Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Big-Five Personality: Prediction of Fear of Missing Out, Problematic Social Media Use, and Deceptive Behavior Silverius Y. Soeharso; Clara Moningka; Selviana Selviana
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2023): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v8i1.2969

Abstract

Very rapid development in information technology, one of which lies in social networking media. The use of social media continued to increase from 2013 (42%) to 2015 (47%). The extensive use of social media causes adverse effects such as deceptive behavior (in social media), constant urge to go online, problematic social media use, and checking social media (fear of missing out). This study examines how Big-Five personality affects deceptive behavior, FoMO, and problematic social media use. The sampling technique used was convenience sampling, which 121 students in DKI Jakarta selected. Multiple linear regression and multivariate multiple regression were used to examine the data. As a result, there is a strong correlation between the Big-Five personality in predicting FoMO, deceptive behavior, and problematic social media use. This finding has implications for universities, especially for lecturers with a background in psychology, to direct and provide knowledge to students to avoid deceptive behavior, problematic social media use, and fear of missing out.
Perbedaan Identitas Etnis Transmigran Jawa yang Menikah dengan Sesama Etnis dan yang Menikah dengan Etnis Lampung di Provinsi Lampung Moningka, Clara; Putri, Citra Ananda
Jurnal Sains Psikologi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um023v11i22022p124-136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah perbedaan identitas etnis antara individu etnis Jawa yang menikah dengan sesama etnis dengan individu etnis Jawa yang menikah dengan etnis Lampung. Pendekatan yang digunakan da-lam penelitian ini merupakan kuantitatif. Variabel yang digunakan dalam pe-nelitian ini adalah identitas etnis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen identitas etnis The Multigroup Ethnic Identity Measure (MEIM) berbentuk skala Likert. Subjek dalam penelitian ini adalah individu beretnis Jawa yang menikah sesama etnis dan individu beretnis Jawa yang menikah dengan individu beretnis Lampung dan tinggal di Lampung. Pe-ngumpulan data dilakukan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2021, dengan menggunakan kuesioner online via Google Form dan disebar melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook dengan bantuan kerabat serta grup kelompok Jawa yang tinggal di Lampung. Hasil uji hipotesis me-nunjukkan U sama dengan 19309,500, (p kurang dari 0,05, 95 persen CI [1,00, 3,00]) yang berarti terdapat perbedaan identitas etnis antara individu etnis Jawa yang menikah dengan sesama etnis dengan individu etnis Jawa yang me-nikah dengan etnis Lampung. Hal ini dikarenakan nilai p kurang dari 0,05 de-ngan signifikansi 0,001 sehingga hipotesis dapat diterima.
PRAKTIK HOMESTEADING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Moningka, Clara; Simanjuntak, Maria Jane T.; Valencia, Debora Michelle
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/gbqhw258

Abstract

Program ini merupakan program pengabdian masyarakat dan kelanjutan dari program sebelumnya yaitu “meramban”. Pada program meramban, anak diperkenalkan pada berbagai tanaman yang dapat dikonsumsi di sekitar mereka. Pada program ini mereka akan membuat kebun yang tanamannya dapat dikonsumsi. Tujuan dari program Homesteading adalah untuk mendukung pelestarian lingkungan. Program homesteading ini dilakukan untuk siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Sawah Baru. Edukasi mengenai homesteading dan praktik dilakukan untuk membangun perilaku pro-lingkungan, termasuk kemandirian sejak dini. Di akhir program, siswa akan membuat kebun perma kultur lahan terbatas di halaman sekolah. Psikoedukasi dilakukan selama lima bulan dari Agustus 2024 hingga Desember 2024 dengan menggunakan metode ceramah dan pembelajaran aksi pada siswa kelas 4,5 dan 6 dengan jumlah 73 orang. Metode ini mendorong siswa untuk mendapatkan pengetahuan terkait homesteading dan juga mengalami proses pembuatan kebun sendiri. Proses pembuatan kebun mereka sendiri. Untuk mengetahui perubahan perilaku, dilakukan pre-test dan post-test. Perhitungan statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan perilaku siswa setelah mengikuti program psikoedukasi (t = 2,752; df = 72; p<0,001).
Program Edukasi Ketahanan Pangan dan Mengurangi Sampah pada Siswa SDN 01 Sawah Baru Moningka, Clara; Tienovani Simanjuntak, Maria Jane
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 3 No. 01 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v3i01.6564

Abstract

This community service program is carried out for students at Elementary School 01 Sawah Baru who do not yet know about a sustainable environment. This program is carried out with the aim of shaping pro-environmental behavior, including understanding food security and reducing waste. Psychoeducation was carried out from August 2023 to March 2024 using lecture and action learning methods. To determine the level of students' understanding, a pre-test and post-test were carried out. The results of statistical calculations show that there are differences in students' knowledge and understanding after participating in psychoeducation. The psychoeducation carried out is effective, which is shown by changes in the understanding and behavior of students at SDN 01 Sawah Baru.
Item Analysis for Trait Emotional Intelligence Questionnaire Short Form (TEIQue-SF) Simanjuntak, Maria Jane Tienoviani; Moningka, Clara
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 9, No 2 (2025): VOL. 9 NO. 2 OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v9i2.33664

Abstract

In this study, the researcher analyzed the TEIQue-SF (Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form) from Petrides (2009), which consists of fifteen facets of trait emotional intelligence and is measured by thirty items. The questionnaire measures four dimensions: emotionality, sociability, well-being, and self-control. This research involved 339 respondents from Indonesia. Reliability testing was conducted using Cronbach’s Alpha. Discriminant analysis is conducted by examining the item-rest correlation. The results of this study indicate that the TEIQue-SF (Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form) is divided into two dimensions. The adaptation into Indonesia allows for cross-cultural validation studies and expands Indonesian contributions to global EI research. This research also facilitates more accurate and meaningful data collection in psychological research related to the trait of emotional intelligence.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Jenis Kelamin Terhadap Perilaku Seksual pada Remaja Berpacaran Yulianto, Aries; Putri, Angiza Ananda; Moningka, Clara
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1054

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan individu dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dengan ditandai adanya perubahan fisik maupun psikologis. Dalam dunia remaja dan dewasa muda di Indonesia, seksualitas tidak tabu dilakukan, tetapi tabu dibicarakan. Sejumlah penelitian menunjukkan perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja, dimana remaja laki-laki cenderung memiliki perilaku seksual yang lebih tinggi, Pola asuh orang tua juga mempengaruhi perilaku seksual pada remaja, meskipun ditemukan sejumlah hasil yang tidak konsisten. Menurut Baumrind, pola asuh orang tua terbagi menjadi tiga, yaitu Otoritarian, Otoritatif, dan Permisif. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dan jenis kelamin terhadap perilaku seksual pada remaja. Partisipan penelitian berjumlah 400 remaja (232 laki-laki dan 168 perempuan). Ada dua instrumen penelitian yang digunakan, yaitu alat ukur pola asuh orang tua dan alat ukur perilaku seksual remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual. Begitu pula bahwa interaksi antara pola asuh dan jenis kelamin tidak berpengaruh pada pola asuh. Jenis kelamin mempengaruhi perilaku seksual pada remaja, dimaan remaja laki-laki memiliki perilaku seksual yang lebih tinggi.
Strategi Pengurangan Ketidakpastian pada Komunikasi Guru dengan Siswa Berkebutuhan Khusus Wijayanti, Sri; Rahmi, Fathiya Nur; Moningka, Clara
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2024): KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i2.5958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengurangan ketidakpastian komunikasi guru lembaga pendidikan anak usia dini dalam penanganan siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan Uncertainty Reduction Theory, dimana pada penelitian sebelumnya teori digunakan untuk menganalisis fenomena komunikasi interpersonal pada ranah organisasi. Sehingga kebaruan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi penggunaan teori untuk penyelesaian masalah komunikasi interpersonal di tahap pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif pendekatan kualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi pustaka. Pada metode wawancara peneliti menentukan kriteria pemilihan informan terdiri dari memiliki pengalaman menjadi guru pendidikan anak usia dini minimal dua tahun dan tingkat pendidikan minimal sekolah menengah atas. Hasil penelitian ini diantaranya pertama, bentuk ketidakpastikan yang dialami guru termasuk jenis ketidakpastian kognitif dan perilaku yang disebabkan keterbatasan informasi dan pengetahuan serta pengalaman dalam penanganan siswa berkebutuhan khusus. Kedua, guru menerapkan tiga strategi utama untuk mengurangi ketidakpastian, yaitu: (1) Strategi Pasif, dengan mengamati perilaku siswa secara langsung; (2) Strategi Aktif, melalui diskusi dengan kolega, pencarian informasi dari media, serta pelatihan; dan (3) Strategi Interaktif, dengan berkomunikasi langsung menggunakan pendekatan verbal maupun non-verbal. Peneliti menemukan terdapat perbedaan penerapan strategi pengurangan ketidakpastian komunikasi pada guru yang lebih berpengalaman dengan guru pemula. Sehingga berdasarkan hasil observasi dan konfirmasi dengan tenaga ahli, guru dapat melakukan assessment menggunakan berbagai instrument screening untuk menunjang strategi pengurangan ketidakpastian komunikasi dengan lebih sistematis. Selain itu penelitian selanjutnya dapat melakukan studi komparasi dengan subjek penelitian di wilayah urban.