Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN SILASE JEROAN IKAN NILA SEBAGAI SUMBER BAHAN PENYUSUN PAKAN BUATAN PADA BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii ) Muhammad Fahri; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.505 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.488

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase dari silase jeroan ikan nila dalam pembuatan ransum pakan sehingga menghasilkan pertumbuhan dan kelansungan hidup benih ikan biawan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret- April dilaboratorium basah (Wet Lab) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan lama pelaksanaan selama 50 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) denagan empat perlakuan dan tiga kali ulangan menurut Hanafiah, (1993). Adapun perlakuan yang digunakan sebagai berikut: Perlakuan A, pakan tanpa silase jeroan ikan nila (kontrol), Perlakuan B, pakan dengan persentase silase jeroan ikan nila 20% dari berat total pakan, Perlakuan C, Pakan dengan persentase silase jeroan ikan nila 30% dari berat total pakan, Perlakuan D, pakan dengan perentase silase jeroan ikan nila 40% dari berat total pakan. Ikan uji di masukan ke dalam aqurium sebanyak 15 ekor dengan ukuran 8-12 cm Pakan uji yang digunakan mengandung protein 35% pemberian pakan untuk benih ikan biawan sebanyak 5% dari berat tubuh dengan frekuensi sebanyak 3 kali sehari,  hasil penelitian menunjukan retensi protein, retensi lemak, konsumsi pakan harian, pertumbuhan harian, efesiensi pakan dan kelansungan hidup ikan menunjukan antar perlakuan berbeda sangat nyata (P < 0.01). perlakuan C dengan kandungan silase jeroan ikan nila sebesar 30% memberikan nilai tertinggi untuk  laju pertumbuhan  harian 1,13% dan efesiensi pakan 23,78% Kata kunci: Ikan Biawan, Silase Jeroan Ikan Nila, Pakan
PENGARUH BEBERAPA JENIS PAKAN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN KOI (Cyprinus carpio) Eka Indah Raharjo; Farida .; Troy Pantun Tampubolon
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.492 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.701

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan koi. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan pemberian pakan yaitu A (tubifex), B (Artemia), C (Chlorella sp), dan D (Chlorella) dengan tiga kali ulangan. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa jenis pakan alami memberikan pengaruh sangat nyata  terhadap pertumbuhan berat spesifik dan panjang spesifik serta kelangsungan hidup larva ikan koi yang berbeda sangat nyata. Dari hasil penelitian diperoleh data pemberian pakan untuk pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang spesifik dan kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan  B (Artemia) yaitu berat spesifik sebesar 19,14%, panjang spesifik sebesar 5,12 %, dan kelangsungan hidup sebesar 69,33.Kata Kunci: pakan alami, laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, larva ikan koi
KOMBINASI PENYUNTIKAN HORMON HCG DAN OVAPRIM TERHADAP OVULASI DAN DAYA TETAS TELUR IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Friska Novitasari; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.234 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penyuntikan HCG dan Ovaprim  terhadap ovulasi dan daya tetas telur tertinggi  pada ikan tengadak sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah sebagai sumber informasi baru untuk  pembudidayaan ikan khususnya ikan tengadak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : HCG 0 IU/kg+ovaprim 0,5 ml/kg(kontrol), Perlakuan B : HCG 350 IU/kg+ovaprim 0,5ml/kg C : HCG 450 IU/kg+ovaprim 0,5ml/kg D : HCG 550 UI/kg+ovaprim0,5ml/kg. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan HCG 550 IU/kg+ovaprim 0,5ml/kg mampu mempersingkat waktu pemijahan 7,43jam dan daya tetas telur sebesar 88%. Kata Kunci : HCG dan Ovaprim, Ikan Tengadak, Ovulasi, Daya tetas.
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN KEBALI (Osteochilus schlegelii) DARI SUNGAI KAPUAS DAN SUNGAI SEKAYAM KALIMANTAN BARAT eko dewantoro; hendry yanto; eka indah raharjo; ade lucky juniandy
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.722 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek biologi reproduksi ikan kebali (Oesteochilus schlegeli Blkr) yang meliputi hubungan panjang dan berat, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Ikan sampel diperoleh dari hasil tangapan nelayan di Sungai Kapuas (Kabupaten Kubu Raya) dan S. Sekayam (Kabupaten Sanggau), Kalimantan Barat selama enam bualan (dari bulan Maret-Agustus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kebali dari kedua perairan tersebut memiliki pola pertumbuhan isometrik dan alometrik, dimana ikan dari S. Kapuas lebih gemuk ( b = 2,908) dari pada ikan kebali S. Sekayam yang memiliki nilai b = 2,652. Nisbah kelamin ikan mendekati 1 : 1 dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara ikan yang hidup di S. Kapuas dan S. Sekayam. Tingkat kematangan gonad ikan kebali pada musim pancaroba (peralihat dari musim hujan ke musim kemarau) berada mulai TKG I sampai IV, sedangkan pada musim kemarau didominasi oleh ikan dari TKG I. Indeks kematangan gonad ikan kebali pada musim pancaroba lebih tinggi dibandingkan dengan musim kemarau. Fekunditas ikan kebali tersebar dengan rentang yang luas, yaitu dengan kisaran 168 sampai 2.365 butir. Kualiats air pada saat pengambilan sampel, seperti suhu 29,0–30,7°C, oksigen terlarut Sungai Kapuas 5,01 mg/L dan S. Sekayam sebesar 5,11 mg/L.Kata Kunci : Aspek Biologi Reproduksi, Ikan Kebali, Sungai Kapuas, Sungai Sekayam
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TOHOR (CaO) PADA MEDIA BUDIDAYA BERSALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Didin Anggoro Putra
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.423 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.689

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan kapur CaO pada media budidaya bersalinitas 4 ppt yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang terbaik pada lobster air tawar. Rancangan acak lengkap yang digunakan dengan 4 perlakuan, yaitu tanpa larutan CaO (kontrol) dan menggunakan CaO (30), (60),(90) ml/L dengan 3 ulangan. Hasil pengamatan pertumbuhan selama 30 hari masa pemeliharaan benih lobster air tawar diketahui bahwa penambahan kapur CaO dalam media pemeliharaan bersalinitas 4 ppt berpengaruh terhadap pertambahan  rata-rata berat dan panjang benih lobster air tawar. Laju pertumbuhan berat dan panjang benih lobster air tawar berkisar antara 2,85%–4,44% dan 1,07%–1,21%. Tingkat kelangsungan hidup selama penelitian mencapai 100% dari setiap perlakuan. Jumlah benih lobster air tawar yang moulting berkisar antara 15–21 ekor selama penelitian. Kandungan CaO yang terbaik untuk media pemeliharaan udang lobster air tawar 30 ml/L. Kata kunci : Kapur Tohor, Lobster Air Tawar ABSTRACT This study aimed at determining the additional dose of calcium oxide (CaO) on 4ppt salinity farming media to the maximum crayfish (Cherax quadricarinatus) growth and development. This study used 4 treatments of completely random design. They were CaOnon solution, CaO (30), (60), (90) ml/L with three repetitions. The observation of the growth   conducted in 30 days shows that the addition of calcium oxide (CaO)  on 4ppt salinity farming media effects on the significant increase of  the crayfish (Cherax quadricarinatus) weight and length. The growth rate of the crayfish fingerlings weight and length ranged between 2.85% and 1.07% -4.44% -1.21%. The survival rate during the treatment  reached 100% of each treatment. The number of moulting  crayfish fingerlings ranged from 15-21 during the treatment. In addition, the CaO content is considered as the proper content  for maintenance crayfish growing media at 30 ml/L Keywords: Calcium Oxide, Crayfish
PENGARUH GETAH PEPAYA (Carica papaya L.) KERING TERHADAP DERAJAT PEMBUAHAN DAN PENETASAN TELUR IKAN JAMBAL SIAM (Pangasius hypothalamus) indra sukma saputra indra; Rachimi .; Eka Indah Raharjo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.679 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.261

Abstract

Terbatasnya ketersediaan benih ikan jambal siam tidak terlepas dari permasalahan yang ada pada pembenihan ikan. Meskipun ikan tersebut sudah dapat dipijahkan secara alami namun cukup rendahnya jumlah telur yang menetas dari seluruh telur yang telah dibuahi. Derajat penetasan telur ikan patin berkisar antara 30-60%, hal ini disebabkan karena telur ikan jambal bersifat adhesif atau memiliki daya rekat sehingga telur menumpuk pada salah satu areal pemijahan. Gumpalan telur menghambat masuknya oksigen pada telur sehingga bisa menghambat perkembangan telur dan akan berdampak terhadap daya tetas telur akan kecil. Lapisan lendir ini juga merupakan media ideal bagi pertumbuhan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum getah pepaya kering dalam meningkatkan derajat pembuahan dan penetasan telur ikan jambal siam (Pangasius hypothalamus). Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Variance) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan pencucian telur yaitu A (control), B (10 ppm) C (20 ppm) dan D (30 ppm) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan papain kasar yang berbeda memberikan pengaruh terhadap derajat pembuahan dan  daya tetas telur. Rata-rata derajat pembuahan dan daya tetas telur ikan jambal siam tertinggi terdapat pada perlakuan D (97,22 % dan 77,50%). Kata Kunci : papain kasar, derajat pembuahan, daya tetas telur, ikan jambal siam
PENGARUH PEMBERIAN JENIS CACING YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN GABUS ( Channa Striata ) hendy .; eka indah raharjo; eko prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.786 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1304

Abstract

Salah satu hasil dari perairan umum (rawa, sungai dan danau) yang tergolong ikan komersial dan digemari oleh masyarakat Kalimantan Barat adalah ikan Gabus (Channa striata Blkr). Penelitian ini bertujuan menentukan jenis pakan alami yang terbaik untuk pertumbuhan untuk benih ikan gabus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan setiap perlakuan diulang empat kali. Pakan diberikan dengan dosis adlibitum frekuensi tiga kali sehari. Perlakuan A, Benih ikan gabus diberikan pakan cacing sutera, Perlakuan B : Benih ikan gabus diberikan pakan cacing tanah, Perlakuan C : Benih ikan gabus diberikan pakan cacing nipah, adapun variabel pengamatan adalah Laju pertumbuhan spesifik (SGR), Kelangsungan Hidup, Kualitas Air, perlakuan A memiliki nilai rata-rata panjang tertinggi sebesar2,244±0,234, dilanjutkan perlakuan B sebesar 2,100±0,240dan paling rendah perlakuan C sebesar 2,022±0,067. Kata kunci: perbedaan pakan, ikan gabus, pertumbuhan
PENGARUH KONSENTRASI PENYUNTIKAN HORMON HCG DAN OVAPRIM TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleura Blkr.) Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Andy Sudarsono
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.414 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.494

Abstract

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari Perlakuan A : HCG : 300 IU/kg + ovaprim 0,6 ml/kg induk, Perlakuan B : HCG : 500 IU/kg + ovaprim 0,8 ml/kg induk, Perlakuan C : HCG : 700 IU/kg + ovaprim 1 ml/kg induk, Perlakuan D : HCG : 900 IU/kg + ovaprim 1,2 ml/kg induk. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis HCG 900 IU/kg dan ovaprim 1,2 ml/kg induk pada peroses pemjahan ikan kelabau dapat mempersingkat waktu ovulasi ikan kelabau dan menghasilkan derajat pembuahan telur ikan kelabau (fertilisasi) mencapai 74,53%, menghasilkan daya tetas telur sebesar 72,22%. kelangsungan hidup larva tertingi mencapai 36,27% pada perlakuan HCG : 900 IU/kg dan ovaprim 1,2 ml/kg.Kata Kunci: HCG, Ovaprim, hatching rate, kelangsungan hidup larva, kelabau, Osteochilus melanopleura Blkr.
PENGGUNAAN EKSTRAK BIJI PALA (Myristica fragnans Houtt) SEBAGAI ANESTESI DALAM PROSES TRANSPORTASI SISTEM BASAH CALON INDUK IKAN BELIDA (Notopterus chitala ) Dayatino .; Eka Indah Raharjo; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.383 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.232

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di BBI Kelansin Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu dari 31 Juli sampai 6 Agustus 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh kosentrasi optimal dari ekstrak biji pala yang dapat digunakan sebagai ansestasi untuk calon Induk ikan belida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan meliputi A.0(kontrol),B. 3ppm C.5ppm dan D 7ppm. Sebagai unit percobaan calon induk ikan belida dengan ukuran 400-600 gram yang diangkut dengan mobil selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa induksi konsentrasi tercepat untuk memingsankan ikan belida adalah 7 ppm dengan waktu 7 menit. Untuk masa sedatif yang tercepat terhadap penyadaran ikan belida adalah dengan konsentrasi 3 ppm.Sedangkan kelangsungan hidup tertinggi terlihat pada konsentrasi 3 ppm dengan kelangsungan hidup 83,33%, dan tingkat kelangsungan hidup terendah terlihat pada perlakuan D (7 ppm) yaitu 16,67%. Konsentrasi ekstrak biji pala yang optimal untuk  pengangkutan ikan belida ukuran 400-600 adalah 3 ppm.Kata Kunci: Ekstrak Biji Pala, ikan belida, Anestasi
PENGARUH EKSTRAK ASAM HUMAT TANAH GAMBUT SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN TERHADAP TINGKAT KESEMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Eko Prasetio; Eka Indah Raharjo; Lindi Agustian
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i1.3561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak asam humat yang efektif dan diaplikasikan melalui pencampuran pakan sebagai upaya tingkat kesembuhan dan kelangsungan hidup ikan nila yang diuji tantang dengan bakteri aeromonas hydrophila. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan kosentrasi ekstrak asam humat yang berbeda yaitu kontrol negatif, kontrol positif, 0,5%, 1%dan 1,5%/kg pakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak asam humat dengan kosentrasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata p>0,01 terhadap respon makan, perubahan bobot, gejala klinis penyembuhan luka, pengamatan organ dalam, dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila, dengan kosentrasi terbaik yaitu 1%/kg pakan dengan rata-rata peningkatan bobot (4.60±1.53), rata-rata kelangsungan hidup (83%±5.77), proses penyembuhan gejala klinis yang paling cepat, dan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan respon makan dan organ dalam ikan nila, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak asam humat dengan kosentrasi 1%/kg pakan adalah kosentrasi yang terbaik. Kata kunci: Ikan Nila, Asam humat, Aeromonas hydrophila.