Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS RISIKO BUDIDAYA AYAM KAMPUNG SUPER DI KECAMATAN SUMBAWA Syahdi Mastar; Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Lukman Hakim; Kristijuswati Kristijuswati; Ahmad Rohim Ramdhany
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2301

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis risiko budidaya ayam kampung super di kecamatan sumbawa kabupaten sumbawa. Lokasi ini dipilih karena kecamatan sumbawa memiliki tingkat mobilitas yang mudah untuk dijangkau, responden dalam penelitian ini adalah peternak ayam kampung super dengan jumlah sampel sebanyak 3 peternak. Dalam penelitian ini menggunakan diagram fishbone untuk mengetahui apa saja faktor risiko dalam budidaya ayam kampung super. Selanjutnya menggunakan PIM untuk mengetahui tingkat risiko dari masing masing faktor risiko. Dalam penelitian initerdapat 7 risiko dan 12 faktor risiko dalam budidaya ayam kampung super dengan 2 faktor risiko dengan tingkat risiko tinggi, 9 faktor risiko dengan tingkat risiko sedang dan 1faktor risiko dengan tingkat risiko rendah.
UJI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHA TANI JAGUNG LAHAN SAWAH DE KECAMATAN UTAN DAN KECAMATAN ALAS BARAT Mahadisa Ade Rahman; Syahdi Mastar; Siti Nurwahida; Nila Wijayanti
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pendapatan pertanian dari budidaya jagung di sawah antara Kabupaten Utan dan Kabupaten Alas Barat. Responden dipilih menggunakan purposive sampling, sedangkan petani individu dipilih melalui accidental sampling. Sebanyak 70 petani jagung berpartisipasi dalam penelitian ini, terdiri dari 35 responden dari masing-masing kabupaten. Analisis komparatif dilakukan menggunakan uji t berdasarkan rumus Fisher. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pendapatan pertanian yang signifikan secara statistik antara petani jagung di Kabupaten Utan dan Kabupaten Alas Barat (sig. 0,012 < 0,05). Pendapatan rata- rata pertanian jagung di Kabupaten Utan lebih tinggi daripada di Kabupaten Alas Barat. Secara spesifik, pendapatan rata-rata petani jagung di Kabupaten Utan adalah Rp 26.165.714,29 per petani, sedangkan di Kabupaten Alas Barat adalah Rp 18.736.285,71 per petani, menghasilkan perbedaan pendapatan rata-rata sebesar Rp 7.429.428,57 per petani.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TEMBAKAU RAKYAT DI KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA Ririn Wahyu Agustin; Siti Nurwahidah; Lukman Hakim; Yadi Hartono; Nila Wijayanti
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i2.2508

Abstract

Tobacco farming plays an important role in increasing farmers' income; however, an assessment of its economic feasibility is necessary to ensure the sustainability of its management. This study aimed to analyze the revenue and financial feasibility of tobacco farming in Moyo Hilir District, Sumbawa Regency. The research was conducted in June 2025 using a purposive sampling method involving 60 respondents, with the sample size determined using the Slovin formula. Primary data were collected through direct interviews with farmers. The analysis included the calculation of fixed costs, variable costs, total production costs, total revenue, and the Revenue-Cost (R/C) ratio. The results showed that the average annual fixed cost was IDR 1,462,505, the average annual variable cost was IDR 1,105,650, and the average annual total cost was IDR 2,568,155. Meanwhile, the average annual revenue reached IDR 26,958,333. The R/C ratio was 14.37, indicating that tobacco farming in Moyo Hilir District is economically feasible and highly profitable. These findings suggest that tobacco farming has strong potential to improve farmers' welfare. However, its long-term sustainability should be supported by improved production efficiency and appropriate agricultural policies.
ANALISIS RANTAI PASOK TELUR AYAM RAS CV SADAK DI KECAMATAN SUMBAWA Putri Ayudiya Salsabillah; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Syahdi Mastar; Nila Wijayanti; Alia Wartiningsih
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i2.2509

Abstract

The purpose of this study was to analyze the flow of information, financial flows, and product flows in the broiler chicken egg supply chain at CV Sadak in Sumbawa District. The location was selected purposively. Respondents were determined using a snowball sampling technique, involving the owner of CV Sadak as the primary informant, followed by input providers (dayold chicks, feed, medicines, and vitamins), middlemen, retailers, and end consumers. The research method used was descriptive, with data collection through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the product flow begins with input providers (day-old chicks, feed, and medicines) and reaches farmers, who then distribute it to agents, retailers, and end consumers. Financial flows occur directly between farmers and input suppliers, while egg sales transactions are conducted in cash or on credit through agents and retailers. Meanwhile, the flow of information remains rudimentary and limited to direct communication between farmers, suppliers, and buyers. These findings indicate that although the supply chain is operational, strengthening information management and collaboration between stakeholders is still necessary to achieve efficiency and business sustainability.
POLA KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN PETANI JAGUNG DI DESA LABANGKA KECAMATAN LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA Imam Wahyudi; Ieke Wulan Ayu; Siti Nurwahidah; Nila Wijayanti
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v2i1.2356

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pola kemitraan dan non kemitraan pada petani jagung di Desa Labangka Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Penentuan lokasi penelitian secara purposive sampling dengan pertimbangan Kecamatan Labangka merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret – Bulan Juni 2025. Metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel 15 petani mitra dan 15 petani non mitra. Metode penentuan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian : Pada pola kemitraan, terdapat kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku agribisnis yang menyediakan input unggul seperti benih tahan kekeringan, pupuk, serta dukungan teknis berupa pendampingan dan penyuluhan. Dukungan pemerintah, khususnya dari Kementerian Pertanian, memperkuat skema ini melalui distribusi benih dan pupuk bersubsidi secara masif. Pada pola non-kemitraan, petani mengelola usaha tani secara mandiri dengan fleksibilitas dalam menentukan varietas, jadwal tanam, dan strategi pemasaran. Namun, keterbatasan modal dan akses infrastruktur menyebabkan kerentanan terhadap risiko, terutama fluktuasi harga dan kesulitan penyimpanan hasil panen, yang semakin nyata pada periode panen raya.
POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN KERING DI WILAYAH TIMUR KABUPATEN SUMBAWA Haerul Haerul; Siti Nurwahidah; Nila Wijayanti
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v2i1.2364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi potensi dan permasalahan mendasar dalam pengembangan lahan kering di wilayah timur Kabupaten Sumbawa. Permasalahan mendasar antara lain keterbatasan sarana irigasi, degradasi kesuburan tanah, fluktuasi curah hujan, akses pasar yang belum optimal, serta koordinasi kebijakan yang belum maksimal antar instansi terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer dan sekunder.  Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi lahan kering di kawasan timur Kabupaten Sumbawa cukup signifikan ditunjang oleh ketersediaan lahan yang luas, keragaman komoditas pertanian dan peternakan didukung peran serta masyarakat setempat dalam aktivitas agribisnis.
STRATEGI PEMASARAN MADU HUTAN SUMBAWA DALAM MENGOPTIMALKAN PENINGKATAN EKONOMI PETANI MADU LOKAL DI DUSUN SEMONGKAT DESA KELUNGKUNG KABUPATEN SUMBAWA Ryan Suryanda Putra; Ahmad Yani; Ieke Wulan Ayu; Nila Wijayanti
Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jram.v2i1.2365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran madu hutan Sumbawa dalam mengoptimalkan peningkatan ekonomi petani madu lokal di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret – Mei 2025. Lokasi penelitian berada di Dusun Semongkat, Desa Kelungkung, Kabupaten Sumbawa. Penentuan tempat penelitian dilakukan secara purposive sampling. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan observasi (field Observation), survei (Field Survey), wawancara yang mendalam (Deep Interview Method), serta dokumentasi. Responden dalam penelitian ini sebanyak 10 petani madu hutan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menemukan bahwa strategi pemasaran madu hutan berada pada posisi Kuadran I (Strategi SO), yaitu Mengoptimalkan promosi madu hutan melalui media sosial dan marketplace untuk menjangkau konsumen lebih luas, Menggunakan kualitas dan keaslian sebagai keunggulan untuk penetrasi ke pasar modern (supermarket, toko oleh-oleh), Mengemas madu secara premium untuk segmen pasar wisata dan ekspor, Membangun kemitraan dengan sektor pariwisata dan kuliner local, serta Mengikuti pameran produk UMKM dan event promosi daerah.