Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Penerapan Model Manajemen Pendidikan Non-Formal Fadillah Nurul Ilmi; Ahlun Ansar; Aris Munandar; Muh. Ramzi Alif Saputra; Yuli alfiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5161

Abstract

Artikel ini mengkaji analisis penerapan model manajemen pendidikan non-formal di PAUD MelatiDWP UNM. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan model manajemen pendidikannonformal di PAUD Melati DWP UNM sebagai lembaga PAUD yang menerapkan layananpendidikan berbasis bermain sambil belajar. Fokus penelitian diarahkan pada empat fungsi utamamanajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, serta fungsiditerapkan dalam pengelolaan peserta didik, pendidik, sarana prasarana, program pembelajaran,dan kegiatan pendukung lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melaluiobservasi langsung, wawancara dengan kepala sekolah, dan dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa PAUD Melati DWP UNM melaksanakan manajemen pendidikan nonformalsecara terstruktur dan konsisten, terlihat dari perencanaan pembelajaran yang fleksibel,pengorganisasian tenaga pendidik sesuai kompetensi, pelaksanaan program yang berpusat padaanak, serta pengendalian mutu melalui supervisi rutin. Selain itu, penerapan model pembelajarancampuran yang memadukan pendekatan Sentra (BCCT), Montessori, High Scope, dan modelklasik mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Mengkombinasikan pengelolaan manajemenyang baik dengan variasi model pembelajaran tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadappengembangan lingkungan belajar yang inklusif, kreatif, dan kondusif.
Implementasi Kurikulum Integratif di Sekolah Islam Qurthubah: Sinergi antara Ilmu dan Iman Muh Fadil; Ahlun Ansar; Aris Munandar; Adinda Tri Ardani; Suci Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kurikulum Integratif di Sekolah Islam Qurthubah: Sinergi antara Ilmu dan Iman sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Islam Qurthuba menerapkan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada integrasi kurikulum nasional dan keislaman, dengan menekankan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter Qur’ani. Program unggulan seperti Tahfidzul Qur’an, Market Day, Crafting Day, dan Cooking Day menjadi sarana pembentukan spiritualitas, kreativitas, serta tanggung jawab sosial siswa. Dukungan fasilitas, keterlibatan orang tua, dan budaya adab before knowledge menjadi pondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang religius dan kondusif. Meskipun menghadapi tantangan dalam hal waktu belajar, kompetensi guru, dan adaptasi teknologi, Sekolah Islam Qurthuba berhasil menunjukkan praktik pendidikan yang holistik dan transformatif. Temuan ini menegaskan bahwa model pendidikan berbasis Islam dapat menjadi solusi alternatif dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta berdaya saing global.
PERAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DAN DASAR PERENCANAAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Nurhandayani; Aris Munandar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9554

Abstract

Administrasi pendidikan yang efektif merupakan pilar utama dalam membangun mutu pembelajaran yang berkelanjutan di sekolah. Namun, penerapannya sering kali belum terintegrasi secara optimal dengan dasar perencanaan yang sistematis, sehingga kualitas proses belajar mengajar belum mencapai hasil yang diharapkan. Di banyak satuan pendidikan, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman mengenai bagaimana fungsi administrasi dan perencanaan dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi empat fungsi administrasi—perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi—dengan prinsip perencanaan strategis mampu memberikan arah yang lebih terstruktur dalam pengelolaan pembelajaran. Hasil penelitian mengungkap bahwa penerapan administrasi berbasis perencanaan yang matang berdampak pada peningkatan efektivitas proses pembelajaran, optimalisasi kinerja pendidik, serta penguatan budaya evaluasi di sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas administrasi pendidikan melalui inovasi teknologi, pelatihan sumber daya manusia, dan kolaborasi seluruh warga sekolah sebagai upaya memperkuat mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Pemanfaatan SATUDIK (Sajian Mutu Pendidikan) Sebagai Alat Monitoring Mutu Pendidikan oleh Pengawas SMP di Kabupaten Luwu Nurhidayah Nurhidayah; Aris Munandar; Ansar Ansar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the utilization of SATUDIK as a tool for monitoring educational quality by junior high school supervisors in Luwu Regency. The focus of the study includes the implementation of the Internal Quality Assurance System (SPMI) cycle, the level of SATUDIK utilization, and the supporting and inhibiting factors affecting its use in educational quality supervision. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving junior high school supervisors, principals, and related educational stakeholders. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that SATUDIK has contributed significantly to strengthening data-based quality monitoring, particularly in the stages of quality mapping and evaluation. However, its utilization has not been evenly implemented and has not been fully integrated into the school planning and quality improvement cycle. The main supporting factors include policy support, availability of integrated data, training programs, and supervisors’ digital competencies. Meanwhile, the inhibiting factors consist of low data literacy, inconsistent data quality, limited infrastructure, and a school work culture that is not yet fully data-driven. This study confirms that the success of SATUDIK is determined not only by the availability of digital platforms but also by human resource capacity, quality leadership, and an evidence-based decision-making culture. Keywords: SATUDIK, school supervisors, quality monitoring, Internal Quality Assurance System (SPMI), educational data. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan SATUDIK sebagai alat monitoring mutu pendidikan oleh pengawas SMP di Kabupaten Luwu. Fokus penelitian mencakup pelaksanaan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal, tingkat pemanfaatan SATUDIK, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya dalam pengawasan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengawas SMP, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan terkait. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SATUDIK telah berkontribusi dalam memperkuat monitoring mutu berbasis data, terutama pada tahap pemetaan dan evaluasi mutu. Namun, pemanfaatannya belum merata dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam siklus perencanaan dan peningkatan mutu sekolah. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kebijakan, ketersediaan data terintegrasi, pelatihan, serta kompetensi digital pengawas. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya literasi data, kualitas data yang belum konsisten, keterbatasan infrastruktur, dan budaya kerja sekolah yang belum sepenuhnya berbasis data. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan SATUDIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan platform digital, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan mutu, dan budaya pengambilan keputusan berbasis bukti. Kata kunci: SATUDIK, pengawas sekolah, monitoring mutu, SPMI, data pendidikan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BENTUK DENGAN POWERPOINT DAN AUDIO VISUAL Aris Munandar; Abdul Aziz Ahmad; Muh Saleh Husain
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.64818

Abstract

This study adopts the 4D development model proposed by Thiagarajan (1974) to develop valid learning media using PowerPoint and audio-visual materials for teaching form drawing in Grade VII at SMPN 4 Tommo, Mamuju Regency. The research was conducted through three stages: define, design, and development. Data collection techniques included observation, validation questionnaires from material and media experts, and documentation. The collected data were analyzed using the Criterion-Referenced Assessment (PAP) approach based on Widoyoko (2009). The results indicate that: (1) the learning media achieved an average score of 4.75 from material experts in terms of content, objectives, and instructional quality, categorized as “very good,” and deemed feasible with revisions; (2) media expert evaluation on technical quality obtained an average score of 4.07, categorized as “good,” and also considered feasible with revisions. Therefore, the developed media are appropriate to support learning activities in the classroom.
Pemanfaatan SATUDIK (Sajian Mutu Pendidikan) Sebagai Alat Monitoring Mutu Pendidikan oleh Pengawas SMP di Kabupaten Luwu Nurhidayah Nurhidayah; Aris Munandar; Ansar Ansar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the utilization of SATUDIK as a tool for monitoring educational quality by junior high school supervisors in Luwu Regency. The focus of the study includes the implementation of the Internal Quality Assurance System (SPMI) cycle, the level of SATUDIK utilization, and the supporting and inhibiting factors affecting its use in educational quality supervision. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving junior high school supervisors, principals, and related educational stakeholders. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that SATUDIK has contributed significantly to strengthening data-based quality monitoring, particularly in the stages of quality mapping and evaluation. However, its utilization has not been evenly implemented and has not been fully integrated into the school planning and quality improvement cycle. The main supporting factors include policy support, availability of integrated data, training programs, and supervisors’ digital competencies. Meanwhile, the inhibiting factors consist of low data literacy, inconsistent data quality, limited infrastructure, and a school work culture that is not yet fully data-driven. This study confirms that the success of SATUDIK is determined not only by the availability of digital platforms but also by human resource capacity, quality leadership, and an evidence-based decision-making culture. Keywords: SATUDIK, school supervisors, quality monitoring, Internal Quality Assurance System (SPMI), educational data. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan SATUDIK sebagai alat monitoring mutu pendidikan oleh pengawas SMP di Kabupaten Luwu. Fokus penelitian mencakup pelaksanaan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal, tingkat pemanfaatan SATUDIK, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya dalam pengawasan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengawas SMP, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan terkait. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SATUDIK telah berkontribusi dalam memperkuat monitoring mutu berbasis data, terutama pada tahap pemetaan dan evaluasi mutu. Namun, pemanfaatannya belum merata dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam siklus perencanaan dan peningkatan mutu sekolah. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kebijakan, ketersediaan data terintegrasi, pelatihan, serta kompetensi digital pengawas. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya literasi data, kualitas data yang belum konsisten, keterbatasan infrastruktur, dan budaya kerja sekolah yang belum sepenuhnya berbasis data. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan SATUDIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan platform digital, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan mutu, dan budaya pengambilan keputusan berbasis bukti. Kata kunci: SATUDIK, pengawas sekolah, monitoring mutu, SPMI, data pendidikan
Potret Manajemen Model Pendidikan Non-Formal Di KB Unyil Makassar Nurul Hairun Nisa; A. Lady Latifah; Windy Fatikasari; Ahlun Ansar; Aris Munandar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13175

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran Non-Formal di KB UNYIL MAKASSAR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di KB UNYIL MAKASSAR. Sumber data dari penelitian ini didapatkan dari Kepala Yayasan dan Kepala Sekolah KB UNYIL MAKASSAR. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran di KB UNYIL MAKASSAR telah berjalan dengan baik sesuai dengan umur dan tumbuh kembang anak melalui kegiatan bermain, proyek sederhana, dan media pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru. Terdapat berbagai cara atau metode dalam membantu pengembangan motorik anak misalnya, mewarnai, menggunting, menempelkan kartu, bermain bola, bersepeda dan juga senam.
Evaluating a Collaborative Brainstorming Model for Enhancing Creative Thinking Skills in Primary School Mas'adi; Aris Munandar; Abd Haling
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i4.2873

Abstract

This study aims to develop and validate a Collaborative Brainstorming Learning Model to enhance creative thinking skills among primary school students. The model was developed to address the limitation of previous practices, where brainstorming and collaborative learning strategies were commonly implemented separately rather than integrated into a coherent and systematic instructional framework. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The developed product consisted of a learning model with a seven-phase instructional syntax and eight supporting learning instruments, including lesson plans, student worksheets, and creative thinking assessment tools. The needs analysis stage involved eight teachers and 133 students from four primary schools in South Sulawesi, Indonesia. Product validation was conducted by three experts from the Faculty of Education at a public university using a four-point Likert scale. The validation results showed that the Collaborative Brainstorming Learning Model obtained an average validity score of 88.10% across nine assessed components, indicating a “highly valid” category. The language and content aspects achieved the highest scores, while the alignment between brainstorming activities and the learning syntax received relatively lower scores but remained within an acceptable level. These findings demonstrate that the developed model has strong theoretical validity and is ready for further practicality and effectiveness testing in classroom settings. The model provides primary school teachers with a structured instructional alternative to promote students’ creative thinking abilities through collaborative activities, idea generation, and problem-solving processes.