Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Determinan Intellectual Capital: Peran Umur dan Ukuran Perusahaan pada Perusahaan LQ45 Gina Christina Setyadi; Surya Setyawan
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.38201

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk menelaah peran dari firm age (AGE) dan firm size (SIZE) terhadap intellectual capital (VAIC) pada perusahaan indeks LQ45 selama periode 2022 hingga 2024 setelah masa pandemi dan di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity). Dalam lingkungan bisnis yang semakin bersifat VUCA, perusahaan dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Dalam kondisi tersebut, intellectual capital menjadi sumber daya strategis yang mendukung kemampuan adaptasi dan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, AGE dan SIZE dipilih sebagai determinan intellectual capital karena keduanya merepresentasikan karakteristik internal perusahaan yang memengaruhi kapasitas adaptasi, pembelajaran organisasi, serta pemanfaatan sumber daya dalam menciptakan value added berbasis pengetahuan. Sampel ditetapkan dengan teknik purposive sampling, hasilnya didapatkan 30 perusahaan yang konsisten tercatat dalam daftar indeks LQ45 periode tahun 2022-2024. Data diolah dengan regresi linear data panel memanfaatkan software EVIEWS 12. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa variabel firm age berpengaruh negatif signifikan terhadap intellectual capital, sementara variabel firm size tidak memperlihatkan pengaruh signifikan pada variabel intellectual capital. Implikasi temuan ini, yakni perusahaan perlu mengetahui kapan melakukan adaptasi serta kapan mempertahankan stabilitas, perusahaan juga perlu mengelola serta memanfaatkan intellectual capital dengan efektif, dan mengalokasikan sumber daya dengan tepat untuk memaksimalkan nilai intellectual capital perusahaan. This research focus to study the effect of firm age (AGE) and firm size (SIZE) on intellectual capital (VAIC) in LQ45 index companies during the period 2022 to 2024 after the pandemic and in the VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) era. In an increasingly VUCA business environment, companies are required to adapt to rapid change, uncertainty, complexity, and ambiguity. Under these conditions, intellectual capital serves as a strategic resource that supports a company’s adaptability and competitive advantage. Therefore, AGE and SIZE were selected as determinants of intellectual capital because both represent internal company characteristics that influence adaptability, organizational learning, and the utilization of resources in creating knowledge-based value added. The sample was determined using purposive sampling, consisting of 30 companies that were continuously listed on the LQ45 index during 2022-2024. Analysis was performed with panel linear regression using EVIEWS 12 software. The findings show that the firm age variable has a significant negative effect on intellectual capital, whereas the firm size variable does not have a significant effect on intellectual capital. The results of these findings are that companies need to know when to adapt and when to maintain stability, companies also need to manage and utilize intellectual capital effectively, and allocate resources appropriately to maximize the worth of the company's intellectual capital.
Pengaruh Persepsi Manfaat Teknologi Pintar dan Literasi Digital terhadap Niat Kunjungan Ulang dengan Kepuasan Wisatawan sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Destinasi Wisata Budaya di Kota Singkawang) Immanoel Donny Wijaya; Surya Setyawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.5970

Abstract

Transformasi pariwisata pintar (smart tourism) menghadirkan tantangan strategis bagi destinasi wisata budaya yang mengandalkan otentisitas tradisi, seperti Kota Singkawang. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh persepsi teknologi pintar dan literasi digital terhadap niat kunjungan ulang, dengan mengevaluasi peran kepuasan wisatawan sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada wisatawan yang pernah berkunjung ke Kota Singkawang. Berdasarkan teknik purposive sampling, sebanyak 204 responden yang valid dianalisis menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian empiris membuktikan bahwa persepsi teknologi pintar dan literasi digital secara parsial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan serta niat kunjungan ulang. Temuan terpenting dari studi ini adalah kepuasan wisatawan terbukti secara signifikan mampu memediasi pengaruh kedua variabel independen tersebut terhadap pembentukan loyalitas destinasi. Temuan ini memperkuat Theory of Planned Behavior (TPB) dan memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi bahwa infrastruktur digital yang canggih harus selaras dengan literasi digital pengunjung guna mempertahankan tingkat kepuasan pengalaman tanpa mencederai nilai otentisitas budaya lokal.