Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Gambaran Derajat dan Lama Kejadian Shivering pada Pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan Dewi, Ony Sandra; Sebayang, Septian Mixrova; Firdaus, Eza Kemal
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2608

Abstract

Setiap pembedahan akan dilakukan anestesi dengan tahapan pre anestesi, intra anestesi dan yang terakhir pasca anestesi. Periode pemulihan pasca anestesi dikenal sebagai waktu dengan risiko tinggi untuk terjadinya komplikasi dan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah menjalani anestesi berupa kejadian shivering. Mengetahui Gambaran Derajat dan lama kejadian Shivering pada pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan RSAU dr. M. Salamun. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Teknik sampling dengan Total Sampling. Adapun jumlah sampel sebanyak 40 orang dan dilakukan analisis kepada seluruh sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pemberian kuesioner kepada seluruh sampel yang akan dilakukan tindakan anestesi umum. Usia responden paling banyak dengan kategori dewasa awal sejumlah 13 pasien (32,5%), Jenis kelamin responden paling banyak adalah perempuan sejumlah 28 pasien (70%), Indek masa tubuh mayoritas dengan kategori normal sejumlah 25 pasien (62,5%) dan lama operasi mayoritas dengan kategori sedang 1-2 jam sejumlah 28 pasien (70%). Pasien anestesi umum mengalami shivering sejumlah 16 pasien (40%) dan Kejadian shivering mayoritas pada menit ke 10 sejumlah 8 pasien (20%)
Gambaran Kejadian Mual dan Muntah Post Operatif Tonsilectomy dengan General Anestesi Novitasari, Dwi; Hidayanti, Silvi; Sebayang, Septian Mixrova
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3553

Abstract

Tonsilektomi merupakan prosedur pembedahan dengan anestesi umum. Oleh karena itu, komplikasi yang mungkin terjadi adalah kombinasi dari komplikasi bedah dan anestesi. Muntah pasca operasi merupakan kejadian yang sangat umum terjadi pada tonsilektomi. Jika profilaksis antiemetik tidak digunakan pada anak-anak, kejadiannya berkisar antara 23 hingga 73%. Tujuan : Untuk menggambarkan mual dan muntah setelah tonsilektomi dengan anestesi umum. Metode : Penelitian dengan metode observasional kuantitatif serta desain deskriptif. Populasi penelitian adalah pasien pasca tonsilektomi dengan anestesi umum, besar sampel 32 pasien, metode pengambilan sampel total sampling, lembar observasi berupa Gordon score, kemudian distribusi frekuensi dan tabulasi silang untuk mengetahui kejadian PONV. Hasil: Pada karakteristik usia yang mengalami PONV mayoritas usia 5-15 tahun sebanyak 10 responden (31,3%). Pada jenis kelamin yang mengalami PONV terbanyak adalah perempuan sebanyak 13 responden (40,6%). Mayoritas yang mengalami PONV bukan perokok sebanyak 19 responden (59,4%). Pada penggunaan opioid, sebanyak 20 responden (62,5%) mengalami PONV. Kesimpulannya pasien post operasi tonsilektomi dengan anestesi umum didapatkan sebanyak 12 dari 32 responden (37,5%) tidak merasakan PONV.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Jahe terhadap Mual Muntah pada Pasien Post Operasi Herzigova, Jennifer Phoebe; Sebayang, Septian Mixrova; Novitasari, Dwi; Yantoro, Awal Tunis; Yulianto, Dwi Agus
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3682

Abstract

Mual serta muntah setelah operasi (PONV) yaitu masalah pada pasien setelah operasi, dengan kejadian lebih dari 30% di antara 230 juta orang operasi setiap tahunnya di seluruh dunia. Mual muntah dapat memicu stres pasien. Salah satu pengobatan non-obat yang dapat diberikan oleh ahli anestesi profesional untuk menurunkan tingkat mual serta muntah yaitu aromaterapi jahe. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas aromaterapi jahe terhadap mual dan muntah pada pasien setelah operasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel sebanyak 33 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada 17 Mei hingga 8 Juni 2024 di RS Bedah Khusus Jatiwinangun Purwokerto. Lembar observasi menggunakan nausea, vomiting, and retching index (INVR) serta dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum penerapan aromaterapi jahe sebanyak 29 responden (87,9%) mengalami gejala mual dan muntah sedang. Setelah menggunakan aromaterapi jahe, sebagian besar responden sebanyak 31 responden (93,9%) mengalami gejala mual dan muntah ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa aromaterapi jahe berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar PONV, serta nilai signifikansi sebesar 0,001 dan p value kurang dari 0,05.
Hubungan Kejadian Penurunan MAP Intraoperative dengan Kejadian Intraoperative Nausea And Vomiting (IONV) pada Pasien dengan Spinal Anestesi Anjani, Junisa Syafia; Sebayang, Septian Mixrova; Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4455

Abstract

Hipotensi yang terjadi pada pasien beresiko menyebabkan mual dan muntah diakibatkan adanya blok serabut simpatis preganglionik yang menghambat aktivitas pencernaan sehingga aktivitas serabut saraf simpatis menjadi lebih dominan. Tujuan untuk mengetahui seberapa sering IONV (mual dan muntah intraoperatif) terjadi pada pasien yang menjalani anestesi spinal dan seberapa sering MAP intraoperatif yang lebih rendah terjadi pada individu yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 Mei – 17 Juni 2024 di RS Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden berada dalam kelompok usia 36-45 yaitu 30 responden (46,2%) dan dosis obat sebagian besar dengan dosis 15 mg bupivacain yaitu 57 responden (87,7%). Kejadian MAP Intraoperative setelah dilakukan spinal pada pengukuran 5 menit pertama memiliki MAP 60-100 mmHg 45 responden (69,2%), pengukuran 10 menit memiliki MAP 60-100 mmHg 57 responden (87,7%) dan pengukuran setelah 15 menit memiliki MAP 60-100 mmHg 63 responden (96,9%). Pada kejadian IONV sebagian besar responden tidak mengalami IONV sejumlah 48 responden (73,8%), sedangkan yang mengalami IONV sejumlah 17 responden (26,2%). Setelah dilakukan uji bivariat dengan metode spearman rho menunjukkan nilai 0.401 atau p > 0,05 sehingga didapatkan tidak terdapat hubungan antara kejadian penurunan MAP dengan kejadian IONV pada pasien dengan spinal anestesi.