Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DENGAN KECUKUPAN ASUPAN MAKANAN PADA ANAK Sinaga, Elvipson
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v2i1.163

Abstract

Gizi merupakan hal penting untuk memastikan energi yang adekuat untuk metabolisme basal,pertumbuhan, dan aktivitas fisik. Bayi dan anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) memilikirisiko yang signifikan mengalami kekurangan energi karena meningkatnya pengeluaran energi danasupan makanan yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antarapenyakit jantung bawaan dengan kecukupan asupan makanan terutama energi dan protein. Penelitianini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di RumahSakit Umum Adam Malik, Medan. Subjek dibagi menjadi PJB dan tanpa PJB. Asupan makanandihitung berdasarkan makanan yang dikonsumsi selama tiga hari dan kecukupan energi dan proteindihitung menggunakan program Nutrisurvey. Data dianalisis dengan chi square untuk melihathubungan PJB dengan asupan makanan. Untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi asupanmakanan pada PJB digunakan uji bivariat yang selanjutnya dilakukan analisis multivariat. Hasilnyaadalah dari 80 anak yang memenuhi kriteria, 40 anak dengan PJB dan 40 anak tanpa PJB. Terdapathubungan yang signifikan antara PJB dengan asupan energi dengan risiko terjadinya asupan energitidak cukup pada PJB adalah 1.824 kali dengan 95% IK 1.226 - 2.713 dibandingkan tanpa PJB.Terdapat hubungan yang signifikan antara PJB dan asupan protein dengan risiko terjadinya asupanprotein tidak cukup pada PJB adalah 3.5 kali dengan 95% IK 1.823-6.719 dibandingkan tanpa PJB.Tidak terdapat pengaruh usia, jenis PJB, lama sakit dan status gizi terhadap asupan energi dan proteinpada anak PJB. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit jantung bawaandengan kecukupan asupan makanan terutama energi dan protein.
KARAKTERISTIK PENYAKIT JANTUNG BAWAAN ASIANOTIKTIPE ISOLATED DAN MANIFESTASI KLINIS DINI PADA PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT Sinaga, Elvipson
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 2 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v2i2.164

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan defek lahir yang sering ditemukan dan merupakanpenyebab kematian terbanyak dari semua jenis kelainan bawaan. Banyak penelitian yangmenunjukkan bahwa adanya variasi secara geografik yang penting pada insiden PJB. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui variasi karakteristik dari penderita PJB anak di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan melihatkarakteristik penderita anak dengan PJB pada data rekam medik. Sampel penelitian ini adalah 55pasien anak yang menderita penyakit jantung bawaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari2010 sampai Mei 2012. Mayoritas penderita adalah perempuan (61,8%), dan mayoritas umur sampelterdapat pada kelompok umur kurang dari 1 tahun (56.4%). Jenis PJB terbanyak adalah TF (21,8%)dan gejala yang paling sering dijumpai adalah sesak nafas (50,9%). Sebanyak (34,5%) penderitamemiliki penyakit kongenital lain, dengan penyakit nonsindroma terbanyak adalah atresia ani danomfalokel dengan masing-masing (22,2%) dan penyakit sindroma terbanyak adalah sindroma Down(40%). Gagal tumbuh terdapat pada (49,1%) penderita. Nilai Hb PJB sianotik lebih tinggi berbandingasianotik. Tingkat tindakan operatif kasus PJB anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah1,8%.Terdapat variasi karakteristik dari penderita PJB yang ada di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TUBERCULOSIS PARU DENGAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DAN NUTRISI TIDAK SEIMBANG : KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH Sinaga, Elvipson
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 2 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v2i2.165

Abstract

Implementasi keperawatan terkadang tidak sesuai dengan standar intervensi keperawatan. Halini perlu dibuktikan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasikeperawatan yang dilakukan perawat pada pasien Tuberkulosis Paru dengan bersihan jalan napastidak efektif dan nutrisi tidak seimbang: Kurang dari kebutuhan tubuh. Metode: Penelitian ini adalahdesain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Data diambil melalui observasi lembardokumentasi implementasi keperawatan. Variabel penelitian adalah implementasi keperawatan padapasien TB Paru. Teknik sampling adalah purposive sampling selama 2 bulan. Hasil: Implementasiyang banyak dilakukan perawat pada diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif adalah memberioksigen (58,1%) dan urutan kedua adalah menganjurkan buang dahak di pot (10,5%). Implementasikeperawatan terbanyak pada diagnosis nutrisi tidak seimbang: kurang dari kebutuhan tubuh adalahmengedukasi diet (85,7%) dan terkecil adalah menganjurkan makan yang tidak pedas (1,2%).Kesimpulan: Implementasi yang banyak dilakukan perawat untuk mengatasi diagnosis Bersihan jalannapas tidak efektif adalah memberi oksigen pada pasien. Sedangkan implementasi yang banyakdilakukan perawat dalam mengatasi diagnosis nutrisi tidak seimbang: kurang dari kebutuhan tubuhadalah mengedukasi diet pasien. Intervensi yang dilakukan perawat adalah aktivitas dari intervensi,bukan intervensi keperawatan. Perawat perlu meningkatkan ketrampilan melakukan implementasisesuai standar.
PENYAKIT JANTUNG BAWAAN SIANOTIK PADA ANAK LAKI LAKI BERUSIA 4 TAHUN : LAPORAN KASUS Sinaga, Elvipson
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 3 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v3i2.166

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan bentuk kelainan jantung yang sudah didapatkansejak bayi baru lahir. Relatif tingginya angka kejadian PJB menyebabkan kelainan ini merupakankelainan bawaan tersering di antara kelainan-kelainan bawaan jenis lain. Kami melaporkan presentasiklinis dan penatalaksanaan sebuah kasus anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) di rumah sakitDr. Harjono S. Ponorogo. Seorang anak laki-laki umur 4 tahun dengan keluhan utama lemas dibawaibunya ke IGD RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo. Keluhan tambahan berupa kebiruan pada wajahterutama disekitar bibir dan di ujung jari tangan dan kaki. Keluhan tersebut diketahui sejak pasienbaru lahir. Pasien terlihat lemas, kurang aktif, dan dadanya berdebar-debar. Kesan berat badan Pasienmenurun. Pemeriksaan tanda vital yaitu denyut nadi 121x/menit, frekuensi napas 54x/menit, suhutubuh 36,2C, dan saturasi oksigen 53%, murmur (+).Status generalis: wajah terutama disekitar bibirsianosis; leher, pulmo, abdomen dalam batas normal; ekstremitas akral hangat, clubbing finger. Statuslokalis cor: inspeksi iktus cordis tidak terlihat, palpasi iktus cordis teraba tapi tidak kuat angkat,perkusi sulit dievaluasi, auskultasi suara jantung I dan II reguler cepat. Penatalaksanaan anak PJBharus dilakukan secara menyeluruh. Beberapa penyulit dapat terjadi pada pasien PJB sianotik yangakan menetukan prognosis.
RESUSITASI CAIRAN PADA ANAK DENGAN HIPOVOLEMIA DI RUANG PICU : SEBUAH STUDI KHASUS Sinaga, Elvipson
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 3 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v3i1.167

Abstract

Kecelakaan merupakan faktor penyebab kematian anak tertinggi kelima di Indonesia denganpresentase 7,3% (per 100.000) kasus, termasuk diantaranya Crush Injury. Crush Injury dapatmenyebabkan komplikasi berupa infeksi, amputasi, dan kematian jika tidak ditangani segera Tujuanstudi kasus adalah mengetahui pemberian resusitasi cairan pada anak hipovolemia dengan CrushInjury di ruang PICU Rumah Sakit di Banda Aceh. Penulisan ini menggunakan metode deskriptifdengan pendekatan melalui asuhan keperawatan pada anak Y. Masalah keperawatan yang munculpada kasus ini adalah hipovolemia, ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (ekstremitas bawahkanan), nyeri akut, kerusakan integritas jaringan, hambatan mobilitas fisisk, dan risisko infeksi.Intervensi yang diberikan berdasarkan standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI), meliputitindakan observasi, teurapertik dan kolaborasi serta penerapan intervensi berdasarkan evidence basedseperti pemberian resusitasi cairan. Hasil perawatan anak selama 4 hari, diketahui ada tiga masalahyang teratasi sebagian yaitu hipovolemia, nyeri akut, dan risiko infeksi dan 4 masalah lainnya yangbelum teratasi sehingga intervensi lanjutanya pada anak Y adalah melanjutkan pemberian cairanintravena, transfusi darah, pemeriksaan tungkai, melakukan perawatan luka jaringan secara rutin,memantau tanda-tanda infeksi, memantau keadaan umum anak, dan kolaborasi pemberian terapiheparin dan analgetik pada anak.
PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA DINI SAAT WORK FORM HOME SELAMA PANDEMI COVID-19 Sinaga, Elvipson
JOURNAL HEALTH OF EDUCATION Vol 3 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Audi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62611/jhe.v3i2.168

Abstract

Covid-19 sangat memberikan dampak bagi perkembangan fisik anak usia dini karena dapatmembahayakan kesehatan dengan penyebaran melalui udara yang dihasilkan saat batuk, berbicara danbersin yang dapat masuk ketubuh melalui mulut, hidung dan mata sehingga Pemerintah menerapkanWork From Home. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan fisik anak usia diniselama work frome home yang terjadi pada saat pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakanpenelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme dengan jenis penelitian survey.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 25 anak usia dini di Kelurahan Kemiling RayaKecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Alat pengumpul data menggunakan wawancara, angket,observasi dan dokumentasi. Sebelum digunakan instrumen angket dan wawancara dilakukan ujikeabsahan data menggunakan triangulasi data. Selanjutnya analisis data menggunakan Model Milesand Huberman yang terbagi menjadi tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Hasil analisis dalam perkembangan fisik anak usia dini selama work from homemenunjukkan hasil berkembangan dengan baik namun beberapa anak mengalami perkembangansangat baik.
The Effect Of Honey Administration On Hemoglobin Levels Of Pregnant Women Trimester II Br Sianturi, Marta Imelda; Sinaga, Elvipson; Batubara, Khairunnisa
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.106 KB)

Abstract

During pregnancy, there are many problems experienced by pregnant women, one of which is anemia in pregnancy which is characterized by low Hb levels. Anemia in pregnant women can cause increased problems in pregnancy and childbirth. Pregnant women who have anemia will be very at risk of the birth of premature babies. Based on the results of a survey at the Chainny Rhamawan clinic, there were 20 anemic second trimester pregnant women. The purpose of this study was to determine the effect of honey administration on increasing Hb levels of pregnant women in the second trimester. Research method using experimental research method with group pretest-posttest design-. The sampling technique is Purposive so that a sample of 10 people is obtained. The instruments used are from documentation and inform concent sheets. The analysis was performed with paired t-tests. The results of the study obtained the effect of honey administration on the Hb levels of mothers in the second trimester with a p-value of 0.002 and this - value of <0.05. So giving honey to mothers regularly can increase the Hb levels of pregnant women, therefore midwives can provide information to pregnant women about the benefits of honey in pregnancy.
Hubungan Peran Dosen Pengampu Mata Kuliah dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Harahap, Rahmat Ali Putra; Laia, Teorida; Sinaga, Elvipson; Batubara, Khairunnisa; Siallagan, Romauli E. G
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11276

Abstract

ABSTRACT Nursing education is an important process that every nurse must go through. For this reason, the first and most important step in the process of nursing professionalism in Indonesia is to organize nursing education as professional education. To educate the nation's life, the role of lecturers is needed to help parents in terms of knowledge, especially cognitive and facilitate the development of individual potential to be able to carry out self-actualization. One of the noble duties carried out by lecturers is not only to teach students but to encourage them to learn more. The purpose of this research is to find out the relationship between the role of the lecturer in charge of the course and the learning motivation of undergraduate nursing students at Audi Indonesia University. This research is a descriptive analytic study with a cross sectional approach. Data collection was carried out using total sampling technique with a sample size of 85 undergraduate nursing students. The study showed that the role of lecturers in nursing was in the very good category of 87.1%. The learning motivation of undergraduate nursing students at Audi Indonesia University is 63.5% of respondents in the high category. There is a significant relationship between the role of lecturers and the learning motivation of undergraduate nursing students at Audi Indonesia University (p value 0.001). Keywords : The Role of Subject Lecturers, Student Learning Motivation   ABSTRAK Pendidikan keperawatan merupakan satu proses penting yang harus dilalui oleh setiap perawat. Untuk itu langkah yang paling awal dan penting dilakukan dalam proses profesionalisme keperawatan di Indonesia adalah menata pendidikan keperawatan sebagai pendidikan  professional. Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, diperlukannya peran dosen membantu orang tua dalam hal pengetahuan terutama kognitif dan memfasilitasi berkembangnya potensi individu untuk bisa melakukan aktualisasi diri. Salah satu tugas mulia yang diemban dosen tidak hanya untuk mengajar mahasiswa tetapi lebih mendorong mereka untuk belajar. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran dosen pengampu mata kuliah dengan motivasi belajar mahasiswa sarjana keperawatan Universitas Audi Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian sedkriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel 85 mahasiswa sarjana keperawatan. Penelitian menunjukkan peran dosen sarjana keperawatan berada pada kategori sangat baik sebanyak 87,1%. Motivasi belajar mahasiswa sarjana keperawatan Universitas Audi Indonesia sebanyak 63,5% responden berada pada kategori tinggi. Ada hubungan bermakna antara peran dosen dan motivasi belajar mahasiswa sarjana keperawatan (p value 0,001). Kata Kunci: Peran Dosen Pengampu Mata Pelajaran, Motivasi Belajar Mahasiswa
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar di Desa Suka Raya Kecamatan Pancur Batu Tahun 2024 Kaminya Zai; Elvipson Sinaga
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 6 (2024): November : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i6.844

Abstract

Immunization Completeness base is an immunization that must be given to children from birth so that their bodies are protected from dangerous diseases. Complete basic immunization coverage in Suka Raya Village, Pancur Batu District reached 80.7%: the low coverage of basic immunization is related to the knowledge and attitudes of mothers. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes and the completeness of basic immunization in infants . Data collection from primary and secondary data, data were analyzed using the chi-square test with a 95% confidence level. This type of research is analytical with a Cross Sectional approach , the population in this study were all mothers who had babies aged 9-12 months who visited Suka Raya Village, namely 42 people. The sampling technique is Total Sampling . Collection data For about complete basic immunization data analysis with Chi Square statistical test . The results of the study showed that there was a relationship between maternal knowledge and attitudes with the completeness of basic immunization with a p value for the knowledge variable of 0.003 and a p value for the attitude variable of 0.000. Then, maternal knowledge and attitudes influenced the completeness of basic immunization in infants, mothers with good knowledge and positive attitudes were more likely to complete their infants' basic immunization according to the specified schedule. It is recommended for Pancur Batu Village to further improve the provision of counseling to mothers about complete basic immunization and for health workers in Pancur Batu Village to improve maternal knowledge about the completeness of basic immunization
Penyuluhan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada Masyarakat Di Puskesmas Tuntungan Medan Sinaga, Elvipson; Harahap, Rahmat Ali Putra; Batubara, Khairunnisa; Br. Sianturi, Marta Imelda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12586

Abstract

ABSTRAK Kondisi henti jantung dan henti napas bisa terjadi tiba-tiba dan ini bukanlah sesuatu yang diinginkan dan dapat terjadi dimanapun dan kapan saja. Oleh karena itu, masyarakat sudah seharusnya mampu melakukan tindakan bantuan hidup dasar (BHD) melalui tata laksana tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Penatalaksanan tindakan RJP merupakan upaya pertolongan awal, juga berguna untuk mempertahankan aliran darah ke otak, jantung dan seluruh tubuh sehingga diharapkan masyarakat menjadi penyelamat pertama bagi korban yang mengalami kondisi henti jantung dan nafas disekitar kita. Tujuan pengabdian ini adalah masyarakat dapat mengetahui dan melakukan tindakantata laksana BHD dan RJP pada pengunjung dan pasien di Puskesmas Tuntungan Medan. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi, praktek dan pembagian leaflet mengenai materi BHD dengan RJP yang dilakukan melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Hasil yang didapatkan pada kegiatan penyuluhan yaitu peserta mampu memahami materi yang disampaikan dibuktikan dengan respon peserta penyuluhan sangat antusias dalam memperhatikan, memahami dan memperagakan tindakan. Penyuluhan terkait penatalaksanaan BHD untuk masyarakat menjadi pengubah cara pandang masyarakat tentang pentingnya memahami danmelaksanakan tindakan BHD dalam upaya mempertahankan dan menyelamatan kehidupan orang disekitar kita. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Henti Jantung, Penyuluhan  ABSTRACT Cardiac arrest and respiratory arrest can occur suddenly and this is not something that is desired and can occur anywhere and anytime. Therefore, the community should be able to perform basic life support (BHD) through the management of cardiopulmonary resuscitation (CPR). CPR action management is an early aid effort, also useful for maintaining blood flow to the brain, heart and the whole body so that it is hoped that the community will become the first savior for victims who experience cardiac arrest and breathing conditions around us. The purpose of this service is that the community can know and perform BHD and CPR management actions on visitors and patients at Puskesmas Tuntungan Medan. The method used was lecture, discussion, practice and distribution of leaflets regarding BHD material with CPR which was carried out through 3 stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages with a total of 30 participants. The results obtained in counseling activities are that participants are able to understand the material presented as evidenced by the response of counseling participants who are very enthusiastic in paying attention, understanding and demonstrating actions. Counseling related to BHD management for the community is a change in the community's perspective on the importance of understanding and implementing BHD actions in an effort to maintain and save the lives of people around us. Keywords:  Basic Life Support, Cardiac arrest, Counseling