Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Potensi Analgesik Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum Linn.) pada Mencit Jantan (Mus musculus L.) dengan Metode Rangsang Panas (Hot Plate) Sister Sianturi; Tiah Rachmatiah; Aprilia Ulfa
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 1 No. 1 (2020): JUSTE
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.164 KB) | DOI: 10.51135/justevol1issue1page39-48

Abstract

Senduduk (Melastoma malabathricum Linn.) adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat. Salah satu khasiat yang masih dikembangkan adalah sebagai analgesik. Penelitian pernah dilakukan dan menghasilkan efektivitas analgetik sebesar 88% dengan metode geliat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan uji potensi analgetik ekstrak etanol daun senduduk dengan metode hot plate sehingga diperoleh hasil potensi analgetik baik metode geliat maupun metode hot plate. Metode geliat biasanya digunakan untuk uji analgetik non narkotik yang menguji analgetik secara perifer, sedangkan metode hot plate digunakan untuk uji analgetik narkotik yang menguji analgetik sentral. Kedua metode ini sangat penting dilakukan untuk mendapatkan potensi analgetik. Penelitian potensi analgetik senduduk sudah dilakukan dengan metode geliat sehingga perlu untuk dilakukan penelitian metode hotplate. Penelitian ini bersifat eksperimental yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengumpulan daun senduduk, identifikasi tanaman, pembuatan simplisia, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak etanol daun senduduk, dan pengujian efek analgetik. Pelaksanaan uji analgetik dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan uji pendahuluan pertama dan kedua. Uji analgetik terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan dengan variasi dosis yaitu dosis 8mg/20g BB mencit, 12 mg/20 g BB mencit, dan 16mg/20 g BB mencit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya persentase daya analgetik yang besar apabila dibandingkan dengan kontrol positif. Persentase terbesar diperoleh pada perlakuan dengan dosis 12mg/20 BB mencit sebesar 78,07%. Hal ini menunjukkan potensi yang besar apabila dibandingkan dengan kontrol positif dengan persentase 59,48% sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tanaman senduduk memiliki potensi untuk dikembagkan menjadi kandidat analgesik.
Ekstraksi DNA total dari sumber jaringan hewan (Ikan Kerapu) menggunakan metode kit for animal tissue Yanti Ariyanti; Sister Sianturi
Journal of Science and Applicative Technology Vol 3 No 1 (2019): Journal of Science and Applicative Technology August Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.733 KB) | DOI: 10.35472/jsat.v3i1.111

Abstract

DNA extraction is a series of processes to separate DNA from other cell components. Extraction is the most crucial early stage in molecular research. There are two methods in DNA extraction: traditional organic extraction and non-organic adoption extraction method. Traditional organic extraction method are used by many laboratories to obtain amount of high-yield DNA. However, in recent years it has been a tendency to adopt non-organic commercial protocols, known as extraction kit. This method was relatively faster, low times-consuming and avoid the toxicity due to phenol use. This study aims to determine the steps of DNA extraction to obtain total DNA from muscle tissue of fish grouper using Extraction Kit for Animal Tissue. The Kit extraction method has an advantages that is the processing time is shorter, simple, non-toxic and high-purity DNA yields. A total of 4 tissue samples from grouper muscle were successfully extracted using an Extraction Kit that was indicated by the visualization of the band on qualitative DNA analysis in 1% agarose gel. Keywords: DNA extraction, extraction kit, high-yield DNA, molecular method
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAN REBUSAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans Meriska Susi Ayuni; Sister Sianturi; Wiwi Erwina
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i1.6389

Abstract

Pencegahan karies gigi menggunakan antiseptik kemasan dalam bentuk obat kumur beralkohol sangatlah efektif dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri penyebab karies gigi. Akan tetapi, penggunaanya dapat menyebabkan efek samping yang merugikan, seperti burning sensation, oral pain, perubahan warna gigi hingga kanker rongga mulut, sehingga digunakan alternatif bahan alami untuk mencegah karies gigi. Salah satu jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri, yaitu daun bandotan (Ageratum conyzoides L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antibakteri antara air perasan dan rebusan daun bandotan terhadap pertumbuahan bakteriStreptococcus mutans menggunakan metode difusi cakram dengan tujuh kelompok perlakuan, yaitu konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, listerin 100% sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil uji pada air perasan daun bandotan diameter hambat yang paling tinggi terdapat pada konsentrasi 100% sebesar 3,75 mm, sedangkan pada air rebusan diameter hambat yang paling tinggi pada konsentrasi 100% sebesar 8,12 mm. Berdasarkan hasil uji T-Test dengan nilai signifikansi sebesar 0,000<0,005 maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas antibakteri air perasan dan rebusan daun bandotan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Hubungan Antara Panjang Probosis Kupu-Kupu dengan Pakan Di Areal Kampus IPB Dramaga Sister Sianturi; Servis Simanjuntak
SPIZAETUS: JURNAL BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI Vol 4, No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.122

Abstract

Probosis pada kupu-kupu letaknya sama pada semua jenis kupu-kupu, tetapi ukuran panjangnya berbeda-beda. Probosis ini merupakan alat penghisap yang berbentuk panjang dan tipis.Probosis juga menentukan jenis tanaman berbunga yang dipilihnya. Tanaman tersebut dapat berasal dari hijauan yang digunakan sebagai pakan ternak atau tanaman lain yang berbunga. Berdasarkan data yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa waktu kunjungan kupu-kupu dalam mencari pakan dipengaruhi oleh panjang probosisnya. Terdapat 3 family, 8 genus, 11 spesies kupu-kupu yang mengunjungi bunga Hibiscus rosa-sinensis, Ixora sp., Canna hibrida, dan Alamanda sp..di areal Kampus IPB Dramaga. Adanya  hubungan antara panjang probosis dengan preferensi jenis tanaman dia areal Kampus IPB Dramaga pada bunga Hibiscus rosa-sinensis, Ixora sp., Canna hibrida, dan Alamanda sp., yang diamati berdasarkan perbandingan dengan morfologi bunga yaitu panjang tabung mahkota, diameter bunga mekar, diameter tabung mahkota, jumlah nectar dan perbandingan kunjungan kupu-kupu pada tiap jenis bunga. Bunga dengan ukuran morfologi lebih besar dan kandungan nektar tinggi seperti bunga H.rosa-sinensis, Canna hibrida, dan Alamanda sp. biasanya lebih sering dikunjungi oleh kupu-kupu family Nymphalidae dan Papilionidae yang memiliki ukuran probosis lebih panjang, sebaliknya bunga dengan ukuran morfologi lebih kecil dan kandungan nektar lebih sedikit biasanya lebih sering dikunjungi oleh bunga family Pieridae yang memiliki ukuran probosis lebih pendek.
Uji Aktivitas Antibakteri Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes Frihendranus, Jeremia Eden; Sianturi, Sister; Erwina, Wiwi
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i2.8597

Abstract

The main causes of skin infections is Propionibacterium acnes. The use of antibiotics can be an effective treatment of acne for example: clindamycin. Lime was a plant that is used as a treatment for acne’s inhibition. The lemon part often used to treat acne was the juice. The purpose of this study was to determine the activity of lime juice in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes and to determine the minimum inhibitory concentration of lime juice against Propionibacterium acnes. The study used lime juice with various concentrations of 100%, 50%, 25%, and 12.5% on the growth of Propionibacterium acnes bacteria using the disc diffusion method. The data obtained were tested for normality Kolmogorov-Smirnov and homogeneity test. Then the Kruskall Wallis and Mann-Whiteney test were performed. Based on this study, lime juice was proven to be able to inhibit the growth of Propionibacterium acnes bacteria. The inhibition zone with the highest average concentration was at 100% concentration, which was 18.7 mm and the smallest average inhibition zone was found at a concentration of 12.5%, which was 11.5 mm. The results of the statistical test showed a significant difference with p-value= 0.029 between the positive control and the variation of the sample concentration.
Uji aktivitas antibakteri daun lakump (Cayratia trifolia L.) terhadap bakteri Staphylococcus haemolyticus ATCC 29970 secara in-vitro Tiara, Anastasia; Sianturi, Sister; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10623

Abstract

Staphylococcus haemolyticus merupakan salah satu bakteri yang memiliki tingkat resistensi yang cukup tinggi terhadap beberapa jenis antibiotik. Hal ini menjadi alasan untuk mencari senyawa antimikroba baru dari sumber alami. Tumbuhan yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri adalah tumbuhan lakump (Cayratia trifolia L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun lakump terhadap bakteri S. haemolyticus menggunakan metode difusi sumuran. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah maserasi. Pengamatan dilakukan terhadap diameter zona hambat yang terbentuk disekitar sumuran. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk adalah, untuk konsentrasi 20% sebesar 7,37 mm, konsentrasi 30% sebesar 10,29 mm, dan konsentrasi 40% sebesar 11,23 mm, serta untuk kontrol positif antibiotik kloramfenikol sebesar 28,58 mm, sedangkan kontrol negatif DMSO 1% tidak terbentuk zona hambat. Hasil uji analisis data One Way-Anova menggunakan program SPSS 26 diperoleh hasil p-value (p<0.05), artinya terdapat aktivitas antibakteri dan perbedaan rata-rata diameter zona hambat antara ekstrak etanol daun lakump konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% dengan kontrol positif dan negatif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. haemolyticus.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) terhadap Staphylococcus saprophyticus ATCC 49907 penyebab infeksi saluran kemih Citraningsih, Ni Putu Dewi; Sianturi, Sister; Taufiqurrahman, Muh.
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.10654

Abstract

Tingginya tingkat resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat secara global. Hal ini menjadi alasan untuk mencari senyawa antimikroba baru dari sumber alami. Tanaman yang berkhasiat untuk membunuh bakteri adalah tanaman yang mengandung metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder adalah tanaman sirih cina (Peperomia pellucida L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina terhadap pertumbuhan Staphylococcus saprophyticus penyebab infeksi saluran kemih dengan metode disc diffusion test. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dangan pelarut etanol 96% yang dibuat menjadi tiga variasi konsentrasi 10%, 50% dan 90%. Kontrol positif menggunakan amoxicillin dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%. Rata-rata diameter zona hambat dengan konsentrasi 10%, 50% dan 90% berturut-turut, yaitu 4,06 mm, 6,46 mm dan 10,64 mm yang termasuk kategori lemah hingga kuat. Sedangkan pada kontrol positif rata-rata zona hambat adalah sebesar 26,49 mm dengan kategori sangat kuat. Hasil uji analisis data One Way Anova menggunakan program SPSS IBM versi 26 diperoleh hasil (p<0.05) yang bermakna H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat perbedaan rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun sirih cina yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kontrol positif dalam menghambat bakteri S. saprophyticus.                                                                            Kata Kunci: Peperomia pellucida L, Staphyloccoccus saprophyticus, antibakteri, difusi cakram
Antioxidant Activity of Tahongai Leaves (Klenhovia hospital L.) Infusa Using DPPH Method Leswana, Nurillahi Febria; Sianturi, Sister
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i1.791

Abstract

Tahongai plant (Kleinhovia hospita Linn.) is a plant that grows naturally on the edge of Indonesian rivers, especially in East Kalimantan. Tahongai plants are used as medicine by the Dayak people in Kalimantan, namely that empirically the use of tahongai plants is effective as a medicine that can treat various diseases such as jaundice, hypertension, diabetes, and cholesterol by drinking the boiled water. The active substances contained in tahongai leaves are saponins, flavonoids, and alkaloids are expected to have antioxidant activity. The purpose of this study was to measure the antioxidant activity of tahongai leaf infusa. The extraction method used in this study was infusa while the radical specimen used was DPPH with Vitamin C as the comparison. Phytochemical screening was also carried out ontahongai leaf infusa extract positively containing flavonoids, tannins, saponins and phenols. Based on the results of the DPPH radical scavenging analysis of Tahongai leaf infusion, the IC50 value was 139.51 mg/L with the medium antioxidant activity.
Uji Teratogenik Air Rebusan Mie Instan Selama Masa Kehamilan Mencit Betina (Mus musculus L.) Melalui Pengamatan Kelainan Morfologi Fetus: Teratogenic Test of Instant Noodle Water During the Pregnancy of Female Mice (Mus musculus L.) through Observation of Fetus Morphological Disorder Sister Sianturi; Annisa Farida Muti; Moh. Benny Perdana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.140

Abstract

Indonesia is one of the second ranked countries in the world consuming the most instant noodles. This product is liked by all people, especially pregnant women, so research is needed to determine the effect of consumption of instant noodles on fetal development. This study uses mice as a test animal. The purpose of this study was to determine the teratogenic effects of instant noodle cooking water on pregnant mice (Mus musculus L.) concentrations of 30%, 50%, and 70% based on morphological observations of fetal mice during pregnancy. This research is experimental with a completely randomized design (CRD) method using 60 experimental female mice in pregnancy divided into 10 groups, 1 group was given aquadest as a control group and 9 groups were given instant noodle cooking water in 3 different brands with a concentration of 30% , 50%, and 70% given on the 6th day of pregnancy until the 15th day of pregnancy. Then on the 18th day female mice were sacrificed by dislocation of the neck to see the teratogenic effects based on morphology in the fetus. The results of the statistical test showed that there were differences in the average number of dead fetuses in each group (p = 0.05), differences in body weight (p = 0.0001), and body length (p = 0.0001) and found one fetuses that experience cleftpalate or abnormalities in the palate of the fetus of mice in the treatment of instant noodle boiled water concentration of 70%
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK ATSIRI DARI BAHAN DAPUR PADA MASYARAKAT DI KSP CREDIT UNION DAYA LESTARI KALIMANTAN TIMUR Sianturi, Sister; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes), Edisi Desember 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Indonesia dikenal dengan kekayaan alam yang berlimpah. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kesehatan, maka berkembangnya berbagai penyakit di masyarakat tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini mendorong masyarakat untuk mencari alternatif pengobatan yang efektif dan efisien. Pengobatan herba adalah ramuan turun temurun dari leluhur agar dipertahankan dan dikembangkan salah satu nya adalah Minyak Atsiri. Minyak atsiri banyak digunakan dalam industri sebagai pemberi aroma dan rasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di KSP Credit Union Daya Lestari Selili Samarinda yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minyak Atsiri dari Bahan Dapur pada anggota KSP Credit Union Daya Lestari di Bukuan Palaran Samarinda. Edukasi dan Pelatihan diharapkan memberikan pengetahuan pembuatan produk yang praktis dari bahan yang nudah diperoleh serta menumbuhkan jiwa wirausaha pada peserta. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan nilai pretest dan postest peserta yang menunjukkan bahwa penyampaian edukasi tersampaikan dengan baik dan diterima oleh peserta.