Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Jiwa Keluarga di Masyarakat Kenagarian Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu, Sumatera Barat Novia Zulfa Hanum; Nurmaines Adhyka; Intan Kamala Aisyiah; Tosi Rahmaddian; Amrizal Arief
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 1 No. 3 (2023): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v1i6.168

Abstract

This service program aims to increase understanding and support for mental health in rural communities, especially in Kenagarian Sungai Tanang, West Sumatra. The main problems faced are lack of access to mental health services, stigma towards mental health problems, and lack of understanding of the importance of mental health at the family level. The aim of this activity is to increase public understanding about mental health, strengthen the role of families in providing support to family members who need it, and increase access to mental health services. The methods used include developing educational materials, implementing interactive workshops, mentoring, and program evaluation. The results of this activity show an increase in public understanding about mental health, an increase in the active role of families in providing support, expansion of access to mental health services, and a reduction in stigma towards mental health problems. This program makes a positive contribution in improving the mental health welfare of the Kenagarian Sungai Tanang rural community and provides direction for the development of similar programs in other rural areas.
Penyuluhan Edukasi Pola Makan Bergizi Pada Masyarakat Untuk Pencegahan Dini Stunting Rahmaddian, Tosi; Irwadi Irwadi; Muhammad Rizki Saputra; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v3i1.1050

Abstract

Stunting is a chronic nutrition issue characterized by height below the standard for a child’s age. According to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence of stunting in Indonesia reached 30.8%, significantly higher than the government’s target of below 20% by 2024. One of the primary causes of stunting is inadequate nutrition, particularly during the first 1,000 days of life, which can impede growth and development, resulting in long-term health and cognitive issues. To address this, comprehensive prevention efforts are essential, including community education on nutritious eating. This Community Service initiative targets community leaders and the public, especially mothers and expectant mothers in the Nagari Sago Salido area. The methods employed include distributing questionnaires, presenting educational materials, facilitating discussions, conducting anthropometric screenings for toddlers, and providing nutritious food for participants. The aim is to enhance community understanding of the importance of nutritious diets and their impact on child growth, while encouraging healthier eating habits within families. This initiative seeks to foster sustainable changes in dietary practices and contribute to the reduction of stunting rates in the region.
PENYULUHAN EDUKASI POLA MAKAN BERGIZI PADA MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN DINI STUNTING Rahmaddian, Tosi; Irwadi; Muhammad Rizki Saputra; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.661

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar untuk usia anak. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%, yang jauh dari target pemerintah yaitu di bawah 20% pada tahun 2024. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah pola makan yang tidak memadai, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak serta menyebabkan masalah kesehatan dan kecerdasan jangka panjang. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif, termasuk edukasi masyarakat mengenai pola makan bergizi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat, khususnya ibu dan calon ibu di Nagari Sago Salido. Metode yang digunakan meliputi distribusi kuesioner, pemaparan materi, diskusi, pemeriksaan antropometri untuk balita, serta penyediaan makanan bergizi bagi seluruh peserta. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak, serta mendorong penerapan kebiasaan makan yang lebih sehat dalam keluarga. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan angka stunting di daerah tersebut.
DOMINASI FAKTOR KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAPAI KOTA PADANG Arikhman, Nova; Putri, Anjeli Amelia; Hanum, Novia Zulfa; Hidayat, Hilda; Rusti, Sukarsi; Rahmadian, Tosi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.3174

Abstract

KEK berdampak terhadap kejadian anemia pada ibu hamil, sedangkan pada janin dapat mengakibatkan BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dominan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil trimester II di wilayah kerja Puskesmas Lapai Kota Padang tahun 2023. Jenis Penelitian kuantitatif dengan desain crosss sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 sampai September 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Lapai. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 ibu hamil trimester II, dan pengambilan sampel dengan total sampling. Analisis uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapat 55,6% responden mengalami KEK, 55,6% responden memiliki pengetahuan masih rendah, 75,0% responden memiliki pola makan yang kurang tepat dan 52,8% responden memiliki pendapatan keluarga yang masih dibawah UMR. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p-value = 0,000), pola makan (p-value = 0,004) dan pendapatan keluarga (p-value = 0,003) dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lapai tahun 2023. Hasil analisis multivariat yaitu pola makan dengan nilai OR 6,4. Disarankan untuk ibu hamil dapat mengatur pola makannya dengan lebih meningkatkan jenis, jumlah dan frekuensi makanan yang dikonsumsi serta mengonsumsi makanan yang beraneka ragam untuk mencegah status KEK selama hamil.
Pengaruh Pemberian Reward dan Punishment dalam Penggunaan APD Pelayanan Kesehatan di RSH Jatinegara Novia Zulfa Hanum
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i02.201

Abstract

Perilaku petugas yang baik dalam pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) dapat mengurangi risiko tertular penyakit. Pemberian rewards dan punishment dapat mempengaruhi perilaku petugas dalam penggunaan APD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian rewards dan punishment terhadap perilaku petugas dalam penggunaan APD (topi, masker, sarung tangan, apron, sepatu) di RS X Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang atau cross sectional dan bersifat deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian rewards dan punishment tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD bagian laundry, dapur, dan unit pelayanan sterilisasi. Hal ini dilihat dalam hasil penelitian bahwa dari 95 petugas di RS X Jakarta diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan signifikan antara pemberian rewards dengan kepatuhan penggunaan APD pada petugas bagian laundry, dapur, dan unit pelayanan sterilisasi dengan nilai p value 0,355 dan OR 0,578. Kemudian, Tidak ada hubungan signifikan antara pemberian punishment dengan kepatuhan penggunaan APD pada petugas bagian laundry, dapur, dan unit pelayanan sterilisasi dengan nilai p value 0,761 dengan OR 1,267.
Peningkatan Kepatuhan Cuci Tangan melalui Edukasi dan Fasilitasi Hand Hygiene pada Petugas Kesehatan di RSUD Lubuk Basung Valencia Valencia; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Rendri Bayu Hansah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.9821

Abstract

Background: Hand hygiene is an essential component in preventing nosocomial infections in hospitals. Despite global awareness of the importance of hand hygiene, healthcare workers' compliance with hand hygiene protocols remains low. Objective: To improve knowledge and compliance of healthcare workers regarding hand hygiene practices at Lubuk Basung Regional Hospital through education and facilitation programs. Methods: Community service activities were conducted in November 2025 involving 23 healthcare workers from various work units. The program included pre-test, structured education on hand hygiene, demonstration of WHO's 6-step handwashing technique, interactive discussion, post-test, and provision of hand sanitizer facilities and reminder media. Evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test scores using a knowledge questionnaire. Results: There was a significant increase in participants' knowledge with an average pre-test score of 80.4% increasing to 92.2% in the post-test (11.8% improvement). A total of 73.9% of participants experienced an increase in knowledge scores. The highest improvement occurred in the Perinatology and MPP units with an increase of 3 points. Conclusion: Education and facilitation programs are effective in increasing healthcare workers' knowledge about hand hygiene. Continuous monitoring and compliance audits are needed to ensure knowledge transfer into real practices in preventing nosocomial infections.
Determinasi Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pasien dalam Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Berdasarkan Model UTAUT Adhyka, Nurmaines; Rahmaddian, Tosi; Aisyiah, Intan Kamala; Hanum, Novia Zulfa; Azzahra, Muthia
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v10i2.739

Abstract

Online registration services, which are designed to enhance accessibility and efficiency, remain underutilized in one Type C hospital in Padang. This study aims to analyze the factors influencing patient behavior in using the online registration system based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). A quantitative cross-sectional design was employed involving 98 respondents selected through simple random sampling. The variables examined included performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, demographic factors, and prior experience. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The findings show that 55.1% of respondents had not optimally used the online registration system. Several factors were significantly associated with usage behavior, including age, gender, performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, and experience (all p < 0.01). Multivariate analysis indicated that effort expectancy was the most dominant factor influencing patient behavior (OR ≈ 28). These results highlight that perceived ease of use is the key determinant of patients’ adoption of digital services. It is concluded that enhancing patients’ digital literacy, simplifying the application interface, and strengthening supporting facilities are critical strategies to improve the utilization of onlineregistration systems in hospitals.
Faktor Sosiodemografi yang Mempengaruhi PHBS Rumah Tangga di Nagari Rawang Gunung Malelo Hanum, Novia Zulfa; Adhyka, Nurmaines; Mindayani, Sri
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 14 No 3 (2025): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v14i3.1978

Abstract

Background: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a key health promotion and disease prevention strategy. However, household-level implementation remains suboptimal and is influenced by various sociodemographic factors.Objective: This study aimed to analyze sociodemographic factors influencing household Clean and Healthy Living Behavior. Methods: A cross-sectional study was conducted among 96 female respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. Results: The findings showed that 56.2% of households demonstrated poor PHBS practices. Education level (p=0.002), knowledge (p=0.000), and access to health services (p<0.05) were significantly associated with PHBS implementation. In contrast, income (p=0.753) and employment status (p=0.716) were not significantly related. The lowest-performing indicators included washing eating utensils in the river, smoking inside the house, and irregular physical activity. Conclusion: Household PHBS implementation is significantly influenced by education, knowledge, and access to health services. Strengthening health education and sustainable behavior change interventions is essential to improve PHBS practices.