Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Strategi Komunikasi Program Edutainment di Televisi Angel Dinata; Eko Harry Susanto; Sudarto Sudarto
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8155

Abstract

Oh Gitu is one of the Edutainment genre programs that aired on Trans Tv television station. Oh Gitu has a goal to educate while entertaining his audience by choosing hosts from comedians. Information about public service, the production of a product, to the unique information about a culture that is still rarely known by people, is packed lightly by Oh Gitu. But unfortunately after 3 months from its premiere in November 2019, Oh Gitu had to stop airing at the end of February 2020. The purpose of this research is to determine the cause of the program Oh Gitu to stop airing and to know what kind of strategy the team is doing in an effort to attract the audience. In this research authors use qualitative methods of case studies to help achieve research results. Authors use data collection methods from interviews, Internet data observation, and data documentation. The results of this research author found that the edutainment program Oh Gitu stopped airing because more people are interested in pure entertainment program, decreased program rating, and strategy mistakes in promoting the program. And the authors hope, this research can be beneficial for Trans Tv in the future to be able to maximize the impressions and programs that educate for many people.Program Oh Gitu merupakan salah satu program bergenre Edutainment yang tayang di stasiun televisi Trans Tv. Oh Gitu memiliki tujuan untuk mengedukasi sekaligus menghibur penontonnya dengan memilih host dari kalangan komedian. Informasi mulai dari pelayanan umum, produksi suatu produk sampai informasi unik mengenai suatu budaya yang masih jarang diketahui oleh orang, dikemas secara ringan oleh Oh Gitu. Namun sayang setelah 3 bulan dari tayang perdananya bulan November 2019, Oh Gitu harus berhenti tayang pada akhir bulan Februari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab program Oh Gitu berhenti tayang dan untuk mengetahui strategi seperti apa yang dilakukan oleh tim dalam upaya menarik minat menonton masyarakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif studi kasus untuk dapat mencapai hasil penelitian. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dari hasil wawancara, observasi data internet, dan dokumentasi data. Hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa program edutainment Oh Gitu berhenti tayang karena lebih banyak masyarakat yang tertarik dengan program pure entertainment, menurunnya rating tayangan, dan kesalahan strategi dalam mempromosikan program. Dan penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi Trans Tv kedepannya untuk dapat memaksimalkan tayangan dan program yang mengedukasi bagi masyarakat.
Motif Menggunakan Media WhatsApp Messenger Terhadap Kepuasan Dalam Menyampaikan Pesan (Studi Pada Remaja Di Jakarta) Dewi Dewi; Eko Harry Susanto; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1353

Abstract

Media sosial saat ini telah menjadi media yang wajib dipakai oleh semua kalangan untuk melengkapi kegiatan komunikasi mereka. Salah satunya yang akan dibahas pada penelitian ini adalah WhatsApp Messenger. WhatsApp Messenger adalah media sosial yang saat ini sedang tren di kalangan dewasa. Biasanya WhatsApp Messenger dipakai sebagai media komunikasi para pekerja yang memiliki umur 20 hingga 35 tahun. Namun pada penelitian ini akan membahas pada kalangan remaja akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif yang dimiliki dalam memakai WhatsApp Messenger serta tingkat kepuasan yang didapatkan dalam menggunakan WhatsApp Messenger. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini memakai metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja akhir yang berada di DKI Jakarta dengan sampel penelitian sebanyak 130 responden. Hasil akhir dapat dilihat pada uji regresi linier sederhana sebesar 0,482 yang artinya memiliki pengaruh yang positif. Motif tertinggi ada pada motif integrasi dan interaksi sosial serta kepuasan tertinggi ada pada dimensi persepsi kualitas.
Pergeseran Opini Pengguna Twitter terhadap Public Figure (Studi Tentang Followers Mario Teguh) Patricia Oktaviane; Eko Harry Susanto; Kurniawan Hari Siswoko
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1372

Abstract

Penulis membahas mengenai perubahan opini yang terjadi pada followers motivator Mario Teguh. Perubahan opini ini dlihat melalui akun Twitter Mario Teguh dimana penulis melihat bagaimana tanggapan yang diberikan oleh pengguna Twitter kepada Mario Teguh. Tanggapan pengguna Twitter dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: sebelum terjadinya isu, ketika terjadinya isu dan setelah terjadinya isu. Dari 3 bagian tanggapan tersebut akan dilihat bagaimanakah opini yang diberikan oleh pengguna Twitter terhadap tweet yang disampaikan Mario Teguh. Penulis meneliti hal tersebut dengan menggunakan analisis isi. Tanggapan-tanggapan yang diterima oleh Mario Teguh akan dibagi menjadi pro, kontra atau netral dan hal inilah yang akan menentukan pergeseran opini yang terjadi. Dalam penelitian ini penulis menyarankan agar pengguna Twitter dapat lebih seletif memilih panutan di media sosial dan dapat lebih berhati-hati dalam pemilihan kata yang akan digunakan dalam media sosial.
Analisis Key Opinion Leaders di Media Sosial dalam Membentuk Opini Khalayak Jacksen Jacksen; Eko Harry Susanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10170

Abstract

Content is a new way of doing promotions that have various forms, such as videos and images. This research discusses the process of creating content created by a key opinion leader. The person who acts as the key opinions leader is the owner of his own business. The theories used in this study are advertising, social media, marketing content, key opinion leaders, two-stage communication, diffusion of innovation and opinion. The method used is case study with qualitative approach and using interview, observation, and documentation techniques. The results of this study can be known that the content created by a key opinion leader must be diverse in order to attract the attention of the audience. The diversity of content produced must have a clear purpose, so that later the message can be conveyed properly and the goal can be achieved. Content created by engaging business owners directly will increase credibility in the business. Therefore, it can be concluded that the creation of a content must be diverse, informative, educational. While content involving its own business owners will increase high credibility.Konten merupakan cara baru seseorang dalam melakukan promosi yang memiliki berbagai macam bentuk, seperti video dan gambar. Penelitian ini membahas tentang proses pembuatan konten yang diciptakan seorang key opinion leaders. Orang yang berperan sebagai key opinions leader adalah pemilik bisnisnya sendiri. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah periklanan, media sosial, marketing content, key opinion leaders, komunikasi dua tahap, difusi inovasi dan opini. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa konten yang diciptakan oleh seorang key opinion leader harus lah beragam agar dapat menarik perhatian penontonnya. Keberagaman konten yang dihasilkan harus memiliki tujuan yang jelas, sehingga nantinya pesan dapat tersampaikan dengan baik dan tujuan dapat tercapai. Konten-konten yang diciptkana dengan melibatkan pemilik bisnisnya secara langsung akan meningkatkan kredibilitas pada bisnis yang dijalani. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa pembuatan sebuah konten harus lah beragam, informatif, mengedukasi. Sedangkan konten yang melibatkan pemilik bisnisnya sendiri akan meningkatkan kredibilitas yang tinggi.
Analisis Framing Pemberitaan Penggerebekan Pesta Gay di Kelapa Gading Pada Media Online Republika.co.id dan Tempo.co Selly Juniarti Salim; Eko Harry Susanto; Kurniawan Hari Siswoko
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2040

Abstract

Penggerebekan pesta seks gay di Kelapa Gading pada Mei 2017 sempat menjadi salah satu perbincangan yang menimbulkan pro dan kontra oleh khalayak. Timbulnya ragam opini tersebut tak lepas dari peran media massa dalam mengkonstruksi suatu peristiwa. Konstruksi berita yang dilakukan terhadap suatu peristiwa seringkali mengantarkan pada ketidakberimbangan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing pemberitaan yang dilakukan oleh media online Republika.co.id dan Tempo.co terkait penggerebekan pesta gay tersebut. Teori yang digunakan adalah teori framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang dianalisis adalah sepuluh teks berita, yakni lima berita Republika.co.id dan lima berita Tempo.co serta hasil wawancara dengan tiga narasumber yaitu dua perwakilan dari kedua media bersangkutan dan satu anggota dari Dewan Pers. Hasil penelitian ini menyimpulkan adanya ketidakberimbangan oleh Republika.co.id yang menonjolkan sisi kontra LGBT. Sedangkan Tempo.co lebih menunjukkan sikap netral dan membuka ruang antara pro dan kontra dalam memberitakan penggerebekan pesta gay di Kelapa Gading.
Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan Anak di GTV Natasya Feline Desvianny; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8154

Abstract

The press is an organization for disseminating information through mass media, the more information received, the greater the responsibility required. In carrying out its functions, rights, obligations and role, the press is demanded to be open to the public about a news that is raised. To carry out good journalistic activities requires a journalistic code of ethics. The code of ethics established by the Press Council is a basic guideline / reference in carrying out journalistic activities. This regulation makes the direction for the press to continue in accordance with the rules, even though accessing news now is not only through the mass media such as television. Television is part of the mainstream media, despite the convergence of media, the audience still believes that journalistic news on television can be trusted with the truth and credibility of the news content. This study uses descriptive qualitative research methods to analyze in detail the problems that are formulated. The purpose of this research is to find out how the application of the code of ethics in the production of television news on GTV. Because the code of ethics is a basic reference in carrying out journalism activities, the purpose of journalism is the correctness of the information that will be received by the public.Pers merupakan alat penyebar informasi melalui media massa, semakin banyak informasi yang diterima maka semakin besar tanggung jawab yang dibutuhkan. Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya pers dituntut harus terbuka kepada masyarakat terhadap sebuah berita yang diangkat. Untuk menjalankan kegiatan jurnalistik yang baik dibutuhkan adanya kode etik jurnalistik. Kode etik yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers merupakan pedoman/acuan dasar dalam menjalani kegiatan jurnalistik.  Peraturan inilah yang menjadikan arah agar pers tetap berjalan sesuai dengan aturan, meskipun mengakses berita kini tidak hanya melalui media massa seperti televisi. Televisi merupakan bagian dari media mainstream, meskipun adanya konvergensi media namun khalayak tetap memandang bahwa berita jurnalistik di televisi dapat dipercaya kebenaran serta kredibilitas isi berita tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif untuk menganalisis dengan rinci masalah-masalah yang dirumuskan. Tujuan dari adanya penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana penerapan kode etik dalam produksi berita televisi di GTV. Karena kode etik merupakan acuan dasar dalam melaksanakan kegiatan jurnalisme, tujuan dari adanya jurnalisme adalah kebenaran dari sebuah informasi yang akan diterima oleh masyarakat.
Analisis Ketertarikan Generasi Milenial pada Longform Journalism Visual Interaktif Kompas Desy Kristi Yanti; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6417

Abstract

In 2016, Kompas initiated a new journalistic product, namely news writing, a type of longform journalism called Virtual Interactive Compass (VIK). This platform is designed in such a way as to present in-depth news writing and enriched with interactivity elements from the multimedia aspect. Millennials are one of the young generation who live in the digital era and online networks. The Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) declared this generation as the most internet users as of October 2016. The purpose of this study is to find out what factors are becoming millennial interest in VIK through four aspects, namely modality, accessability, interactivity, navigability. This research is a descriptive qualitative research with case study method. Data collection techniques in this study used in-depth interviews, literature studies, and also online data search. The results of this study are changes in the form of in-depth news writing type preferred by the melenial generation, VIK longform journalism news presentation is considered informative and interesting with multimedia elements by millennials, and millennial generation is proven in daily use of gadgets, as well as finding information. Di Tahun 2016, Kompas menggagas sebuah produk jurnalistik baru yaitu penulisan berita jenis longform journalismyang diberi nama Virtual Interaktif Kompas (VIK). Platform ini dirancang sedemikian rupa untuk menyajikan tulisan berita yang mendalam dan diperkaya dengan unsur interaktivitas dari aspek multimedia. Kaum Milenial merupakan salah satu generasi muda yang hidup dalam era digital serta jaringan online. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan generasi ini sebagai pengguna Internet terbanyak per Oktober 2016. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui faktor apa yang menjadi ketertarikan generasi milenial pada VIK melalui empat aspek yaitu modality, accessabillity, interactivity, navigability. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, studi pustaka, dan juga penelusuran data online. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan bentuk penulisan berita mendalam jenis longform disukai oleh generasi melenial, penyajian berita longform journalism VIK dinilai informatif serta menarik dengan unsur multimedia oleh milenial, dan generasi milenial terbukti dalam kesehariannya selalu menggunakan gadget, begitu juga dalam hal mencari informasi.  
Persepsi Masyarakat Betawi Terhadap Fenomena Ondel-Ondel Ngamen Iren Chienita; Eko Harry Susanto; Septia Winduwati
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3913

Abstract

Ondel-ondel selain sebagai ikon budaya Betawi, sejak dahulu digunakan dan dipercaya sebagai penolak bala dalam ritual adat Betawi. Namun, kini muncul fenomena Ondel-ondel ngamen di tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Betawi terkait fenomena Ondel-ondel ngamen yang dilihat dari tiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah persepsi dalam teori komunikasi dan teori budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, studi pustaka dan juga penelusuran data online. Hasil dari penelitian ini adalah persepsi kognitif masyarakat Betawi terhadap kelengkapan Ondel-ondel ngamen yang berbeda dengan Ondel-ondel dalam acara rakyat Betawi, persepsi afektif masyarakat Betawi cenderung tidak mendukung penggunaan Ondel-ondel sebagai alat mengamen karena kesal dan prihatin, dan persepsi konatif masyarakat Betawi cenderung tidak memberikan uang kepada Ondel-ondel ngamen.
Komunikasi Antarpribadi Suami Dengan Istri Berpenghasilan Lebih Tinggi Diana Diana; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1994

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai studi komunikasi antarpribadi pada pasangan yang memiliki istri berpenghasilan lebih tinggi di Jakarta. Kondisi ini mempengaruhi komunikasi yang ada di dalam hubungan pasangan suami istri. Adanya dominasi istri dapat terjadi dalam komunikasi tersebut. Oleh karena itu, perlu ada komunikasi yang efektif agar pesan dapat sampai dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara mendalam terhadap enam narasumber yang merupakan tiga pasangan suami istri di Jakarta. Penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa terjadi dominasi istri berpenghasilan lebih tinggi terhadap suami. Oleh karena itu, perlu komunikasi yang baik untuk menghindari timbulnya masalah dalam hubungan antarpribadi maupun dalam komunikasi dalam hubungan tersebut.
Komunikasi Ritual Pembacaan Pengakuan Iman Rasuli dalam Ibadah Gereja Kristen Protestan Edward Wilianto; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6199

Abstract

Penulis melakukan penelitian skripsi mengenai komunikasi ritual dalam pembacaan Pengakuan Iman Rasuli Dalam Ibadah Gereja Kristen Protestan. Penulis menggunakan beberapa teori sebagai landasan untuk menulis dan membahas penelitian ini. Teori tersebut adalah komunikasi ritual, komunikasi transcendental, komunikasi relijius, dan budaya. Dalam pembahasannya penulis menemukan beberapa hal penting mengenai Pengakuan Iman Rasuli dan juga tentang gereja Kristen dan jemaatnya. Gereja belum memberikan pembelajaran mengenai makna dari pembacaan Pengakuan Iman Rasuli, perubahan budaya yang terjadi pada Pengakuan Iman Rasuli karena tujuan pastoral, dan juga keterkaitan Pengakuan Iman Rasuli dengan kehidupan jemaat Kristen.