Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KOTA AMPEL, KABUPATEN BOYOLALI Agung Kharisma Putra; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.6 KB)

Abstract

Kota kecil memiliki peran sebagai penyaring arus urbanisasi dari perdesaan ke kota-kota besar. Dalam menjalankan perannya sebagai penyaring arus urbanisasi,  kota kecil harus mempunyai kapasitas dalam mendorong perkembangan wilayahnya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah di kota-kota kecil dalam pembangunan fisik adalah mengembangkan sektor infrastruktur perkotaan, seperti jaringan jalan, drainase, air bersih, persampahan, sanitasi, listrik dan telepon. Infrastruktur  jalan merupakan infrastruktur yang paling berpengaruh dalam proses urbanisasi. Jalan memiliki fungsi sebagai prasarana untuk  perpindahan barang dan manusia sehingga jalan memerlukan pembangunan  dan pemeliharaan. Dalam melakukan Pembangunan dan pemeliharaan jalan, suatu wilayah atau kota memerlukan pembiayaan. Pembiayaan infrastruktur jalan diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas jalan agar sesuai kebutuhan wilayah tersebut. Dari latar belakang tersebut, muncul pertanyaan bagaimana pembiayaan jalan di suatu kota kecil untuk menghadapi dampak urbanisasi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pembiyaan infrstruktur jalan di wilayah studi, yaitu Kota Ampel. Analisis  yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dan tujuan penelitian adalah analisis deskriptif yang meliputi peran dan fungsi kota kecil, peran pemerintah, swasta dan masyarakat serta analisis  pembiayaan jalan. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk pemerintah daerah dalam memperbaiki pola pembiyaan infrastruktur jalan serta mengoptimalkan peran masing-masing pihak dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan.
Startegi Pengelolaan Persampahan di Kecamatan Colomadu Satyarsa Wienuri; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.351 KB)

Abstract

Growing population have caused increasing waste production. Waste problem is not only faced by large cities, but small ones are going to be, one of them is Colomadu District. Colomadu separated geographically but still one of Karanganyar’s administrative region, this condition is called exclave. Exclave caused waste problems because high production did not pursued by carrying intensity. The research purpose is to make solid waste management strategy with two phase of plan making, research and planning. Research phase aims to identify existing problems with observation, questionnaire, and interview. Planning is purposed to make strategies that consist of process flow and activities in each process. Researcher involved society and government suggestions through depth interviews. There are four characteristics of waste management in Colomadu. Waste to Recource concept focus in adding mangement points.
PENGARUH DAYA TARIK PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN (Studi Komparasi Pasar Karangayu dan Giant Superdome) Ratna Asribestari; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.997 KB)

Abstract

Perkembangan pasar moden di Kota Semarang, cukup pesat. Munculnya berbagai jenis pasar nontradisional dapat meningkatkan kompetisi antara pasar tradisional dengan pasar modern, seperti yang terjadi pada Pasar Karangayu dan Giant Superdome yang memiliki lokasi yang berdekatan. Hal ini didukung dengan adanya perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin modern mengakibatkan kecenderungan perpindahan tempat belanja dari pasar tradisional menuju pasar modern. Dalam menarik pengunjung, setiap pasar harus memiliki daya tarik tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh daya tarik pasar terhadap preferensi konsumen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi komparasi antara Pasar Karangayu dan Giant Superdome. Dalam penelitian ini yang menjadi objek adalah konsumen yang melakukan belanja di kedua pasar tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi daya tarik Pasar Karangayu, yaitu variasi barang, harga barang dan fasilitas umum sedangkan daya tarik Giant Superdome adalah kenyamanan, variasi barang, harga barang, kondisi fisik pasar, fasilitas pasar. Aksesibilitas menjadi daya tarik kedua pasar namun adanya limitasi berupa pulau jalan yang memisahkan antara lajur jalan mengurangi kemudahan aksesibilitas pasar terutama bagi konsumen yang berada di seberang pasar. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh antara daya tarik pasar terhadap preferensi konsumen, yaitu Giant Superdome lebih disukai daripada Pasar Karangayu. Rekomendasi yang dapat dirumuskan pada penelitian ini adalah penataan lokasi pasar modern dengan memperhatikan pasar tradisional yang telah ada.
Evaluasi Kebijakan Konservasi Kota Kecil Lasem, Kabupaten Rembang Novita Tri Anggraenie; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.009 KB)

Abstract

Urban conservation in development planning is  a form of maintaining the city's heritage. It will be difficult and important to discuss about urban conservation, especially in small cities that have historical heritage. Urban conservation can’t be separated from a regulation, because it is the main thing of conservation planning. Existing policies must be able to accommodate mechanisms to balance conservation sustainability in the short and long term. In addition, urban conservation policies should be a tool that can control cultural heritage. This is the basis for reviewing policy documents relating to urban conservation as one of the terms of reference for development and activities in Lasem. The purpose of this study is to evaluate conservation policies in Lasem, Rembang Regency. The analytical method used is the Delphic Hierarchy Process (DHP) and descriptive statistical analysis. The results of the evaluation can be seen that the most important conservation policies are at the National level. With the existence of this research, it is expected to be considered in the formulation of conservation policies in Lasem, Rembang Regency.
TIPOLOGI KLASTER KOPI DI KABUPATEN TEMANGGUNG Dayinta Pinasthika; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.431 KB)

Abstract

Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki cukup banyak klaster yang sedang berkembang. Klaster di Jawa Tengah dibagi menjadi klaster industri, pertanian, dan pariwisata. Salah satu klaster yang berkembang dengan baik di Jawa Tengah adalah klaster kopi di Kabupaten Temanggung. Klaster tersebut merupakan klaster penghasil kopi terbesar di Jawa Tengah. Masing-masing klaster kopi yang ada di Kabupaten Temanggung memiliki spesifikasi karakteristik yang berbeda dan mengalami permasalahan yang berbeda pula. Karena itu perkembangan klaster tersebut akan mengalami perbedaan. Atas dasar itulah penelitian mengenai tipologi perkembangan klaster kopi di Kabupaten Temanggung ini dilakukan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi perkembangan klaster kopi di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dengan instrumen kuesioner. Penelitian dilakukan terhadap empat sampel klaster, yaitu Klaster Kledung, Klaster Wonoboyo, Klaster Candiroto, dan Klaster Kandangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing klaster memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda. Klaster Kledung merupakan klaster yang memenuhi kriteria tipologi II namun terdapat tambahan variabel pada klaster tersebut yaitu variabel kompetisi dengan luar daerah, perkembangan teknologi, dan inovasi kolektif. Klaster Wonoboyo dan Klaster Kandangan merupakan klaster dengan tipologi II. Klaster Candiroto merupakan klaster yang memenuhi kriteria klaster dengan tipologi II namun terdapat tambahan variabel perkembangan teknologi. Hasil penelitian tersebut menggambarkan terdapat anomali dari kondisi empirik pada lokasi penelitian dibandingkan dengan landasan teori yang dijadikan referensi dalam penelitian ini.
Keterkaitan Konsumsi Energi Rumah Tangga dengan Karakteristik Perilaku Masyarakat di Kota Tegal Aida Ulfa Faza; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.35 KB)

Abstract

The development of urban space can be seen from how space was used and some characteristics of community behaviour. One of the factors influences the development of space is urbanization. One of the impacts of urbanization is an increase in energy consumption which is also reflected in Central Java Province with moderate to high urbanization levels, experienced an increase in energy consumption from 2011-2014. Tegal City experienced the urbanization as reflected by some characteristics of society behaviour such as modern lifestyle, land use, and socio-economic characteristics which is enable to increasing energy consumption. The limited of energy source followed by high energy consumption, attracting much attention to seek the fulfilment of energy needs. The purpose of this research is to know the relationship of household energy consumption between characteristics of community behaviour in Tegal City. In this study, the characteristics of community behaviour are assessed from several variables such as community behaviour related to urbanization, land use, travel behaviour and socio-economic aspects. While energy consumption is defined as the unit of BTU (British Thermal Unit) for every need of electricity and fuel (gasoline) supporting the movement of members in the household. The analysis used is multiple linear regression analysis with characteristics of community behaviour as independent variable and energy consumption as the dependent variable. The results showed that the consumption of electrical energy is influenced by the intensity of the use of washing machines and the intensity of the use of air conditioning. Both variables are variables of urbanization aspect. While the consumption of fuel energy (gasoline) is influenced by the number of motorized travel which is a variable of the aspects of travel behaviour and is influenced by the number of private motor vehicles that are variables of socio-economic aspects.  
PENDAMPINGAN KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SAMPAH RW I KELURAHAN MANYARAN KOTA SEMARANG Rukuh Setiadi; Jawoto Sih Setyono; Artiningsih Artiningsih; Mohammad Muktiali; Mada Sophianingrum; Reny Yesiana
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An increase in the level of public consumption will affect the yield of waste (waste), one of which is a solid waste (garbage). in addition, technological developments also have an impact on the quantity of production of waste types. The use of plastic waste in daily life cannot be abandoned, because all products of daily necessities cannot be separated from plastic/bottle wrap. Natural decomposition of plastic waste takes a long time, so there is a need for sustainable waste management as done by the people of Manyaran Village. The waste management action in Manyaran Village is not only the responsibility of the kelurahan level but also at the RW level which has begun to initiate waste sorting.Manyaran Village is one of the assisted areas of the City and Regional Planning Department, Faculty of Engineering, Diponegoro University, in terms of environmental management towards the thematic village of waste sorting. During the 3 years period, Undip worked with NGO Mercy Corp Indonesia to assist the community in waste management and now is the fourth year in community assistance in waste management. Based on the results of community aspirations, the need for waste management for 2019 is the use of plastic waste to make eco brick. Ecobrick is a building brick made from plastic waste where its use can be used repeatedly.The target of this community service activity is to make eco brick a useful form, for example, chairs, tables. The expected outcome of this service activity is to make the Manyaran Village as a target area of the Regional and City Planning Department, Faculty of Engineering, Diponegoro University.
Analisis Stakeholder dalam Penyusunan Rpjmg Gampong Dayah di Kabupaten Pidie Aulia Buana; Jawoto Sih Setyono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.087 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i2.6307

Abstract

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan Gampong Dayah, perlu dikembangkan peran aktif seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyusunan RPJMG sebagai dokumen perencanaan pembangunan Gampong Dayah. Klasifikasi atau pengkategorisasian stakeholder digunakan untuk memahami kepentingan (interest) dan pengaruh (influence) masing-masing pihak yang terlibat, dan bagaimana hal ini dapat mendukung atau mengancam kinerja suatu tata kelola Pemerintahan Gampong. Analisis kategorisasi stakeholder dilakukan dengan menggunakan matriks pengaruh (influence) dan kepentingan (interest). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan bantuan kuesioner untuk disebarkan kepada responden yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Berdasarkan mapping dalam matriks pengaruh dan kepentingan, stakeholder dalam proses penyusunan RPJM Desa Gampong Dayah di Kecamatan Batee dapat dikategorisasikan menjadi 1). Key Player, yaitu Keuchik, Sekdes, TPG, Pendamping Desa dan Kecamatan. 2) Context Setter, yaitu DPMG. 3) Subject yaitu Kaur Umum, Kaur Pemerintahan, Kaur Pembangunan dan Unsur Masyarakat. Serta 4) Crowd yaitu TA, Ketua PKK, Tokoh Agama dan Bappeda
The Role of Supreme Audit Institution in Supporting Sustainable Development Goals Implementation: A study in Indonesia Togatorop, Wahyu Ida Arinta; Setyono, Jawoto Sih
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 6, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v%vi%i.13196

Abstract

SDGs 2030 is a guide for countries in carrying out development to reduce poverty, protect the planet, and ensure the prosperity of all people in the world. Achieving the 17 SDGs is challenging and complex since each goal is related to other goals. SDGs implementation requires the involvement of multi-stakeholders. One of the parties that play a critical role in SDGs implementation is the Supreme Audit Institution (SAI). Under the auspices of the INTOSAI, SAIs agree to support the government's efforts to implement and achieve SDGs 2030, including the Indonesian Supreme Audit Board Republic of Indonesia (BPK). This study aims to provide a deeper understanding of the role of SAI in SDGs implementation and how BPK supports the Indonesian government in achieving the SDGs 2030 Agenda. The research uses qualitative method which is based on secondary data such as journals, articles, and institutional reports collected from the online library. The author chooses descriptive analysis as the data analysis method to describe the information collected in the documents and previous articles. In order to gain more data about BPK's Audit from 2016-2020, the researcher utilized the information obtained from the Semester Examination Results Summary published by BPK. Research shows that SAI has a significant contribution to SDGs implementation by conducting audits, cooperation and collaboration with other parties, and increasing the human resources in SDGs audit. The study of BPK in supporting the SDGs implementation in Indonesia shows that BPK is keep enhancing its role by doing audits related to SDGs, developing integration with other SAI’s association, and improving the auditor’s capacity in carrying out the SDGs audit in the future.
Dinamika dan Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Perdesaan di Kawasan Perbatasan Negara Indonesia – Timor Leste Bria, Fredrika Trivoni; Setyono, Jawoto Sih
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71985

Abstract

Kawasan perbatasan memiliki peran strategis mendorong kemandirian desa dan mengurangi kesenjangan desa-kota. Sebagai beranda depan negara, kawasan perbatasan masih termasuk dalam Kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, termasuk Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste.  Kabupaten Belu memiliki interaksi yang cukup tinggi dengan Timor Leste melalui aktivitas perdagangan dan sosial budaya. Namun, tingkat kemiskinan masih mencapai 14,84% dan 62,8% masyarakat tinggal di kawasan perdesaan dengan kondisi yang belum mandiri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perkembangan perdesaan di kawasan perbatasan Motaain khususnya desa-desa yang berada pada koridor penghubung Pusat Perkotaan Atambua dan Kawasan Perbatasan Motaain.  Data yang digunakan meliputi kondisi fisik dasar, karakteristik demografi, fasilitas umum, sosial-ekonomi, kawasan rawan bencana, serta program pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik kawasan perdesaan, analisis skoring untuk menganalisis tingkat perkembangan desa serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan karakteristik kawasan perdesaan perbatasan Motaain pada tahun 2000-2020 dengan pertumbuhan positif di berbagai aspek. Perubahan ini tercermin dari peningkatan status desa dari desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa berkembang dan maju. Perkembangan ini dipengaruhi oleh aspek fisik dan sosial dengan faktor utama yang berperan adalah akses terhadap infrastruktur, ketersediaan fasilitas umum, dan tingkat pendidikan masyarakat desa. Ketiga faktor ini berkontribusi terhadap mobilitas penduduk, ekonomi lokal serta kualitas hidup masyarakat perdesaan.