Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penerimaan Orangtua (Parental Acceptance) dengan Anak Tunarungu Wahyudi, Almira Hasyati; Satiningsih, Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.62547

Abstract

Terdapat keluarga yang memang dikaruniai anak yang istimewa atau berkebutuhan khusus, salah satunya yaitu anak tunarungu. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk dapat menerima anak mereka secara utuh apapun kondisinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu bagaimana proses penerimaan orangtua (parental acceptance) dengan anak tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dimana data penelitian diperoleh dengan melakukan wawancara semi terstruktur. Analisi data pada penelitian ini menggunakan memberchecking dan triangulasi sumber. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu kedua partisipan telah mencapai tahap penerimaan berdasarkan teori Rohner dengan melewati proses penerimaan masing-masing, yaitu reaksi terkejut, penyangkalan, amarah, kesedihan, reorganisasi, hingga penerimaan. Penelitian ini juga menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penerimaan kedua partisipan tersebut, baik faktor yang mendukung seperti adanya dukungan keluarga atau lingkungan maupun faktor yang menghambat seperti adanya permasalahan rumah tangga serta sulitnya meregulasi emosi dalam pengasuhan.
PENGEMBANGAN BAHAN BACAAN RAMAH ANAK UNTUK PENCEGAHAN KECANDUAN GAWAI Putri, Ellyana Ilsan Eka; Oktaviana, Mimbar; Savira, Siti Ina; Satiningsih, Satiningsih; Moesarofah, Moesarofah
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 4 No. 6 (2024): April 2024
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v4i6.1063

Abstract

The use of gadget besides resulted in positive impacts with this renewal of the rapid information and knowledge, unwittingly also had a negative impact, one of these is the dependence.The negative impact of the use of other gawai is uneasy if not gadget holds or operates, incapacitates the socialization of children, cognitive and ability.This will be more terrible if the role without of supervision the neighborhood or parents, so that the child does not have control over the use of gadget. This study attempts to develop reading materials friendly children to overcome addiction gadget in young junior high school. This study using ADDIE model was with developmental step of the 5, analisys, design, development, implementation, evaluation. Output of this research is give aspiration of reading materials to overcome gadget addiction that emerged in the community and the publication of articles.
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN KARIER DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA PEKERJA Imamah, Fa’iqotul; Satiningsih, Satiningsih
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6496

Abstract

The quarter-life crisis is a psychological phenomenon commonly experienced by individuals aged 18–29, characterized by anxiety, confusion, and pressure in making life decisions, particularly regarding career. One factor influencing this condition is career maturity, defined as the readiness to plan and make career decisions appropriate to one’s developmental stage. This study aimed to examine the relationship between career maturity and quarter-life crisis among 115 employees at a business entity in Lamongan Regency. Using a quantitative approach with a correlational design, the study identified the strength and direction of the relationship between variables without manipulation. The instruments were a career maturity scale (Donald Super) and a quarter-life crisis scale (Robbins & Wilner), with validity tested using corrected item–total correlation and reliability assessed via Cronbach’s alpha. The results revealed a significant negative relationship (r =  -0.428, p < 0.05) with r² = 18.3%, indicating that career maturity explains 18.3% of the variance in quarter-life crisis. This finding fills a research gap that has predominantly focused on university students by highlighting a worker population facing real-world career challenges. Career maturity was shown to act as a protective factor against quarter-life crisis and provides a basis for developing workplace career mentoring programs. ABSTRAK Quarter life crisis adalah fenomena psikologis yang umum dialami individu usia 18–29 tahun, ditandai kecemasan, kebingungan, dan tekanan dalam menentukan arah hidup, khususnya karier. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kematangan karier, yakni kesiapan merencanakan dan mengambil keputusan karier sesuai tahap perkembangan. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara kematangan karier dan quarter life crisis pada 115 pekerja di sebuah badan usaha di Kabupaten Lamongan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dan arah hubungan antarvariabel tanpa manipulasi. Instrumen yang digunakan adalah skala kematangan karier (Donald Super) dan skala quarter life crisis (Robbins & Wilner), dengan validitas diuji melalui corrected item–total correlation dan reliabilitas melalui Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan (r = - 0,428, p < 0,05) dengan r² = 18,3%, yang berarti kematangan karier menjelaskan 18,3% variasi quarter life crisis. Temuan ini mengisi kesenjangan penelitian yang sebelumnya berfokus pada mahasiswa, dengan menyoroti populasi pekerja yang menghadapi tantangan nyata di dunia kerja. Kematangan karier terbukti berperan sebagai faktor protektif terhadap quarter life crisis dan menjadi dasar pengembangan program pendampingan karier di lingkungan kerja.
Kesulitan Perempuan Gen Z yang Mengalami Fatherless dalam Memilih Pasangan Hidup Syarifah, Vera Hasna Salma; Satiningsih, Satiningsih
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menggali secara mendalam kesulitan yang dialami oleh perempuan Gen Z yang mengalami fatherless secara emosional dalam memilih pasangan hidup. Fatherless dalam konteks ini merujuk pada kondisi di mana ayah secara fisik hadir serumah, namun tidak terlibat secara emosional dan tidak menjalankan peran pengasuhan yang mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan lima partisipan perempuan usia 21–25 tahun yang sudah menikah dan berdomisili di Kecamatan X, Kabupaten Y. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (in depth interview). teknik analisis data menggunakan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fatherless memengaruhi kepercayaan diri, membentuk rasa ragu dalam menjalin hubungan, serta menciptakan standar dan ekspektasi khusus terhadap pasangan hidup. Partisipan mengaku mencari pasangan yang mampu memberi perhatian, dukungan emosional, dan komunikasi terbuka hal-hal yang tidak mereka dapatkan dari figur ayah. Selain itu, tekanan sosial dan budaya untuk menikah muda turut menjadi faktor eksternal yang mempercepat pengambilan keputusan, meski dalam kondisi emosional yang belum stabil. Dalam hubungan pernikahan yang dijalani saat ini, luka emosional dari masa lalu masih memengaruhi pola interaksi dengan pasangan. Namun, partisipan juga menunjukkan refleksi dan kesadaran untuk membangun relasi yang lebih sehat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman peran ayah terhadap perkembangan psikologis perempuan serta pengambilan keputusan dalam membangun relasi jangka panjang
PENGARUH DOOMSCROLLING TERHADAP SOCIAL COMPARISON PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Maharupi, Sukma Puspaning; Satiningsih, Satiningsih
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4852

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to examine the influence of doomscrolling on social comparison among students who use social media. This study involved 121 students selected using purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire via Google Forms. The instruments were tested for validity and reliability. The instrument used was the Doomscrolling Scale, modified from Rinanda et al., (2025) and based on the theory of Shabahang et al., (2023), consisting of 12 items with a reliability value of ? = 0.899. Meanwhile, to measure social comparison, the Social Comparison scale was used, which was adapted from Cahyani & Pangestuti (2023) and compiled based on Festinger (1954). It consists of 10 items with a reliability value of ? = 0.717. Data were analyzed using simple linear regression with JASP 0.95.3.0. The results showed a positive and significant relationship between doomscrolling and social comparison, with a correlation coefficient (r) = 0.455 and p < 0.001. The coefficient of determination (R) = 0.207 shows that doomscrolling behavior has a 20.7% effect on social comparison, while the remaining 79.3% is influenced by other factors. This means that the higher doomscrolling levels correspond to higher social comparison among students and conversely.Keyword: doomscrolling, social comparison, social media, high studentAbstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh doomscrolling terhadap social comparison pada mahasiswa pengguna media sosial. Penelitian ini melibatkan 121 responden mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan model skala likert yang disebarkan dengan bantuan Google Formulir. Uji instrument menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Instrumen yang digunakan yaitu, Doomscrolling Scale, hasil modifikasi dari Rinanda et al., (2025) yang disusun berdasarkan teori Shabahang et al., (2023), terdiri dari 12 item dengan nilai reliabilitas ? = 0,899. Sedangkan untuk mengukur social comparison, digunakan skala Social Comparison, hasil adaptasi dari Cahyani & Pangestuti (2023) yang disusun berdasarkan teori Festinger (1954) dan terdiri dari 10 item dengan nilai reliabilitas ? = 0,717. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak JASP 0.95.3.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara doomscrolling dan social comparison, dengan nilai koefisian korelasi (r) = 0,455 dan p < 0,001. Nilai koefisian determinasi (R) = 0,207 menunjukkan bahwa perilaku doomscrolling berpengaruh sebesar 20,7% terhadap social comparison, sedangkan sisanya sebesar 79,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain. Artinya, semakin tinggi tingkat doomscrolling maka semakin tinggi pula tingkat social comparison pada mahasiswa dan sebaliknya.Kata kunci: doomscrolling, social comparison, media sosial, mahasiswa
PENGARUH DOOMSCROLLING TERHADAP SOCIAL COMPARISON PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Sukma Puspaning Maharupi; Satiningsih Satiningsih
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4852

Abstract

 Abstract: The purpose of this research is to examine the influence of doomscrolling on social comparison among students who use social media. This study involved 121 students selected using purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire via Google Forms. The instruments were tested for validity and reliability. The instrument used was the Doomscrolling Scale, modified from Rinanda et al., (2025) and based on the theory of Shabahang et al., (2023), consisting of 12 items with a reliability value of ? = 0.899. Meanwhile, to measure social comparison, the Social Comparison scale was used, which was adapted from Cahyani & Pangestuti (2023) and compiled based on Festinger (1954). It consists of 10 items with a reliability value of ? = 0.717. Data were analyzed using simple linear regression with JASP 0.95.3.0. The results showed a positive and significant relationship between doomscrolling and social comparison, with a correlation coefficient (r) = 0.455 and p < 0.001. The coefficient of determination (R²) = 0.207 shows that doomscrolling behavior has a 20.7% effect on social comparison, while the remaining 79.3% is influenced by other factors. This means that the higher doomscrolling levels correspond to higher social comparison among students and conversely. Keyword: doomscrolling, social comparison, social media, high student Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh doomscrolling terhadap social comparison pada mahasiswa pengguna media sosial. Penelitian ini melibatkan 121 responden mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan model skala likert yang disebarkan dengan bantuan Google Formulir. Uji instrument menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Instrumen yang digunakan yaitu, Doomscrolling Scale, hasil modifikasi dari Rinanda et al., (2025) yang disusun berdasarkan teori Shabahang et al., (2023), terdiri dari 12 item dengan nilai reliabilitas ? = 0,899. Sedangkan untuk mengukur social comparison, digunakan skala Social Comparison, hasil adaptasi dari Cahyani & Pangestuti (2023) yang disusun berdasarkan teori Festinger (1954) dan terdiri dari 10 item dengan nilai reliabilitas ? = 0,717. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak JASP 0.95.3.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara doomscrolling dan social comparison, dengan nilai koefisian korelasi (r) = 0,455 dan p < 0,001. Nilai koefisian determinasi (R²) = 0,207 menunjukkan bahwa perilaku doomscrolling berpengaruh sebesar 20,7% terhadap social comparison, sedangkan sisanya sebesar 79,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain. Artinya, semakin tinggi tingkat doomscrolling maka semakin tinggi pula tingkat social comparison pada mahasiswa dan sebaliknya. Kata kunci: doomscrolling, social comparison, media sosial, mahasiswa