Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Industri 4.0 dan Aplikasi Lamikro Untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah Nurmala Ahmar; Diah Ekaningtyas; Nanang Shonhadji
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.206 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2021.001.01.2

Abstract

Abstrak Revolusi industri bukan hanya dari sisi teknologi mesin tetapi juga berkembang ke teknologi informasi, seperti internet dan aplikasi. Usaha mikro berkembang pesat seiring perkembangan teknologi. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (EMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku EMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta. Mendukung perkembangan tersbut Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan Standar Akuntansi Entitas Menengah Kecil tahun 2016 dan efektif berlaku Januari 2018. Kemenkop UKM menindaklanjuti pemberlakuan standar tersebut dengan menerbitkan aplikasi penyusunan laporan keuangan mikro dengan nama Lamikro (Laporan Keuangan Mikro) pada Oktober 2017. Sampai dengan September 2018 Lamikro telah diunduh lebih dari 5000 pengunduh. Kemudahan, kesederhaan dan fleksibilitas aplikasi tersebut menarik pelaku usaha untuk memanfaatkannya. Implementasi Lamikro pada capaian angka tersebut belum dikatakan berhasil jika dibandingkan dengan 3,79 juta pelaku usaha yang menggunakan platform online apalagi jika dbandingkan dengan 59 juta pelaku usaha mikro di Indonesia. Artikel esai ini bertujuan untuk menggali potensi penggunakan Lamikro dan menawarkan alternatif-alternatif solusi agar implementasi Lamikro berjalan dengan efektif. Abstract The industrial revolution was not only in terms of machine technology but also developed into information technology, such as the internet and applications. Micro businesses are growing rapidly along with technological developments. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) launched a total of 3.79 million micro, small and medium enterprises (MSMEs) that have used online platforms to market their products. This number is around 8 percent of the total MSME players in Indonesia, which is 59.2 million. Supporting the development of the Indonesian Institute of Accountants issued the Accounting Standards for Small Medium Enterprises in 2016 and effective January 2018. The UKM Ministry of Cooperatives followed up on the implementation of the standard by issuing applications for the preparation of microfinance reports under the Lamikro (Microfinance Report) in October 2017. September 2018 Lamikro has been downloaded more than 5000 downloaders. Convenience, simplicity and flexibility of the application attracts business people to use it. Lamikro's implementation on the achievement of these figures has not been said to be successful when compared to the 3.79 million business people who use online platforms especially if compared to 59 million micro-entrepreneurs in Indonesia. This essay aims to explore the potential of using Lamikro and offer alternative solutions so that the implementation of Lamikro effectively.
Pendampingan Penerapan Sistim Informasi Akuntansi Melalui Pararel Connected User pada UMKM Nanang Shonhadji; Diah Ekaningtias; Nadjib Usman
CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.646 KB) | DOI: 10.35814/capacitarea.2022.002.03.11

Abstract

ABSTRACT Trading business competition in the City of Surabaya is very competitive, therefore, the best service for customers by providing accurate and fast information needed by customers and suppliers. Partners need the application of a sales accounting information system that uses a parallel-connected user in the reporting of financial statements. The partner in this community service is UD Rino who is engaged in the trade sector. The purpose of this community service is to provide training and assistance in the use of sales information systems, so that the resulting financial reports can be used as information for accurate and fast business decision makers. The results of community service information that partners have successfully operated the sales information system installed on computers in their trading businesses. The results also inform that partners can manage financial information and use it as information for business decision-making. The training and mentoring have been successfully carried out by involving the community service team and partners. The basic contribution to the target audience is the existence of tools that can facilitate partner in managing their finance statement more systematically with the Parallel Connect User approach. In addition, this information system is a medium for the formation of new entrepreneurs who can manage business finances properly and correctly.
Penerapan Digital Marketing pada UMKM “ESM Collection” di Kota Surabaya Nanang Shonhadji; Evi Sistiyarini; Sholikha Oktavi Khalifaturofiah; Moch. Anang Karyawan; Miftahul Adi Suminto; Emma Yulianti; Jowi Ratna Sari; Safrinda Dwika Maulani Haqni
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 2 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i2.12510

Abstract

Fenomena Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ESM Collection sampai saat ini masih belum memaksimalkan strategi pemasaran dengan digital marketing yang sangat diperlukan dalam situasi saat pandemi maupun pasca pandemi Covid 19. Penjualan masih banyak dilakukan secara konvensional menunggu pembeli datang ke rumah, ke workshop ataupun melalui pameran. Tujuan program pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan digital marketing, merancang content digital marketing untuk produk ESM Collection dan memberikan pendampingan penguasaan penjualan online. Mitra dalam program ini aadalah UMKM ESM Collection yang terletak di Semolowaru Surabaya dengan produk kreatif seperti tas, dompet, kap lampu, payung dan kipas yang terbuat dari kertas semen bekas. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah melakukan pendampingan dan pelatihan penggunaan digital marketing melalui aktivitas mempersiapkan konten sosial media, redesain konten, melakukan pendampingan penggunaan digital marketing dan pelaporan pelaksanaan kegiatan. Hasil program pengabdian masyarakat ini adalah UMKM ESM saat ini telah memiliki akun dan mampu menggunakan media sosial youtube.com, facebook dan instagram sebagai strategi digital marketing. Melalui pemanfaatan media sosial yang optimal oleh UMKM mitra dapat memberikan alternatif pengenalan dan pemasaran produk yang tidak hanya menunggu pembeli datang ke rumah atau memanfaatkan media pameran kolektif. Hasil lain yang dicapai menginformasikan bahwa mitra sudah mampu melakukan transaksi penjualan berbasis online.
Program Pengabdian Masyarakat: Penyusunan Modul Laboratorium Akuntansi Perbankan pada Transaksi Simpanan Nasabah Nanang Shonhadji; Laely Aghe Africa; Reza Tianto; Ikhwan Kholid; Soni Agus Irwandi
-
Publisher : Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v3i2.3274

Abstract

Permasalahan yang hadapi oleh mitra adalah belum optimalnya proses pembelajaran akuntansi perbankan pada jenjang pendidikan sekolah menengah umum dan kejuruan (SMU dan SMK) yang saat ini masih mengandalkan proses pencatataan akuntansi perbankan secara konvensional dengan metode pembelajaran klasikal. Dampaknya adalah lulusan belum mampu terserap kebutuhan bank untuk bekerja sebagai teller dan customer service di bagian front office. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kota Surabaya dengan peserat para guru sekolah menengah umum dan kejuruan pada bidang ekonomi. Tujuan pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan modul pembelajaran akuntansi perbankan dengan mengintegrasikan penerapan sistim informasi akuntansi perbankan di laboratorium.  Desain pelatihan dan pendampingan menggunakan metode problem based learning.  Metode pelaksanaan dilakukan dengan dua tahapan yaitu mendesain modul praktika laboratorium akuntansi perbankan dan melakukan pendampingan serta pelatihan input transaksi pada sistim informasi akuntansi bank. Hasil pelaksanaan program pengabdian masyarakat adalah adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan para guru sekolah menengah umum dan kejuruan pada transaksi akuntansi giro, tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito berjangka sebagai bentuk simpanan pihak nasabah yang ditransaksikan melalui petugas front office. Hasil pelaksanaan program pengabdian masyarakat juga menginformasikan bahwa peserta pelatihan telah mampu mensimulasikan pengelolaan transaksi akuntansi simpanan nasabah dalam sistim informasi bank dengan baik. Adanya modul laboratorium akuntansi perbankan berbasis kertas kera dirasakan sangat membantu para peserta pelatihan sebagai bahan ajar di sekolah.
Liquidity Risk And Basel III Implementation In Southeast Asia Banking Nanang Shonhadji; Soni Agus Irwandi
Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jrak.v13i2.25135

Abstract

Purpose: The objective of this study was to determine the effect of liquidity coverage ratio, net stable funding ratio, net interest margin, and cost of funds on return on assets in Southeast Asian countries' banking services. Methodology/approach: This research was a quantitative research method. Secondary data was used and collected from stock exchanges in each country. Samples were banks in Indonesia, Malaysia, Cambodia, Philippines, Singapore and Thailand. The data testing technique uses multiple linear regression analysis. Findings: The study inform that net stable funding ratio, liquidity coverage ratio, net interest margin and cost of funds have a significant effect on return on assets. Practical implications: The practical implications were BASEL III implementation to manage liquidity risk and capital in each country have successfully and encourage compliance with bank liquidity and capital aspects according to the framework of BASEL III to enhance the financial performance of banks in Southeast Asian countries. Originality/value: Research on the application of BASEL III in Southeast Asian Countries as a framework that establishes international standards for bank capital adequacy, stress testing, and liquidity requirements is the originality of this research.
Is Whistleblowing an Ethical Practice? Shonhadji, Nanang
Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura Vol. 25 No. 2 (2022): August - November 2022
Publisher : Universitas Hayam Wuruk Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/jebav.v25i2.3222

Abstract

Whistleblowing is susceptible to risks and ethical dilemmas in practice. It is not easy for members of an organization to become whistleblowers. The purpose of this study is to prove whether whistleblowing intention is a form of ethical practice. The empirical quantitative method was used for this study. The research samples were employees and auditors at the East Java Inspectorate. The use of Partial Least Square analysis techniques followed the collection of data through the distribution of questionnaires. The study results inform that whistleblowing intention was an ethical practice that was perceived and experienced by the whistleblower. Ethical sensitivity does not affect whistleblowing intention. In contrast, moral ethics, professional ethics, and ethical confidentiality affect whistleblowing intention. Ethical sensitivity has no effect because respondents believe that it is highly dependent on the sensitivity of the whistleblower’s attitude toward making decisions. The results of this study have contributed to strengthening the creation of a good whistleblowing system with definite legal protection guarantees provided by organizations and the state.
Program Pengabdian Mayarakat Melalui Pelatihan Akuntansi Perbankan Transaksi Front Office pada Siswa SMK di Surabaya Irwandi, Soni Agus; Agus Samekto; Diah Ekaningtias; Diyah Pujiati; Nanang Shonhadji; Dewi Murdiawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Paguntaka Vol. 2 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Jumpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61457/jumpa.v2i2.28

Abstract

Keterbatasan metode pembelajaran pada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) khususnya program studi perbankan antara lain kurang memahami konsep akuntansi bank karena metode pengajaran akuntansi perbankan masih bersifat teacher centered learning (TCL). Selain itu belum banyak media praktika dalam kasus transaksi bank pada bagian front office yang diberikan kepada siswa sehingga pemahaman terhadap transaksi yang didukung dengan bukti transaksi masih lemah. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah pemahaman pengetahuan dasar siswa SMK terhadap praktik akuntansi perbankan pada fungsi front office dengan metode student centered learning (SCL).. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di laboratorium akuntansi serta laboratorium operasi bank di Universitas Hayam Wuruk Perbanas (UHW Perbanas), dan pelatihan yang dibagi dalam empat materi yang diikuti oleh 25 orang. Tahan akhir kegiatan dilakukan diskusi dan penyebaran form evaluasi untuk memperoleh masukan dari peserta. Hasil pelaksanaan program pengabdian menginformaikan bawa seluruh peserta merasa puas dan senang mengikuti pelatihan ini. Materi transaksi akuntansi customer service, Materi transaksi akuntansi tabungan dan Materi transaksi akuntansi giro adalah materi yang memiliki skor kepuasan tertinggi. Ke tiga materi ini menurut peserta adalah materi yang mudah dipahami siswa, karena sebelumnya siswa sudah mengenal dan menjadi nasabah bank.
PENERAPAN HASIL PENGABDIAN MASYARAKAT PENJUALAN KONSINYASI PADA PENGAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN Pujiati, Diyah; Shonhadji, Nanang; Nahumuri, Joicenda; Samekto, Agus
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024) : Januari 2024
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v4i1.4298

Abstract

Masalah yang sering mucul pada penjulan konsinyasi yaitu karena hak milik atas barang yang berada pada pengamanat, maka barang konsinyasi harus dilaporkan. Barang konsinyasi tidak boleh diperhitungkan sebagai persediaan komisioner. Pada saat pengiriman barang konsinyasi tidak menimbulkan pendapatan dan tidak dipakai sebagai kriteria untuk mengetahui atau mengakui pendapatan, baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner sampai dengan saat barang terjual pada pihak ketiga. Pihak pengamanat sebagai pemilik tetap bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua biaya berhubungan dengan barang barang konsinyasi. Pedagang UMKM kue di kampung rungkut ini masih kesulitan menentukan informasi persedian kue yang terjual dengan sistem penjulan konsinyasi yang sudah mereka lakukan,baik persediaan milik sendiri maupun persediaan yang merupakan barang konsinyasi, sehingga mereka tidak mengetahui secara akurat berapa rupiah penjualan yang diperoleh dari penualan kue mereka sendiri dan berapa yang bersal dari barang konsinyasi. Oleh sebab itu maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen, mahasiswa dan mitra UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dikuatkan dalam materi perkuliahan akuntansi penjualan konsinyasi pada mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan. Solusi yang diberikan adalah Laporan hasil penyesuaian catatan penjualan konsinyasi mitra dengan laporan penjualan konsinyasi yang telah diperbaiki dan sesuai dengan konsep akuntansi. Laporan analisa deskriptif atas usaha yang telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalah mitra. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah desain kartu penjulan konsinyasi, desain kasus penjulan konsinyasi dan desain pembelajaran mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan dengan hasil pengabdian kepada masyarakat..
Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Job Order Costing Untuk Penetapan Harga Pesanan Pada GRC Vino Al-Ghaniyyu Salman, Kautsar Riza; Mawardah, Amelia; Shonhadji, Nanang; Sa’diyah, Halimatus; Sutisna, Entis
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v4i2.4619

Abstract

Based on interviews and observations at GRC Vino Al-Ghaniyyu as a partner, it is known that in determining the order price, it still uses a simple calculation of the cost of production and has not taken into account several cost components. An accurate calculation of the cost of production can produce a competitive order price, show real profits, and serve as evaluation material for subsequent orders. The cost of production method that is in accordance with the characteristics of MSMEs is job order costing. Community service activities aim to provide assistance in calculating the cost of production in accordance with the concept of cost accounting. Implementation methods include cost identification, calculation of the cost of production, and calculation of the selling price. The results of this community service activity are the calculation of the cost of production using job order costing obtained at Rp15,013,083. The provision of a profit of 40% of the cost of production will result in the determination of the order price of Rp21,018,317. The output of this community service is a report on the cost of production in the form of a job order cost sheet.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KOPERASI (SIKOP) BERBASIS SAK ETAP DAN PERMEN KUKM DI KOPERASI “KRASAN” SURABAYA Salman, Kautsar Riza; Shonhadji, Nanang; Djunaedi, Arif Zeinfiki; Mei Murni, Nur Suci I.; Kurniawati, Sri Lestari; Al Hafidz, Mohammad; Kholid, Ikhwan; Suparno, Suparno
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i2.15915

Abstract

Abstract.  The KPRI Krasan Cooperative was established 40 years ago and has experienced growth in terms of the number of members and the savings it manages. Based on the results of observations and discussion forums with cooperative management, information was obtained that the bookkeeping carried out by cooperatives was still manual and part of it used the Microsoft Excel program. One of the weaknesses of the current system is the emergence of difficulties in tracing data between cash accounts and bank accounts. This community service activity aims to develop a good administrative system and cooperative accounting information system (SIKOP) software that is tailored to the needs of partners. The implementation method that is carried out includes the focus group discussion stage with partners, the system development stage and the assistance stage in operating the system. The results obtained in community service activities in the form of cooperative accounting information system software (SIKOP) consist of input, process and output. The cooperative accounting information system was developed with reference to two main references, namely Financial Accounting Standards (SAK) for Entities Without Public Accountability (ETAP) and Regulations of the Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises (Permen KUKM). In addition, the results of community service activities also provide assistance to partners starting from input transactions to producing financial reports. The resulting output is a complete cooperative financial report consisting of a statement of financial position, a statement of profit and loss and other comprehensive income, a statement of changes in equity, a statement of cash flows, and notes to financial statements.  Abstrak. Koperasi KPRI Krasan telah berdiri 40 tahun lalu dan telah mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah anggota dan dana simpanan yang dikelolanya. Berdasarkan hasil pengamatan dan forum diskusi dengan pengurus koperasi, diperoleh informasi bahwa pembukuan yang dijalankan koperasi masih bersifat manual dan sebagiannya digunakan program Microsoft Excel.  Kelemahan dari sistem yang berjalan, salah satunya adalah timbulnya kesulitan dalam melakukan tracing data antara rekening kas dan rekening bank. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem administrasi yang baik dan software sistem informasi akuntansi koperasi (SIKOP) yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Metode pelaksanaan yang dijalankan meliputi tahap focus group discussion dengan mitra, tahap pengembangan sistem dan tahap pendampingan dalam mengoperasikan sistem. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian masyarakat berupa software sistem informasi akuntansi koperasi (SIKOP) terdiri dari input, proses, dan output. Sistem informasi akuntansi koperasi dikembangkan dengan mengacu pada dua rujukan utama yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP) dan  Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Permen KUKM). Selain itu, hasil kegiatan pengabdian juga melakukan pendampingan kepada mitra yang dimulai dari input transaksi sampai dengan dihasilkannya laporan keuangan. Output yang dihasilkan adalah laporan keuangan lengkap koperasi yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.