Transformasi pelayanan administrasi kependudukan melalui penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan pengelolaan data penduduk. Namun, tingkat literasi digital masyarakat masih menjadi tantangan utama, termasuk di Desa Tulus Rejo, Kabupaten Lampung Timur, yang menunjukkan rendahnya pemahaman mengenai konsep, manfaat, serta prosedur aktivasi IKD. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat terkait penggunaan IKD melalui sosialisasi dan pendampingan teknis. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat diberikan sosialisasi berupa penjelasan konsep IKD, urgensi penerapannya, manfaat keamanan data, serta langkah aktivasi aplikasi. Selanjutnya dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Sebanyak 34 responden berpartisipasi, dan hasil pre-test menunjukkan pemahaman awal yang rendah. Setelah sosialisasi dan pendampingan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, menandakan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Selain itu, pendampingan aktivasi aplikasi membantu masyarakat mampu mengunduh, registrasi, dan menggunakan IKD secara mandiri. Hasil pengabdian ini membuktikan bahwa sosialisasi terstruktur dan pendampingan teknis berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan IKD. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung percepatan digitalisasi layanan administrasi kependudukan di tingkat desa serta menjadi model pelaksanaan program serupa di wilayah lain.