Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

BAURAN PEMASARAN PENGOLAHAN KACANG METE DI UD. KARYA SUBUR DI DESA LUK KECAMATAN RHEE Syahdi Mastar; Nila Wijayanti; Jumi Awalia
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 2 No 2 (2022): jurnal sosial ekonomi pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v2i2.943

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bauran pemasaran usaha kacang mete di UD. Karya Subur Kecamatan Rhee. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Desa Luk Kecamatan Rhee .Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang membeli kacang mete UD. Karya Subur yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara atau kuesioner, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Dari hasil penelitian diketahui bauran pemasaran yang dilakukan perusahaan pada produk yaitu memasarkan produk kacang mete rasa original. Penetapan harga menggunakan harga yang sesuai dengan harga pasaran dan juga memberi potongan harga. Tempat/saluran distribusi produk dilakukan secara langsung yaitu konsumen datang langsung ketempat usaha dan juga melalui pengecer. Promosi menggunakan media offline yang berupa promosi dari mulut ke mulut dan pemasangan baliho untuk mempromosikan kegiatan usahanya. Tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran berdasarkan masing-masing aspek sebagai berikut: (1) aspek produk kategori baik, (2) aspek harga kategori sangat baik, (3) aspek tempat kategori baik, (4) aspek promosi kategori baik dan dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran yang diterapkan oleh UD. Karya Subur sudah berjalan dengan baik
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH KOMODITI PADI MENJADI KOMODITI JAGUNG DI DUSUN UMA BUNTAR DESA PELAT KECAMATAN UNTER IWES Novianti Novianti; Nila Wijayanti; Siti Nurwahidah
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v3i1.1117

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi alih komoditi padi menjadi komoditi jagung di Dusun Uma Buntar Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret - April 2022 di Dusun Uma Buntar Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang merupakan anggota kelompok tani yang diambil dengan menggunakan teknik secara quota sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara atau kuisioner dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa faktor - faktor yang mempengaruhi petani melakukan alih komoditi di Dusun Uma Buntar berdasarkan aspek ekonomi yaitu hasil produksi dengan indeks skor 84,75% sangat berpengaruh, faktor hama dan penyakit dengan indeks skor 78,25% berpengaruh, faktor harga dengan indeks skor 86,00% sangat berpengaruh, faktor infrastruktur dengan indeks skor 76,00% berpengaruh dan aspek sosial yaitu faktor budaya dengan indeks skor 67,50% berpengaruh, dan faktor kebutuhan sekunder dengan indeks skor 88,25% sangat berpengaruh. Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya alih komoditi berdasarkan aspek ekonomi adalah faktor hasil produksi, faktor harga sedangkan berdasarkan aspek sosial adalah faktor budaya yang dimana petani melakukan gotong royong (Basiru) dan faktor kebutuhan sekunder. Pengaruh alih komoditi berdasarkan aspek sebagai berikut : (1) aspek ekonomi indeks skor 81,25% kategori sangat berpengaruh, (2) Aspek sosial indeks skor 75,38% kategori berpengaruh.
BAURAN PEMASARAN USAHA TEMPE DI DESA LUNYUK ODE KECAMATAN LUNYUK Dandi Saputra; Nila Wijayanti; Siti Nurwahidah
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v3i2.1279

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bauran pemasaran usaha tempe di Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2022 di Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah 30 sampel yang terdiri dari 1 pemilik dan 29 konsumen yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling atau secara sengaja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian diketahui produk yang ada di UD. Barokah menjadi tiga macam ukuran kemasan dan harga diantaranya ukuran kecil seharga Rp.2.000/pcs, ukuran sedang dengan harga Rp.3.000/pcs, dan ukuran besar dengan harga Rp.5000/pcs. Tempat atau lokasi UD. Barokah cukup strategis dan promosi yang dilakukan menggunakan promosi secara langsung. Tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran berdasarkan masing-masing aspek sebagai berikut : (1) aspek produk kategori sangat baik, (2) aspek harga kategori baik, (3) aspek tempat sangat baik, dan (4) aspek promosi 04 kategori baik, maka dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran yang diterapkan oleh UD. Barokah sudah berjalan dengan baik.
BAURAN PEMASARAN USAHA TERASI UDANG ASLI DI KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA Nila Wijayanti; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Fitri Aningsih
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i1.1475

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganlisis bauran pemasaran usaha terasi udang asli kelompok UMKM di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang membeli terasi udang di kelompok UMKM yang diambil dengan menggunakan tehnik accidental sampling.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara atau kuesioner, dan dokumentasi.Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adaah analisis kuantitatif.Hasil penelitian diketahui bauran pemasaran dilakukan usaha terasi udang asli kelompok UMKM pada produk yaitu memasarkan produk terasi udang dengan jenis kemasan BUKA (daun Lontar).Penetapan harga disesuaikan dengan pasaran dan juga ditawarkan sesuai dengan ukuran kemasan.Tempat atau lokasi sangat mudah terjangkau oleh konsumen. Promosi menggunakan media online dan ofline yang berupa promosi dari mulut kemulut dan pemasangan papan nama yang menarik perhatian konsumen. Tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran berdasarkan masing-masing aspek sebagai beriku: (1) aspek produk kategori baik, (2) aspek harga dengan kategori baik, (3) aspek tempat dengan kategori baik, (4) aspek promosi kategori baik dan dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran yang diterapkan oleh usaha terasi udang asli kelompok UMKM sudah berjalan dengan baik.
ANALISIS RISIKO PADA USAHA TERNAK AYAM BROILER DI KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Nila Wijayanti; Syahdi Mastar; Alia Wartiningsih; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Jihat Akbar
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang terjadi pada usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dan penanggulangannya. Penelitaian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2023 dilakukan dengan menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 8 peternak. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara mendalam dengan salah satu peternak yaitu Bapak Ibrahim, dokumentasi dan koesioner. Hasil dari analisis ini didapatkan 16 risiko yaitu 10 risiko dari peroses budidaya dan 6 risiko dari penjualan, adapun penanggulangannya terdapat 22 penanggulangan dari risiko budidaya dan 13 penanggulangan dari risiko penjualan. Pada peroses budidaya terdapat 4 faktor yang menghasilkan risiko yaitu lahan memilik 2 risiko dengan 4 penanggulangan, kandang memiliki 2 risiko dengan 5 penanggulangan, peralatan memiliki 2 Risiko dengan 6 penanggulangan dan yang terakhir DOC memiliki 4 Risiko dengan 7 penanggulangan. Untuk proses penjualan terdapat 3 faktor yang menghasilkan risiko yaitu fluktuasi harga memiliki 3 risiko dengan 7 penanggulangan, lingkungan sosial memiliki 2 risiko dengan 3 penanggulangan dan yang terakhir nonteknis memiliki 1 risiko dengan 3 penanggulangan. Kesiapan peternak dalam penanggulangan risiko sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari jumlah penanggulangan yang lebih banyak dari pada risiko yang ada.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA LESENG KECAMATAN MOYO HULU KABUPATEN SUMBAWA Siti Nurwahidah; Yadi Hartono; Alia Wartiningsih; Nila Wijayanti; Ratna Gumanti
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1684

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Responden dalam penelitian ini berasal dari ketua, sekretaris, dan tiga orang anggota dari kelompok tani. Kelompok tani yang menjadi sampel penelitian yaitu 10 kelompok tani dengan 5 kelompok tani merupakan kelas lanjut dan 5 kelompok tani kelas pemula. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas, skala likert, dan uji korelasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam upaya pengembangan Kelompok Tani di Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa tergolong tinggi dengan nilai 75,136%. Persentase peran penyuluh sebagai Fasilitator 74,88%, Inovator 74,40%, Motivator 74,24%, Dinamisator 75,36%, dan Edukator 74,08%. Hal ini menunjukkan bahwa Penyuluh Pertanian di Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu berperan dengan baik dan menghasilkan persentase dengan kategori Tinggi. Hasil uji korelasi Peran Penyuluh (X) dalam Pengembangan Kelompok Tani (Y) menghasilkan hubungan yang cukup, kuat, dan signifikan.
ANALISIS TATA NIAGA DAN STRUKTUR PASAR USAHA GARAM RAKYAT DI DESA LABUHAN BONTONG KECAMATAN TARANO Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Syahdi Mastar; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Riski Andira
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1853

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis tata niaga, struktur pasar serta perilaku pasar dan efisiensi Usaha Garam Rakyat di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja yaitu dengan pertimbangan bahwa Desa Labuhan Bontong merupakan daerah penghasil garam rakyat terbesar di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dimana jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 18 petani garam 8 pengecer garam. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan melalui wawncara. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data deskriptif kuantitatif Berdasarkan penelusuran dilapangan memperlihatkan bahwa pada proses penyaluran garam terdapat 2 saluran yaitu sebagai berikut: 1) Petani - Pedagang Pengecer - Konsumen 2) Petani- Konsumen. Struktur pasar dan perilaku usaha garam rakyat di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano yaitu 1.) Struktur pasar pada komoditas garam cukup terkonsentrasi pada satu pengecer sehingga struktur pasar berbentuk monopolistik (CR4) karena >80%, 2) Perilaku pasar pada sistem penentuan harga ditetapkan oleh pengecer ataupun konsumen dan bersifat stabil di segala musim Selanjutnya efisiensi tataniaga garam terjadi pada saluran 2 dimana konsumen membeli secara langsung ke petani garam
ANALISIS RISIKO USAHA TERNAK AYAM PETELUR DI KECAMATAN BRANG ENE KABUPATEN SUMBAWA BARAT Syahdi Mastar; Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Lukman Hakim; Amri Kusuma
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1857

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis Risiko usaha ternak ayam petelur di Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Lokasi ini dipilih atas pertimbangan bahwa di Kecamatan Brang Ene terdapat 6 lokasi usaha peternak ayam petelur, responden dalam penelitian ini adalah peternak ayam petelur dengan jumlah sampel sebanyak 6 peternak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif. Hasil dari analisis Risiko Budidaya dilihat dari Risiko kematian, Risiko Lingkungan dan Risiko Penyakit, . Risiko kematian disebabkan oleh cuaca dingin dan panas, cara mengatasi cuaca dingin yaitu memberi lampu di kandang agar suhu kandang bisa dalam keadaan normal dan memasang terpal atau waringagar suhu udara yang dingin tidak masuk, sedangkan cuaca panas dengan mensemprot ayam agar tetap lembab dan membuka waring atau terpal agar sirkulasi udara masuk. Risiko lingkungan disebabkan oleh bau tidak sedap dan pencurian, cara mengatasi bau tidak sedap yaitu menjaga kebersihan kandang supaya tidak bau, sedangkan pencurian dengan menjaga kandang lebih ketat lagi dan memberi gembok yang besar agar susah untuk dirusak. Risiko penyakit disebabkan oleh penyakit buta, ngorok dan Virus ND. Cara mengatasi penyakit buta adalah memperbaiki sanitasi kandang. Membersihkan kotoran dalam kandang secara rutin. Peternak bisa menggunakan Starbio sebanyak 0,25 kg yang dicampur ke dalam 100 kg pakan ayam. Ngorok cara mengatasi penyakit ngorok pada ayam peterlur yaitu dengan cara memberikan suplemen yang mengandung vitamin dan mineral esensial. Gunanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam. Virus ND Pemberian antibiotik akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan pemberian multivitamin agar stamina ayam cepat pulih dan meringankan infeksi yang terjadi. Risiko pasar disebabkan oleh harga yang tidak Stabil. Cara mengatasi harga yang tidak Stabil yaitu peternak dapat menjalin kontrak dengan pembeli telur, seperti pengecer atau perusahaan makanan. Hal ini dapat memberikan kestabilan harga dan permintaan yang lebih konsisten. Selain itu peternak mencari mitra pedagang di luar daerah.
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI DESA GAPIT KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Yadi Hartono; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Lukman Hakim; Nila Wijayanti; Ilsa Oktafia
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i2.1992

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peranan kelompok tani dan untuk mengetahui pengaruh fungsi kelas belajar, wahana kerja sama dan unit produksi dalam usahatani padi sawah di Desa Gapit Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, menggunakan analisis deskriptif Skala Likert dan Regresi Linier Berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi berperan sangat baik dengan masing-masing skor secara berturut-turut sebagai berikut: 1.267 (84.4%), 1.270 (84.67%) dan 1.262 (84.13%). (2) Berdasarkan hasil Uji T (parsial) variabel kelas belajar dan unit produksi berpengaruh signifikan terhadap peran kelompok tani, sedangkan variabel wahana kerjasama berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap peran kelompok tani. Uji F (simultan) variabel kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi berpengaruh signifikan terhadap peran kelompok tani. Nilai Koefisien Determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0.890 (89%) menunjukkan bahwa 89%, dipengaruhi oleh variabel kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Sementara 11% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI LAHAN SAWAH DI KECAMATAN UTAN KABUPATEN SUMBAWA Mahadisa Ade Rahman; Syahdi Mastar; Siti Nurwahida; Nila Wijayanti
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha tani jagung pada lahan sawah di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari 35 responden petani jagung dari Kecamatan Utan berdasarkan klaster kelompok tani. Penentuan kelompok tani sampel dilakukan secara purposive sampling, dimana dipilih lima kelompok tani yang memiliki jumlah anggota terbanyak sebagai unit sampling. Masing-masing kelompok tani ditentukan sebanyak tujuh orang petani sebagai sampel, yang pengambilan sampelnya secara accidental untuk dijadikan responden. Variabel yang dianalisis meliputi luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja, dan harga jual. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, uji t dan Uji F. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya faktor luas lahan yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha tani jagung. Secara simultan menunjukkan factor luas lahan, biaya benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan harga jual jagung bersama?sama berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung > F tabel pada taraf signifikansi 5 %. Model regresi dengan keenam faktor terbukti valid di 92,4 % menunjukkan bahwa kombinasi faktor menjelaskan hampir seluruh variasi pendapatan usaha tani.