Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMANFAATAN TANAMAN BUAH-BUAHAN SEBAGAI PENAHAN TANAH DARI EROSI DI BANTARAN SUNGAI DI DESA PERTUMBUKAN KECAMATAN WAMPU KABUPATEN LANGKAT Rahmadani Manik, Juita; Yusuf, Mukhtar; Harahap, Mailina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3561-3564

Abstract

Permasalahan saat ini yang dihadapi masyarakat bantaran sungai adalah erosi pada daerah sungai. Erosi dapat terjadi dan bergerak secara cepat di pengaruhi dan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor iklim, struktur dan jenis tanah, pengolahan lahan, vegetasi sekitar sungai dan topografi. Menurut Kironoto dalam jurnal I wayan Mustapa(Sutapa, 2010) mengakatakan Faktor iklim merupakan faktor utama dimana curah hujan yang tinggi yang secara sadar atau tidak sadar, langsung atau todak langsung mengikis permukaan tanah sehingga secara perlahan-lahan akan menghasilkan erosi. Dari adanya erosi sungai maka ekosistem sungai dan di bantaran sungai terganggu. Banyak ikan-ikan kecil, ular, dan jenis hewan air tawar lainnya mati. Serta membawa perubahan kepada warna air sungai yang kian keruh dan berwarna coklat kehitaman. Maka dari itu tim pengabdian masyarakat dari universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Khususnya Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis memberikan solusi kepada masyarakat mitra di Pertumbukan kecamatan Wampu Kabupaten Langkat untuk memanfaatkan tanaman buah-buahan sebagai penahan tanah dari erosi. Sehingga Lapisan tanah atau jalan tidak menipis, agar jalan di sekitar sungai tidak retak, selanjutnya tidak terjadi lagi banjir karena daya serap air ke tanah semakin membaik, tidak terjadi lagi sedimentasi sungai/pendangkalan sungai, kualitas air tidak lagi  buruk karena semakin banyak vegetasi yang menyokong tanah  atas sungai dengan ditanaminya pohon buah-buahan ini, sehingga laju erosi semakin lambat bahkan tidak akan erosi lagi.
PELATIHAN PEMBUATAN JUS JERUK SEBAGAI NILAI TAMBAH EKONOMI KELUARGA PADA KELOMPOK WANITA TANI DI DESA SEKOCI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT Manik, Juita Rahmadani; Risnawati, Risnawati; Susanti, Rini
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.385-390

Abstract

Masyarakat desa sekoci dalam pemasaran jeruk masih menggunakan cara konvensional yakni dari petani dijual ke penampung/agen tanpa diolah terlebih dahulu atau dijual dalam bentuk segar, sehingga harga ditentukan oleh penampung atau agen, dan harga pun menjadi murah, belum adanya pengolahan jeruk di desa sekoci menambah buruknya harga jeruk. Sehingga muncul lah ide untuk membantu masyarakat desa sekoci terutama kelompok wanita tani untuk meningkatkan  nilai guna jeruk agar dan agar jeruk tidak terbuang sia-sia ketika hasil produksi melimpah dan harga anjlok yaitu dengan membuat program pelatihan pegolahan jeruk menjadi jus aneka varian rasa yang dapat berdaya simpan hingga 15 hari Tanpa pengawet kimia. untuk menjawab permasalahan- permasalahan utama yang dihadapi mitra dalam melakukan aktifitas maka mitra diberi pelatihan mengolah buah jeruk menjadi jus aneka varian, mitra diberi pelatihan mengolah jus jeruk yang berdaya simpan 15 hari tanpa pengawet. Kemudian  Meningkatkan Pendpatan keluarga di desa sekoci dan mitra diberi pelatihan penggunaan mesin pemeras jeruk.  
PELATIHAN BUDIDAYA PORANG SEBAGAI BAHAN PANGAN PREMIUM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA SEKOCI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Fitria, Fitria; Rahmadani Manik, Juita; Fuadi, Misril; Alqamari, Muhammad; Said Siregar, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3511-3516

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) or often referred to as iles-iles belongs to the Araceae family and is one of the biological richness of Indonesian tubers. As a plant that produces carbohydrates, fats, proteins, minerals, vitamins, and dietary fiber, porang plants have long been used as food ingredients and exported as industrial raw materials. However, the plant has not been widely cultivated. Farmers generally only take and use plants that grow wild in the forest, in the fields under bamboo clumps, along riverbanks and mountain slopes. The Community Partnership Program is implemented in Lifeboat Village, District Besitang, Langkat Regency with partners consisting of citrus farmer groups. increase income. The method used to achieve the goals of this service is to conduct counseling or socialization of porang cultivation. The expected target is for partners to be able to cultivate porang as well as understand the benefits of porang plants for alternative food crops and can increase farmers' income so as to reduce food shortages in sustainability. The activity carried out is by distributing porang seeds in the form of frogs.
PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN IBU- IBU AISIYAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN OLAHAN MAKANAN DARI LIMBAH UDANG (KEPALA DAN KULIT UDANG) SEBAGAI IDE USAHA KREATIF Salsabila, Salsabila; Fadhly Siregar, Aflahun; Rahmadani Manik, Juita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3291-3297

Abstract

Udang merupakan sektor perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya di kota Medan. Makanan laut ini kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, tidak semua yang ada pada tubuh udang dikonsumsi oleh manusia. Hampir 30% dari tubuh udang seperti kulit, kepala, dan ekor tidak dikonsumsi dan pada akhirnya menjadi menjadi limbah. Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan kepada ibu-ibu Aisyiyah tentang bagaimana mengolah limbah udang menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta dapat menumbuhkan minat berwirausaha dan ibu- ibu Aisyiyah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu Aisyiyah memahami cara mengolah limbah udang serta terampil dalam mengolah limbah udang tersebut menjadi produk bernilai tambah. Produk yang dihasilkan adalah pempek yang merupakan salah satu makanan khas daerah yang diolah dari bahan baku limbah kulit dan kepala udang. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta ibu-ibu Aisiyah Cabang Medan Perjuangan. Peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan.
Correlation between the Performance of Agricultural Extension Workers and the Behavior of Vegetable Farmers in Terjun, Medan Marelan, North Sumatra, Indonesia Juita Rahmadani Manik; Gustina Siregar; Monika Ambarwati
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 6 No. 02 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v6i02.28554

Abstract

This study aims at assessing the performance of agricultural extension services (also known as agricultural advisory services) and the behavior of vegetable farmers while examining the correlation between these two variables. Data were collected through direct interviews, discussions with farmers, and on-site observations conducted in the Terjun region of Medan Marelan, North Sumatra, Indonesia. A simple random sampling method was employed, with 48 samples selected without consideration of population strata. This research adopts a descriptive and quantitative qualitative research approach. The findings reveal two key performance indicators for agricultural extension workers. First, the assessment of visits and training indicated an average score of 146.2, with a 76.14% rating, categorizing it as 'good.' Second, the evaluation of the extension workers' performance yielded a similar score of 146.2, also categorized as 'good.' The correlation analysis between farmer behavior and the performance of agricultural extension workers yielded three distinct outcomes. Firstly, the correlation between farmers' knowledge and the performance of extension workers resulted in a value of 0.175, indicating a very weak correlation with a significance value exceeding 0.05. Secondly, the correlation between farmers' characteristics and the performance of extension workers showed a coefficient of 0.014, suggesting a very weak correlation with a significance value exceeding 0.05. Lastly, the correlation between farmers' skills and the performance of extension workers resulted in a coefficient of 0.166, denoting a very weak correlation with a significance value exceeding 0.05.
Faktor yang Mempengaruhi Minat Gen Z Berprofesi Sebagai Petani di Kecamatan Kotapinang Riris Nadia Syafrilia Gurning; Cinta Soyakhna Harahap; Nana Trisna Mei Kabeakan; Juita Rahmadani Manik; Sakral Hasby Puarada
JURNAL AGRICA Vol. 19 No. 1 (2026): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v19i1.16403

Abstract

This study aims to (1) Determine the perception of Gen Z in Kotapinang District towards the profession of farmer, (2) Determine the interest of Gen Z in Kotapinang District towards the profession of farmer, (3) Determine the factors that influence the interest of Gen Z in Kotapinang District in choosing a profession as a farmer. The method used is descriptive analysis to explain consumer characteristics, determine the perception of Gen Z and Gen Z's interest, and multiple linear regression analysis to determine what factors influence the interest of Gen Z in Kotapinang District to work as a farmer. The results of the study show that the characteristics of those participating in this study are Gen Z who have not worked or who do not have permanent jobs, and the majority of Gen Z who participated most in this study came from Kotapinang Village, and most respondents were female. The age of the respondents who participated most was 22 years old as many as 50 people, and the majority of respondents had a Diploma/Bachelor's degree. The results of the descriptive analysis also show that as many as 54% of Gen Z in Kotapinang District have a positive perception of the farming profession, in addition as many as 52% of Gen Z in Kotapinang District have a high interest in the farming profession. The results of the multiple linear regression analysis show that the factors that significantly influence Gen Z's interest in choosing a profession as a farmer are motivational factors, education level factors, and lifestyle factors. Meanwhile, income factors and social and community environmental factors do not significantly influence Gen Z's interest in choosing a profession as a farmer.