Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Unleashing the green potential: incorporating eco-business and key tourism elements in Kandri Semarang's Villages Aditya Wisnu Wardana; Eko Nursanty; Mai Lê Ngọc Hà; Astari Wulandari
EcoProfit: Sustainable and Environment Business Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ecoprofit.v1i1.2023.19

Abstract

This paper explores the potential of incorporating eco-business and key tourism elements in Kandri Semarang's villages to enhance their competitive advantage in suburban areas. A case study approach was adopted to examine the status of tourism villages in Kandri Semarang and identify the key tourism elements that can be integrated with eco-business practices. The findings suggest that by embracing sustainable practices and capitalizing on the area's unique natural and cultural resources, tourism villages in Kandri Semarang can differentiate themselves from competitors and attract more tourists. The paper concludes by providing practical recommendations for stakeholders to collaborate and create a sustainable tourism ecosystem that benefits the local community and the environment.
Pemberdayaan Pasar Tradisional sebagai Branding Budaya dan Destinasi Pariwisata Internasional: Laporan Keterlibatan Masyarakat di Pasar Seni, Kuala Lumpur Eko Nursanty; Au Yong Hui Nee; Gita Sugiyarti; Aris Mardiyono; Tri Widayati; Nurchayati
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 4 No. 2 (2025): Juni: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v3gex383

Abstract

Pasar tradisional memainkan peran penting dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan daya tarik pariwisata internasional. Pasar Seni di Kuala Lumpur adalah contoh utama dari keberhasilan transformasi pasar tradisional menjadi tujuan wisata budaya. Inisiatif community engagement ini merupakan kolaborasi antara Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang dan Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan tentang strategi branding untuk Pasar Seni sebagai destinasi pariwisata internasional. Metode yang digunakan antara lain lokakarya partisipatif, diskusi dengan pemilik bisnis lokal, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pelestarian budaya, pemasaran digital, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam memperkuat citra Pasar Seni sebagai destinasi wisata global. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan strategi branding untuk pasar tradisional di Asia Tenggara.    
Coding Futures: Rethinking Digital Literacy Policies in Senior High Schools as Catalysts for Inclusive Economic Growth Rini Werdiningsih; Arvy N. Osma; Eko Nursanty
International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis Vol. 1 No. 1 (2024): January: International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijeepa.v1i1.395

Abstract

Digital literacy has become a key foundation for educational innovation and economic participation in the 21st century. As global economies transition toward digitalization, integrating digital competencies into senior high school curricula is increasingly viewed as essential for supporting Sustainable Development Goal 8 (SDG 8), which emphasizes decent work and inclusive economic growth. This study investigates the role of public policy in shaping digital literacy education in senior high schools through a comparative case study of Indonesia, the Philippines, and Canada. Employing qualitative policy analysis, the research explores how each country’s policy framework conceptualizes, implements, and evaluates digital literacy initiatives. The analysis focuses on curriculum integration, resource allocation, and stakeholder involvement, while also examining how these programs contribute to employability and economic resilience. The findings reveal notable differences in policy design and institutional commitment, with Canada demonstrating a more systematic integration of digital literacy, the Philippines emphasizing access and equity, and Indonesia facing challenges related to resource disparities and curriculum consistency. These variations illustrate how national contexts influence the inclusiveness and effectiveness of digital literacy policies. The study concludes with recommendations for policymakers to design context-sensitive, equitable, and future-oriented digital literacy strategies that align with labor market demands and promote sustainable economic growth.
Pemanfaatan Green House dalam Pengembangan Urban Farming untuk Masyarakat Perkotaan di Kelurahan Wonolopo Djudjun Rusmiatmoko; Eko Nursanty; Deny Mardi N; Erike Maya Sofia Anita
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i3.2000

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan urban farming melalui pemanfaatan greenhouse di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal serta memberdayakan masyarakat dalam praktik pertanian perkotaan yang berkelanjutan. Green house dibangun di area kantor kelurahan sebagai model pertanian modern yang dapat diaplikasikan di lingkungan perkotaan. Kegiatan melibatkan pelatihan intensif kepada warga setempat tentang teknik-teknik urban farming, termasuk pemilihan tanaman, penanaman, perawatan, dan pemanenan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian perkotaan serta keberhasilan greenhouse sebagai fasilitas produksi tanaman yang efisien. Diharapkan, proyek ini dapat menjadi model untuk implementasi urban farming di wilayah perkotaan lainnya dan berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.