Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Spasial Akses Pelayanan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Buru Ira Deseilla Pawa; Maryam Lihi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk442

Abstract

In Maluku Province, the incidence of pulmonary tuberculosis was 19,019 and in Buru District was 1,493. The purpose of this study is to map and analyze geographical and non-geographical barriers to access to pulmonary tuberculosis treatment services in Buru District, Maluku Province. This type of research was descriptive observational. The population in this study were health facilities that provide pulmonary tuberculosis treatment services in Buru District. The sample size in this study was the entire population, namely 12 pulmonary tuberculosis treatment facilities, consisting of 11 health centers and 1 hospital. Spatial analysis was carried out using overlapping analysis, proximity analysis, and network analysis. The results showed that 6 out of 12 locations of pulmonary tuberculosis treatment facilities were passed by collector roads, and 6 others were passed by local roads. Analysis of 3 km buffering from the health center and 10 km buffering from the hospital providing pulmonary tuberculosis treatment showed that most of the treatment facilities had not yet reached community settlements. The farthest distance to get to a medical facility in Buru Regency was 137 km with a maximum travel time of 210 minutes. Geographical barriers in Buru Regency were in the form of shrubs, rivers, lakes and swamps. Land use in Buru District was dominated by dry forest and shrubs. The most frequently used travel scenario was to use a motorized vehicle mode of transportation. All puskesmas and hospitals in Buru District provide treatment and examination for pulmonary tuberculosis because there are also program management officers and also a tuberculosis testing laboratory at each puskesmas and hospital.Keywords: access; service; pulmonary tuberculosis; spatial analysis treatment ABSTRAK Di Provinsi Maluku, kejadian tuberkulosis paru adalah 19.019 dan di Kabupaten Buru adalah 1.493. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan dan mengalisis hambatan geografis dan non-geografis terhadap akses pelayanan pengobatan tuberkulosis paru di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan pengobatan tuberkulosis paru di Kabupaten Buru. Ukuran sampel pada penelitian ini merupakan keseluruhan dari total populasi, yaitu 12 fasilitas pelayanan pengobatan tuberkulosis paru, yang terdiri dari 11 puskesmas dan 1 rumah sakit. Analisis spasial dilakukan dengan menggunakan analisis tumpang susun, analisis kedekatan, dan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 dari 12 lokasi fasilitas pengobatan tuberkulosis paru dilewati oleh jalan kolektor, dan 6 lainnya dilewati oleh jalan lokal. Analisis buffering 3 km dari puskesmas dan buffering 10 km dari rumah sakit yang menyediakan pengobatan tuberkulosis paru menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas pengobatan belum menjangkau pemukiman masyarakat. Jarak terjauh untuk menuju fasilitas pengobatan di Kabupaten Buru adalah 137 km dengan waktu tempuh maksimal, yaitu 210 menit. Hambatan geografis di Kabupaten Buru berupa semak belukar, sungai, danau dan rawa. Tata guna lahan di Kabupaten Buru didominasi oleh hutan kering dan semak belukar. Skenario perjalanan yang paling sering digunakan adalah menggunakan moda transportasi kendaraan bermotor. Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Buru menyediakan pengobatan dan pemeriksaan tuberkulosis paru sebab tersedia pula petugas pengelolah program dan juga laboratorium pemeriksaan tuberkulosis pada tiap puskesmas dan rumah sakit.Kata kunci: akses; pelayanan; tuberkulosis paru; pengobatan analisis spasial
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Desa Luhu Kecamatan Huamual Suryanti Tukiman; Dani Ely; Herlien Sinay; Mariene Wiwin Dolang; Rahma Tunny; Maryam Lihi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20324

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a public health problem with a prevalence that has remained high in the last 20 years. Hypertension is one of the factors causing non-communicable diseases that can have negative impacts on the social, economic and psychological aspects of individuals. Various efforts have been made to reduce the prevalence of hypertension, both as world targets and targets in Indonesia. The purpose of this study was to determine the Factors Related to the Incidence of Hypertension in the Luhu Village Community, Huamual District. The research method used in this study is descriptive analysis with a Cross Sectional approach. Conducted on June 24 - July 24, 2024 in RW 008 Papora, Luhu Village, Huamual District. Sampling using a simple random sampling technique with 175 respondents. The data obtained were analyzed univariately and bivariately using the chi square test. The results of this study are that there is a significant relationship between gender and the incidence of hypertension (p-value 0.040), there is a significant relationship between family history and the incidence of hypertension (p-value 0.000), and there is a significant relationship between the level of knowledge and the incidence of hypertension (p-value 0.000). Based on the results of the study, it shows that there is a relationship between gender, family history, level of knowledge and the incidence of hypertension in the community of Luhu Village, Huamual District Keywords: Hypertension, Gender, Family History, Level of Knowledge  ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tetap tinggi dalam 20 tahun terakhir. Hipertensi merupakan salah satu faktor terjadinya penyakit tidak menular yang dapat berdampak negatif dari aspek sosial, ekonomi serta psikologis individu. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan prevalensi hipertensi baik yang merupakan target dunia maupun target di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Desa Luhu Kecamatan Huamual. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional.Dilakukan pada tanggal 24 Juni – 24 Juli 2024 di Rw 008 Papora Desa Luhu Kecamatan Huamual.pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan responden sebanyak 175 responden. Data yang diperoleh dianalisis secar univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi (p-value 0,040), terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadan hipertensi (p-value 0,000), dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadan hipertensi (p-value 0,000). Bedasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan jenis kelamin, riwayat keluarga, tingkat pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Luhu Kecamatan Huamual Kata Kunci: Hipertensi, Jenis Kelamin, Riwayat Keluarga, Tingkat Pengetahuan
HUBUNGAN PENTINGNYA PENGGUNAAN KELAMBU DENGAN TERJADINYA PENYAKIT MALARIA DI DESA LUMOLI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Maryam Lihi; Ira Sandi Tunny; Sahrir Sillehu
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.367

Abstract

Malaria is one of Indonesia's public health problems. It is crucial to conduct research on alternative malaria prevention methods. Using mosquito nets while sleeping is one way to reduce mosquito bites. This study aims to determine whether the prevalence of malaria in Lumoli Village, West Seram Regency, is influenced by the use of mosquito nets. This study's design was cross-sectional. The study focused on the three hundred houses that comprise Lumoli Village as a whole. There was no significant correlation between malaria and the use of mosquito nets, based on the results of statistical tests at p > 0.05 and p = 1,000. The incidence of malaria in Lumoli Village, West Seram Regency, was statistically unrelated to the use of mosquito nets.
EDUKASI KESEHATAN MENGENAI BAHAYA OBESITAS PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA WAIMITAL Maryam Lihi; Amelia Niwele; Suryanti Tukiman; Aulia Debby Pelu; Djulfikri Mewar; Narwan Majidha
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.43153

Abstract

Obesitas merupakan kondisi keadaan penumpukan lemak berlebih atau tidak normal dalam tubuh. Wilayah pesisir berkembang pesat karena memiliki akses yang mudah serta biaya hidup yang lebih rendah dibandingkan daerah daratan, sehingga menjadikannya tujuan utama migrasi penduduk. Salah satu kawasan pesisir yang mengalami hal ini adalah Desa Waimital, yang terletak di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, dengan prevalensi obesitas pada ibu rumah tangga mencapai 33,53%. Data ini menunjukkan bahwa obesitas lebih banyak terjadi pada wanita, terutama ibu rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mengenai bahaya obesitas pada ibu rumah tangga di Desa Waimital. Kegiatan ini dilakukan dengan metode observasional dan wawancara, yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi tatap muka (fase ke fase) menggunakan media pamflet. Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengertian obesitas, tanda-tanda dan gejalanya, faktor penyebab obesitas yang terdiri dari faktor perilaku dan non-perilaku, bahaya obesitas yang bisa menyebabkan komplikasi, serta cara-cara pencegahannya. Hasilh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih memahami bahaya obesitas dan pentingnya pencegahan sejak dini.
Pengaruh Health Education Pada Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Pencegahan ISPA Anak Usia Balita Desa Waimital Kecamatan Kairatu Ira Sandi Tunny; Maryam Lihi; Siti Rochmaedah
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v1i4.53

Abstract

ISPA is an acute infection that attacks one or more parts of the respiratory tract from the nose to the alveoli, including the adnexa. This disease is the main cause of death for infants and toddlers. The high incidence and mortality due to ISPA in babies is caused by various factors, one of which is the mother's knowledge about ISPA. This research aims to determine the effect of health education on the level of maternal knowledge in preventing ISPA in toddlers, Waimital Village, Kairatu District. This research uses a quasi-experimental method with an individual pre-post test design approach. The research sample was determined using the Slovin formula, totaling 129 respondents. The research instrument used a questionnaire. The Wilcoxon test results showed that 127 respondents' knowledge increased and 2 respondents' knowledge remained the same, and a sig. (2-tailed) 0.000 which means it is smaller than 0.05, so it can be concluded that p value < α (0.000 < 0.05) then H0 is rejected and H1 is accepted, meaning that there is an influence of health education on the mother's level of knowledge in preventing ISPA. It was concluded thatThere is an influence of health education on the level of maternal knowledge in preventing ISPA in children under five in Waimital Village.