Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Diferensiasi Terhadap Hasil Belajar Annisa Fitriana Mardhotillah; Ferri Hidayad; Etty Pratiwi
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 23 No. 1 (2025): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v23i1.18828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar  IPAS siswa kelas IV  SDN 68 Palembang yang diajar menggunakan model Problem Based Learning dengan pendekatan diferensiasi . Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu Quasi Experimental Design dengan menggunakan bentuk tes Pretest-Posttes  Nonequivalent control group design. Tes terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Sampel dalam  penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eskperimen  yang berjumlah 20 dan kelas kontrol 21 siswa. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai t_(hitung ) 3.110 > t_tabel 2.023 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dengan pendekatan diferensiasi berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS  pada kelas IV SDN 68 Palembang.  
Penerapan Metode Communicative Language Teaching (CLT) dalam Pembelajaran Komunikasi Bahasa Inggris di SMK Binajaya Palembang Marleni Marleni; Herlina Herlina; Etty Pratiwi; Ferry Hidayad
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 12 (2026): NJMS - Juli 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di SMK Binajaya Palembang. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan 30 siswa kelas X Perhotelan 1. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen angket terdiri atas delapan pernyataan dengan pilihan jawaban Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), dan Tidak Setuju (TS), serta dua pertanyaan terbuka mengenai hal yang disukai siswa dan kesulitan yang dialami selama pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Communicative Language Teaching (CLT) menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa melalui kegiatan diskusi kelompok, pair work, role play, presentasi, dan tanya jawab. Aktivitas komunikasi siswa meningkat, ditunjukkan oleh keberanian bertanya, menjawab pertanyaan guru, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat menggunakan bahasa Inggris. Hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran menggunakan metode CLT. Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka, siswa menyatakan bahwa mereka menyukai kegiatan diskusi, praktik berbicara, dan kerja kelompok, sedangkan kesulitan yang masih dialami adalah keterbatasan kosakata, pelafalan, dan rasa kurang percaya diri ketika berbicara menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, metode Communicative Language Teaching (CLT) mampu menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih komunikatif serta memperoleh respons positif dari siswa kelas X Perhotelan 1 SMK Binajaya Palembang.
Enhancing Students’ Life Skills through Cross-Cultural Education and Collaboration between Indonesia and Thailand Rohana Rohana; Sri Wahyu Indrawati; Indah Anggraini Yusanti; Ninin Non Ayu Salmah; Diana Widhi Rachmawati; Etty Pratiwi; Riyanto Riyanto; Padilah Padilah
Jurnal Abdimas Cendekiawan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Cendekiawan Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56134/jaci.v2i3.144

Abstract

The Sharing non-governmental organization actively facilitates collaboration among Indonesian academics through International Community Service (PKM) initiatives as a realization of the Tridharma Perguruan Tinggi. This program, which has been implemented four times, recently engaged hundreds of participants from various Indonesian universities in partnership with the Embassy of the Republic of Indonesia in Kuala Lumpur, PPI UPSI Malaysia, and higher education institutions in Indonesia and Malaysia. Guided by national education regulations, including Law No. 20 of 2003 on the National Education System and Law No. 12 of 2012 on Higher Education, this PKM program aims to apply academic knowledge, foster entrepreneurship, and address social challenges, particularly in empowering Indonesian Migrant Workers (PMI). The activities employed hybrid approaches combining online and offline workshops, training, and interactive discussions focused on improving participants’ life skills in health, entrepreneurship, financial management, foreign language proficiency, and cross-cultural understanding. The program was held at Lukmanulhakeem School in Yala, Thailand, involving lecturers and students from Universitas PGRI Palembang and partner universities. The results revealed multidimensional benefits: (1) developing leadership and collaboration skills among students and lecturers; (2) strengthening institutional networks and accreditation for universities; and (3) providing tangible contributions to society and government through the empowerment of migrant workers. Moving forward, this initiative is expected to continue each semester in various countries with enhanced content, strategic partnerships, and innovative methods to broaden its social and educational impact.