Genit” Desa Senteluk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil yang telah dilaksanakan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1). Pengetahuan anggota kelompok tani ternak “Senteluk II” menjadi meningkat dalam memahamami teknik pembuatan biokompos dan bioaktivator, dan anggota Kelompok Tani “Aiq Genit” menjadi meningkat dalam memahami teknik aplikasi biokompos dan bioaktivator pada budidaya tanaman bawang merah. (2). Keterampilan anggota kelompok tani ternak “Senteluk II” meningkat dalam pembuatan biokompos dan bioaktivator dan keterampilan anggota Kelompok Tani “Aiq genit” meningkat dalam mengaplikasikan biokompos dan bioaktivator pada budidaya tanaman bawang merah. Sebagai indikatornya adalah peserta pelatihan mampu membuat biokompos dan bioaktivator serta aplikasi biokompos dan bioaktivator pada tanaman bawang merah dilakukan secara mandiri. (3). Hasil biokompos yang diperoleh rata-rata sebanyak 4,0 ton dari target sebanyak 2,0 ton, dan hasil rata-rata bioaktivator rata-rata sebanyak 20 kg dari target 10 kg. (4). Hasil bawang merah yang diperoleh rata-rata sebanyak 14 ton/ha dari target sebanyak 12 ton/ha.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DALAM MEMPRODUKSI BIOKOMPOS DAN APLIKASINYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL UMBI BAWANG MERAH DAN RUMAH PANGAN LESTARI Suwardji Suwardji; I Made Sudantha; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Pramadya Sudantha
Jurnal Abdi Insani Vol 5 No 2 (2018): Jurnala Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target KKN-PPM bagi Kelompok Tani adalah: (1) Masyarakat tani memiliki pengetahuan tentang pengembangan biokompos, budidaya tanaman bawang merah dan rumah pangan lestari. (2) Kelompok tani menjadi lebih berdaya dalam pengembangan biokompos, budidaya tanaman bawang merah, dan rumah pangan lestari. Metode yang diterapkan dalam melakukan pemberdayaan adalah pendekatan kaji tindak partisipatif aktif (partisipatory action research) sesuai dengan karakteristik, sosial dan budaya setempat. Kegiatan KKN-PPM ini dilaksanakan di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ada 3 kelompok tani yang menjadi sasaran kegiatan ini yang berjumlah 45 orang, yaitu kelompok tani “Aiq Genit”, “Penyangget” dan “Senteluk II” yang mengembangkan biokompos, tanaman bawang merah dan rumah pangan lestari yang didampingi dan dibina oleh 46 orang mahasiswa KKN-PPM dengan kegiatan yang meliputi satu kegiatan penyuluhan, satu kegiatan bimbingan teknis, dan satu kegiatan pendampingan. Hasil kegiatan Program KKN-PPM di Desa Senteluk Lombok Barat menunjukkan bahwa: Mahasiswa KKN-PPM dan Kelompok Tani sasaran dapat meningkatkan hasil biokompos, hasil bawang merah, dan sayuran rumah pangan lestari. Aplikasi biokompos dapat meningkatkan hasil bawang merah 14 ton/ha dari target 12 ton/ha . Hasil biokompos yang diperoleh rata-rata sebanyak 4,0 ton dari target sebanyak 2,0 ton, dan hasil sayuran sawi untuk kebutuhan rumah tangga kelompok tani sebanyak 200 kg dari target 100 kg.
BUDIDAYA PADI BERAS MERAH ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK BIOKOMPOS DAN BIOURIN DI DESA SENTELUK BATU LAYAR LOBAR I Gusti Putu Muliartha Aryana; I Made Sudantha
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.790

Abstract

This community service activity aims to 1). Increase the knowledge and skills of partner farmers in farming techniques for organic brown rice upland rice 2). Partner farmers will be able to produce organic fertilizers in the form of biocompost and biorin using cow dung and animal feed scraps using fermentation technology using Tricoderma spp. The method to be used in this PkM program is a training method followed by field practice work and active participatory action research in the field from preparation to evaluation. The activities were carried out at the Putra Gembala farmer group for the production of biocompost and biourin and the Harapan II Farmers Group for the practice of cultivating organic red upland rice. By involving 10 group members. Conclusion: 1. There was an increase in knowledge and skills of the Harapan II farmer group and the Putra Gembala farmer group in the cultivation of organic brown rice upland rice in dry land using solid organic fertilizer (Biokompos) and liquid organic fertilizer (biourin) Trichoderma sp from cow manure waste.
Pengaruh Konsentrasi Bionutrisi Trichoderma spp. Campuran Bioaktivator dan Biourin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kangkung (Ipomoea reptans) Hasil Perbanyakan Dengan Sistem Stek Arjuna Puji Darmasandi; I Made Sudantha; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v1i2.1442

Abstract

Tanaman kangkung (Ipomoea reptans) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat digemari oleh masyarakat luas. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga tanaman kangkung banyak dibudidayakan di kalangan masyarakat umumnya dan petani secara khususnya. Kangkung juga merupakan tanaman yang sangat digemari oleh masyarakat Lombok, karena tradisi masyarakat Lombok yang menjadikan tanaman kangkung sebagai olahan masakan yang sering disebut dengan “Pelecing Kangkung” sebagai kuliner khas Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui konsentrasi Bionutrisi Trichoderma campuran Bioaktivator Trichoderma spp. dan Biourin Trichoderma spp. yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung Lombok (Ipomoea reptans) dari perbanyakan dengan sistem stek, dilakukan dengan metode eksperimental di lapangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk Biourin dengan tiga aras yaitu 12,5 ml/liter air, 37,5 ml/liter air dan konsentrasi 62,5 ml/liter air. Faktor kedua adalah dosis pupuk Bioaktivator yang terdiri dari tiga aras yaitu 12,5 ml/liter air, 37,5 ml/liter air dan 62,5 ml/liter air. Dari kedua faktor tersebut terdapat 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk menguji parameter yang berpengaruh nyata pada taraf α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh kombinasi perlakuan dosis pupuk Biourin dan pupuk Bioaktivator berpengaruh nyata terhadap tinggi tanama, jumlah daun, panjang akar, jumlah tunas dan bobot brangkasan basah, dengan konsentrasi terbaik ada pada U3A3 (62,5 ml/liter air biourin dan 62,5 ml/liter air bioaktivator).
Populasi Dan Intensitas Serangan Hama Lalat Buah (Bactrocera spp.) Dengan Perlakuan Beberapa Dosis Pupuk Petroganik Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Yang Ditanam Di Luar Musim Putri Martina Lianti; Bambang Supeno; I Made Sudantha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v1i3.1450

Abstract

Peneliatian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk petroganik yang baik untuk mengurangi populasi dan intensitas serangan hama lalat buah pada tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga bulan Maret 2022 di Lahan Unram Farming, Desa Nyiurlembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Perlakuan terdiri atas dosis pupuk Petroganik dengan 5 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (200 g/petak), P2 (400 g/petak), P3 (600 g/petak), P4 (800 g/petak). Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan dengan 4 ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan perlakuan yang berbeda nyata lalu diuji lanjut dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk petroganik berpengaruh nyata terhadap populasi dan intensitas serangan lalat buah serta mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim. Dosis pupuk petroganik pada perlakuan P4 (800 g/petak) yang diaplikasikan sebagai pupuk dasar mampu mengurangi popuasi hama yang menyerang dikarenakan produksi buah yang dihasilkan dari taanaman kelompok P4 tersebut memiliki nilai kekerasan tertinggi sebesar 3,59 mm/g dibanding perlakuan yang lainnya, sehingga menyulitkan hama lalat buah dalam menusukkan ovipositornya ke dalam daging buah. Dosis pupuk petroganik juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit yang ditanam di luar musim.
Pengaruh Dosis Biokompos Limbah Kotoran Sapi Fermentasi Trichoderma spp. Terhadap Penyakit Layu Fusarium Beberapa Varietas Bawang Merah M. Heldian Habib; I Made Sudantha; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i1.2120

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu jenis komoditas penting bagi masyarakat yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti konsumsi dan obat tradisional, selain itu masih tingginya penyakit Layu Fusarium pada bawang merah jadi persoalan sehingga perlunya sebuah penggunaan Trichoderma spp. sebagai agen hayati dalam menekan penyakit Layu Fusarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan beberapa varietas bawang merah terhadap aplikasi beberapa dosis biokompos Tricoderma spp. serta untuk mengetahui varietas bawang merah yang tahan terhadap penyakit Layu Fusarium. Percobaan dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2022 di Laboratorium Mikrobiologi dan Rumah Kaca Gaharu Fakultas Pertanian Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, terdiri dari faktor varietas dan faktor dosis biokompos. Hasil Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor varietas menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Sedangkan faktor dosis signifikan terhadap parameter insiden penyakit, jumlah daun, dan jumlah anakan, serta tidak ada interaksi antara faktor dosis dan faktor varietas. Varietas Bali Karet menunjukkan hasil paling baik dalam menekan penyakit Layu Fusarium pada tanaman bawang merah dengan rata-rata 12,21%. Varietas Keta Monca menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan paling baik dibandingkan varietas Bali Karet. Dosis yang paling baik dalam tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan adalah dosis biokompos 10 g/tanaman tanpa inokulasi Fusarium.
Pengaruh Konsentrasi Bioaktivator Dan Biourin Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomea reptans) Sistem Perbanyakan Biji Ni Made Wedhamurthi Dyah Indraswari; I Made Sudantha; Nurrachman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i1.2122

Abstract

Luas lahan pertanian dan tingkat kesuburan tanah semakin menurun. Masalah tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi pertanian seperti hidroponik. Sistem hidroponik memerlukan nutrisi, nutrisi yang biasa digunakan yaitu AB mix, tetapi penggunaan AB mix ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan bioaktivator dan biourin untuk mengurangi penggunaan nutrisi AB mix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bioaktivator dan biourin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung dengan sistem perbanyak biji. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi Biourin yang terdiri dari tiga aras yaitu K1 (750 ml/l), K2 (1000 ml/l) dan K3 (1250 ml/l). Faktor kedua adalah konsentrasi Bioaktivator yang terdiri dari tiga aras yaitu U1 (50 ml/l), U2 (100 ml/l) dan U3 (150 ml/l). Perlakuan merupakan kombinasi kedua faktor yang diulang 3 kali sehingga didapatkan 27 unit percobaan. Hasil anova menunjukan bahwa panjang akar, berat basah dan berat kering tanaman kangkung berbeda nyata dengan hasil paling baik yaitu K3 (1250 ml/l) dan U3 (150 ml/l), sedangkan parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang tidak berbeda nyata.