Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN BISNIS PEMBUATAN DISPROPORTION ROSIN (ROSIN-NON KRISTAL) DARI GONDORUKEM Prastica, Yuniar Eka; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.249

Abstract

Gondorukem adalah hasil olahan destilasi uap getah sadapan batang pinus sebagai bahan baku utama untuk pembuatan rosin (non-kristal). Rosin adalah resin yang diekstrak dari pohon pinus, berwarna kuning pucat hingga kuning tua. Pemakaian rosin banyak digunakan di berbagai industri diantaranya, tinta cetak, cat, ban, dan industri kertas, hingga saat ini Indonesia masih mendatangkan dari negara lain, maka dari itu pengelolaan serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu sangat berperan penting dalam hal ini. Adanya plant pembuatan disproportion rosin (non-kristal) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Hasil dari analisa perencanaan bisnis diperoleh nilai persentase Return on Investment sebelum pajak sebesar 55,2% dan setelah pajak 19,88%. Nilai Pay Out Time sebelum pajak diperoleh 2,4 tahun dan sesudah pajak 3,5 tahun. Persentase Break Even Point adalah 59,29% dan nilai Shut Down Point diperoleh 40,63%. Nilai dari Internal Rate of Return sebesar 41,51%.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA DPR (DISPROPORTIONATED ROSIN) DENGAN KAPASITAS 2000 TON/TAHUN Chabibah, Rossy Arifatul; M., Danang Rizky; Sari, Elinda Kartika; Habiba, Shahifa; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.250

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan, salah satunya adalah pohon pinus. Getah dari pohon pinus dapat diolah menjadi berbagai macam produk, seperti gondorukem dan terpentin beserta turunannya. Gondorukem tergolong sebagai pine chemical product yang nantinya dapat diolah lagi menjadi disproportionated rosin. Pendirian pabrik Disproportionated Rosin dari bahan baku gondorukem berkapasitas 2000 ton/tahun ini diharapkan akan dapat menambah devisa negara dan menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia. Analisa ekonomi diperlukan dalam pra rancangan pabrik untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu pabrik untuk didirikan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Return On Investment (ROI) sebelum dan setelah pajak adalah 33,73% dan 20,24%, nilai Pay Out Time (POT) sebelum dan setelah pajak sebesar 2,37 tahun dan 3,48 tahun, nilai Break Even Point (BEP) adalah 58%, nilai Shut Down Point (SDP) sebesar 33%, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) adalah 46,40%. Nilai ROI dan IRR yang didapatkan lebih besar dari bunga pinjaman bank yaitu sebesar 12%, sehingga pabrik layak untuk didirikan.
PERHITUNGAN NERACA MASSA PADA STRIPPER (DA-101) DI PABRIK UREA DEPARTEMEN PRODUKSI I A PT PETROKIMIA GRESIK Prastika, Dhevita Tara Dwi; Qurrota’Ayuni, Dini; Chumaidi, Achmad; Matmulyanto, Matmulyanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.286

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan pupuk terbesar yang ada di Indonesia. PT Petrokimia Gresik mengoperasikan 23 pabrik yang terdiri dari 16 pabrik yang memproduksi pupuk serta 7 pabrik yang memproduksi produk non-pupuk. Pada proses produksi urea terdapat alat yang bernama stripper. Stripper adalah alat yang digunakan untuk memisahkan satu komponen atau lebih dari campurannya menggunakan prinsip perbedaan kelarutan. Departemen Produksi I A Urea memiliki kapasitas produksi sebesar 460.000 ton/tahun dan konsentrasi produk minimal 98,4%. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan neraca massa untuk mengevaluasi perhitungan neraca massa stripper pabrik urea PT Petrokimia Gresik. Perhitungan neraca massa yaitu berdasarkan banyaknya bahan yang masuk serta keluar dari sistem. Untuk menghitung neraca massa harus diketahui terlebih dahulu data bahan baku yang masuk dalam bentuk laju mol dan %mol. Hasil perhitungan neraca massa yang dilakukan pada alat stripper diperoleh total neraca massa input sama dengan total neraca massa output (balance) sebesar 232403 kg/jam.
PERHITUNGAN EFISIENSI EVAPORATOR (V-1) DI UNIT KILANG PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MINYAK DAN GAS BUMI CEPU Kubha, Catharina Bernadeta; Setyorini, Alvira Alwa; Chumaidi, Achmad; Jatmiko, Jatmiko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.482

Abstract

Evaporator merupakan salah satu alat utama di unit kilang PPSDM Migas Cepu yang sudah cukup lama digunakan sehingga perlu dilakukan perhitungan efisiensi evaporator. Perhitungan efisiensi dilakukan untuk mengetahui kelayakan evaporator tersebut untuk proses pengolahan minyak mentah di unit kilang PPSDM Migas Cepu. Perhitungan efisiensi evaporator dilakukan berdasarkan data dari unit kilang yaitu data kondisi evaporator, data densitas tiap komponen, data massa tiap komponen, dan data distilasi ASTM (American Society for Testing Material) tiap komponen mulai dari tanggal 7 – 11 Februari 2022 kemudian dilakukan perhitungan neraca massa dan dilanjutkan dengan perhitungan neraca panas. Dari perhitungan neraca massa dan neraca panas tersebut didapatkan efisiensi evaporator sebesar 58,76%. Nilai efisiensi tersebut menunjukkan bahwa evaporator yang ada di unit kilang PPSDM Migas Cepu kurang layak untuk digunakan dan perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi evaporator tersebut agar tidak mengganggu proses pengolahan minyak mentah.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PADA INDUSTRI DISPROPORTIONATED ROSIN (DPR) DARI GUM ROSIN Wardah, Afifatul; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.480

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah hutan yang cukup luas, Salah satu jenis tanaman yang terdapat di hutan indonesia adalah pinus. Gum rosin merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari proses pemisahan getah pinus (pinus merkusii) melalui cara penyulingan sehingga menghasilkan minyak terpentin. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membuat rosin modifikasi adalah menggunakan metode disproporsionasi sehingga menghasilkan produk berupa disproportionated rosin (DPR). pada pembuatan disproportionated rosin terdapat beberapa macam proses sehingga perlu dilakukan seleksi proses. Pada tahap seleksi proses pembuatan DPR ini menggunakan metode grading dengan hasil grade 790 pada proses tanpa katalis, hasil ini didapatkan karena pembuatan tanpa katalis ramah lingkungan, suhu dan tekanan yang digunakan relatif rendah sehingga menghemat energi serta biaya, bahan baku yang digunakan mudah didapatkan dan murah, dan menghasilkan kemurnian 99,9% gum rosin. Pada penentuan kapasitas dilakukan dengan perhitungan pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi DPR, dengan menggunakan data ekspor dan impor disproportionated rosin pada tahun 2016-2020 untuk mendapatkan hasil perkiraan pada tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode proses yang efektif digunakan adalah pembuatan disproportionated rosin tanpa katalis dengan kapasitas produksi pabrik pada tahun 2023 sebesar 2.500 ton/tahun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
PENGARUH VOLUME ASAM KLORIDA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DISPROPORTIONATED ROSIN (DPR) DARI BAHAN BAKU GUM ROSIN TIPE WG Khadijah, Alisna Imtihana; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.393

Abstract

Gum Rosin mengalami peningkatan produksi di Indonesia tetapi tidak diimbangi dengan sumber daya alam yang maksimal, Gum Rosin umumnya dimanfaatkan dalam bentuk non-modifikasi di bidang perindustrian dan digunakan sebagai bahan pada pabrik kertas (sizing agent), pabrik tinta cetak, pernis, dan perekat. Namun Gum Rosin non-modifikasi memiliki banyak kelemahan antara lain memiliki bentuk berupa padatan atau kristal, terjadi proses oksidasi secara alami, dan dapat menyebabkan reaksi dengan garam-garam logam berat terutama pada penggunaan untuk pernis sehingga penggunaan Gum Rosin dalam bentuk non-modifikasi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi untuk mengatasi kelemahan tersebut. Salah satu produk turunan dari Gum Rosin adalah Disproportionated Rosin (DPR). Pada pembuatan Disproportionated Rosin (DPR) menggunakan metode yang pelarutan, pemanasan, filtrasi, dan penguapan untuk memisahkan larutan etanol dengan Disproportionated Rosin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh volume HCl terhadap karakteristik fisik Disproportionated Rosin (DPR) dari Gum Rosin Tipe WG. Pembuatan produk Disproportionated Rosin (DPR) melalui proses pemanasan dan penambahan HCl dengan variabel 3 mL, 4 mL, dan 5 mL. Variabel tetap yang digunakan adalah pelarut etanol sebanyak 100 ml, massa Gum Rosin 5 gram, dan konsentrasi NaOH 0,1N. Dengan percobaan beberapa variabel tersebut, didapatkan hasil paling optimum pada saat perbandingan antara massa Gum Rosin dan volume HCl 1:1 yaitu 5 gram Gum Rosin dan 5 mL HCl dengan volume Disproportionated Rosin yang dihasilkan 83 mL dan volume NaOH yang dibutuhkan 24 mL.
STUDI LITERATUR PERENCANAAN BISNIS PEMBUATAN DISPROPORTIONATED ROSIN SEBAGAI KOMIDITI EKSPOR DENGAN BAHAN BAKU GONDORUKEM Salsabila, Afifa; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.395

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan hasil hutan bukan kayu yaitu pohon pinus merkusii. Pohon pinus merkusii dapat menghasilkan getah pinus yang memiliki dua produk yaitu gondorukem dan terpentin. Gondorukem modifikasi dapat menghasilkan produk Disproportionated Rosin (DPR) yang bernilai tinggi dan diminati oleh pasar dalam negeri maupun luar negeri dengan nilai komoditi ekspor hingga 80% dan sisanya 20% untuk kebutuhan dalam negeri. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengetahui analisis perhitungan ekonomi DPR dengan bahan baku gondorukem berkapasitas 2700 ton/tahun dan mengetahui daya saing gondorukem sebagai komoditi ekspor di Indonesia dengan membandingkan harga gondorukem Indonesia, Cina, Brazil dan dunia. Studi literatur ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis ekonomi yaitu dengan mencari nilai Total Capital Investment (TCI), kelayakan pabrik untuk didirikan dan menganalisis daya saing komoditi ekspor DPR dengan perhitungan Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk dibandingkan antara harga gondorukem Indonesia dengan dunia. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ekonomi diperoleh keuntungan sebesar Rp. 30.263.407.337 jika kurs dollar pada angka Rp. 14.650,00 dengan nilai RCA>1. Dapat dikatakan bahwa gondorukem memiliki Indonesia daya saing komoditi ekspor kepada dunia, dan pabrik DPR layak untuk didirikan dengan kapasitas produksi sebesar 2700 ton/tahun. Dengan studi literatur ini diharapkan gondorukem dapat bersaing dengan dunia sebagai daya komoditi ekspor, sumber pendapatan ekonomi dan menambah devisa negara dengan mencukupi kebutuhan ekspor.
PERANCANGAN REAKTOR PADA PROSES PEMBUATAN DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GUM ROSIN MELALUI NETRALISASI ASAM KLORIDA Amalia, Amanda Dewi; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.453

Abstract

Kawasan hutan di Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Salah satu jenis tanaman hutan adalah pohon pinus. Pohon pinus dimanfaatkan getahnya untuk diolah menjadi berbagai macam produk, seperti gondorukem dan terpentin serta turunannya. Disproportionated rosin merupakan salah satu produk turunan dari gondorukem, biasanya digunakan sebagai bahan tambahan dalam produksi karet sintetis, ban, hingga cat dinding. Proses pembuatan disproportionated rosin melalui reaksi pelarutan gum rosin dengan etanol, reaksi penambahan larutan HCl 37%, dan reaksi pembentukan produk Na-abietik di dalam reaktor berpengaduk. Tujuan perancangan alat ini adalah merancang reaktor untuk proses disproporsionasi dalam pembuatan disproportionated rosin. Perancangan dilakukan dengan menentukan jenis reaktor, jenis material, dan dimensi reaktor. Hasil dari perancangan menunjukkan reaktor yang digunakan adalah reaktor berpengaduk berdiameter 2,7337 m dan tinggi 5,0404 m. Bentuk tutup atas dan tutup bawah dari reaktor berbentuk standard dished head dan jenis material dari reaktor yaitu Stainless steel SA-167 Grade 3 Type 304.
EFEKTIVITAS KOAGULAN KITOSAN PADA PENGOLAHAN AIR DI UNIT WATER TREATMENT PPSDM MIGAS CEPU Mutakhabbibatillah, Mutakhabbibatillah; Mahendra, Rinda; Chumaidi, Achmad; Kusuma, Rieza Mahendra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.396

Abstract

Air Sungai Bengawan Solo digunakan sebagai bahan baku pengolahan air di Unit Water Treatment PPSDM Migas Cepu. Air sungai ini diolah menjadi air industri dan air bersih yang didistribusikan ke konsumen. Metode yang digunakan adalah koagulasi flokulasi. Penggunaan koagulan dari bahan kimia pada metode tersebut sudah sering digunakan daripada koagulan alami. Pada penelitian ini menggunakan metode koagulasi flokulasi dengan kitosan dari cangkang udang sebagai koagulan. Kitosan dimodifikasi dengan menaut silangkan glutaraldehida atau disebut dengan cross linked glutaraldehyde (crosslink GA). Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), turbidity, dan pH pada air bersih di Unit Water Treatment PPSDM Migas Cepu menggunakan kitosan tanpa modifikasi dan dengan modifikasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis dosis kitosan sebesar 400, 500, 600, dan 700 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan crosslink GA lebih efektif menurunkan kadar TSS, turbidity, dan pH yang optimum pada dosis 400 dan 700 ppm dengan nilai masing-masing sebesar 24 mg/L; 7,86 mg/L; dan 7,26. Koagulan kitosan juga efektif menurunkan nilai BOD dengan nilai sebesar 0,135 mg/L pada dosis 700 ppm. Sedangkan COD tidak dapat diturunkan kadarnya menggunakan kedua koagulan karena pemberian dosis yang tidak sesuai.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA PERUSAHAAN PESTISIDA Salsabilla, Yoan; Dewajani, Heny; Chumaidi, Achmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4177

Abstract

Produksi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terus bertambah besar tidak hanya di negara maju namun juga di negara berkembang termasuk Indonesia. Untuk menyikapi hal tersebut pemerintahh mengeluarkan beberapa regulasi, salah satunya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber limbah B3 dari hasil produksi, mengetahui pengelolaan limbah B3, serta membandingkan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Metode penelitian menggunakan metode perbandingan antara kondisi di perusahaan pestisida dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) perusahaan pestisida telah melakukan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan sangat baik, rata-rata dari hasil perhitungan pengelolaan limbah B3 pada perusahaan industri adalah 100% meliputi pengemasan dan pewadahan, penyimpanan, pelabelan simbol dan label serta pengangkutan internal maupun kepada pihak ketiga.
Co-Authors Abdul Chalim Abdul Chalim Afida Kartika Sari Ahsan, Muhammad Hafizh Aldifi Kresmagus Aldillah, Ahmad Zaky Alfajri, Aulia Romadhona Jihad Alisna Imtihana Khadijah Amalia, Amanda Dewi Amanda Dewi Amalia Andi Nina Anggit Murdani Annyssa Maylia Ansar, Ellana Nabilah Nur Averina Aprillia Dwi Ardianti Arum Kartikasari Arum Kartikasari, Arum Auliastuti, Miranda Ajeng Budiana, Novita Eka Nur Ilma Bunga Rajhana Ragil Gayatri Chabibah, Rossy Arifatul Chintya A. P. Sari Danang Rizky Mahendra Darminawati, Lusiana Destiana R. A. Palupi Dewajani, Heny Dewi, Ernia Novika Dhevita Tara Dwi Prastika Dini Qurrota Ayuni Arita Putri Dyah Ratna Wulan Ekawati, Safitri Eko Naryono Elinda Kartika Sari Ellana Nabilah Nur Averina Ansar Erliyanti, Nove Kartika Erwan Adi Saputro Fajri, Aulia Romadhona Jihad Al Febrianti U. D. Pratiwi Febrianti U.D. Pratiwi Gayatri, Bunga Rajhana Ragil Girlian Agaian, Girlian Girlian, Girlian Gusniawan, Prayoga Vicky Habiba, Shahifa Ilma, Novita Irfin, Zakijah Jatmiko Jatmiko Julius July Khadijah, Alisna Imtihana Kresmagus, Aldifi Kubha, Catharina Bernadeta Kusuma, Heri Septya Kusuma, Rieza Mahendra M. Ivan Ariful Fathoni M., Danang Rizky Mahendra, Danang Rizky Mahendra, Rinda Matmulyanto, Matmulyanto Maylia, Annyssa Meilita Mustika Ridhawati, Meilita Mustika Miranda Ajeng Auliastuti Muhammad Badril Munir Muhammad Naufal, Muhammad Muharja, Maktum Munir, Muhammad Badril Mustika, Meilita Againa Mutakhabbibatillah, Mutakhabbibatillah Nanik hendrawati, Nanik Palupi, Destiana R. A. Prakoso, Prizqi Pranata, Estitika Fidya Prastica, Yuniar Eka Prastika, Dhevita Tara Dwi Pratiwi, Febrianti U. D. Pratiwi, Febrianti U.D. Prizqi Prakoso Qurrota’Ayuni, Dini Rachmad Ramadhan Yogaswara Rahma, Anne Rizki Fitria Darmayanti Rossy Arifatul Chabibah Sabrina Adani Putri Safitri Ekawati Salsabila, Afifa Salsabila, Anne Rahma Salsabilla, Yoan Sandifa, Muhammad Naufal Sari, Chintya A. P. Sari, Elinda Kartika Setyorini, Alvira Alwa Shabrina Adani Putri Shahifa Habiba Sjarief Widjaja Suryandari, Ade Sonya Takwanto, Anang Tina, Aprillia Nur Tri Widjaja Wardah, Afifatul Yanty Maryanty, Yanty Yogi Prana Izza Yuniar Eka Prastica Zakijah irfin